Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Hadiah Dari Key


__ADS_3

.


.


.


.


.


"apa hanya perasaanku saja, senior Midori sepertinya tidak menyukai Risya" ucap Naori yang langsung di angguki Rin. "benar, itu karena wajah Risya sangat mirip dengan mantan kekasihnya yang sekarang sudah tiada" ucap Rin yang membuat Risya juga Naori terkejut.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Kekasih senior Midori?!" kejut Naori tak percaya "ya, dia punya kekasih dua tahun yang lalu, tapi karena kecelakaan mobil kekasihnya meninggal, bukanya merelakan Midori malah membenci kekasihnya yang meninggalkanya duluan, haa" ucap Rin memegang pelipisnya, sepertinya dia cukup pusing menyikapi temanya yang satu itu.


"Apa senior Rin punya fotonya?" tanya Risya sedikit ada perasaan penasaran di hatinya. "Ya aku punya" ucap Rin membuka layar handpone nya. dan betapa terkejutnya Risya ketika melihat seorang wanita cantik dengan mata yang anggun juga surai sepunggung yang tidak lurus, wajahnya memang mirip dengan Risya, tapi tidak surainya yang berwarna coklat gelap.


"benar benar mirip Risya" ucap Naori tidak percaya "ku rasa senior Midori terlalu berlebihan mencintai mantan kekasihnya, maka dari itu di saat mantan kekasihnya tiada dia malah marah dan membenci mantan kekasihnya sendiri" ucap Naori melanjutkan kalimatnya, Risya diam.


"Dia memang mirip denganku, tapi dari wajahnya dia terlihat lembut dan murah senyum, sangat cantik" ucap Risya tanpa sadar. "Kalian!!" tegur seseorang tiba tiba menggebrak pintu, itu adalah Kaoru, "Apa yang kalian lakukan!! cepat jalankan misi!" ucap Kaoru marah, di belakang Kaoru juga terlihat Midori yang masih menatap Risya tidak suka.


"Midori, tidak seharusnya dia membenci orang lain, itu juga bukan keinginanya untuk meninggalkanmu" batin Risya menatap Midori intens. Melihat dirinya terus di tatap Risya, Midori bingung, sebab tatapan Risya kini seperti ingin menuntut dirinya.

__ADS_1


"baik ketua!" ucap mereka bertiga serempak. Misi di jalankan.


Skip aja~


"Misi sudah selesai, dan sepertinya kamu hebat dalam menembak kaki perampok tadi" ucap Kaoru memuji Risya, "terimakasih ketua, namun saya masih belum bisa menandingi kehebatan ketua." ucap Risya sedikit menunduk hormat, "apa kami menyetujui ajakan makan siang saya?" ucap Kaoru ikut ikutan sopan. "Tentu ketua" ucap Risya yang tanganya langsung di tarik Kaoru untuk pergi ke sebuah restoran terdekat.


"pesanlah.. "ucap Kaoru sedikit tersenyum, Risya memesan makanan begitupun Kaoru. tapi di tengah itu mereka tidak menyadari sama sekali sepasang bola mata terus menatap keduanya tidak suka "Risya!! apa ini maksudnya, aku jauh jauh datang kesini agar bisa bersamamu, lalu apa ini!!" gumam laki laki itu marah.


ketika sudah tak mampu membendung kemarahanya, ia memutuskan untuk menghampiri Risya dan Kaoru yang tengah makan siang "RISYA!!" Ucapnya dengan suara lantang. Risya menoleh, dia terkejut ketika mendapati Key yang menatap marah padanya "K Key?!!" kejut Risya.


"Apa ini semua!!" ucap Key memandang sedih, karena itu restoran, Key masih menjaga prilakunya, dia tidak langsung memukuli Kaoru. "Key!! maaf aku bisa jelaskan.." ucap Risya berdiri tiba tiba dan menghampiri Key.


"Kami hanya rekan setim key, aku dan dia tidak ada hubuhan apapun.." ucap Risya mencoba memberi pengertian. Key menatap Risya dan lalu mengalihkan pandanganya pada Kaoru yang masih duduk dengan sikap yang dingin. "apa itu benar tuan?" tanya Key pada Kaoru yang masih diam saja.


