
....
.
.
.
.
Aku tidak terlalu memperdulikan
Apa itu cinta
Namun setelah bertemu denganya
Entah kenapa hatiku
Berbanding balik dengan prinsipku
(Risya maeda)
.
.
.
.
.
.
Di tempat lain
Pesisir pantai di dekat bebatuan, duduk seorang laki laki dengan santainya menatap laut, "berani sekali dia mematikan telpone ku!"gumam laki laki itu kesal
Tidak lama kemudian ia menyeringai terpikirkan ide cemerlang yang melintas di kepalanya, "tunggu saja hukuman dariku...Risya!!."ucap laki laki itu mempertahankan seringaianya kemudian berjalan meninggalkan area pantai
🍁🍁🍁
__ADS_1
The Hanji's hospital
"Risya.." sapa Michele yang baru saja memasuki ruang rawat inap, "hn"ucap Risya tak beralih pandang dari buku yang di bacanya, melihat itu pun Michele mengerutu kesal, lalu ia memilih untuk mendatangi Ayana anak buahnya, "bagaimana kabarmu Ayana?"tanya Michele tersenyum
"seperti yang ketua lihat, badanku masih sedikit lemas, anak buah geng kalajengking itu memukul kepalaku dengan tongkat besi, dan itu rasanya sakit sekali!!"keluh Ayana pada Michele, "huhh, yang penting kamu masih selamat kan"ucap Michele santai, lalu ia beralih pandang pada Risya yang sedang membaca buku, tak dapat di pungkiri Michele khawatir akan nasib Risya atas kekalahan kemarin malam
"Risya...apa kamu kemarin malam kabur darinya?"tanya Michele bermaksudkan untuk menanyakan dirinya dan Okita, Risya yang mengerti pertanyaan Michele itu pun menjawab dengan santai, "tidak, dia melepaskanku" jawab Risya dengan santainya melirik sekilas Michele lalu kembali lagi ke bukunya, Michele sebenarnya sedikit heran, karena menurutnya geng kalajengking itu tidak akan pernah melepaskan tawananya dengan mudah, apalagi Okita yang hatinya sangat dingin itu, dia bahkan tidak punya rasa kemanusiaan sedikitpun
"apa benar?"tanya Michele lagi agak meragukan perkataan Risya, mendengar pertanyaan Michele Risya menghela napas berat lalu berjalan mendekati Michele untuk membisikan sesuatu, "aku di paksa menjadi asistenya, kalau aku tidak menurut, aku pasti tidak bisa berkeliaran dengan bebas begini"bisik Risya pada Michele, dia tidak ingin Ayana tahu bahwa dia mengorbankan dirinya untuk Ayana
"ap..apa?!" ucap Michele terkejut, namun ia sedikit bersukur, dengan jadinya Risya sebagai asisten Okita, Risya tidak akan mendapat perlakuan buruk dari geng berandalan itu, ia tidak akan di perlakukan seburuk perlakuan geng itu pada Ayana
"iya..jangan khawatir, aku baik baik saja, lagian kalau mereka berbuat sesuatu yang buruk padaku, ku pastiakn mereka akan mendapat balasan yang lebih menyakitkan!!"bisik Risya lagi dengan tatapan singa nya, "baiklah..sebaiknya kau berhati hati Risya" ucap Michele pelan
"sebaiknya kamu kembali ke penginapan, aku tahu kamu pasti sangat lelah, soal Ayana aku sudah mengurusnya dengan guru, biar aku saja yang menemani Ayana di sini, lagian ini tanggung jawabku sebagai ketua"ucap Michele berlagak bijaksana, "baiklah, tolong ya Michele,.."ucap Risya beranjak pergi keluar
