Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Pernikahan Tiba-Tiba


__ADS_3

.


.


.


.


.


Okita menyeringai, "Kali ini aku hanya menciummu, tapi nanti kamu harus memberikan yang lebih padaku setelah kita menikah" ucap Okita lagi-lagi menyeringai.


"iblis mesum!" batin Risya mengurungkan keinginanya yang ingin sekali memukul Okita.


🍁🌺🍁🌺🍁🌺🍁


"Baiklah, srpulang kerja aku akan menjemputmu" ucap Okita di kala Risya telah turun sepenuhnya dari dalam mobil. Risya mengangguk paham. "Kuharap kamu dapat menjaga dirimu dengan baik, kalau begitu sampai jumpa sayang" ucap Okita tersenyum.


Risya terperangah lagi melihat senyuman Okita yang begitu tulus dan penuh kasih sayang. Dia merasa bersalah melihat itu, "tak seharusnya aku mempermainkan hatinya seperti ini, aku harus menyembuhkanya dan lalu mengakhiri ini sesegera mungkin, dia harus sembuh" batin Risya menggenggam erat tas ransel miliknya.


"Ya, sampai jumpa" ucap Risya juga ikut tersenyum tipis. Okita pergi.


"Apa dia kekasihmu?" tanya sebuah suara berat dari belakang Risya, dia adalah Kaoru yang sedari tadi memperhatikan tingkah Risya dan Okita. Risya terdiam, "tidak, dia bukan kekasihku. Aku hanya membantunya untuk menyembuhkan penyakit yang hanya dapat di sembuhkan olehku" ucap Risya berjalan melewati Kaoru.


"Dia tidak baik untukmu" ucap Kaoru dingin, Risya berbalik. "Apa yang membuatmu berfikir dia tidak baik untukku! biarpun dia seperti itu, aku tahu dia orang yang sudah cukup baik!" ucap Risya tak kalah dinginya, dia kesal pada ucapan Kaoru yang menilai Okita seenaknya.


Kaoru menatap tajam pada Risya, "kamu tahu? dia adalah bos anggota mafia kuat yang ada di jepang, apa kamu tidak merasa khawatir pada reputasimu yang sebagai polisi malah bersama anggota mafia berbahaya sepertinya?" tanya Kaoru dengan sorot mata menekan.


Risya memposisikan tubuhnya untuk sepenuhnya berada di depan Kaoru, dengan tatapan tak kalah tajam Risya berkata dengan suara penekanan. "Lalu kenapa? dia tidak membuat masalah apapun pada kepolisian kita bukan? lalu kenapa dia juga di salahkan?" tanya Risya tepat saat melangkahkan satu kaki lagi agar lebih dekat pada Kaoru.


Kaoru menghela nafas berat. "Terserah kamu saja! tapi ingat! jika dia membuat masalah, kepolisian tidak akan segan-segan lagi memenjarakan atau bahkan membunuhnya!" ucap Kaoru berjalan melewati Risya.


Bendera perang telah di kibarkan oleh Kaoru dan Risya, namun sebagai anggota kepolisian yang profesional mereka harus bisa mengesampingkan masalah pribadi mereka dan tetap melakukan tugas mereka sebagai kepolisian satu tim Blue Wings.


Sementara itu, seseorang berambut putih juga berjaket abu-abu dengan pakaian kepolisian lengkap, dari belakang tembok tengah memperhatikan perdebatan itu sambil tersenyum Devil. "Dia telah berani berdebat dengan ketua, memang benar-benar wanita yang menarik. Tapi semenarik apapun dia, aku tetap akan membencinya" ucapnya yang lalu ikut meninggalkan tempat itu.


.......

__ADS_1


"Oh, pagi Risya! Midori!" sapa Rin begitu Risya dan Midori secara bersamaan memasuki ruangan pribadi untuk tim kepolisian mereka. "Hari inj kita tidak memiliki tugas, tapi tetap sebagai polisi kita harus berjaga-jaga jikalau ada masalah mendesak" ucap Midori menjelaskan informasi yang di berikan kepala kepolisian kepadanya, Kaoru mendehem paham.


"Risya, Rin, dan Naori, ganti pakaian kalian dengan seragam yang lengkap. Biar bagaimanapun, kita harua mengenakan seragam di area kepolisian" ucap Midori yang mendudukan diri di sofa samping Kaoru setelahnya.


