
.
.
.
Kamu selalu melanggar keinginanku!
aku harus bagaimana lagi agar kamu
paham dengan apa mauku?
sekarang ku beri 1 kesempatan lagi
jangan pernah ulangi kesalahanmu itu
atau kamu akan kehilangan harta
paling berhargamu
sebagai perempuan!
(Okita Hanji)
.
__ADS_1
.
.
"kamu mabuk!?, bukankah sudah ku bilang jangan pernah minum minuman yang menagndung ako-"ucap Okita marah, namun ucapanya terpotong karena Risya yang tiba tiba menciumnya, Okita kini benar benar membelalakan matanya, dia terkejut Risya bisa melakukan itu walau caranya berciuman benar benar sangat buruk, tak berhenti di situ Risya menenggelamkan wajahnya di lekuk leher dan bahu Okita, kini ia menggigit bagian sana, selesai di bagian leher, Risya menangkup kedua pipi Okita dan menciumnya sekali lagi, Okita terkejut, tapi tiba tiba birahi laki lakinya menyala
ia menahan kepala Risya yang ingin mengakhiri ciumanya, Sekarang Okita yang memimpin permainan, setelah ciuman itu berakhir Okita memindahkan tubuh Risya agar berada di bawahnya, ia lalu menuruni ranjang, dia masih memiliki akal sehat untuk tidak meniduri perempuan yang sedang mabuk, ia segera menuju kamar mandi, "arghh kamu kenapa jadi liar begini sih!"batin Okita mengacak rambutnya di kala perjalananya menuju kamar mandi, sedangkan Risya hanya diam tapi kemudian menangis sambil memandangi langit langit kamar Okita
ππππ*
selesai dari kamar mandi Okita melihat Risya yang sudah tertidur lelap di ranjang miliknya, Okita membaringkan tubuhnya tepat di samping Risya lalu menyelimuti dirinya dan Risya dalam satu selimut, Okita memposisikan tubuhnya agar berhadapan langsung dengan Risya yang tengah tertidur, tanpa sadar tangan Okita bergerak menyentuh kulit wajah Risya, di wajah Risya masih terlihat sedikit rona merah yang menandakan efek mabuk dari minuman yang di minumnya itu masih belum berakhir, "kamu memang sangat cantik"gumam Okita masih menyentuh kulit wajah Risya, Okita kembali memindahkan tanganya ke dagu Risya dan mencium bibirnya singkat, "aku tidak akan membiarkanmu bersama laki laki lain selain diriku.."ucap Okita lagi setelah mengakhiri ciuman singkatnya
Okita memposisikan tubuhnya agar bisa memeluk Risya, setelah itu ia segera terlelap dan menuju alam mimpi
"tin tin tin tin tin tin tin"suara alaram
Okita dan Risya membuka mata bersamaan, "waaaaa"teriak Risya terkejut karena posisinya sekarang dia dan Okita sedang berpelukan, Okita terkejut, ia segera bangkit dari berbaringnya dan segera mematikan Alaramnya, "astaga..aku tidak ngapa ngapain tubuhmu kok, jangan berteriak seperti itu!"ucap Okita kesal, "kenapa aku di sini, seingatku kemarin malam aku dan kak kevin-upss"ucap Risya yang segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya, "apa? kamu pergi dengan Kevin semalam?!"ucap Okita segera mengukung Risya ke tembok,"...itu tidak ada urusanya denganmu, lagipula aku bosan hanya berdiam diri di rumahmu
"bukankah aku sudah melarangmu untuk tidak pergi dengan di brengsek itu?"ucap Okita marah, "apa salahnya sih? kak Kevin itu orang baik, dia tidak akan macam macam padaku!"ucap Risya kesal, "ohh begitulah, lalu apa maksudmu dengan minum minum bersamanya, apa kamu tidak tahu bahaya mabuk di depan seorang laki laki ha?"ucap Okita kesal, "apa..kemarin malam aku mabuk?"tanya Risya ragu ragu, Okita terkekeh, "heh bahkan kamu tidak bisa mengingatnya, arghh aku jadi kesal sekarang!"ucap Okita segera mendorong Risya ke arah kasur, Risya terjatuh berbari di sana, dengan sigap Okita segera mengukung Risya di bawahnya
"entah sudah berapa kali aku menciumu, tidak pernah terlintas rasa puas di hatiku, lalu aku harus bagaimana lagi menghadapimu Risya?!"ucap Okita mengeluh dan memandang Risya dalam, "kamu selalu saja melanggar apa mauku! dan sekarang apa kamu akan sanggup menanggung konsekuensinya?"ucap Okita lagi yang membuat Risya tertegun, "a apa maksudmu?"tanya Risya ragu ragu, "entah sudah berapa kali aku berusaha menahan nahan keinginan egoisku untuk melakukan sesuatu padamu? aku peduli padamu! aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu, maka dari itu aku memilih menunggu hingga kamu mau menerimaku walaupun harus dengan paksaan"ucap Okita lagi
"aku sadar saat ini belum saatnya untuku bisa melakukan itu padamu! tapi kalau kau terus terusan memberontak dan melanggar keinginanku aku tidak bisa menahanya lagi.."ucap Okita lagi, Risya hanya menatap Okita terkejut, dia tidak pernah berpikir Okita akan berpikiran dewasa di umur yang masih sangat muda, "jadi..ini adalah kesempatan terakhir untukmu! kalau kamu masih melanggar apa yang ku mau, dapat ku pastikan kamu akan kehilangan harta paling berhargamu dalam waktu dekat!!"ucap Okita mengancam, Risya takut, tapi dia berusaha untuk menyembunyikanya