Risya tadinya ingin kembali ke penginapan, namun ketika di perjalanan ia di cegat oleh sebuah mobil yang dengan sengaja menghalangi jalanya, kaca mobil belakang itu mulai terbuka, memperlihatkan seorang laki laki dengan seragam SMP Kayamura, berambut putih, dengan kacamata hitam menambah aura kepemimpinanya, "masuk!" ucap laki laki itu tak memandang ke arah Risya sama sekali, Risya tidak menurutinya, ia kembali berjalan memalui arah lain, namun tidak berjalan terlalu jauh tanganya ditarik dan tubuhnya di gempaskan pada bagian samping mobil, lalu tangan kanan laki laki itu ia gunakan untuk menyangga tubuhnya dengab tubuh Risya (re: kabedon), dan tangan kirinya ia masukan ke kantong celananya
"si siapa kamu?"tanya Risya sedikit gugup karena posisinya saat ini sangat dekat dengan laki laki itu, walau laki laki itu lebih pendek dari Risya, laki laki itu lalu menyingkirkan kacamatanya dan memperlihatkan matanya yang sangat indah dan menawan sedang menatap Risya tajam, "O Okita!?" ucap Risya terkejut, lalu ia mendorong Okita agar menjauh darinya, namun naas, kekuatan Okita lebih besar dari Risya, sehingga sulit baginya untuk menjauhakn bocah sombong itu dari tubuhnya, Okita melepas kabedon nya dan menyuruh Risya masuk ke dalam mobil dengan tegas, "masuk!!" ucap Okita tegas
Risya terdiam menatap Okita dengan tak kalah tajamnya, 'seenaknya saja mengatur ngaturku!!'batin Risya kesal, "masuk atau ku paksa masuk!!" ucap Okita lagi tegas sembari menunjuk arah pintu belakang (penumpang) mobil, Risya menghela nafas berat lalu beranjak memasuki mobil di ikuti Okita yang juga masuk ke dalam mobil
Selama perjalanan keduanya terdiam, sama sama melihat arah kaca mobil, melihat pemandangan yang tak berarti, "kau mau kembali ke penginapan kan?" tanya Okita masih menatap keluar kaca mobil, "iya.."Ucap Risya, "maaf tuan muda, jadi ini mau di antar ke penginapan tuan dulu atau nona ini?" tanya supir mobil bingung, "tempat penginapan kami sama saja paman, lagian studi tur ini di gelar dua sekolah sekaligus" ucap Risya sopan, sedangkan Okita hanya menatap dingin keluar kaca mobil
Selang beberapa detik terdengar dering ponsel, itu ponsel Okita,Okita hanya menatap malas layar ponselnya lalu mengangkatnya
"sayang!,kenapa lama sekali mengangkat telpone ku sihh" ucap seorang wanita di seberang sana, tak dapat di pungkiri Risya dapat mendengar pembicaraan mereka melalui pendengaranya yang tajam
"Aku sibuk" ucap okita pada penelpone
"sangat sibukah kamu sampai sampai tidak ada waktu untuk bertemu ataupun menelpon pacarmu ini?"ucap gadis di sebeberang sana lagi, terdengar sedang marah,Risya hanya terdiam mengingat dirinya pernah berciuman dengan Okita, ia merasa bersalah, menurutnya sekarang ia seperti orang ketiga di hubungan mereka, sungguh itu siatu hal yang sangat tidak di inginkan oleh Risya
Okita menghela nafas kasar lalu berkata "aku sedang ada studi tur, banyak kegiatan yang aku harus lakukan, seharusnya kamu mengerti itu!"
"baiklah, maaf sayang, jangan marah!,tapi kamu janji ya habis studi tur kita jalan bareng!!"
