
.
.
.
.
.
.
"sayang...aku sangat menyayangimu!"ucap Yuki menyandaekan kepalanya di bahu Okita, melihat itu ada sedikit ketidaknyamanan di hati Risya, "aku ingin pulang"ucap Risya terhuyung ketika mencoba untuk berdiri, "ah kakak, aku ini juga di tengah kesadaran, bisakah kamu mengantar Risya pulang ke rumahnya, rumahnya ada di jalan sakura no 76, aku juga ingin segera pulang ke rumah"ucap Michele pura pura, "baiklah.."ucap Ryuki segera memapah Risya keluar dari club
melihat itu Okita mengepalkan tanganya kuat, "sayang ada apa?"tanya Yuki melihat ekspresi Okita. "tidak ada, ayo pulang"ucap Okita berdiri sambil menggandeng tangan Yuki
πππππ*
Mobil Ryuki~~
Ryuki memapah Risya sampai ke dalam mobil miliknya, "Okita..."gumam Risya di kala mabuknya, Ryuki yang mendengar itu hanya tertegun sendiri, "ohh apa mungkin teman Michele ini menyukai Okita? kalau itu benar, nasibnya pasti akan sangat buruk"batin Ryuki memasukan Risya ke dalam mobilnya dan segera menjalankan mobilnya
mari kita kembali pada Michele yang kini bersorak gembira di dalam mobilnya
"khukhukhu, rencanaku berhasill. hahahaha Okitaa!! kamu tidak akan pernah bisa menang melawanku!!!"ucap Michele meminum wine nya di dalam mobil
.
__ADS_1
...
..
...
Risya terbangun ketika cahaya melewati kamar tidurnya, "Kakak..."ucap Sugi mengejutkan Risya dari samping, "astagaaa kamu!! kenapa mengagetkanku!"ucap Risya sedikit marah, "hei kakak!! kakak mabuk kemarin malam dan di bawa pulang oleh laki laki, apakah mungkin???"ucap Sugi menggoda. "apaa?? apa Okita yang mengantarku??"ucap Risya yang sama sekali tidak mengingat kejadian tadi malam
"bukan!!, hahhh aku lebih setuju kakak dengan kak Okita, ngomong ngomong kemarin malam kakak di Antar laki laki bersurai coklat, dan diaa terlihat lebih tua dari kakak"ucap Sugi turun dari ranjang Risya, "apa kakak Michele yang mengantarku?" batin Risya mengingat, "hei kakak!! dengar aku tetap akan mendukung kak Okita daripada kakak!!"ucap Sugi dengan lirikan tajam
"heii aku ini kakakmu lohh!!π" ucap Risya merasa dirinya tidak di anggap sebagai kakak kandung, "memang benar kakak adalah kakak kandungku, tapii..kak Okita adalah kakak iparku yang paling berharga, dan yang terpenting dia adalah kakaknya Emiliana"ucap Sugi berbinar, "ahh dasar bocah, belajar yang benar dulu baru pacar pacaran!!"ucap Risya menyentil dahi sugi
"duh kakak!! itu sakit, sudahlah ayo turun kebawah, ibu sudah menyiapkan sarapan!!"ucap Sugi lari keluar dari kamar Risya, Risya tertawa, setelah sugi sudah menjauh Risya segera mengubah raut wajahnya menjadi raut wajah benci, "aku salah tentangmu Okita..tadinya aku hampir saja menerimaku menjadi pasanganku, tapi aku salah, kamu memang lebih cocok dengan Yuki!"ucap Risya pelan sambil terkekeh dan tertawa sendiri
"sebaiknya aku mulai menjauh darinya, dan berusaha agar tidak bertemu denganya"ucap Risya lagi segera pergi ke kamar mandi, untungnya hari masih pagi, jadi Risya tidak akan terlambat pergi sekolah, "pagii semuanya"ucap Risya menyapa adik dan ibunya yang sedang ada di meja makan, "pagi Risya/kakak bodoh"ucap keduanya serempak, "Risya segera mendudukan dirinya di kursi makan miliknya
maka dari itu Risya dan keluarganya telah menganggap bahwa ayah Risya telah tiada, sedangkan ayah dan ibu dari Ayah Risya telah meninggal di kecelakaan itu, mereka sebenarnya sangat baik dan sama sekali tidak membenci ibu Risya, itu sebabnya ibunya Risyalah yang memakamkan jasad mereka semua kecuali ayah Risya
"ibu aku dan Sugi pergi ya"ucap Risya membawa Sugi pergi bersamanya karena sekolah Sugi dan Risya setengah jalanya searah, "kenapa kamu sangat mendukung Okita?"ucap Risya tiva tiba, "ohh itu karena dia adalah kakaknya Emilia, lagipula dia baik padaku"ucap Sugi bangga, "yang sedang di obrolin kan tentang okita, kenapa jadi dia yang bangga?π" batin Risya heran
"baik?, hahh... dia sama sekali tidak ada baik baiknya!!"ucap Risya kesal, "lagipula kamu tahu? Okita sudah punya pacar!!, jadi jangan menjodoh jodohkanku dengan Okita!"ucap Risya seakan kesal, "ohh benarkah, aku tidak puduli!, lagipulaa...sepertinya kakak cemburu?"ucap Sugi menggoda. "apa? tidak!!! aku sama sekali tidak merasa seperti itu!!"ucap Risya menyangkal, "hehe jangan menyangkal kakak!!"ucap Sugi dengan raut yang sulit untuk di deskrifsikan
