
.
.
.
.
.
Risya menampar pelan wajahnya berulang kali dengan kedua tanganya, "Sadarlah Risya! dia lebih muda darimu, bukankah kamu hanya menyukai laki l-laki yang lebih tua dan dewasa darimu?!" batin Risya lagi.
"Baik, sekarang aku harus tenang" ucap Risya menyiapkan diri untuk bertemu Okita lagi.
๐ป๐ป๐ป๐ป๐ป
Risya kembali ke ruang tamu. Namun, dia sudah tidak menemukan Okita di sana, "Kemana Okita?" batin Risya sambil mencari-cari Okita di sekeliling penthpuse itu hingga dia menemui Okita yang tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk di ranjang tempat tidur kamarnya.
Dia terlihat baru selesai mandi, Risya mendekat ke arah Okita.
Okita tersadar ketika Risya mendekat ke arahnya, "..." Okita terdiam, Risya menaiki ranjang dan memegang handuk yang ada di kepala Okita. Perlahan Okita mengusap handuk itu untuk membantu Okita mengeringkan rambutnya.
Okita lagi-lagi terdiam, Okita sama sekali tidak pernah lembut padanya, hanya saat beberapa tahun yang lalu yang dimana Risya membantu Okita untuk menyisir rambutnya. Namun, Okita merasa kalau sentuhan kali ini lebih lembut dari yang waktu itu.
"Okita, aku pasti akan membantumu menyembuhkan Insomnia itu" ucap Risya masih mengusap kepala Okita dengan handuk. "Setelah sembuh. Apa kamu masih mau bersamaku?" tanya Okita dengan tatapan yang sulit untuk di mengerti.
Risya terdiam, sebenarnya tujuanya setelah Okita sembuh adalah kembali ke kotanya untuk memperbaiki hubunganya dengan Key sekaligus menjalankan acara pertunanganya di sana. Namun, jika Risya memberi tahu rencananya itu, sudah di pastikan kalau Okita akan marah dan malah menghukum Risya, Okita pun juga tidak akan bisa sembuh.
"ya..." ucap Risya pelan, Okita senang mendengar itu. "Maaf Okita, ini demi kesembuhanmu" batin Risya yang pergi mengambil sisir setelahnya, lalu membantu Okita untuk menyisir rambut putihnya yang agak panjang itu.
Selesai menyisir, Risya tertegun di kala Okita dengan tiba-tiba mendorongnya hingga terjatuh di ranjang. Tanganya pun di kunci ke atas oleh Okita. Risya sama sekali tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Okita lepaskan!" ucap Risya sedikit geram. Okita menyeringai dan lalu mengubah seringainaya menjadi sebuah senyuman. "Aku senang kamu mau bersamaku, aku janji akan berusaha menembuhkan insomniaku ini, dengan begitu kamu tidak perlu khawatir lagi padaku" ucap Okita mendekatkan wajahnya ke lekuk leher dan bahu Risya.
"Terimakasih..." ucap Okita sedikit mengigit telinga Risya. "A Apa yang kamu lakukan! lepaskan aku!!" ucap Risya berontak, Okita bangkit, mengubah posisinya menjadi duduk.
"Apa malam ini kamu ingin makan di luar? Oh, aku juga ingin mengajakmu ke mall hari ini, aku akan membelikanmu beberapa baju untuk persediaanmu selama di sini" ucap Okita menepuk pucuk kepala Risya pelan.
"Aku mencintaimu" ucap Okita lagi.
Bukanya merasa senang, Risya malah menunjukan ekspreksi sedikit sedih. Bukan karena dia membenci Okita, dia hanya merasa kecewa pada dirinya sendiri yang malah memilih berbohong pada Okita. Padahal Okita terlihat sangat tulus padanya, bisa-bisanya dia membalas perasaan Okita dengan kebohongan.
......
Setelah makan di dekat Mall, Risya dan Okita memasuki Mall, biarpun malam, Mall masih terlihat ramai dengan pengunjung juga pembeli yang berkeliaran.
Begitu Okita berada di sana, pandangan orang-orang mulai tertuju padanya, bahkan ada yang diam-diam memotretnya.
Risya yang tidak biasa dengan keadaan itu merasa tidak nyaman. Okita sadar. "Apa kamu merasa tidak nyaman sengan mereka?" tanya Okita pada Risya. Risya diam, dan lalu kemudian mengangguk pelan.
"Kosong? apa dia yang melakukanya?" batin Risya menatap Okita dengan tidak percaya, bagaimana dia melakukanya?!
