Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Ajakan Makan Siang Dari Kaoru


__ADS_3

.


.


.


.


.


"Jadi... apa kamu jadi menemaniku malam ini ke pesta pertunangan temanku?" tanya Risya di kala memeluk tubuh Key, mereka berdua masih dalam keadaan berekndara. "ya tentu saja, oh nanti kalau kamu sudah selesai tugas, segera telpone aku, aku akan menjemputmu" ucap Key menyentuh tangan Risya yang melingkar di perutnya "baiklah" ucap Risya tersenyum tipis


🍁🍁🍁🍁🍁


sesampainya di kantor polisi, Risya segera menuju ruang timnya. "selamat pagi semua" sapa Risya begitu memasuki ruangan timnya, "kemana saja kamu!" ucap Midori yang berdiri menyandarkan punggungnya di dinding dengan tangan di depan dada "maaf aku terlambat senior Midori.." ucap Risya masih sopan dan dingin, tak lupa Risya juga sedikit membungkukan tubuhnya sebagai tanda hormat.


"kata maaf saja tidak cukup untuk bisa menebus keterlambatanmu, bukankah seharusnya kamu di hukum?" ucap Midori dengan tatapan tidak suka. "apa hanya perasaanku saja, laki laki ini sangat membenciku dari saat awal aku berada di sini" batin Risya menatap tajam ke arah Midori.


"Midori!! bisakah kamu mengentikan perdebatan kalian, kita sudah sangat terlambat untuk mendiskusikan masalah kali ini!!" ucap Kaoru marah, "maafkan saya ketua" ucap Risya sedikit membungkuk lalu berdiri di samping sofa tempat duduk Kaoru.


"baiklah Risya, kamu boleh menjelaskan apa misi kita kali ini" ucap Kaoru menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa, dia terlihat sangat lelah dan kurang tidur. "baiklah, misi kita kali ini adalah menyelesaikan kakus perampokan rumah, di duga sekelompok perampok datang pada malam hari ke rumah tersebut, dugaan saya, sepertinya ada mata mata di balik kasus ini, kemungkinan ada seseorang dari teman atau kerabat korban yang menjadi mata mata kejahatan itu" ucap Risya menjelaskan

__ADS_1


"benar, saya juga menduganya seperti itu, menurut data yang saya dapatkan dari pelapor, beberapa teman dari korban kemarin sore sempat berkunjung ke rumah korban dengan alasan mengembalikan suatu barang pada korban, dia bisa di jadikan tersangka untuk sementara, kita perlu bukti untuk itu" ucap Naori berpikir dengan sambil menbaca baca kertas laporan


"masalah mencari tahu sesuatu Midori adalah ahlinya, tapi untuk menangkap perampokan kali ini harus ada sala satu dari kita untuk menyamar" ucap Rin dengan tingkah wibawanya. "untuk penangkapan biar serahkan padaku dan Risya" ucap Kaoru sedikit tersenyum, melihat senyuman di raut wajah Kaoru membuat orang-orang di dalam ruangan itu berpikiran bahwa ketuanya menyukai wakilnya sendiri.


"untuk tugas penyelidikan Satomi, Rima dan yang lain ikut bersamaku, Midori kamu tetap pada tugasmu mencari informasi dengan komouter ajaibmu itu" ucap Rin sedikit bercanda, laki laki dengan surai putih itu tidak menghiraukan perkataan Rin dan malah memandang ke arah lain. dia memang sedikit kesal dengan keberadaan Risya di timnya


"astaga.. Midori, kurasa hari ini kamu tampak tidak profesional, ingat ini adalah pekerjaan kita, jangan campurkan urusan pribadi pada pekerjaan kita!" marah Rin pada Midori, Midori hanya diam dan tidak menjawab, "sudahlah, kita akhiri diskusi kita kali ini, tetap pada tugas kalian masing-masing!" ucap Rin mulai beranjak dari tempat duduknya


"tunggu!" ucap Kaoru menghentikan, "kalian tidak meminta pendapatku? apa kalian tidak menerimaku sebagai ketua kalian?" ucap Kaoru terlihat dingin dan sedikit kesal. "SERIUS!! DI SINI SIAPA YANG TIDAK MENERIMAKU MENJADI KETUA!!" ucap Kaoru dengan nada cukup tinggi sambil menggebrak meja keras.


