
.
.
.
.
.
.
.
*Okita memegang tangan Risya untuk menghentikanya membalut perban pada lenganya, dia mendorong bahu Risya hingga Risya terlentang di lantai, dengan sigap Okita mengukung Risya di bawahnya, Okita mencium bibir Risya kasar, Risya hampir kewalahan menghadapi Okita, Okita terus terusan mencumbuinya hingga Okita melepaskan ciuman itu, "itu hukumanmu karena tidak pernah peka denganku, jangan pergi dari sini!"ucap Okita memeluk erat tubuh Risya, melihat Itu Risya terdiam, kali ini dia membalas pelukan Okita dengab sama eratnya
"aku tidak akan melakukan kesalahanku untuk yang kedua kalinya"ucap Risya memeluk erat Okita
πππππ*
di pagi hari yang cerah kedua lawan jenis itu masih tertidur di ranjang berukuran king size putih itu, seperti biasa alaram milik Okita berbunyi, Okita segera mematikanya dan menatap wajah Risya yang ingin terbangun, "Pagi.."ucap Okita tersenyum menyeringai, "P Pagi juga Okita"ucap Risya segera bangkit dari pembaringanya, kemarin malam Okita bersikeras menahan Risya agar mau tigal dan tidur di samping Okita, awalnya Risya menolak, namun ketika melihat luka di tangab Okita rasanya Risya menjadi tidak tega
__ADS_1
Risya segera memakai seragamnya, untungnya kemarin Risya sempat memcucinya jadi seragamnya itu tidak terlihat kotor, "ayo berangkat bersama"ucap Okita setelah selesai dari berpakaianya, Risya menoleh ke arah Okita dan melihat Surai Okita yang begitu berantakan akibat habis selesai di keringkan menggunakan pengering rambut "hahaha, astaga Okita apa rambutmu memang tidak pernah di rapikan?"ucap Risya mendekat ke arah Okita, "tidak, aku sudah terbiasa seperti ini"ucap Okita bangga, untungnya Risya habis menyisir rambutnya jadi dia saat ini memegang sisir
perlahan Risya menyisir rambut Okita agar menjadi sedikit rapi, memang rambut Okita itu sedikit bandel, tapi di tangan Risya rambut Okita seperti menjadi penurut, Risya menyisir pony Okita agar tidak menutupi dahinya, "astaga apa perlu dahiku di perlihatkan seperti itu, lalu gaya rambut apa ini?"ucap Okita sedikit kencang, "hehh ternyata kamu tampan juga kalau di giniin ya"ucap Risya senang melihat karyanya, betul saja dengan rambut Okita yang di sisir memperlihatkab dahinya itu, ketampanan Okita semakin bertambah
"bukankah dari dulu aku memang tampan?"ucap Okita sombong, "hehh sombong sekali anda tuan mudaa"ucap Risya menyindir, Okita menyeringai dan menarik lengan Risya agar wajah nya sejajar dengan wajah Risya, Okita memposisikan mulutnya di samping telinga Risya, "apa kamu tidak takut dengan gayaku yang seperti ini nanti bisa bisa cewek cewek di sekolahku naksir aku loh"bisik Okita menggoda
mendengar itu Risya segera mengacak acak rabut Okita dan menyisirnya sedikit, "kenapa di ganti gayanya?"ucap Okita menyeringai, "tadi kamu jadi jelek, masih bagus yang seperti biasa.."ucap Risya memalingkan wajahnya dan berbalik untuk mengambik tasnya, sebelum itu Risya memeriksa tasnya kalau kalau ada yang kurang, tiba tiba Risya terkejut melihat setangkai bunga mawar yang sudah tidak segar lagi di sana, tak lupa juga ada secarik kertas yang mengikat pada bunga tersebut
Risya membaca kertas itu, tulisanya:
"Aku tidak akan menyerah dengan penolakanmu Risya!!
