Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Seorang Bos Besar


__ADS_3

.


.


.


.


.


Mendengar kata "Foto", Okita teringat pada foto profil Risya yang sempat ia lihat adalah foto Key bersama Risya. Itu memang membuat Okita kesal. Namun dengab adanya foto Risya dan Okita, Okita akan menyuruh Risya untuk menjadikan itu foto profilnya. Jadi Okita setuju pada ada usulan Risya.


Cekles~~


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Risya dan Okita kembali melanjutkan acara jalan-jalan mereka ke sebuah lantai teratas mal, itu adalah lantai di mana hanya orang-orang tertentu saja yang bisa memasuki tempat itu. Itu adalah tempat di mana barang dan pakaian-pakaian impor dari merek terkenal yang hanya ada beberapa di dunia.


Melihat semua itu Risya terkejut, benda-benda itu memang terlihat cantik dan sangat menarik, namun bagi Risya, itu memang terlihat cantik tapi tidak satupun yang sesuai dengan kreterianya.


Risya terhenti ketika melihat sebuah pakaian lengkap yang di pajang di balik lemari kaca di dalam mall itu. Bukan karena pakaian itu cantik, namun itu karena pakaian itu adalah cosplay dari visual karakter kesukaanya di sebuah buku novel yang sering ia baca.


Risya benar-benar tertarik dengan itu. "Kamu menyukainya?" tanya Okita pada Risya yang tampak memandang pakaian itu dengan tayapan berbinar-binar.


"Sebenarnya tidak, tapi itu adalah pakaian dari Kak Zero" ucap Risya tanpa sadar. Mendengar nama itu, Okita menatap tidak suka pada Risya. "Siapa Kak Zero?!" ucap Okita tampak marah.


Risya tersadar dirinya telah mengatakan suatu hal yang membuat Okita salah paham, Risya segera menenangkan Okita, dia tahu kalau Okita marah maka diirnya juga akan ada dalam bahaya malam ini. "Ah etoo, dia bukan orang Okita, itu hanya karakter visual novel yang ku suka, itu saja!" ucap Risya meyakinkan.


Okita tampak meragukanya, namun memilih percaya setelah melihat kembali pakaian yang menarik perhatian Risya, itu memang adalah pakaian berupa baju Zirah perang yang lengkap dengan pedang buatan yang terlihat nyata, tidak heran kalau Risya tertarik dengan itu.


"Sebaiknya kita pulang, ini sudah larut, aku tidak ingin kamu tidur terlalu malam" ucap Okita menarik tangan Risya kembali. "Kalau kau mau menurutiku kali ini, aku janji akan memberikan pakaian zirah itu sebagai koleksimu, bagaimana?" tanya Okita tersenyum jahat.


"Sepakat!" ucap Risya cepat, entah apa yang merasukinya hingga tidak mengoreksi dengan benar perkataan Okita dan tidak berpikir panjang terlebih dahulu.


.......

__ADS_1


Risya bersiap untuk tidur di kamar bawah yang berbeda dengan kamar Okita.


Namun setelah kembali dari kamar mandi, Risya terkejut ketika melihat Okita sedang berbaring pada kasurnya. "Okita?!" kejut Risya, itu menyadarkan Okita dari menatap dinding-dinding langit.


Okita tersenyum, "aku ingin tidur bersamamu, kau tak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan apapun padamu malam ini" ucap Okita menopang samping kepalanya dengan kepalan tanganya. Risya menghampiri Okita.


"Baiklah.." ucap Risya setuju, lagipula dengan adanya Risya di samping Okita, Okita akan dapat tidur sedikit lebih lama.


Okita bangkit dan mengambil obat pada rak yang ada di samping tempat tidur, itu adalah obat tidur yang sering di pakainya.


Namun, ketika Okita ingin meletakan obat itu di mulutnya, tanganya segera di tahan oleh Risya. Okita menoleh dan menatap Risya yang tampak menggeleng sebagai tanda agar Okita tidak meminum obat itu.


"Tapi aku tidak bisa tidur tanpa ini.." tutur Okita pada Risya. Risya memposisikan dirinya di hadapan Okita. "Aku akan memelukmu sebagai gantinya, kalau kamu terus meminum obat-obatan ini, bukanya sembuh kau malah akan semakin sakit. Obat-obatan tidak akan selalu bisa membantumu!" ucap Risya mencoba membuat Okita mengerti, Okita tersenyum tipis "baiklah".