"boleh aku ikut makan bersama kalian?" tanya Key tersenyum, dia percaya pada Risya, dan dia juga sudah berjanji tidak akan meragukanya, "tentu key" ucap Risya tersenyum tipis.


melihat itu Kaoru sempat tertegun, sebab biarpun bersikap seperti itu sangat terlihat bahwa Risya bahagia bersama Key. "apa boleh?" ucap Key menatap Kaoru. "yaa, lagipula aku tidak ingin membuat kalian berselisih" ucap Kaoru memakan makananya.


Key pun ikut memesan dan makan bersama Risya juga Kaoru. selesai makan Risya dan Key pulang ke apartemen. "Kamu jadi mau menemaniku kan Key?" tanya Risya memastikan lagi, "iya sayang, jadi kok" ucap Key sambil berjalan menuju parkiran restoran, di sanalah tempat dia memakirkan motornya.


Apartemen


Kini Risya tengah bersiap untuk ke pertunangan Ayana dengan pacarnya. Begitupun dengan Key yang telah siap dengan setelan jas hitamnya sambil menunggu Risya di sofa ruang tamu. Risya telah selesai, ia pun segera menghampiri Key yang tengah asyik dengan hp nya.

__ADS_1


"Key.." panggil Risya berjalan mendekati Key, mendengar panggilan dari Risya, Key menoleh. Dia tertegun ketika melihat Risya dengan setelan dress biru malam selutut dengan sedikit hiasan berupa bunga bunga yang juga berwarna senada, dress Risya tanpa lengan tapi di lapisi dengan mantel berbulu berwarna hitam, Risya juga mengurai rambutnya yang bagian bawahnya tidak lurus, tak lupa Risya juga memakai high heals hitam yang mempercantik penampilanya yang memang tampak dingin.


"Ayo pergi..." ucap Risya meenyadarkan Key dari lamunanya. "Risya..." ucap Key berdiri dan lalu berjalan mendekati Risya. Key lalu menyentuh surai Risya dan lalu mendekatkan surai itu pada wajahnya, Key lalu mencium aroma surai itu yang terasa aroma mawar yang pekat.


(apa yang di pakai Risya sih sampai surainya harum gitu}:) )


"Kamu cantik sekali.. " ucap Key menatap Risya di kala masih dalam posisi mencium aroma surai Risya. Risya tertegun dan sontak mendorong Key "a Ayo pergi!", ucap Risya berjalan lebih dulu ke pintu. "pemalu!" gumam Key sedikit tertawa menatap punggung Risya.


"kita tidak naik motor Risya!" ucap Key menghentikan langkah Risya yang menuju motor Key. "lalu? mau pakai apaan?" tanya Rosya bingung. mendengar ucapan Risya, Key tersenyum dan lalu menujuk mobil hitam yang ada di dekat apartemen Risya "naik itu" ucap Key melanjutkan.


"hahh.. Kamu membeli mobil?" kejut Risya tidak percaya. "iya.. tidak mungkin kita pergi dengan motor kalau kamu memakai dress seperti itu.." ucap Key tersenyum. "hahh aku hampir lupa, kamu kan seorang ceo yang punya banyak uang, tak heran kamu menghambur hamburkan begitu saja uangmu" ucap Risya sedikit di muat nada bercanda.


Key tersenyum, "aku sudah berjanji akan membahagiakanmu kan, mobil itu untukmu" ucap Key masih tersenyum. "apa?! tidak Key! aku sudah berjanji akan menggunakan uangku sendiri" ucap Risya penuh tekad, "hanya untuk kali ini, terimalah pemberianku Risya.." ucap Key sedikit memelas, Risya sedikit tidak enak, tapi akhirnya ia menerimanya.


"baiklah, tapi setelah pertuangan kita, mobil itu kembali jadi milikmu" ucap Risya tersenyuk tipis, "baiklah.., mulai dari sana pun aku akan mengantarmu selalu" ucap Key tersenyum. mereka pun segera memasuki mobil dan menuju tempat pertunangan Ayana.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


TERUS DUKUNG DENGAN CARA LIKE, RATE, VOTE, BACA ,COMENT, ATAUPUN MEMBERI TIP. TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI


DAN

__ADS_1


SAMPAI JUMPA😊**


__ADS_2