......


Risya telah memakai pakaian lengkap, berjalan bersama Naori ke arah ruangan tim mereka. "Oh, kurasa emosi ketua sedang kurang baik, dia terlihat kesal sedari tadi" ucap Naori pada Risya yang masih merapikan pakaianya dan memasukanya ke dalam tas.


"Ya, pagi tadi aku sempat berdebat denganya" ucap Risya datar, itu membuat Naori sedikit terkejut, Rin yang mendengar itu pun segera berlari ke samping Risya. "berdebat soal apa?! ketua sama sekali tidak pernah ikut campur urusan orang lain, lalu apa yang kalian debatkan?!" ucap Rin terkejut, Risya mengela nafas berat.


"Tidak ada, itu hanya perdebatan yang kurasa tidak perlu di bahas. Sebagai polisi, masalah apapun kita harus tetap profesional di sini kan?" ucap Risya yang pergi meninggalkan ruang ganti setelahnya.


"Dapat kutebak kalau itu masalah laki-laki rambut putih itu" ucap Naori pelan dan masih dapat di dengar oleh Rin yang tepat berada di sampingnya. "Rambut putih?" tanya Rin penasaran.


"Senior ingat tentang laki-laki yang menjadi pemimpin kelompok musuh saat di misi petama kita yang gagal, dia sedang berhubungab langsung dengan Risya saat ini. Kurasa ketua juga mempermasalahkan itu sama halnya denganku" ucap Naori pada Rin.


Rin mengangguk paham. "Kurasa juga Kaoru mungkin tertarik Risya. kalau bukan, untuk apa dia sulit-sulit mempermasalahkan hal ini? aku tahu Kaoru, dia tidak akan terlibat pada masalah yang tidak ada kaitanya dengan kepentinganya sendiri" ucap Rin jujur, Naori mengerti.


......


Seperti janji Okita, Okita benar-benar menjemput Risya sepulangnya. Namun, bukanya segera kembali ke penthpuse mereka, Okita malah mengendarai mobil hitam miliknya ke arah sebaliknya.


"Rumah?!" kejut Risya menatap Okita, "ya rumah.. RUMAH KITA" ucap Okita menekan kata 'Rumah Kita' pada kalimatnya. "Aku rasa itu aga-" ucap Risya tidak nyaman.


Okita tidak memperdulikan perkataan Risya dan dengan cepat meraih tenguk Risya dan menciumnya sekilas." Risya terkejut.


"Kenapa kamu harus menciumku tiba-tiba seperti itu? ini sudah ke sekian kalinya kamj berbuat sepertu itu" ucap Risya buang muka, entah kenapa Risya kini terlihat sperti anak kecil yang marah karena kehilangan permen kesukaanya.


"Sangat manis" itulah yang terpikirkan di kepala Okita saat melihat tingkah laku Risya sekarang.


Kini mobil Okita telah sampai ke sebuah rumah besar dengan lapangan yang luas, tak lupa beberapa tanaman menghiasi lapangan itu, membuat rumah itu menjadi tampak elegan dan mewah.


Dengan penuh perasaan, Okita menuntun Risya untuk memasuki rumahnya. tampak beberapa pelayan di sana yang siap menyambut kedatangan Okita dan Risya. Itu membuat Risya terkejut.


"Apa kamu menyukai tempat ini?" tanya Okita dengan tatapan penuh perasaan. Risya tersenyum tipis lalu kembali menatap rumah mewah yang ada di hadapanya, "apa ada adik-adikmu di sini?" tanya Risya penuh harap.


Kini muncul sebuah permepatan di dahi Okita ketika mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Risya. "Bukankah sudah jelas aku mengatakan kalau ini adalah RUMAH KITA" ucap Okita dengan senyum paksanya.

__ADS_1


Risya tidak nyaman dengan itu, "ini terlalu besar untu-" ucap Risya yang di potong oleh perlakuan Okita yang tiba-tiba menggendongnya. "Apa? tidak! hei turunkan aku!" ucap Risya berontak, Okita tersenyum devil.


Sesampainya di dalam kamar, Okita melempar Risya ke tempat tidur. Kasur Okita memang lembut, namun mau selembut apapun kalau di lempar pasti akan terasa sakit.