Sesuai janji, Risya memeluk Okita untuk bisa menenangkanya. "Tidurlah, hilangkan semua kegelisahan di hatimu... Aku Tidak Akan Meninggalkanmu" ucap Risya yang membuat hati Okita sedikit tenang.


Itu membuat Okita maupun Risya tertidur secara bersamaan.


Okita terbangun di kala dirinya kembali memimpikan Risya yangeninggalkanya, Okita segera menatap jam.


Okita menoleh ke arah Risya yang tertidur dengan nyenyak. Okita mendekat ke arah Risya dan sedikit mengusap lembut rambutnya dan lalu mencium keningnya. "Aku akan kembali mencoba percaya padamu, kumohon kamu manfaatkan sebaik-baiknya rasa kepercayaanku ini, jangan pernah meninggalkanku lagi Risya" batin Okita yang kembali berbaring di samping Risya walau dirinya tidak tertidur dan hanya menatap wajah Risya yang cantik itu.


......


Risya terbangun. Lagi-lagi di sampingnya sudah tidak terlihat Okita, Riaya menyapu penglihatanya ke segala arah untuk melihat keberadaan Okita.


"Sudah bangun? mandi dan bersiap-siaplah, aku akan mengantarmu ke kantormu" ucap Okita yang terlihat sudah siap dengan stelan jas lengkap kerjanya.


"Astaga!! bukankah ini masih terlalu pagi? kenapa kamu bersiap-siap terlalu cepat?" tanya Risya mengerutkan keningnya. Okita tersenyum. "Karena aku ingin mengajakmu ke suatu tempat sebelum jam kerja di mulai" ucap Okita lembut.


Risya mengangguk paham dan segera menuju kamar mandi dengan membawa handuk yang dia ambil dari lemarinya.


.....


Risya telah siap dengan pakaian biasanya, dengan celana ketat berwarna hitam juga sweter putih dengan beberapa kata tulisan indah di depanya, sepatu putih juga rambut coklat yang di ikat satu ke atas, itu benar-benar membuat Risya terlihat cantik dan berenerjik.

__ADS_1


Dengan tas ransel ukuran sedang yang menjadi tempat bajunya di letakan, Risya pergi bersama Okita dengan menggunakan mobil.


"Jadi, kamu mau membawaku kemana?" tanya Risya setelah memasuki mobil Okita. "Apa kamu menyukai buku novel karya Oshima Ariya?" tanya Okita dengan senyum di wajahnya.


Mendengar itu, entah kenapa membuat Risya menjadi sangat bersemangat, "Tentu saja! sejak SMP, aku sudah sangat menyukai karyanya itu!" ucap Risya dengan pasti.


Okita kembali tersenyim dan membuka bagian loker mobil yanga ada di depan Risya. Itu adalah sekumpulan buku novel kelanjutan karya Ariya yang sangat jarang di temukan di Tokyo maupun kota lainya.


Risya tentu saja terkejut, pasalnya dirinya sangat sulit sekali untuk menemukan buku-buku yang dengan mudahnya di dapat Okita itu. "Bagaimana kamu mendapatkanya?!" ucap Risya memeriksa buku-buku itu dengan seksama.


"Astagaa! akhirnya aku menemukan kelanjutanya" batin Risya sangat senang. "Karena kamu sangat mentukainya, bagaimana kalau pagi ini kita bertemu denganya?" tanya Okita menawarkan, "Apa bertemu Ariya? Dia kan penulis terkenal, apa dia mau bertemu denganku?" tanya Risya tidak enak.


Okita terkekeh, "Kamu lupa? bukankah karya Ariya yang di terbitkan di beberapa negara itu berasal dari perusahaanku, dia adalah sala-satu pegawaiku" ucap Okita mengingatkan Risya.


Risya tertegun dan lalu kembali memeriksa belakang sampul buku itu, di sana tertera nama perusahaan yang menjadi tempat dimana karya buku itu di ciptakan.


"Bos besar" ucap Risya tidak enak, dia sadsr dirinya bertingkah bodoh pagi ini, itu benar-benar memalukan baginya.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


MAAF KARENA KEMARIN TIDAK UPDATE


TERUS DUKUNG KARYA THOR DENGAN CARA


LIKE


RATE


VOTE


AND COMENT


SEE YOU**

__ADS_1


__ADS_2