Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Keinginan Okita Yang Begitu Egois


__ADS_3

.


.


.


.


.


"baiklah, tapi setelah pertuangan kita, mobil itu kembali jadi milikmu" ucap Risya tersenyuk tipis, "baiklah.., mulai dari sana pun aku akan mengantarmu selalu" ucap Key tersenyum. mereka pun segera memasuki mobil dan menuju tempat pertunangan Ayana.


🍁🍁🍁🍁🍁


kala itu di sebuah gedung besar dan sangat luas terlihat beberapa pasangan suami istri, pasangan kekasih, laki laki, dan pria yang memakai baju formal mereka. termasuk Risya yang kini sedang menggandeng tangan Key "Risya!!" teriak Michele yang juga datang ke acara pertunangan Ayana bersama Kevin.


melihat laki laki di sisi Risya, Michele terkejut. "whooo, ternyata pacarmu sangat tampan ya, lebih tampan dari yang di foto!" ucap Michele memuji. "lalu apa aku bagimu?" ucap Kevin mengalihkan pandanganya.


"Ehhh, meskipun begitu aku tetap akan mencintaimu Kevin.." ucap Michele menggoda, melihat itu Kevin sedikit malu. "Astaga kak Kevin, kamu benar benar sangay cocok dengan Michele" ucap Risya tersenyum tipis, "kamu juga Risya, hai perkenalkan namaku Kevin Arselo" ucap Kevin mengulurkan tanganya ke arah Key.


"Nakamura Key" balas Key segera menyambut uluran tangan itu. selang beberapa waktu mengobrol tiba-tiba seluruh ruangan menjadi berisik, "Hei lihat itu!! bukankah itu tuan muda tampan dari keluarga Hanji!!" teriak sala seorang di antara kebisingan itu.

__ADS_1


"benar, itu Yuki Seikama kan?! dia cantik sekali" "anda benar tuan, mereka sungguh pasangan yang serasi!" ucap beberapa orang di antara kebisingan itu. Mendengar itu Risya segera menoleh, ia melihat dengan jelas Okita keluar dari sebuah mobil mahal dengan mempersilahkan Yuki keluar mobil setelahnya, Okita tampak begitu tampan dengan stelan jas hitamnya, begitupun Yuki yang begitu cantik dengan dress putih tanpa lengan, high heals putih, rambut di anyam ke atas dengan sedikit aksosoris berbulu di kepalanya, Yuki juga memakai gelang, kalung dan cincin dari merek terkenal.


Melihat itu entah kenapa Risya merasa tidak senang, Key menyadari itu "Risya? ada apa denganmu?" tanya Key hati hati, Risya tersadar. "Ah tidak bukan apa apa.." ucap Risya tersenyum tipis, Key pun peecaya dan membalas senyuman Risya. Michele yang melihat Risya seakan mengetahui kebenaranya. "Dia.., apa masih menyukai Okita?" batin Michele menatap Risya penuh arti.


bukan hanya Michele, Kevin pun juga berpikiran sama, dia telah mendengar banyak hal tentang Risya dari Michele, perkataan Michele juga lah yang menyadarkanya bahwa cinta tidak bisa di paksakan.


Okita dan Yuki memasuki gedung dengan posisi Yuki menggandeng lengan Okita, "tuan muda yang sangat tampan..." ucap sala seorang wanita dari segerombol gadis yang sibuk membicarakan Yuki dan Okita. tadinya Okita tidak menyadari keberadaan Risya, namun akhirnya ia menangkap keberadaan Risya ketika melihat Key ada di pesta itu.


Okita dan Yuki pun menghampiri Key. "Senang bertemu denganmu Tuan Nakamura" ucap Okita sopan. "suatu kehormatan bagi saya bertemu dengan anda tuan Hanji" ucap Key tak kalah sopan. "ehhh ini.. kak Risya ya?" ucap Yuki gembira.


"I iya.. "ucap Risya sedikit canggung. "lalu apa tuan di sampingmu ini pacarmu kak?" tanya Yuki dengan nada menggoda. mendengar pertanyaan Yuki, Key segera merangkul bahu Risya dan mendekatkanya ke tubuhnya "aku pacarnya" ucap Key dengan senyum ramah.


Melihat itu Okita langsung berekpreksi tidak suka, matanya terpokus pada tangan Key yang menyentuh bahu Risya, itu benar benar membuat Okita tidak senang. "Risya, ini sudah benar-benar melewati batasmu, lihat bagaimana caraku menghukumu setelah ini!" batin Okita menatap tajam ke arah Risya.


"Ohh, perkenalkan dia Okita Hanji, tunanganku.. sebentar lagi kami akan menikah" ucap Yuki tersenyum gembira sambil memeluk lengan Okita. Sedangkan Okita hanya diam dengan raut wajah dingin menatap Risya. Key yang menyadari itu mulai berfikir bahwa Okita tidak menyukai Risya, dia pun segera menggenggam tangan Risya "maaf, kami duluan Tuan Hanji, Nona Yuki" ucap Key menarik tangan Risya menjauh dari pasangan berbeda surai itu.


