
.
.
.
.
.
"Jika kamu berani turun dari ranjang ini, aku berjanji akan mematahkan kedua kakimu itu, tetap istirahat disini, aku akan menemanimu!" ucap Okita mengancam.
"Okita tetaplah Okita, perkataanya sama sekali tidak bisa di bantah" batin Risya tidak suka.
🌧🌧🌧🌧🌧🌧
HUJAN
"Okita.. seharusnya yang berada di ranjang ini itu kamu!" ucap Risya menatap Okita yang tampak bersandar di sofa dengan tangan yang di silangkan ke depan dada dan menatap tanpa berpaling dari Risya.
"Cukup sudah aku di tatap seperti itu! astaga!! apa yang dia takutkan hingga menatapku tanpa henti sepertu itu!" batin Risya tidak nyaman.
Okita mendekat ke arah Risya, "Siapa yang mengijinkanmu kemari! apa kamu bodoh? sudah tahu badanmu tidak sanggup, kenapa malah di paksakan?" ucap Okita terlihat marah.
Risya mendesis, "Cih, aku kesini karena aku khawatir padamu! dan bisa-bisanya saat aku sampai kamu malah mengusirku! Baiklah, aku tidak akan peduli lagi padamu!" ucap Risya membaringkan dirinya dan menutup seluruh tubuh juga wajahnya dengan selimut, dia terlalu kesal melihat wajah Okita sekarang.
"Apa-apaan sikapnya itu!" batin Risya kesal.
"Maaf" gumam Okita mengusap rambut Risya dari balik selimut dan kembali ke arah sofa yang menjadi temoat istirahatnya sementara.
Pendengaran Risya cukup tajam, dia mendengar jelas apa yang di katakan Okita, itu membuatnya senang.
.....
__ADS_1
Risya membuka selimutnya sedikit untuk melihat apa yang di lakukan Okita. Okita sama sekali belum tidur, dia terlihat fokus pada layar ponselnya.
"Apa dia tidak bisa tidur?" batin Risya bertanya tanya, Risya bangun dan bersandar pada sandaran ranjang.
Melihat itu, Okita menatap Risya dengan tatapan tajam. "Seharusnya kamu istirahat, apa yang kamu lakukan?" tanya Okita. Risya menghela nafas berat, "aku mana bisa tidur kalau kamu masih belum tidur.." tutur Risya menyilangkan tangan di depan dada.
"Jadi kamu mau aku bagaimana?" tanya Okita pada Risya, "Kamu coba tidurlah, aku tidak bisa tenang kalau belum melihatmu tertidur!" ucap Risya mengeluh. Mendengar itu, Okita tersenyum. Dia berjalan kembali mendekati Risya.
Mendekat ke arah Wajahnya. "Mungkin kalau aku melakukan itu kamu akan kelelahan dan tertidur, dengan begitu kamu bisa tidur tenang kan?" ucap Okita semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Risya.
Risya tertegun sedetik dan akhirnya segera mendorong Okita. "Da.. Dasar mesum! menjauhlah dariku!" ucap Risya mendorong tubuh Okita menjauh. Okita menyeringai.
Okita kemudian mencium bibir Risya tiba-tiba dan terus bermain dengan mulut Risya hingga Risya mulai kehabisan Oksigen. Okita melepas pautan biburnya dan lalu berkata dengan nada menggoda, "Manis" ucap Okita dengan senyum jahatnya.
Mendengar penuturan Okita, wajah Risya memerah, "Masih belum mau tidur kah? Kalau begitu bagus, aku sedang menginginkanya sekarang" ucap Okita dengan seringaianya.
Wajah Risya benar-benar memerah kali ini, dia segera mendorong Okita dengan sekuat-kuatnya dan merebahkan diri sambil menutup dirinya dengan selimut, "Aku, aku akan tidur!" ucap Risya setelah dirinya tertutup oleh selimut seluruhnya.
Okita tersenyum. Dia berbaring tepat di samping Risya dan memeluk Risya dari belakang, walau terhalang oleh selimut, Risya dspat merasakan kehangatan yang Okita berikan kepada Risya.
.......
Risya bangun dan menyadari di sampingnya sudah tidak ada Okita, Risya meraba kembali samping tempat tidurnya. "Sudah bagun?" ucap suara yang membuat Risya terkejut.