Seusai melempar Risya, Okita segera menindihi tubuh Risya dan kali ini kembali menyeringai. "Hei!" teriak Risya mendorong tubuh Okita sekuat tenaganya.


Namun, melihat tatapan Okita yang tampak dalam itu membuat Risya tidak bisa berkutik sama sekali. "Risya.. aku menginginkanmu" ucap Okita yang membuat seluruh tubuh Risya menegang seketika.


"A apa.. i itu aku.." ucap Risya yang entah kenapa ikut gugup mendengar penuturan Okita yang tiba-tiba itu. "Aku ingin besok kita menikah" ucap Okita lagi yang membuat Risya terkejut bukan main.


"Apa?! kenapa? kenapa buru-buru?!" ucap Risya terkejut. "Lalu? aku menginginkanya sekarang! besok kita akan menikah. Aku tidak ingin menunggu lebih lama lagi, aku juga tidak bisa menjamin kalau kamu akan tinggal di sisiku selamanya. untuk itu, aku ingin menikahimu!" ucap Okita menatap dalam mata Risya.


"Tapi aku.." ucap Risya yang memikirkan nasib pertunanganya dengab Key yang sudah terlanjur akan menuju jenjang pernikahan, "aku tidak bisa, tapi kalau aku tidak menerimanya, aku bisa saja akan kembali di paksa oleh orang ini" ucap Risya mendorong tubuh Okita kembali.


Okita tidak ingin menerima penolakan ketika dirinya sangat menginginkanya. Okita dengan cepat kembali menyambar bibir Risya dan perlahan membuka seluruh pakaianya tanpa memperdulikan pemberontakan yang di lakukan oleh Risya, tak dapat di pungkiri kalau tenaga Risya kian semakin kuat, namun itu tidak akan bisa menghentikan Okita.


Okita menyeringai di kala wajahnya tepat berada di lekuk leher dan bahu Risya, 'bercinta' lagi-lagi Okita tersenyum memikirkan kata itu. Okita berhasil melucuti seluruh pakaian Risya dan menidurinya malam itu juga dengan sedikit kasar akibat dirinya yang sudah tidak dapat menahan gairah seksual yang ada dalam dirinya..


........


Risya tidak pernah menyangka, kini dirinya telah memegang sebuah buku kecil yang tidak lain adalah buku nikah dirinya dan Okita. "Kenapa semuanya berakhir seperti ini? aku tidak menyangka setelah aku bangun aku sudah berada di dalam mobil Okita. Dan dengan liciknya, ternyata dia telah merencanakan semua ini" batin Risya tersenyum paksa menatao kembali buku nikah yang berada di tanganya.


"Kenapa?" tanya Okita tersenyum senang. "Tidak hanya saja.. aku memikirkan, bagaimana caranya kamu mengurus semua ini? termasuk menyeretku yang tengah tertidur ke sini?!" ucap Risya masih menatap buku nikahnya. "Itu mudah, lagipula setelah olahraga yang kita lakukan tadi malam, aku dapat menduga kalau kamu akan tertidur pulas pagi ini, itu adalah kesempatanku untuk.." ucap Okita yang segera di hentikan oleh jari telunjuk Risya yang ia letakan tepat di bibir Okita.


"Sudah cukup! aku tidak mau mendengarnya!" ucap Risya yang wajahnya benar-benar telah merona sepenuhnya kali ini. Okita terkekeh. "Seharusnya kamu membungkam mulutku dengan bibirmu saja" ucap Okita menyentuh bibir Risya dengan jempolnya.


Risya terkejut, "Kenapa kamu menjadi semesum ini setelah menikah!" ucap Risya sedikit berteriak dengan wajah yang benar-banar memerah sempurna.


"Oh jangan lupa, setelah ini kita akan mengadakan pesta pernikahan" ucap Okita dengan seringainya


**TBC


BAGAIMANA EPISODE KALI INI?


ADAKAH YANG KURANG PUAS DENGAN PERNIKAHAN MEREKA??


MAAF YA LAMA UPDATE..

__ADS_1


YAAHH THOR AKAN BERUSAHA KEMBALI UNTUK MENGEMBANGKAN CERITA INI MENAJADI LEBIH BAIK**


__ADS_2