Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Kevin Senpai


__ADS_3

Gambar di atas adalah gambaran dsri tokoh "Michele"


.


.


.


.


Jauh sebelum mulut ini berkata


Hatiku lebih dulu menyebut namamu


Jauh sebelum aku dan kamu menjadi kita


Pikiran ini lebih dulu terisi olehmu


Jauh sebelum aku tahu perasaanku


Tubuhku lebih dulu mengetahuinya


Pikiranku tidak sejalan dengan tubuku


Itu juga karenamu..


Mungkin itu sebabnya


Cinta di sebut sebagai sesuatu yang membuat orang gila dan berperilaku tidak wajar


(Michele)


.


.

__ADS_1


.


Okita yang mendengar itu sama sekali tidak merasa marah, malah ia menyeringai, "kalau iya kenapa?" ucapnya dengan nada yang membuat Risya bertambah kesal,"Lepaskan aku!!"ucap Risya berontak penuh,pergelangan tanganya akhirnya terlepas dari tangan Okita, ia berlari sejauh jauhnya dari menjauhi Okita, sedangkan Okita terdiam menatap Risya sambil Menyeringai


"Dasar Singa Betina"ucapnya


🍁🍁🍁🍁


Risya terus berlari tanpa memperdulikan para siswa dan siswi menatapnya aneh, Risya terus berlari hingga sampai di pesisir pantai tempat ia dan Okita pertamakali bertemu, ia berjalan pelan menuju laut sampai di rasa air laut membasahi hingga atas lututnya, ia berteriak sekencang kencangnya "Dasar brengsek!! Kau pikir aku mainanmu ha!!?"teriaknya dengan nada marah, hingga tanpa di sadari air matanya menggenang dan jatuh ke pipinya


"astaga apa ini!? Kenapa aku nangis??"gumam Risya menyeka air matanya, seorang laki laki lebih tinggi dari Risya menghampirinya, ia mengambil sapu tangan di sakunya lalu menyodorkanya ke hadapan Risya, Risya pun menoleh


"jangan menangis di tempat seperti ini.."ucap laki laki itu lembut,Risya lalu mengambil sapu tangan berwarna merah itu dari tangan laki laki itu untuk menyeka air matanya,"kenapa kamu ke sini?, bajumu bisa basah terkena air laut.."ucap Risya kembali memasang muka datar


"tidak mungkin aku bisa diam saja ketika melihat temanku menangis"ucap laki laki itu dengan wajah santainya, Risya hanya menatapnya bingung lalu mengalihkan pandanganya ke laut kembali, sedangkan laki laki itu hanya menatapnya lekat (thor:terpesona yaa kevin😁😁?/kevin: diam lu thor!! ////thor:pftttπŸ˜†πŸ˜‚πŸ˜‚/Kevin:sini lu, gw bunuh secepatnya!!/thor:πŸ˜…πŸ˜…)


Laki laki itu lalu tersenyum dan berkata "Namaku Kevin Arselo, kalau boleh tahu namamu?"ucap kevin dengan senyum manisnya sembari menyodorkan tanganya, tak tunggu waktu lama Risya membalas jabatan tangan Kevin "Risya Maeda" jawab Risya dengan wajah datar


"eee eto kita kembali ke pesisir pantai yuk, ga enak juga kan berdiri di sini terus" ucao Kevin lembut, Risya melirik kevin sekilas lalu beranjak berbalik menuju pesisir pantai


Risya duduk di pesisir pantai, Kevin pun juga ikut duduk di sampingnya, "kamu kelas berapa Risya?"tanya Kevin seraya membuka obrolan, "2-a"ucap Risya datar tanpa melirik kevin sedikitpun, "ohh berarti kamu adik kelasku, aku 3-b" ucap Kevin tersenyum manis, Risya melirik Kevin sekilas, sebenarnya ia sudah tahu identitas Kevin sebagai kakak kelasnya juga ketua Osis di sekolahnya, kevin begitu populer di sekolahnya, sehingga ia tak jarang menemukan ataupun mendengar orang orang membicarakan Kevin, bahkan kadang Risya juga pernah mendapati beberapa siswi mendekati ataupun menyatakan cinta pada Kevin, namun Kevin selalu menolaknya dengan lembut agar tidak menyakiti lawan bicaranya


"ngomong ngomong, kenapa kamu menangis?"tanya Kevin menatap laut dengan senyuman di bibirnya, "bukan urusanmu!"ucap Risya dingin, "ahh iya maaf, tak seharusnya aku ikut campur urusanmuπŸ˜…"ucap kevin merasa bersalah, Risya diam, lalu satu suara dari Risya membuat Kevin tertegun


"maaf, tidak seharusnya aku memperlakukanmu dengan dingin, aku cuman sedang tidak mood karena seseorang"ucap Risya dengan menatap kecewa ke arah laut, air mata Risya kembali menggenang dan itu tidak luput dari pandangan Kevin, dengan lembut Kevin menyeka air mata itu dengan tanganya


"apa kamu sedang bermasalah dengan pacarmu?" ucap Kevin bermaksud untuk membuat Risya merasa rilexs dengan cara bercerita padanya, "ti tidak, aku tidak punya pacar.."ucap Risya dengan gugup, sebenarnya ia merasa bingung, Okita bukanlah siapa siapa baginya, kenapa ia harus menangis karenanya, melihat perlakuan Okita padanya adalah hal yang wajar kalau dia marah, tapi tidak wajar namanya jika ia menangis hanya karena Okita