Risya di tarik hingga sampai ke sebuah meja di mana berbagai jenis minuman seperti wine, jus tersedia. Key segera mengambil wine dan memberikanya ke Risya, Key tersenyum. Melihat itu Risya heran "kenapa kamu menariku dengab cepat ke sini?" ucap Risya bingung.


"habis, kamu terlihat gugup dan seperti takut dengan Okita, makanya aku menarikmu ke sini" ucap Key tersenyum. Melihat itu Risya tertegun, "begitu.., sebentar Key, aku mau ke toilet" ucap Risya pergi meninggalkan Key, dia kini merasa bersalah karena tidak berani menceritakan bahwa Okita lah yang dulu merebut segalanya darinya.


Risya kini sampai di kaca di dalam toilet, karena itu adalah sebuah gedung jadi wajar saja memiliki ruang toilet yang umum dan memiliki kaca di dalamnya. Risya menatap wajahnya sendiri di kaca. "Maaf Key, aku masih belum bisa jujur padamu.." batin Risya masih menatap dirinya sendiri di kaca.

__ADS_1


Namun tiba-tiba ia melihat sosok bersurai putih di belakangnya, sontak ia berbalik, namun sayangnya sosok itu dengan cepat mengurungnya dengan menyentuhkan telapak tanganya pada wastafel di depan kaca itu, Risya terkurung. Kini ia dapat melihat dengan jelas sosok itu, dia adalah Okita, mengapa dia ada di toilet wanita?


"Aku sudah bilang padamu kan, aku tidak akan membiarkanmu lari lagi dariku, aku akan membuatmu mau bersamaku walaupun itu dengan paksaan" ucap Okita yang wajahnya sangat dekat dengan Risya, Okita semakin mendekatkan wajahnya pada Risya, sontak Risya memundurkan kepalanya hingga bersandar pada dinding kaca itu.


"Menjauh dariku!" ucap Risya menatap tajam Okita, mendapat tatapan seperti itu Okita tidak tinggal diam, ia juga membalas tatapan Risya itu dengan tatapan tak kalah tajam darinya. "Kurasa kamu sekarang sudah semakin berani padaku, apa aku harus melakukan itu lagi agar kamu mau menurut padaku?" ucap Okita memaksudkan perkataanya pada hal yang dulu pernah ia lakukan pada Risya.


Mendengar itu Risya tertegun dan sontak mendorong Okita, namub sayangnya semakin Okita bertambah besar, Okita juga bertambah kuat dari sebelumnya, itu membuat Risya sekarang sama sekali tidak bisa melawan. "Okita ..., apa yang sebenarnya kamu inginkan, aku tidak pernah mau menjadi milikmu!!, bisakah kamu melepaskanku dan membiarkanku bahagia bersama Key?!" ucap Risya sedikit berteriak, karena kondisi toilet saat itu sangat sepi, jadi tidak akan ada yang mendengar obrolan mereka.


"Aku menginginkanmu untuk menajadi miliku" ucap Okita dingin. "Okita!!, kamu sudah mau menikah, lalu apa gunanya aku bagimu?, sudahlah bisakah kamu lupakan saja keinginanmu itu?" ucap Risya marah. "aku menyukaimu.." ucap Okita yang kali ini membuat Risya tertegun, ucapan Okita terdengar begitu tulus biarpun Okita pemaksa dan tidak suka di bantah.


"Aku tidak ingin kamu menjadi milik orang lain selain aku.., makanya aku tidak akan membiarkan kalian bersama sekalipun aku harus melenyapkan Key dari hidupmu!" ucap Okita yang terdengar sangat marah. "Okita!, kenapa kamu tidak mengerti! aku sudah mau bertuangan dengan Key, kamu juga sudah mau menikah, kita punya kehidupan masing masing, lalu untuk apa kita bersama?" ucap Risya memberi pengertian.


"aku ingin kamu menjadi miliku, aku bisa memberikan apapun padamu asalkan itu bukan status pernikahan... , Risya jalan buat aku marah dan memaksamu bersamaku, aku tidak bisa menjamin keselamatan Key setelahnya" ucap Okita menatap Risya tajam dan lalu semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Risya.


Okita kembali mencium bibir Risya dengan Risya yang sedikit menunjukan pemberontakan, tapi itu tidak ada pengaruh pada Okita yang kini memperdalam ciumanya dengan menekan tenguk Risya menggunakan tanganya.


"Aku membencimu Okita!!" batin Risya di kala Okita masih menciumnya.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA

__ADS_1


TERUS DUKUNG CERITA INI


DAN SAMPAI JUMPA😊**


__ADS_2