
.
.
.
aku hanya ingin kamu tahu
bahwa aku bukanlah gadis
yang gampang kamu mainkan sesuka hati
kalau kamu bisa melakukanya
itu berarti aku juga akan bisa
(diary Risya)
.
.
.
.
"kamu cantik.."ucap Okita menyentuh kulit wajah Risya, mendengar penuturan Okita Risya segera mengeluarkan rona merah padam di pipinya, "j jangan memujiku!! aku tidak akan terpengaruh!"ucap Risya menahan rona wajahnya, Okita menyeringai, tanganya belum berpindah dari kulit wajah Risya, ia memindahkan pony Risya yang agak panjang ke belakang telinga Risya, "kamu gadis yang cantik juga...lezat"ucap Okita menahan seringaianya, "mesum!!"ucap Risya menepis tangan kiri Okita itu, Okita sedikit tertawa, "aku menyukaimu.."tutur Okita lagi
__ADS_1
mendengar itu Risya kembali di landa rasa malu, pipinya kini benar benar berwarna merah padam, "berhentilah mengatakan hal hal yang tidak akan bisa kamu buktikan nantinya Okita!!"ucap Risya menahan agar rona merahnya mereda, Okita kembali menyentuh Risya tapi kali ini Okita menarik tenguk Risya dan menyatukan bibir nya dengan Bibir Risya sekilas, "aku bisa membuktikanya.."ucap Okita menatap dalam mata Risya yang wajahnya masih sangat dekat jaraknya dengan wajah Okita
๐๐๐๐*
Risya hanya bisa menarik kepalanya kembali dan langsung mengalihkan pandanganya dari Okita, Okita hanya menyeringai, Okita lalu memainkan rambut Risya yang panjang dan menjuntai di depan wajah Okita, "Rambut yang halus"batin Okita masih menyentuh rambut Risya, "Okita.. bisakah ku mohon kamu jangan menciumku seenaknya lagi?, aku tidak mau menyakiti pacarmu.."ucap Risya merasa bersalah, ia merasa dirinya sekarang seperti selingkuhanya Okita, "kamu pacarku! apa yang salah dengan menciumu?"ucap Okita tanpa ada rasa bersalah sedikitpun
"pacar?..bukankah sekarang aku terlihat seperti selingkuhanmu Okita?!"ucap Risya terkekeh, "aku tidak bercanda! kamu pacarku, apa yang salah dengan itu?"ucap Okita lagi santai,
"terus? bagaimana dengan calon tunanganmu?, bukankah jika aku berpacaran denganmu dia akan sakit hati dan malah tidak jadi menikah denganmu?"ucap Risya sembarang, "itu bagus, dengan begitu aku bisa menikahimu"ucap Okita tersenyum menyeringai, "segampang itu kamu bisa menyakiti perasaan wanita, bagaimana kalau dia bunuh diri karena kamu?"ucap Risya lagi sembarang, "apa itu urusanku?"ucap Okita tidak peduli
"kalau kamu segitu tidak pedulinya dengan calon istrimu itu, kenapa kamu menyelamatkanku saat aku mencoba bunuh diri?, hal itu membuktikan kalau kamu egois dan tidak memiliki perasaan iba sama sekali!!"ucap Risya kecewa, "aku hanya peduli denganmu"ucap Okita menyentuh kulit wajah Risya, lalu ia mendorong bahu Risya hingga Risya terbaring di kasur milik Okita, Okita lalu mengurung Risya di bawahnya dengan tangan Kirinya sebagai tumpuan
"karena aku hanya menyukaimu.."ucap Okita lagi ketika jarak wajahnya dan wajah Risya cukup dekat, "dan kamu juga menyukaiku"ucap Okita lagi memperpendek jarak wajahnya dengan wajah Risya, ia mencium Risya tapi tidak di bibirnya, kali ini ia mencium dahi Risya, Risya tertegun, ia berpikir bahwa Okita akan mencium bibirnya, entah kenapa sekarang ia merasa sedikit kecewa..