"lalu? Apa kamu ada masalah dengan keluargamu?"tanya Kevin dengan senyum manis di bibirnya, "tidak,..sebenarnya aku hanya sedang kesal, rasanya aku seperti di permainkan.."ucap Risya kini menunduk dengan raut wajah menampilkan kesedihan, Kevin yang melihat itu pun tanpa ragu meringkuh tubuh Risya dengan lembut membuat Risya terbelalak terkejut, sebelumnya tidak ada laki laki yang cukup berani untuk menyentuh tubuhnya selain Okita, itu sebabnya ia terkejut ketika di peluk laki laki lain , pelukan itu berangsung menyamankan Risya, Risya pun pasrah di peluk laki laki di hadapanya


Ketika Risya sudah mulai pasrah di peluk Kevin, seseorang dari belakang Risya menatap murka pada dua mahluk yang sedang berpelukan di hadapanya, dengan emosi ia tidak ragu ragu meninju Kevin hingga terpental ke belakang, hal itu membuat Risya terkejut dan sontak berbalik, ia mendapati Wajah Okita yang terlihat sangat marah menatap ke arah Kevin, kemudian pandanganya beralih pada Risya masih dengan tatapan tajam dan murka


Dengan tidak sabar Okita menarik paksa tangan Risya pergi menjauhi Kevin, Kevin yang melihat itu pun tidak tinggal diam, ia langsung mencegat kepergian Risya dengan menarik pergelangan tangan Risya yang satunya, melihat Itu Okita kembali menebar tatapan murka pada Kevin


"LEPAS!!" teriak Okita menatap tajam iris bola mata Kevin, tak dapat di pungkiri bahwa sebenarnya Kevin agak sedikit takut dengan aura hitam yang di miliki Okita, tetapi ia juga tidak akan diam melihat Risya di perlakukan kasar oleh Okita, Kevin semakin mempererat genggamanya ketika melihat Okita semakin terbakar emosi

__ADS_1


Tanpa ragu ragu dan cepat Okita menendang bagian perut Kevin hingga membuat Laki laki bertubuh tinggi itu terpental, Okita kemudian melepas genggamanya dari pergelangan Risya dan berjalan menghampiri Kevin, Okita lalu menarik kerah baju Kevin yang masih terlentang di pasir, menatapnya tajam lalu berkata dengan nada mengerikan


"DENGAR YA!RISYA ITU MILIKU!! JANGAN PERNAH KAMU MENGGANGGU MILIKU!!, ATAU AKU TIDAK AKAN SEGAN SEGAN UNTUK MEMBUNUHMU!!INGAT ITU!!"


Setelah mengucapkan kalimat itu Okita menarik tangan Risya pergi meninggalkan Kevin yang masih berada di pasir


'oh astaga anak SMP itu cukup mengerikan!' batin Kevin menatap kepergian dua mahluk yang sempat membuatnya tidak berkutik


Di tempat lain


Okita terus menarik dengan kasar pergelangan tangan Risya menjauhi Kevin, setelah di rasa cukup jauh, Okita menarik lebih kuat tangan Risya hingga ia menabrak tubuh Okita, dengan sigap Okita memeluk Risya erat seakan tak mau kehilangan nya


"ap apa yang kau lakukan?!"tanya Risya gugup karena perlakuan Okita padanya, "tidak ada..hanya memelukmu"jawab Okita mendongkrak menatap wajah Risya (jangan lupa Okita lebih pendek dari RisyaπŸ˜‚)


Menit kemudian Okita menyuruh Risya duduk di sisi pantai, kemudiam ia memposisikan dirinya di belakang Risya, memeluk pinggang Risya dari belakang (ini penjelasanya, posisinya sekarang Okita di belakang, dan Risya di depan, keberadaan Risya ada di tengah tengah kedua kaki Okita, sehingga itu dapat memudahkan Okita untuk memeluknya dari belakang)


Sebenarnya di saat Okita memeluk Risya, Risya sudah berontak tidak karuan, namun yaa pasti sia sia, tenaga Okita lebih besar darinya, jadi ia memilih pasrah di tangan Okita


"Kenapa tidak berontak? Sudah mulai menerima nasibmu ya"bisik Okita tepat di telinga Risya, deru nafas Okita sangat terasa di bagian telinga Risya sehingga membuat Risya merasa gugup dan tidak nyaman


"ti tidak, menjauhlah dariku!!"teriak Risya yang mulai mengeluarkan rona merah padam di pipinya, Okita melepas pelukanya dan memposisikan dirinya di depan Risya, sedangkan Risya buang muka tak ingin menatap Okita


"Studi tur tinggal satu malam lagi kan.., aku ingin kamu temui aku tengah malam nanti di sini!" ucap Okita menatap dingin Risya, Risya diam


Melihat bahwa tidak ada respon dari Risya, Okita menarik tenguk Risya dan mbawanya dalam ciuman hangat bibirnya, Risya terkejut akan perlakuan tiba tiba Okita, ia mendorong Okita untuk menjauhinya, namun usahanya selalu sia sia, Okita terus mencumbuinya, Okita menekan tenguk Risya lagi agar bisa memperdalam ciumanya


Setelah di rasa kehabisan pasokan oksigen, Okita melepas ciumanya, "menurutlah kalau kamu tidak mau ku hukum!" ucap Okita tegas lalu beranjak pergi meninggalkan Risya sendirian


Sampai sini dulu yaπŸ˜ŠπŸ’™


Kita sudahi capter ini sampai di sini saja, tunggu capter berikutnya yaπŸ˜†πŸ˜‚


Udah keluar kan tokoh kevin


Tinggalkan jejak ya!!

__ADS_1


__ADS_2