"maaf ketua, saya tidak..-"ucap Rin segera terputus oleh ucapan Kaoru "CEPAT JAWAB!!" teriak Kaoru lagi. "Ketua!!" ucap Risya merasa tidak senang, Kaoru menoleh ke samping dan menatap wajah Risya yang tampak tidak suka pada tindakanya "sudah seharusnya bagi kami menghormati Ketua, tapi juga kewajiban ketua untuk memberi pendapat dan ikut serta memimpin diskusi ini, lalu apa yang tadi ketua lakukan? ketua hanya duduk menyimak dengan seksama tapi tidak sama sekali memberikan pendapat!" ucap Risya yang membuat seisi ruangan terkejut.


"jadi? kamu tidak setuju jika saya menjadi ketua?" ucap Kaoru dengan sorot mata mengintimidasi pada Risya. "Ketua!! saya bukanya tidak setuju anda menjadi ketua, tapi perilaku ketua yang seharusnya bisa ketua rubah, tidak sepantasnya Ketua di tim ini hanya duduk diam menyimak dan membiarkan kak Rin memimpin diskusi" ucap Risya memberi pengertian. Kaoru tersenyum


"kamu benar.." ucap Kaoru yang kali ini juga membuat seisi ruangan menatap tak percaya pada Risya dan Kaoru. "kamu sekarang jadi tambah menarik di mata saya, perempuan yang benar benar menarik" ucap Kaoru menyeringai. Kaoru lalu berdiri dari duduknya "Maafkan saya atas perlakuan saya selama ini sebagai ketua, ku harap kalian tidak keberatan dengan itu" ucap Kaoru sedikit membungkuk


"astaga.. gadis itu benar benar bisa membuat Kaoru mengubah pemikiranya, ini adalah pertama kalinya" batin Rin begitu terkejut. "gadis itu!! bagaimana bisa dia membuat Kaoru menjadi seperti ini!" batin Midori menatap tak percaya pada Risya. "ini hebat, Kaoru bahkan dapat takhluk pada Risya, dia seharusnya bukanlah gadis biasa" batin Naori tersenyum.


"dan untuk Risya, sebagai tanda terimakasihku, aku ingin mengajakmu makan siang setelah misi ini, bagaimana?" tanya Kaoru tersenyum tipis. "tentu ketua" ucap Risya tersenyum tipis, Kaoru pun segera keluar dari ruangan.


"woahh Risya!! kamu henat bisa mengubah pemikiran teman semasa kecilku itu, kamu tahu?! dia sama sekali tidak pernah meminta maaf sejak kecil dan kamu malah mampu membuatnya meminta maaf, hebat!!" ucap Rin memuji.

__ADS_1


"senior Rin benar, bagaimana bisa ketua Kaoru bisa takhluk pada ucapanmu!!, ini hebat, dan bahkan ketua tertarik padamu!?" ucap Naori memuji. "biarpun begitu aku tetap akan setia pada pacarku" ucap Risya tersenyum tipis, "eh kamu punya pacar?" ucap Rin terkejut, dia merasa malu, dialah yang tertua di timnya dan dia jugalah yang menjomblo paling lama setelah Midori.


"iya.." ucap Risya tersenyum tipis. "ohh kalau begitu lain kali kita bisa makan bersama dengan para anggota blue wings, ajak pacarmu dan kenalkan pada kami" ucap Rin antusias. "tentu.." ucap Risya tersenyum. "sudah selesai ngobrolnya?,ayo pergi, kita harus segera menjalankan misi" ucap Midoru tidak ingin berlama lama.


"apa hanya perasaanku saja, senior Midori sepertinya tidak menyukai Risya" ucap Naori yang langsung di angguki Rin. "benar, itu karena wajah Risya sangat mirip dengan mantan kekasihnya yang sekarang sudah tiada" ucap Rin yang membuat Risya juga Naori terkejut.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


TERUS DUKUNG CERITA INI


DENGAN CARA BACA


VOTE, RATE, LIKE AND COMENT


UNTUK EPISODE SELANJUTNYA


AKAN UPDATE BESOK


SEE YOU**

__ADS_1


__ADS_2