Okita bangkit dan menuruni Ranjang, "mau ke mana?"tanya Risya melihat Okita ingin meninggalkanya di kamar tidur, "aku mau mandi, kamu mau membantuku?"ucap Okita yang kini melepas bajunya di tempat, sontak Risya menutup kedua matanya, "apa yang kamu lakukan?!!, pasang kembali bajumu!!"panik Risya tak karuan, Okita terkekeh, "tubuhku bagus kok, kamu tidak perlu takut seperti itu!"ucap Okita menyeringai, Risya tetap tidak membuka matanya
"sudah puas melihatnya?"ucap Okita menyeringai, Risya kemudian menatap wajah Okita, "kalau kamu mandi lukamu bisa basah"ucap Risya datar, sebenarnya di sana terlihat sedikit kekhawatiran, "aku tidak bisa tidak mandi, lagipula lukaku cuma di tangan kananku kan, ini masih bisa di atasi"ucap Okita menganggap remeh, "biarkan aku membantumu.."ucap Risya lagi, Okita terkejut, "apa? dia mau membantuku?! apa dia tidak sadar aku ini laki laki, bisa saja nanti aku menerkamnya habis habisan di kamar mandi.."batin Okita masih tidak percaya, "aku akan menutup mataku, dengan begitu aku tidak akan melihat apapun, aku cuma akan mengurus tangan kananmu saja"ucap Risya yang mulai paham isi kepala Okita
"terserah kamu"ucap Okita berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Risya mencari kain untuk menutup matanya, mereka pun menuju kamar mandi, untungnya di sana masih terdapat bathtub, Risya terkejut ketika melihat Okita berendam di Bathtub nya dengan mata tertutup, tidak lupa ia meletakan tangan kananya di pinggiran Bathtub agar tidak terkena air, Risya terkejut milihat tubuh Okita, sesegera mungkin ia menutup matanya dengan kain
Risya mendekat ke arah Okita, merasa ada pergerakan di sekitarnya Okita segera membuka matanya, "Risya?!"ucap Okita terkejut dengab gadis di depanya yang benar benar akan membantunya, "bagaimana kamu mau membantuku dengan keadaan mata tertutup?"ucap Okita bingung. "Aku di latih pendengaranku dalam beladiri mata tertutup, dengan itu aku bisa memperkirakanya.."ucap Risya agak gugup karena di saat beladiri mata tertutup itu hanya dirinya yang di latih, alasanya karena hanya dia lah yang terkuat untuk bertanding melawan perguruan lain, itu pun ia masih banyak kesalahan dalam latihan itu
Risya mendekat ke arah Okita, sedangkan Okita hanya menatap tak percaya pada Risya, "..Risya, aku masih bisa menggunakan tangan kiriku..kamu tidak perlu melakukan ini.."ucap Okita takut dirinya akan tidak terkendali kalau Risya benar benar akan menyentuhnya, "..tapi.."ucap Risya merasa bersalah, "kamu kembali saja ke kamarku ya.."ucap Okita menyarankan, Risya tidak merespon hingga akhirnya Okita menarik lenganya dan mencium bahkan ******* bibirnya, Risya terkejut, Okita tak menghentikan ciumanya hingga pasokan Oksigenya hampir habis, "ha...haa...kembali ke kamarku, kalau kamu berada lebih lama lagi di sini, aku tidak bisa menjamin kamu akan baik baik saja"bisik Okita di samping telinga Risya, Risya tertegun sedektik lalu ia berbalik dan membuka penutup matanya, dengan cepat ia keluar dari kamar mandi itu
"gara gara kamu aku harus mandi air dingin, wajahnya tadi benar benar sangat manis" batin Okita menghela nafas berat, sedangkan Risya hanya malu malu sendiri duduk di sofa, dia tadi sudah mandi di rumahnya, itu sebabnya dia tidak perlu mandi lagi, Risya mentap arah keluar jendela dan mendapati pemandangan sana yang sangat indah, Penthouse Okita berada di ruang gedung paling atas, itu sebabnya dari kamar Okita dapat di lihat perkotaan yang sangat indah, "apa yang kamu lakukan di situ?"ucap Okita yang tiba tiba mucul dari belakang Risya, kini Okita telah berpakaian lengkap, setelanya sekarang memakai jaket tanpa resleting berwara hitam, dengan celana jeanse senada, tak lupa sepatu berwarna putih di kakinya, memang ia akan pergi malam ini
"tidak..aku hanya melihat wilayah sekitar kota, ternyata pemandangan dari sini sangat indah ya.." ucap Risya masih memandangi luar jendela. Okita diam, "..Risya, aku ada janji hari ini, aku pergi dulu ya, kamu tunggu saja di sini.."ucap Okita menatap Risya, "dengan siapa?"ucap Risya penasaran, "aku akan pergi dengan calon tuna-"ucap Okita terpotong oleh ucapan Risya,"pergi saja!"ucap Risya menatap arah luar jendela lagi, "mungkin aku akan pergi hingga larut malam, jangan menungguku, kalau mau makan bilang pada pelayan yang ada di lantai bawah, kalau mau tidur,tidur saja di kasurku, lalu-"ucap Okita terpotong lagi, "kamu terlalu banyak bicara,aku paham!! pergilah!"ucap Risya kesal
