Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
kesal


__ADS_3

.


.


.


.


Di dalam hidup itu selalu ada yang


Namanya perbedaan


Kadang mudah juga kadang sulit


Namun di antara semua perbedaan


Selalu ada yang namanya saling


Melengkapi


Cinta memang rumit dan merepotkan


Namun bukan berarti karena


Kau tidak ingin jatuh cinta,


Kau akan tidak memiliki cinta selamanya


Malah sebaliknya,


Kau akan merasakan cinta


Yang mungkin akan mengubah


Seluruh Hidupmu.


.


.


.


.

__ADS_1


(maaf kalau g nyambung kata kata


Ku ya..soalnya itu bikin sendiri😅)


"hah, sepertinya kau terlalu meremehkanku sekarang ya, apa malam ini saja ku buat kau menjadi miliku untuk selamanya ya" ucap Okita menyeringai menatap Risya dengan tatapan tajam


'a apa?!' batin Risya yang sedikit takut dengan ancaman Okita


🍁🍁🍁🍁


"brengsek!!, menjauhlah dariku!!"teriak Risya mendorong tubuh Okita untuk menjauh, namun sayang tubuh Okita malahan sama sekali tidak bergerak, padahal Risya sudah mendorong Okita sekuat yang dia bisa, 'menyebalkan!! Kenapa bocah ini kuat sekali sih'Batin Risya kesal melihat dirinya tak berdaya melawan Okita


Okita perlahan mendekati wajah Risya, tentu Risya tahu dengan apa yang di lalukan Okita nanti, maka dari itu dengan cepat ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya. Melihat itu Okita kesal, ia langsung mencekal kedua tangan Risya dan mengunci pergerakan tanganya dengan tangan kiri Okita, Okita kembali melanjutkan aksinya untuk mencium bibir Risya, sungguh ia sadar dia telah terpedaya oleh Risya yang menurutnya semakin hari semakin menarik


Bibir Risya bahkan seperti menjadi candu baginya, rasanya ia ingin terus menerus merasakan hal itu, Okita bahkan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi, Ia mulai mencium Risya dengan kasar, entah apa yang merasukinya hingga ia mulai menyusup masukan tanganya kedalam kaus yang di pakai Risya, sontak itu membuat Risya terbelalak, sejak kapan tangan Okita mulai mentusup masuk ke dalam kaus bajunya?!


Risya terus berontak, namun pemberontakanya terhadap Okita hanya terus menjadi sia sia, alhasil kini Risya hanya buang buang tenaga, tanpa kekuatan yang cukup, ia tidak akan pernah bisa melawan Okita, ia ingin pasarah, namun itu akan menjadi sangat memalukan baginya, Seorang Risya kalah dengan bocah SMP? Tidak mungkin..itu benar benar akan menjadi suatu berita yang memalukan bagi Risya dan perguruan Whusu nya


Okita melepas ciumanya ketika merasa pasokan Oksigen mereka sudah menipis,tepat ketika Okita melepas ciumanya, Risya langsung mengambil nafas secara berutal, ia benar benar kehabisan Oksigen tadinya "ha.. ha.. ha.. ", "Okita,... Apa yang kau..haa..haa..inginkan sih..?"ucap Risya sembari mengatur nafasnya kembali normal, "memilikimu untuk selamanya" ucap Okita santai, "itu..tidak akan pernah terjadi!!..haa... haaa", "benarkah?, aku akan membuat itu terjadi.."ucap Okita dengan angkuhnya sambil menyeringai


Tangan Okita yang tadi menyusup ke dalam kaus baju Risya kini mulai bergerak mencapai wilayah gunulan kenyal yang terlihat lumayan besar untuk ukuran remaja, ketika Okita sampai di miliknya Risya terbelalak, ia kembali mencoba untuk berontak sekuat tenaganya walau akhirnya tetap sama, Okitalah yang menang, "Pergi!!, menjauh dariku berengsek!! "teriak Risya kesal, tanganya di kunci oleh Okita, itu menyebabkan Risya tidak bisa berbuat apa apa sekarang


"Risya Maeda, apa kau punya kekuatan untuk melawanku? Tidak bukan, jadi diamlah!!"ucap Okita kembali melancarkan aksinya, ia mencium Risya kembali, ciuman itu lambat laun berpindah ke leher Risya, ia sedikit menggigit dan menghisap kuat area luar sana sehingga menyebabkan ruam yang nampak jelas di leher putih Risya


Risya mulai membuka matanya dan mendapati Okita yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di mengerti, Risya yang mendapat tatapan seperti itu hanya terdiam, kemudian suara dering telpone membuyarkan tatapan mereka, itu bunyi dari handpone milik Okita, Okita mendesis lalu ia mengangkat telpone nya tanpa melepaskan kukunganya dari Risya


