
.
.
.
.
.
Okita kembali mencium bibir Risya dengan Risya yang sedikit menunjukan pemberontakan, tapi itu tidak ada pengaruh pada Okita yang kini memperdalam ciumanya dengan menekan tenguk Risya menggunakan tanganya.
"Aku membencimu Okita!!" batin Risya di kala Okita masih menciumnya.
πππππ
ciuman itu berakhir dengan Okita yang menggigit bibir Risya hingga mengeluarkan darah. Okita sedikit menyingkap mantel Risya dan menenggelamkan kepalanya di lekuk leher dan bahu Risya. Okita mengigit kecil bahu Risya hingga meninggalkan jejak ruam, Okita menghentikan aksinya setelah itu.
tapi masih tidak melepas kukunganya. Okita melepas tangan kananya dari Wastafel dan sedikit membelai surai Risya. "kamu semakin cantik Risya.." tutur Okita yang membuat Risya tertegun. Terakhir Okita memeluk Risya erat sebelum akhirnya ia lepaskan dan segera pergi ke luar dari dalam wilayah toilet wanita.
Okita berhenti sejenak ketika telah mencapai pintu keluar, Okita menoleh sedikit "temui aku di Cafe Sweety Rose setelah acara ini berakhir, kalau kamu tidak datang bersiaplah untuk menanggung konsekuensinya."Ucap Okita yang menyeringai dan melanjutkan langkahnya setelahnya.
"dia memang seorang iblis!" hujat Risya dalam hati, jangan lupa kalau dia masih terdiam kaku di dekat wastafel itu. "Entah kenapa tenaganya menjadi sangat kuat daripada terakhir kali aku bertemu denganya" batin Risya yang mulai memikirkan pertumbuhan Okita yang sangat pesat.
__ADS_1
tak berpikir lebih lama lagi, Risya segera kembali ke tempat Key "Apa sudah selesai?" tanya Key sambil menatap acara pertunangan yang sedang berlangsung. Risya pun ikut menatap ke Ayana dan pasanganya yang tengah memasangkan cincin satu sama lain, namun penglihatanya menangkap sosok Okita yang menatap datar ke arah Ayana dan pasanganya.
namun kemudian Okita menyadari dirinya sedang di tatap, dia pun menoleh ke arah Risya dan tersenyum tipis. Risya tertegun. Key yang melihat terdiam dengan aneh segera mengikuti arah pandangan Risya, Itu Okita. Sekarang Key merasa tidak senang. dia menatap tajam ke arah Okita walau itu berarti dia akan berperang dengan perusahaan milik Okita yang sebenarnya lebih kuat daripada perusahaanya.
dari segi jaringan, keuangan, aset dan kepopuleran perusaahanya, tentu Okita lah yang memenangkan semua itu, maka dari itu Key tidak pernah memunculkan peperangan di antara dirinya dan Okita. tapi untuk Risya kali ini, Key tidak bisa tinggal diam.
Key segera membalikan tubuh Risya dan memeluknya erat, menenggelamkan kepala Risya di dada bidangnya. Tak lupa ia juga menatap tajam ke arah Okita yang yang juga menatapnya dengan tatapan tak kalah tajan. "dia benar-benar mengincar Risyaku" batin Key masih memeluk Risya.
"Key!! apa yang kamu lakukan!" ucap Risya berontak. Key masih tidak melepaskan pelukan itu, malah dia memper erat pelukanya pada Risya "diamlah!" ucap Key yang terdengar marah. Risya tidak mengerti mengapa Key mengeluarkan nada nada marah ssperti itu.
"aku harus bisa melindungi Risya dari Okita, dia.. benar-benar menginginkan Risya kah?" batin Key berpikir kuat, setahunya Risya dan Okita sama sekali tidak memiliki riwayat cinta, apalagi sejak kecil Yuki dan Okita sudah di jodohkan, jadi tidak mungkin Okita memiliki gadis lain.
Key melepas pelukanya dan menarik Risya keluar dsri gedung. "Key ada apa?!" ucap Risya sedikit berteriak. Key mengentikan langkahnya di tempat yang cukup sepi lalu membuat Risya menubruk dinding, tak lupa ia juga mengurung pergerakan Risya "Sekarang jawab! apa hubunganmu dengan Okita!" ucap Key menatap Risya dengan tatapan mengintimidasi.