Risya meboleh ke arah pintu masuk ruanganya. Di sana terdapat Okita yang membawa bungkusan sedang menatao Risya dengan senyuman tipis. "Mencariku?" tanya Okita menggoda.
"T Tidak!" ucap Risya memalingkan wajahnya. Okita tersenyum.
"Ayo makan" ucap Okita mendekati Risya dan membuka bungkusan makananya di atas meja yang ada di samping tempat tidur Risya. Okita mengambil sendok yang telah di sediakan di bungkusan dan di arahkanya sendok berisi makanan itu ke arah Risya.
Risya terdiam. "Makan atau kamu yang aku makan?" ucap Okita masih menyodorkan sendok itu ke arah mulut Risya. Risya tersadan dan segera memakan suapan dari Okita.
"Aku bisa makan sendi-.." ucap Risya terpitong oleh ucapan Okita, "aku ingin menyuapimu, apa tidak boleh?" ucap Okita dengan nada yang tampak tidak bisa di bantah, Risya tentu saja menurut.
__ADS_1
"Ah sejak kapan aku menjadi anjing penurut seperti ini! Dia memang serigala!" batin Risya masih menerima suapan demi supaan yang di berikan Okita.
SELESAI MAKAN
"Aku ingin pulang" ucap Risya pada Okita. Okita mengijinkan Risya untuk pulang, dengan syarat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terlebih dahulu.
Risya pulang agak sore, untungnya dia telah meminta ijin pada Kaoru dengan alasan sakit.
Okita tidak membawa Risya ke apartemenya, melainkan ke penthousenya. Ketika dirinya sampai di penthouse Okita, Risya segera menduduki sofa ruang tamu dan menatap dekorasi tempat Okita sekarang, itu terlihat lebih bagus dari penthouse lama Okita.
Okita yang melihat Risya duduk sendirian di sana, juga ikut duduk di samping Risya. "Risya.." panggil Okita dengan nada yang tampak bukan seperti Okita biasanya, di matanya tersirat arti kesediahan, harapan, juga keinginan saat menatap ke bawah.
"Kumohon jangan pergi lagi" ucap Okita pelan, Risya tertegun. "Baiklah, aku tidak akan pergi, lagipula aku dan kamu sudah terjalin kontrak di antara kita" ucap Risya tersenyum.
Melihat itu Okita tertegun sedetik dan lalu memeluk Risya tiba-tiba dengan erat. Risya terkejut, tapi akhirnya menerima pelukan itu dan ikut memeluk Okita untuk menenangkanya.
"Maaf, aku menghilang tiba-tiba dan membuatmu seperti ini, aku sama sekali tidak menyangka akan berakibat sefatal ini" ucap Risya merasa bersalah. "Risya.." ucap Okita menggenggam tangan Risya dan menatap Risya dalam.
"Kalau ini semua tidak terjadi, akankah kamu mau bersamaku? aku hanya ingin bersamamu Risya... " ucap Okita tersenyum, senyuman itu bahkan belum pernah di lihat Risya selama ini, itu adalah senyuman Okita yang sangat tulus.
Risya ingin sekali mengatakan dirinya juga ingin bersama Okita, namun mengingat Key yang masih berstatus pacaran denganya, membuat Risya tidak bisa mengucapkan itu.
Risya menunduk dan berdiri. "Okita, aku mau ke kamar mandi sebentar" ucap Risya berjalan menjauhi Okita. "Dia masih belum bisa menerimakau ya?" batin Okita menatap punggung Risya yang semakin terlihat menjauh.
KAMAR MANDI
"Tidak! aku tidak boleh mengkhianati Key, dia sudah berkorban banyak untukku, dia orang yang baik! aku tidak boleh mengecewakanya. Tapi, Okita juga sangat baik akhir-akhir ini, tapi... dia tidak pantas untukku, dia lebih muda dariku dan dia hanya pantas bersanding dengan Yuki yang latar belakangnya lebih tinggi dariku!" pikir Riaya berulang kali.
Risya menampar pelan wajahnya berulang kali dengan kedua tanganya, "Sadarlah Risya! dia lebih muda darimu, bukankah kamu hanya menyukai laki l-laki yang lebih tua dan dewasa darimu?!" batin Risya lagi.
"Baik, sekarang aku harus tenang" ucap Risya menyiapkan diri untuk bertemu Okita lagi.
TBC
__ADS_1
SAMPAI SINI DULU YA
SAMPAI JUMPA😊