Okita melepas kukunganya dan beranjak meninggalkan kamarnya, sedangkan Risya hanya menatap punggung Okita yang terlihat beraura tidak senang, Risya segera ke kamar mandi, dia harus segera pergi ke sekolah, setelah semuanya siap Risya beranjak keluar kamar, namun ia harus di kejutkan dengan keberadaan Okita yang menunggunya di samping pintu depan kamar, "ayo berangkat bersama"ucap Okita dingin, di sana masih terlihat raut wajah kecewa sekaligus marah, itu membuat Risya menjadi canggung
__ADS_1
Okita dan Risya duduk bersampingan di dalam mobil, tidak ada yang memulai pembicaraan, bahkan sang supir menjadi sangat gugup karena suasana yang tidak mengenakan itu, Okita terus terusan memandangi pemandangan di luar jendela kaca mobil sedangkan Risya gugup sendiri setelah mendengar penuturan Okita beberapa saat yang lalu, Okita kini nampak lebih dingin dari biasanya, itu membuat Risya tidak nyaman, entah kenapa ia tiba tiba menginginkan Okita yang agresif dan berprilaku seenaknya
mobil kini berhenti di depan sekolah Risya, Risya menuruni mobil dan sesekali melirik Okita yang kali ini sama sekali tidak memperdulikanya, Risya buang muka dan memilih untuk menuju sekolahnya, mobil Okita pun kini mulai beranjak pergi
"Risyaaaa!!"teriak Michele seperti biasa dengan seenaknya memeluk Risya tiba tiba saat di lorong menuju kelasnya, merasa tidak ada respon Michele segera melepas pelukanya dan menatap raut wajah temanya itu, sayangnya Michele hanya menemukan raut wajah datar di sana, "apa Okita macam macam padamu?"tanya Michele yang membuat Risya tersadar, "tidak!"ucap Risya segera pergi meninggalkan Michele dan masuk ke dalam kelasnya, Michele pun mengikuti langkah Risya, "jadi...ada apa denganmu?"ucap Michele setelah dirinya dan Risya duduk di kursi langganan mereka setiap pagi
"entahlah.. entah kenapa aku sekarang merasa tidak senang dengan sikap Okita yang kini jadi sangat dingin dan tidak peduli"ucap Risya menyerah untuk menceritakan hal itu pada Michele, "apa yang salah? itu memang sikapnya..tapi kalau sudah menyangkut tentang perkelahian atau tauran, dia akan jadi serius"ucap Michele mengingat ngingat hasil laporan dari para geng nya, memang geng nya di ciptakan untuk memusnahkan geng geng seperti geng Kalajengking yang di ketuai Okita itu
"apa kamu tahu sesuatu tentang pacar ah tidak maksudku calon tunangan Okita?"ucap Risya penasaran, "oo..itu kalau tidak salah namanya Yuki Seikama, dia cantik ah tidak dia imut, punya rambut biru tua sebahu,dan..dia juga seorang modeling cilik, dia itu adalah pewaris satu satunya keluarga terkaya ke 9 di dunia loh...itu sebabnya dia sering menjadi sorotan publik"ucap Michele menjelaskan sedikit demi sedikit, "Yuki seikama?...ah aku ingat! aku pernah bertemu dia sekali, waktu itu aku habis mengantar Ayana ke rumah sakit, bajuku basah dan hampir saja aku menjadi tontonan laki laki hidung belang, untungnya gadis itu memberikan jaket padaku, bahkan dia juga memberikan minuman hangat padaku"ucap Risya mengingat ngingat, kemudian ia teringat akan sesuatu
"dia gadis yang sangat baik..itu berarti aku sudah menyakiti gadis itu..hahaha aku jahat sekali!"batin Risya kecewa pada dirinya sendiri, "ada apa denganmu?"ucap Michele yang menyadari perubahan emosi pada temanya itu
"tidak ada..tidak apa apa.."ucap Risya lalu membuka bukunya, tiba tiba teriakan beberapa cewek di luar kelas memekakan telinga Risya dan Michele "wahhhhh itu kak kevin!! astagaaa dia ke sini!!"teriak cewek cewek itu, Risya tidak memperdukikanya, tapi kali ini ia tidak bisa bersikap tidak peduli karena Kevin datang menemuinya, "Risya..apa kamu punya waktu sebentar saja?"ucap Kevin sopan, Risya diam lalu ia membuka mulutnya, "ada apa kak?"ucap Risya yang berdiri dari tempat duduknya, Kevin tersenyum lalu dia menggenggam erat tangan Risya dan menariknya pergi dari kelas, Risya hanya menurut
Kevin membawanya ke belakang sekolah yaitu tempat yang terdapat banyak pepohonan rindang, di tempat itu Kevin menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Risya, kini kevin merogoh sesuatu dari balik jas blazernya, kini setangkai bunga mawar sudah ada di tangan Kevin, kevin berlutut dan mengarahkan tangkai bunga itu ke arah Risya, "entah ini di mulai sejak kapan, aku tidak tahu, tapi..aku selalu memikirkanmu, satu hari pun tidak terlewat, aku selalu memimpikanmu, pikikiranku penuh dengan dirimu, bahkan hati ini pun juga...aku menyukaimu, aku mau kamu jadi pacarku!"ucap Kevin lembut, Risya tertegun, "kalau kamu terima bunga ini, itu berarti kamu menerima cintaku, aku berjanji akan mencintaimu dan menjagamu, meskipun harus melawan Okita, aku tidak akan mengkhianatimu..."ucap Kevin lagi tulus, Risya tertegun dalam beberapa detik, kemudian dia membuka mulutnya
TBC...
**GANTUNGIN DULU AHHππ
THANKS ATAS DUKUNGAN KALIAN
SAYA BERTERIMAKASIH ATAS SEMUANYA
SEE YOU THE NEXT CHAPTER**..
__ADS_1