
.
.
.
.
.
"K Kamu!"
"Berengsek! dasar sialan! Iblis mesum! arghh!" teriak Risya kesal dengan seluruh hujatan menghina dari mulut Okita. Okita tertawa melihat tingkah Risya kali itu.
๐๐ฐ๐๐ฐ๐๐ฐ๐๐ฐ๐
"Selamat datang bos dan Nyonya Hanji!" sapa seorang pria dengan rambut merah gelap tersenyum menyapa Okita dan Risya. "Nyonya Hanji?" kejut Risya menatap sosok pria dari kejauhan itu.
Mendengar keheranan Risya membuat Okita tersenyum. "Persiapan pernikahan telah selesai bos, besok pernikahan kalian akan di langsungkan" ucap pria itu tersenyum.
"Bagus, sekarang antar aku dan Risya kerumah" ucap Okita menggenggam tangan Risya dan membawanya menaiki sebuah mobil Lambroghini Aventador hitam milik Okita.
"Ini mobil siapa?" tanya Risya begitu melihat tampilan mobil yang tampak berbeda. "Bukankah punyamu tidak seperti ni? dan lagi setahuku Lamborghini Aventador ini baru di keluarkan sekitar 2 hari yang lalu dengan jumlah terbatas. Mungkin hanya 5 yang memilikinya di seluruh dunia ini" ucap Risya menyebutkan seluruh pengetahuanya tentang mobil.
"Ternyata kamu mengetahui tentang hal itu juga ya. Ya sudah, itu berarti aku tidak perlu menyembunyikanya lagi bukan?" ucap Okita menghadap ke arah Risya memegang tangan Risya dan mengerahkan sebuah benda ke dalam telapak tangan Risya.
Risya tertegun dan segera melihat apa yang sedang berada di tanganya. Itu adalah sebuah kunci mobil dengan sebuah gantungan kunci berbentuk boneka yang terbuat dari berlian biru murni.
"Itu milikmu... " ucap Okita tersenyum. Risya terdiam. "Tidak, tidak perlu. Aku tidak meminta hadiah padamu Okita" ucap Risya menyerahkan kunci itu kembali.
"Kamu istriku, apa salahnya dengan memberikan hadiah kepada istriku sendiri? Dan lagi aku tidak perlu izin darimu untuk memberimu hadiah kan?" ucap Okita dengan sorot tatapan anti penolakan.
__ADS_1
Melihat tatapan Okita padanya membuat Risya agak tidak nyaman. Perkataan Okita ada benarnya namun, harga dari hadiah itulah yang membuat Risya tidak nyaman. Dia tidak ingin di nilai sebagai perempuan yang matre oleh masyarakat. Dia tidak ingin di anggap bahwa dia hanya mau menikahi Okita karena hartanya.
"Okita... , tapi hadiah ini mungkin saja akan membuat orang-orang di luar sana salah paham denganku" ucap Risya memberi pengertian. "Maka aku akan menghancurkan orang-orang yang menilaimu dengan salah itu sebab... aku lebih tahu betul seperti apa dirimu Risya" ucap Okita memeluk Risya tiba-tiba.
Risya terkejut, apalagi dengan kehadiran pria yang tadi menyapanya dengan Okita, ia benar-benar malu sekarang. "Okita! ayolah ini memalukan!" ucap Risya mencoba melepaskan pelukan Okita.
Pelukan itu terlepas. "Baiklah, ayo kita kembali ke rumah" ucap Okita menarik tangan Risya memasuki mobil.
Okita melempar kunci itu ke arah pria berambut merah gelap dan berkata "Setir mobil ini kerumahku!". Sang pria hanya tersenyum "Baik bos" ucapnya tersenyum.
"Tunggu! tunggu! kenapa kamu tampak buru-buru ingin ke rumah seperti itu?" tanya Risya heran. Okita tersenyum devil membuat Risya yang melihatnya bergidik ngeri ketika merasakan sebuah perasaan yang tidak mengenakan menyerangnya.
"Mengulang kejadian tadi malam, memangnya apa lagi?" ucap Okita membuat Risya yang mendengarnya malu dan membuat rona merah memenuhi wajahnya.
"Apa yang kamu pikirkan! Aku tidak akan mau melakukan itu! ini masih siang!" teriak Risya mendorong tubuh Okita agar lebih menjauh darinya.
"Oh, jadi kalau malam aku boleh memakanmu, begitu?" ucap Okita kembali membuat Risya terkejut. "Iblis mesum!" teriak Risya membuat pria yang mengendalikan mobil itu terkekeh geli.