__ADS_1
"baiklah.."ucap Okita mendekat ke arah Risya lalu ia memeluk Risya erat dari belakang, "aku akan kembali secepat mungkin"ucap Okita lalu melepas pelukan itu dan beranjak pergi, sedangkan Risya hanya menempelkan tanganya pada kaca jendela kamar Okita, "dia saja pergi dengan wanita lain, kenapa aku tidak?!, aku juga bisa kan!"gumam Risya segera merohoh telpone nya dan menelpon Kevin, "kak kevin, apa tawaran kakak untuk makan malam ini masih berlaku?"tanya Risya sopan, "tentu!,apa kamu mau?"ucap Kevin semangat, dia tidak memperdulikan Okita karena setahunya Okita dan Risya sama sekali tidak punya hubungan
"iya kak, malam ini ya.."ucap Risya lalu mematikan sambungan telonenya, dia tidak membawa pakaian berpergian, sedangkan pakaianya yang sedang ia pakai ini tidak akan mungkin lagi ia pakai malam nanti, maka dari itu ia memustuskan akan memakai rok sekolahnya dengan atasan jaket bermotif shepherds check (jenis jaket bermotif kotak), tak lupa ia juga akan memakai sepatu putih semata kaki miliknya
SKIP
"apa kita bisa pindah tempat kak?"tanya Risya tidak bernafsu makan ketika melihat menu di depanya, "kenapa memangnya?"tanya Kevin merasa ada yang salah, "aku mau ke klub"ucap Risya membuat Kevin membelalakan matanya, "apa klub?!!, untuk apa?"ucap Kevin tidak percaya, "kalau kakak tidak mau menemaniku baiklah, aku akan pergi sendiri, kakak makanlah di sini, sampai jumpa"ucap Risya kini melambaikan tanganya di kala berjalan keluar restorant, tiba tiba tanganya di cekal oleh kevin, itu membuat Risya menoleh ke belakang, "aku tidak akan tenang kalau membiarkanmu pergi sendirian"ucap Kevin serius, dia lalu menggenggam tangan Risya menuju motor miliknya
sesampainya di club Risya bukanya bergembira ia malah lebih terlihat frustasi, bahkan dia menghabiskan hingga 4 gelas kecil akohol, itu membuat Kevin membelalakan matanya, ketika Risya ingin meminum gelas akohol ke lima Kevin segera menghentikanya, ia bahkan mengambil gelas Risya dan meminum Akohol itu, "kamu bisa mati kalau terus minum!!"teriak Kevin melihat Risya yang tengah mabuk
kalau saja kevin tidak menemani Risya, pasti Risya sudah menjadi incaran om om berhidung belang yang sedari tadi menatap Risya lekat, Kevin menggendong Risya ke motornya dan membawanya pulang, sebelum berangkat kevin menanyakan alamat Rumah Risya, Risya menjawab, tapi bukanya menjawab alamat rumahnya Risya malah menjawab alamat rumah Okita, "kamu tinggak di penthouse?"tanya Kevin yang melihat gedung di depan matanya, "yaaa penthouse paling atas...hik, kak kevin...makasih..hik"ucap Risya di kala mabuknya, kevin hanya menghela nafas berat dan menggendong kembali Risya menuju lantai atas dengan menggunakan lift, sesampai di sana pelayan segera membukakan pintu dan menggantikan Kevin untuk memandu Risya masuk ke dalam penthouse
Risya di pandu menuju kamar Okita, di sana sudah terdapat Okita yang duduk di ranjangnya sembari mengobrak abrik isi tas Risya, "hei!! apa yang kamu lakukan pada tasku!!"ucap Risya setengah berteriak akibat mabuknya, Risya mendekat ke arah Okita yang tengah menatapnya curiga, Okita melihat dengab jelas rona wajah yang ada pada Risya di tambah cecegukan yang Risya alami, "apa dia mabuk?"batin Okita menatap Risya yang kini ada di depanya, Risya menepuk kedua belah bahu Okita dan menatapnya kesal, "hei...kamu..hik.. aku akan membalas semuanya...hik"ucap Risya lagi lalu mendorong bahu Okita hingga sekarang Okita berada dk bawah kukungan Risya, Okita yakin bahwa gadisnya itu habis minum, bau akohol dari tubuh Risya menjadi buktinya
"kamu mabuk!?, bukankah sudah ku bilang jangan pernah minum minuman yang menagndung ako-"ucap Okita marah, namun ucapanya terpotong karena Risya yang tiba tiba menciumnya, Okita kini benar benar membelalakan matanya, dia terkejut Risya bisa melakukan itu walau caranya berciuman benar benar sangat buruk, tak berhenti di situ Risya menenggelamkan wajahnya di lekuk leher dan bahu Okita, kini ia menggigit bagian sana, selesai di bagian leher, Risya menangkup kedua pipi Okita dan menciumnya sekali lagi, Okita terkejut, tapi tiba tiba birahi laki lakinya menyala
ia menahan kepala Risya yang ingin mengakhiri ciumanya, Sekarang Okita yang memimpin permainan, setelah ciuman itu berakhir Okita memindahkan tubuh Risya agar berada di bawahnya, ia lalu menuruni ranjang, dia masih memiliki akal sehat untuk tidak meniduri perempuan yang sedang mabuk, ia segera menuju kamar mandi, "arghh kamu kenapa jadi liar begini sih!"batin Okita mengacak rambutnya di kala perjalananya menuju kamar mandi, sedangkan Risya hanya diam tapi kemudian menangis sambil memandangi langit langit kamar Okita
**Tbc...
**SEGINI DULU YA
TERIMAKASIH ATAS DUDUNGANYA
JANGAN LUPA TAMBAH KE FAVORIT๐
ITU KALAU MAU
__ADS_1
LIKE,RATE,VOTE,AND COMENT, BAKAL KU BALAS DENGAN SESUAI, TERIMAKASIH****...