"ada apa?"ucap Okita dengan dinginya


"Sayang!! Buka pintunya, aku ada di depan Penthouse mu!!"ucap gadis di seberang sana


"kenapa tidak bilang dulu kalau mau ke penthouse ku, aku sedang tidak ada di rumah"ucap Okita berbohong


"di mana kamu sekarang, sayang??!" ucap gadis itu nampak marah


"aku sedang ngumpul dengan anak anak Kalajengking" ucap Okita berbohong Kembali


"aku ke sana ya.."ucap Gadis itu manis


"tidak!! Jangan!! Kami sedang merencanakan penyerangan, kau pasti bakal bosan dan minta di antar pulang!, itu merepotkan!! Sudah aku sibuk..."ucap Okita yang langsung mematikan ponselnya dan kembali memandangi Risya yang kini nampak kesal


"apa kau cemburu?"ucap Okita dengan nada menggoda, ia menyeringai, "ti tidak!! Kau itu sudah punya pacar, kenapa tidak pacarmu saja yang kau ajak bersenang senang, aku yakin pacarmu pasti setuju!!" ucap Risya datar, "tapi aku hanya tertarik padamu, lalu bagaimana?"ucap Okita nampak mempermainkan


Mendengar itu Risya kesal, ia kini tak tanggung tanggung lagi menendang perut Okita yang masih di atasnya, sontak Okita terpental dan jatuh ke lantai, "dasar berengsek!! Sudah punya pacar malah berani ganggu gadis lain, bukankah kau sekarang sudah pantas untuk di katakan ********"ucap Risya menatap okita dengan sorot mata yang menyeramkan, namun bukanya membuat Okita takut, ia malah menyeringai melihat itu, kini ia bangkit dan berdiri mendekati Risya

__ADS_1


"terserah kau mau bilang apa, satu hal yang harus kau tahu!!, Aku tidak peduli apa yang kau ucapkan!!, sekarang KAU MILIKU DAN HANYA AKAN MENJADI MILIKU!!!"ucap Okita  dengan tatapan dingin, "apa apaan kau ini?? Sejak kapan aku menjadi milikmu!!, berengsek, hal itu tidak akan pernah terjadi"marah Risya yang kini menarik kerah baju Okita, lalu ia beranjak pergi untuk kembali kerumahnya


Okita tidak menahanya, memang dia sudah punya rencana lain yang lebih menyenangkan daripada menahanya di sini dan berdebat sepanjang malam, tak lama kemudian Risya kembali ke kamar Okita, itu membuat Okita heran, 'kenapa dia kembali?' batin Okita bingung, Risya mendekat ke arahnya, "di mana kunci pintunya!! Aku ingin pulang!!!"ucap Okita sedikit meninggikan nada bicaranya


"heh...,..."Okita merogoh saku celananya dan langsung menyerahkan kunci itu ke tangan Risya, Risya langsung mengambilnya tanpa penundaan dan keluar kediaman Okita, "benar benar menyebalkan.."gumam Risya sambil berjalan menuju rumahnya, terlihat jalanan di sana sangat sunyi, tidak ada angkutan umum di jam yang sudah hampir mencapai tengah malam, terpaksa Risya harus berjalan kaki untuk mencapai rumahnya


Namun di tengah jalan ia melihat sebuah motor ninja melintas di jalanan, motor itu berhenti tepat di samping Risya, "hai Risya.."sapa orang yang mengendarai motor itu, Risya menatap bingung orang yang menyapanya, pasalnya wajah orang itu tertutup oleh helem hijau nya


Orang yang mengerti respon Risya pun langsung membuka helem nya, dia adalah Kevin, "ohh Senpai.."ucap Risya kini santai, "mau kemana malam malam begini?mau ku antar?"tanya Kevin tersenyum lembut, "aku mau pulang, apa boleh aku nebeng sampai depan gang rumahku, soalnya daritadi aku tidak menemukan angkutan umum di dekat sini senpai.."ucap Risya kini tersenyum kikuk, dia memang gadis yang jarang tersenyum


"tentu!"ucap Kevin senang, entah apa yang membuatnya senang dengan mengantarkan Risya, padahal itu adalah hal yang biasa, "terimakasih senpai.."ucap Risya kini menaiki motor milik Kevin, mereka kemudian mulai berangkat, di sisi lain seorang laki laki berparas tampan dengan raut yang terlihat marah memperhatikan kedua manusia berbeda genre itu dari balik sebuah jendela kaca


Di kediaman Maeda


"terima kasih senpai, apa kamu mau masuk ke dalam dulu?"ucap Risya mencoba sopan, "tidak..aku ada urusan, sampai jumpa lagi Risya"ucap  Kevin segera beranjak pergi setelah mencubit pipi Risya sekilas, hal itu membuat Risya tertegun selama sedetik, ia segera mendapatkan penuh kembali kesadaranya dan pergi beranjak membuka pintu kediaman Maeda dengan kunci cadangan yang ada di tanganya Risya