"Apa apa?" tanya Okita begitu sadar dirinya di tatap oleh Risya, "Apa kamu yang melakukan ini semua?" tanya Risya menatap sekeliling, di sana hanya ada para petugas mall yang bertugas untuk menjaga tokonya masing-masing.
"Kamu pikir siapa lagi yang bisa melakukan ini?" tanya Okita menatap remeh Risya. "Astaga, sifat bos sombongnya itu benar-benar menyebalkan rasanya" batin Risya yang lebih memilih untuk berkeliling.
"Apapun yang kamu mau aku akan membelikanya untukmu, jadi jangan ragu untuk memilih" ucap Okita mencium pelan pipi Risya, itu membuat Risya terkejut.
"Bisakah kamu jangan menciumku di tempat umum begini? bagaimana kalau paparazi memotret kita, kamu itu seorang Ceo oerusahaan terkenal, aku tidak ingin ikut masuk dalam masalahmu!" ucap Risya seidkit kesal, Okita terkekeh kecil.
Risya berkeliling, namun dia masih belum menemukan apa yang dia sukai, hingga akhirnya dia bertanya pada seorang pelayan toko untuk menyarankan baju-baju yang cukup cocok denganya.
Pelayan itu tampak gugup, dia terlihat sangat takut untuk berbicara. Risya tahu betul apa yang membuatnya begitu ketakutan, dia takut jika dia salah menyarankan, dirinya akan berada dalam bahaya Okita yang masih berada di sampingnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, jika saranmu tidak sesuai seleraku, aku tidak akan menyalahkanmu untuk itu" ucap Risya memenangkan, Pelayan itu masih takut-takun sambil sesekali melirik Okita yang menatapnya dengan tatapan dingin.
Risya meboleh ke arah Okita dan sedikit mencubit bagian pinggiran perutnya. "Aww! Risya!" ucap Okita ingin perotes. Namun, setelah melihat raut wajah mengancam dari Risya, Okita terdiam, dia mengerti mengapa Risya menatapnya seperti itu.
"Aku akan menuruti semua perkataan istriku, aku tidak akan menghukum kalian" ucap Okita dingin pada pelayan itu. Mendengar itu, pelayan itu mulai ada keberanian untuk menyarankan pakaian-pakaian yang cocok untuk Risya.
Bukanya terfokus pada pakaian-pakaian itu, Risya malah terfokus pada kata "istri" yang baru saja di ucapkan Okita. "Skk, apa dia gila! Kapan aku menikah denganya!" batin Riaya mencoba untuk mengabaikan.
....
Risya sudah mencoba beberapa pakaian, hingga dia menemukan sebuah oakaian yang cocok dengan gayanya yang suka memakai celana panjang. Risya kini terlihat sangat cantik dengan pakaian yang telah di sarankan pelayan itu.
"Bagaimana menurutmu?" tanya Risya meminta pendapat Okita, "Kamu cantik, tapi tadinya aku berharap kamu memakai dress" ucap Okita tampak malu-malu. "Aku tidak terlalu suka memakai dress!" ucap Risya tampak kesal.
"Ya, baiklah maaf.. tapi jika sedang ke acara-acara penting, kamu harus mengenakan dress ya" ucap Okita pada Risya, Risya mengangguk.
"Aku tahu kapan aku harus mengenakan pakaian itu, jadi tidap perlu kamu ingatkan pun aku akan memakai dress di saat acara-acara tertentu" ucap Risya sedikit kesal.
"setelah ini, kamu ingin kemana?" tanya Okita pada Risya. Risya terdiam sejenak, "Bagaimana kalau kita mengambil foto bersama? kita tidak bernah berfoto kan" ucap Risya menyarankan.
Mendengar kata "Foto", Okita teringat pada foto profil Risya yang sempat ia lihat adalah foto Key bersama Risya. Itu memang membuat Okita kesal. Namun dengab adanya foto Risya dan Okita, Okita akan menyuruh Risya untuk menjadikan itu foto profilnya. Jadi Okita setuju oada usulan Okita.
Cekles~~
**TBC
SAMPAI SINI DULU YA
SAMPAI SAAT INI MASIH BELUM ADA KONFLIK ANTAR KEDUANYA, NAMUN NANTI MUNGKIN ITU AKAN SEGERA AKU BUAT DI NOVEL INI.
TERIMAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGAN KALIAN
__ADS_1
SAYONARA**!!