"iya" ucap Okita yang langsung menutup sambungan telpone, lalu ia menatap Risya yang sedang menatapnya lekat,"kenapa? Kau cemburu?"tanya Okita dengan nada sedikit menggoda
"ti tidak, siapa bilang!! Aku hanya tak menyangka kau yang sudah punya pacar ini berani beraninya mencium orang lain yang bukan pacarmu!!"ucap Risya buang muka dari Okita
Okita hanya diam, entah apa yang di pikirkanya, ia lalu menatap keluar kaca mobil, mereka pun sampai tempat tujuan
__ADS_1
Terlihat banyak sekali para murid SMA Minami dan SMP kayamura sedang berkumpul untuk pemberitahuan secara penyeluruhan, Risya dan Okita pun ikut memasuki barisan, setelah pemberitahuan menyeluruh selesai para siswa-siswi di persilahkan untuk mengelilingi wilayah studi tur mereka
Di kala para siswa-siswi sedang menyebar secara berkelompok di area studi tur, Risya hanya berjalan sendiri, dia sebenarnya sama sekali tidak tertarik dengan studi tur ini, tapi karena Michele bersikeras membuatnya ikut, ia tidak punya pilihan lain lagi ,Risya terus berjalan hingga sampai di sebuah taman kota, di sana terdapat beberapa kursi panjang, Risya duduk di sala satu kursi tersebut seraya memandangi taman yang terlihat sepi, hanya ada beberapa siswa nakal yang berkumpul di sana untuk merokok atau bermain game
Risya terus diam, lalu ia membuka tas kecilnya seraya mengambil buku novel kesukaanya, ia kembali melakukan rutinitasnya, yaitu membaca, ia terus membaca dengan fokus sehingga tidak menyadari seseorang laki laki mendekatinya lalu duduk di sampingnya, laki laki itu terus menatap Risya, ia mulai geram karena tidak di perdulikam Risya
Dengan cepat ia mengambil buku di tangan Risya,Risya pun menoleh melihat sang pelaku, dia Okita.
"Okita?!,hei kembalikan bukuku!!"teriak Risya ingin mengambil buku itu, Okita terus menatap Risya dengan pandangan yang sulit di mengerti, Risya terus berusaha mengambil buku dari tangan okita, melihat itu Okita dengan cepat menarik tenguk Risya dan ******* bibirnya dengan Rakus, ia terus menahan tenguk Risya ketika Risya berusaha berontak, setelah di rasa cukup ia melepas ciumanya
"brengsek!!" ucap Risya sembari mengangkat tanganya ingin menampar Okita, namun pergelangan tanganya di tahan oleh Okita, "lepas!!"teriak Risya dengan tatapan marahnya
"berani beraninya kamu menciumku, padahal kamu punya pacar kan!? Kenapa tidak kamu cium saja pacarmu ha?berniat selingkuh?"teriak Risya marah
Okita yang mendengar itu sama sekali tidak merasa marah, malah ia menyeringai, "kalau iya kenapa?" ucapnya dengan nada yang membuat Risya bertambah kesal,"Lepaskan aku!!"ucap Risya berontak penuh,pergelangan tanganya akhirnya terlepas dari tangan Okita, ia berlari sejauh jauhnya dari menjauhi Okita, sedangkan Okita terdiam menatap Risya sambil Menyeringai
"Dasar Singa Betina"ucapnya
Segini dulu ya💙
See you the next capter💙
Thor sygk kalian💙💙
Oh ya jangan lupa abis baca tinggalkan jejak
Biar author lebih semangat lagi bikinya😝
Hahaha..emang sih pembacaku dikit doangk, tapi gak pp lah ya
Lagian ini hobby ku, jadi gak masalah biarpun gak di baca😩
Tunggu tunggu jangan main skip dulu!!!
Aku mau memperkenalkan tokoh baru yang akan muncul di capter berikutnya
*Kevin Arselo*
Umur: 18 thn
Tgl lahir:16 Maret
__ADS_1
Tinggi badan :182 cm
Kakak kelasnya Risya,Cukup populer, ketua Osis di sekolah SMA Minami, golongan anak keluarga kaya yang berpengaruh di kotanya setelah keluarga Michele,punya sifat penyabar, bijaksana,dan plus baik banget, punya rambut berwarna kecoklatan dengan panjang sedikit menutupi mata, warna matanya kuning gold yang menawan(tidak lebih menawan daripada Okita sih)