"aku pulang..."ucap Risya ketika muali memasuki pintu depan rumah sederhananya, ia yakin ibu dan adiknya kini tengah tidur sehingga keadaan ruang tamu yang biasanya terdapat Sugi dan ibunya yang menonton televisi kini sudah tidak terlihat di sana, Risya segera mendudukan dirinya di sofa ruang tamu itu, "hahh punya adik segitu kurang ajarnya sama kakaknya sendiri, bisa bisanya dia mancing kakaknya sendiri untuk masuk kedalam kubang neraka, hahh"ucap Risya menghela nafas berat berkali kali, tanpa sadar ia menuju alam mimpi akibat aktivitasnya hari ini yang bisa di bilang sangat melelahkan


Keesokan harinya~


"Risyaaaaa!!!"teriak seorang gadis yang kini berlari memeluk Risya, dapat di pastikan dia adalah Michele, "ayolahh jangan bersikap kekanak kanakan begini, kamu itu sudah mulai beranjak dewasa bukan?"ucap Risya dengan nada seperti biasa, dingin


"jahat!!"ucap Michele mengerucutkan bibirnya sambil menyilangkan tanganya di depan dada, "hn"ucap Risya yang kini hanya melihat kelakuan gadis di depanya, kemudian datang seorang laki laki yang memiliki rona merah padam di pipinya, sudah di pastikan laki laki itu akan berbuat apa, perlahan ia berjalan mendekati Michele


"em Michele..bolehkah kita bicara sebentar?"ucapnya terlihat malu malu, "bicara saja!"ucap Michele tersenyum, laki laki itu tidak langsung bicara, setelah diam beberapa detik dia mulai membuka mulutnya"aku menyukaimu, apa kamu mau jadi pacarku?"ucap laki laki itu sambil memberikan setangkai bunga mawar merah yang di bungkus indah kepada Michele, sebenarnya sedari tadi ia terus menyembunyikan mawar itu di belakang tubuhnya, "aku berjanji akan melindungimu dan selalu setia padamu"ucap laki laki itu lagi


Michele memang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu, Michele sendiri tahu alasan mengapa dia begitu sering mendapat perlakuan seperti itu, ya itu karena parasnya yang cantik juga latar belakangnya yang bisa di bilang golongan orang kaya, "maafkan aku..aku sudah punya pacar"ucap Michele BERBOHONG LAGI, "b begitukah!, siapa?"ucap laki laki itu tidak ingin dibohongi, Michele segera membuka handpone nya dan menunjukan fotonya dengan seorang laki laki bersurai hitam kecoklatan dengan mata coklat yang tajam yang sedang berada di cafe terkenal, foto itu berupa foto selfie dengan latar belakang cafe


"namanya Ryuki, dia pacarku"ucapnya sembari menunjukan fotonya bersama Ryuki ke arah laki laki yang tadi sempat menembak Michele, "oh maafkan aku, aku tidak tahu, kalau begitu aku permisi, selamat tinggal"ucap laki laki itu kini berbalik dan beranjak pergi, Risya hanya diam


"apa kamu tidak ingin bertanya apa orang di foto ini benar benar pacarku Risya??!"keluh Michele merasa temanya satu ini benar benar tidak peduli denganya, "ohh itu privasimu, aku tidak akan bertanya kecuali kalau kamu mau bercerita"ucap Risya dingin, Michele menghela nafas berat, "dia itu kakak kandungku yang tinggal di luar negri karena urusan bisnis, dan kemarin dia kembali ke manison kami, aku langsung menariknya ke cafe tanpa penundaan hahahaha"ucap Michele tertawa lepas dengan apa yang terjadi dengan dirinya dan kakaknya kemarin siang


"lalu kenapa kamu mengaku dia pacarmu? Bukankah itu akan menyulitkan kakakmu untuk mencari jodoh, bisa bisa karena kamu kakakmu jadi tidak bisa menikah, "tidak masalah, itu malah bagus, dengan begitu aku bisa menjodohkanya denganmu-ups"ucap Michele segera menutup mulutnya, "apa maksudmu Michele?!"kesal Risya mendengar penuturan Michele yang bisa di bilang seenaknya, "ah tidak tidak, aku hanya bercandaa"ucap Michele kini terlihat sedang menyembunyikan sesuatu


"apa itu benar?"tanya Risya menyipitkan matanya dan menatap Michele, "ah itu kau dan Okita bagaimana?"ucap Michele kini mengalihkan pembicaraan


Tbc


Sampai sini dulu


Gimana chapter kali ini. Masih banyak kekurangan ya


Vote and coment ya, biar thor semangat update

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2