Risya mengambil jarak dan diam memandang ke arah luar jendela. "Benar-benar iblis mesum" gumam Risya yang masih mampu di dengar oleh Okita. "Yang penting kamu menyukaiku yang seperti ini kan? buktinya tadi malam kamu tampak sangat menikmat-" ucap Okita yang segera mendapat bogem mentah dari Risya.
Entah kenapa itu sama sekali tidak bisa di hindari oleh Okita. "Rasakan itu!" ucap Risya puas begitu melihat Okita yang memegangi perutnya. "Tenagamu cukup kuat juga, tapi kenapa kamu jadi sangat lemah di atas ranjang?" tanya Okita dengan seringaian menggodanya.
Mendengar itu Risya siap membogem Okita kembali, namun tanganya berhasil di tangkap oleh Okita. Itu membuatnya kesal. "Memukulku dua kali? kamu tidak akan bisa nyonya Hanji" ucap Okita menyeringai.
Risya mengalihkan pandanganya dengan kesal. Melihat itu Okita kembali sedikit mengeluarkan tawanya, "Sungguh manis" ucap Okita memegangi dagu Risya.
Sebuah nada dering telpone mengejutkan keduanya. Okita merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya guna mengangkat telpone itu.
"Bos, di kantor ada beberapa masalah! ada orang yang telah meretas syistem kita dan itu mengganggu beberapa file penting yang telah siap" ucap suara di seberang sana.
"Apa?! segera panggil Leo! Aku akan kesana segera!" ucap Okita yang menutup telpone setelahnya.
__ADS_1
"Maaf Risya. Ada beberapa masalah di perusahaan, siang ini kamu istirahat saja dulu di rumah. Aku pasti akan menyelesaikanya secepat mungkin oke?"ucap Okita memberi pengertian.
"Aku tidak peduli! kamu pergi dan tidak pulang lagi juga cukup bagus" ucap Risya mengalihkan pandanganya. Okita terkekeh.
"Aku pasti akan pulang cepat" ucap Okita menangkup kepala Risya dan menyentuhkan dahi mereka secara perlahan.
....... Kediaman Okita
"Dia benar-benar pergi?" gumam Risya begitu melihat mobil Okita yang tampak berjalan menjauh.
"Hahh... entah kenapa aku merasakan sepi di sini" ucap Risya begitu melihat kebelakang, tempat di mana rumah besar barunya yang akan dia tinggali.
Risya berjalan ke arah pintu gerbang dan memasuki rumahnya itu. Begitu membuka pintu depan Risya di kejutkan oleh dua orang berambut pingk dan biru pendek yang berada di ruang tamu.
Risya sempat tidak mengenali kedua orang yang ada di ruang tamu itu. Tapi dia segera tahu begitu mengingat kejadian lampau yang melibatkan kedua orang yang kini berada di ruang tamu sambil memandangi Risya itu.
"Ah kakak ipar" ucap gadis berabut pink antusias. Kedua gadis itu memang tampak sangat mirip namun gaya pakaianya jelas jauh sangat berbeda dengan gadis berambut pink yang memakai jaket berjenis tebal berwarna pink dengan celana jeans putih beserta sepatu dengan alas yang keras berwarna putih memperjelas penampilanya yang tampak tomboy.
Sedangkan gadis berambut biru lebih memilih untuk memakai pakaian manis berwarna putih dengan rok mini dengab bahan levis juga di hiasi dengan beberapa manik bulat membuat penampilanya terlihat lebih peminim. "Apa kakak ipar ingat pada kami?" tanya gadis berambut biru yang tidak lain adalah Rem.
"Aku ingat, bagaimana aku melupakan kejahatan kalian hari itu yang bekerja sama dengab adiku untuk menjebaku? aku tidak mungkin lupa" ucap Risya yang membuat keduanya merasa tidak nyaman.
"Tidak apa, aku hanya bercanda. Oh apa kalian ke sini mencari kakak kalian?" tanya Risya begitu mendudukan dirinya di sofa ruang tamu. "Ya, tapi kami juga ingin bertemu istri kakak yang cantik ini" ucap Emilia memuji.
"Oh, kalau tidak salah kamu Emilia kan? temanya Sugi?" tanya Risya menebak. Emilia mengangguk dan tersenyum angkuh. "Kakak memang mengenalku dengan baik rupanya" ucap Emilia senang begitupun dengan Rem yang ikut tersenyum.
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
SAMPAI JUMPA (๏ผ๏ฟฃ๏ธถ๏ฟฃ๏ผ)
__ADS_1
Ohh kalau ada yang kurang puas bisa di komen dan bilang apa kekurangan dari novel ini.. terimakasih**...