aku akan terus berusaha agar kamu mau bersamaku... dari Kevin"
Okita tentu masih penasaran, ia ingin mengabaikanya tapi setangkai bunga mawar yang tadi di buang Risya tidak bisa di abaikan begitu saja, "sebentar Risya, tiba tiba aku ingin ke kamar mandi, kamu bisa ke mobil lebih dulu, tunggu aku di sana!"ucap Okita kembali memasuki kamarnya, Risya pun ber "O"ria dan segera menuju ke lift, sedangkan Okita memeriksa dulu apakah Risya telah keluar atau belum dari penthousenya, setelah ia yakin bahwa Risya telah keluar dari penthouse nya
Okita segera membuka bak sampah kecil itu, bak sampah itu baru saja di bersihkan, itu sebabnya di dalam hanya ada sampah yang di buang Risya tadi, Okita mengambil secarik kertas dan mawar itu, dia membaca tulisan yang ada di sana lalu mengeluarkan aura marah, "berani sekali kamu menantangku...Kevin!"ucap Okita lalu kembali membuang mawar dan kertasnya di bak sampah
Okita kini telah memasuki mobil, auranya tak kunjung berubah, itu membuat Risya heran, "ada apa denganmu Okita?"ucap Risya pelan, "tidak ada..ohh ya apa ada yang mengganggumu di sekolah? atau menyatakan perasaan misalnya?"ucap Okita tenang, "t tidak ada..aku bukan perempuan yang populer Okita"ucap Risya berbohong, Okita tahu itu bohong, dia hanya diam
"aku mau kamu tinggal di penthouse ku"ucap Okita tiba tiba, "bukankah tanganmu sudah mendingan..lebih baik aku kembali ke rumahku"ucap Risya tidak enak, "apa aku perlu melukai diriku lagi agar kamu mau tinggal bersamaku?"ucap Okita menatap Risya tidak suka dengan ucapanya, "tidak lah!!, memangnya apa gunanya aku di penthouse mu, kamu juga sudah punya pelayan yang menyiapkan makanan, pelayanmu juga bisa mengganti perbanmu"ucap Risya pelan, "mereka memang bisa melakukan apapun, tapi mereka tidak bisa memberiku kasih sayang, dan yang ku sayangi itu..cuman kamu"ucap Okita memegang tangan Risya lalu mencium punggung tangan Risya
__ADS_1
"b baiklah baiklah!!"ucap Risya segera menarik tanganya, "tapi aku harus bilang apa ke ibuku? dia pasti akan curiga kalau aku tidak pulang pulang dan terus beralasan menginap di rumah Michele"ucap Risya lagi bingung, "emm baiklah, akan lebih baik jika kamu pulang dulu untuk sementara waktu, tapi setelah itu kamu tinggal di rumahku!"ucap Okita menekan kalimatnya
"hahh dasar pemaksa!"ucap Risya merogoh ponsel di tasnya dan melihat beberapa pesan dari Michele
"besok kan tanggal merah, bagaimana kalau kita bersenang senang ke club?"pesan Michele pada Risya
"tapi...Okita bisa marah kalau aku ke club"jawab Risya
"apa..jadi sekarang kamu di atur atur Okita..wah wahh apa kalian ini sedang berselingkuh?"pesan Michele lagi
SKAKMAT
"bagaimana ini..."batin Risya frustasi, Okita yang melihat itu segera merebut ponsel Risya dan membaca pesan dari Michele, "berani sekali Michele mengajakmu ke club?" ucap Okita kesal, Okita langsung menelpone Michele menggunakan ponsel Risya. "Hei Michele, berani sakali kamu mengajak Risya ke club?!, kalau kalian ingin ke club, aku juga harus ikut!!"ucap Okita sedikit dengan nada keras, Okita lalu menutup telponenya
"kalau aku tidak ikut, aku tidak akan memperbolehkanmu ikut. ingat itu!!"ucap Okita kesal, "baiklah.."ucap Risya pelan, sedangkan Michele kini hanya mengerutu kesal, dia mengajak Risya ke club karena dia ingin mempertemukan Risya dan kakaknya, tapi kalau Okita ikut, bisa apa Michele untuk menahan Okita agar tidak mengganggu rencananya
kemudian terlintas ide di kepala michele, "astagaa apa aku lupa, Okita kan punya pacar, kalau Yuki datang, maka Okita tidak akan bisa mengganggu Risya dan kakaku"gumam Michele dalam seringaianya, "baiklah Okita, ku terima tantanganmu!!"ucap Michele seakan dia adalah penjahat besar
**SAMPAI SINI DULU YA
THAKS ATAS DUKUNGANYA
__ADS_1
SEE YOU THE NEXT CHAPTER**