"terserahlah, aku duluan!"ucap Risya berjalan lebih dulu meninggalkan Sugi
SKIP
"Risyaaaaaaa!!!"teriak Michele memeluk Risya, "astaga, bisakah kamu menghentikan kebiasaan burukmu ini?"ucap Risya memegang sedikit bagian kepalanya menandakan dia sedang pusing, "hehehe, tidak bisa!"ucap Michele riang, "oh ngomong ngomong, apa menurutmu kakaku baik?"tanya Michele gembira, "ya."ucap Risya singkat, "benarkah,...apa kamu.menyukainya?"tanya Michele masih riang
__ADS_1
"apa maksudmu?"tanya Risya curiga, "emm tidak ada, ngomong ngomonh nanti sore main ke rumahku donk!!"ucap Michele riang, "maaf Michele, aku ingin mencari kerja paruh waktu untuk sementara, aku ingin membantu meringankan pekerjaan ibuku.."ucap Risya jujur, "bagaimana kalau aku bilang pada kakaku untuk membantumu, teman kakaku banyak yang bekerja di berbagai profersi, ku pikir mungkin ada dari mereka yang bisa membantumu"ucap Michele menyarankan
"aku tidak ingin merepotkanmu dan kakakmu"ucap Risya lagi, "apaan sih kayak orang yang gak kenal baik aja, aku ini udah kayak sahabatmu loh!! setidaknya terimalah bantuan dari kami!"ucap Michele kesal, "ah baiklah"ucap Risya segera membuka bukunya seperti rutinitas biasanya, "baguss"ucap Michele senang, dia langsung meminta tolong pada kakaknya melalui saluler telpone
"Risya!! nanti sore ku jemput kamu di rumahmu, kata kakaku dia akan membantumu sebisanya"ucap Michele gembira, "terimakasih"ucap Risya tersenyum tipis
SKIP
Risya kini telah memakai celana jeans ketat berwarna hitam dengan sepatu putih se mata kaki, dia memakai kaus tanpa lengan ketat berwarna putih dengan di lapisi jaket kulit seperut berwarna hitam, tak lupa ia juga mengikat rambutnya menjadi satu, kini dia siap untuk melamar pekerjaan, Michele dan Ryuki menjemput Risya seperti janji mereka
Ryuki memakai pakaian kaus berwarna hitam dengan celana jeans berwarna putih, memakai sepatu yang senada, dan tak lupa dia juga memakai jaket berwarna putih dengan sedikit logo harimau di belakangnya, sedangkan Michele memakai baju dress se lutut, memang terlihat anggun, namun baju itu masih terlihat casual
"yoo Risya!!"sapa Michele yang segera keluar dari mobil putih miliknya, "Risya... dari info teman temanku banyak dari mereka yang membutuhkan pekerja baru, cafe, restoran, toko baju, toko elektrik, juga pelayan di penginapan, tapi ku sarankan kamu sebaiknya part time di cafe, di sana selain dekat dengan sekolahmu, cafe itu juga punya gajih yang cukup besar"jelas Ryuki membaca pesan yang ada di hp nya
"cafe apa namanya?"tanya Risya penasaran, "Cafe sweety Coffie"ucap Ryuki menjelaskan, Risya kira cafe itu adalah cafe tempat ibunya bekerja, ternyata tebakanya salah, "baiklah, aku akan melamar bekerja di sana"ucap Risya senang, "tidak perlu, kamu mulai besok lusa sudah boleh bekerja, tapi mungkin hari ini kamu ke sana dulu untuk mengukur seragam cafe"ucap Ryuki menjelaskan, "baiklah, terimakasih kak Ryuki"ucap Risya sopan
"tentu.."ucap Ryuki tersenyum manis, dia lalu membuka pintu mobil untuk Michele juga Risya, "eittsss, Risya kamu duduk di depan saja!!, aku mau di belakang!"ucap Michele mencari alasan agar kakaknya dan Risya bisa banyak mengobrol, "baiklah"ucap Risya menurut, tak seperti perkiraan Michele ternyata Risya dan kakaknya sama sekali tidak berbicara hingga akhirnya mereka sampau di cafe
"hallo Jef!!"sapa Ryuki berjalan mendekati seorang laki laki seumuran Ryuki yang tengah berbincang lembut pada seorang wanita yang tampaknya lebih tua dari Ryuki, "ohh Hallo tante"ucap Ryuki lagi menyapa wanita itu, "ohh ada Ryuki, apa kabarmu?"ucap Wanita itu sopan, "saya baik baik saja, bagaimana dengan tante?"tanya Ryuki lagi, "sangat baik!"ucap wanita itu tersenyum
"ohh Jef! aku membawanya, namanya Risya Maeda! dia yang akan melamar bekerja di tempatmu, "woohh cantik ya"ucap Jeffry mendekat ke arah Risya, wanita itu yang tadinya melihat ke arah Ryuki berpindah pandang ke arah Risya, kini dia sangat terkejut ketika melihat Risya, Risya yang melihat keterkejutan dari wanita itu menjadi heran
"apa yang salah denganku?"batin Risya bingung
**TBC
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT CHAPTER**