"apa kamu jujur padaku Risya?" ucap Key menatap dalam Risya, sangat tampak wajah frustasi dari Key saat ini. Risya terdiam.
"tidak.. aku belum sepenuhnya jujur padamu" ucap Risya jujur, dia tidak bisa menyembunyikan kebenaranya lebih lama lagi, itu akan membahayakan hubunganya dengan Key, maka dari itu dia memikih untuk jujur. "katakan.. katakan apa yang kamu sembunyikan dariku Risya?" ucap Key lirih.
"Okita ..., dia.. dia orang yang sama dengan laki laki yang dulu merebut keperawananku" ucap Risya menunduk. Key terkejut, "kenapa bisa?" tanya Key tidak mengerti. Risya mulai menceritakan cerita tentangnya dan Okita di masa lalu hingga dirinya yang mencoba kabur dengan mengikuti ayah dan ibunya untuk pindah.
"jadi apa sampai saat ini dia juga memaksamu?" tanya Key pada Risya. "ya.. aku tidak mengerti apa yang dia inginkan" ucap Risya lirih. Key mendongkrakan wajah Risya dengan tanganya agar menatap wajahnya. tapi kemudian dia melihat bekas gigitan di samping bibir Risya, meski tanda itu samar samar, tapi itu terlihat sangat jelas jika dalam jarak sedekat dirinya sekarang.
"Apa dia yang melakukan ini?" tanya Key masih menatap mata Risya. Risya terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab "ya..".
__ADS_1
Key sekarang menjadi tidak senang, tanpa peduli sekitar lagi dia mencium bibir Risya dan ********** untuk menghilangkan jejak dari Okita, tapi sayangnya tanda itu tidak akan hilang dalam waktu yang sebentar. Key melepas ciumanya. "teruslah berada di sisiku, aku akan melindungimu!" ucap Key penuh tekad.
"yaa.." ucap Risya yang menyimpan sedikit kekhawatiran pada Key. "Okita itu kuat, aku tidak yakin kamu bisa bertahan Key, tapi aku berjanji juga akan melindungimu dari Okita yang sudah tentu akan menyakitimu" batin Risya tersenyum tipis.
Kini Risya dan Key kembali ke dalam gedung. "Sayang!!" teriak seorang wanita bersurai biru sepunggung. Dia adalah Yuki Seikama yang sedang berlari ke arah Okita. Risya menoleh dan melihat arah Yuki berlari. terlihat di sana Okita yang memegangi dadanya sendiri sambil terjongkok ke bawah, terlihat ekspreksi kesakitan yang sangat terlihat di wajah Okita.
Tanpa sadar Risya ikut berlari ke arah Okita. "Okita!!" teriak Risya menghampiri Okita lebih dulu daripada Yuki, Okita yang tadi menutup matanya karena rasa sakit akhirnya membuka matanya dan menatap Risya. Tanganya terjulur menyentuh kulit wajah Risya. Melihat itu Yuki terkejut.
Okita tersenyum tipis sebelum akhirnya terjatuh dan tak sadarkan diri. "Okita!! apa yang terjadi denganya..." ucap Risya menghampiri tubuh Okita yang tergeletak di tanah. Yuki tidak ingin berdebat saat ini, baginya keselamatan Okita lebih penting. "Kalian!! mohon bantu saya memasukanya ke dalam mobil saya" ucap Yuki memohon, tanpa pikir panjang orang orang itu membantu Okita masuk ke dalam mobil.
"adakah yang bisa mengantarkan pacar saya ke rumah sakit?, saya sama sekali tidak bisa berkendara.." ucap Yuki lirih. Risya segera mengajukan diri "biar aku yang mengantarnya" ucap Risya segera memasuki mobil setelah mengambil kunci dari tangan Yuki.
"apa yang sebenarnya terjadi denganmu Okita, apa ini penyakit? atau ada seseorang yang ingin menyakitimu?" batin Risya bertanya-tanya sambil mengendarai mobil dengan perasaan khawatir. Key yang melihat itu merasa tidak senang, dia di tinggalkan sendiri di gedung itu oleh Risya. "apa ini Risya?, jangan bilang dia menyukainya!?" batin Key yang kini merasa pusing, dia perlu pulang ke apartemen.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
TERUS DUKUNG CERITA INI DENGAN CARA
BACA,LIKE,RATE,VOTE, COMENT ATAU BERI TIP
THANK YOU AND
__ADS_1
SEE YOUπ**