Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Dasar Iblis Mesum!


__ADS_3

.


.


.


.


.


"Di sini rumahku! aku tidak ingin Sugi mendengarnya!" ucap Risya mencari alasan. "Aku tidak peduli" ucap Okita kembali menyeringai dan melepaskan pakaian Riaya yang kala itu hanya memakai baju tidur.


......


Sementara itu sesosok laki-laki di luar kamar itu hanya cengir-cengir sambil kembali mendekatkan telinganya ke pintu kamar Risya. "Hahaah, kakak ipar melakukanya dengan baik" gumam Sugi dengan suara


kecil sambil mendengarkan suara yang di buat oleh dua orang dari dalam kamar tersebut.


๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ


pada sebuah meja makan berbentuk kotak telah sedia berbagai macam makanan, orang-orang yang berada di sana pun cukup ramai. Namun, mereka semua memilih diam dan ikut merasa canggung satu sama lain. Itu akibat kecanggungan di antara kedua orang di meja makan tersebut yang menyebarkan atmosfer berlawanan.


Okita masih mempertahankan senyumnya di kala mengingat kegiatan panas yang mereka lakukan tadi malam. Berbeda dengan Risya yang sesekali melirik Okita dengan emosi yang memuncak. Bagaimana tidak marah, malam itu Okita membuat Risya sakit di seluruh badanya.


Bahkan saat ini pun, Risya masih merasakan sakit akibat kegiatan tadi malam, belum lagi dengan tenaganya yang terasa habis dan membuat tubuhnya lemas itu.


Dengan penuh kekesalan, Risya memegang garpu dan menusukanya ke.daging di piringnya dengan cepat. Itu membuat Sugi maupun kedua orang tuanya merasa takut akan kekuatan Risya yang menghasilkan bunyi mengerikan dari piring, garpu dan pisau itu.


"Eh.. Risya, apa yang terjadi padamu?" ucap sang Ibu memberanikan diri untuk bertanya. Risya menoleh dan tersenyum tipis, "Tidak ada, hanya saja aku sedang kesal dengan seorang iblis saat ini" ucap Risya kembali membuat suara mengerikan dari pisau dan garpu miliknya.


Namun, tanganya di hentikan oleh sebuah tangan besar yang menggenggam pergelangan tanganya. Risya menoleh ke arah pelaku yang tampak masih tersenyum ke depan. Dari wajahnya, Risya dapat mengartikan apa arti dari senyuman Okita kali ini.

__ADS_1


'lakukan saja jika kamu ingin aku membuatmu tidak bisa berjalan lagi siang ini'


Itulah pengertian yang di dapat oeleh Risya ketika menatap senyum pada wajah Okita. Risya menghentikan aktivitasnya dan mencoba membuat jarak sejauh mungkin dari Okita.


Okita menoleh dengan senyumanya, menarik tangan Risya dan menyuapkan daging yang ada di garpu miliknya ke mulut Risya. "Makanlah yang banyak, dan ingat untuk tetap menjaga kesehatanmu. Demi calon bayi kita nanti" ucap Okita yang membuat kedua orang tua Risya termasuk Sugi tertawa dengan kerasnya.


"Dengar itu kak? Kakak ipar meminta seorang bayi darimu. Apa kamu mampu kak?" ucap Sugi dengan cengiran khasnya.


Wajah Risya kini benar-benar memerah. "Apa maksudmu! kita baru saja menikah, dan kamu meminta anak dariku begitu cepat!" ucap Risya menyembunyikan rona merah di wajahnya.


"Apa salahnya" ucap Okita polos. "K Kamu!" ucap Risya kembali menyembunyikan rona merahnya dengan kedua tanganya.


"Kurasa orang tuamu juga tidak masalah dengan itu. Bagaimana kalau kita mulai project untuk membuat seorang keturunan?" tanya Okita menyetuh bagian perut Risya seakan-akan sudah ada di sana calon keturunan yang dia harapkan.


Risya menepis tangan Okita dan menatapnya kesal. "Tidak ada apapun di sini!" ucap Risya yang kemudian melanjutkan acara makanya dengan perasaan kesal. Sedangkan Okita hanya sedikit terkekeh dengan tingkah Risya yang menurutnya tampak sangat manis.


........


"Aku dan Okita pergi dulu ayah, ibu... dan adik nakalku ini" ucap Risya mengacak-ngacak rambut adiknya yang bertubuh lebih tinggi darinya. "Rasanya kamu bertumbuh tinggi cepat sekali sugi!" kesal Risya menatap adik satu-satunya itu.


Okita merangkul pinggang Risya tiba-tiba, membuat Risya agak malu dengan perlakuan Okita itu di depan orang tuanya. "Kami pergi dulu ayah dan ibu mertua... Saya akan mengantarkan pesawat pribadi lagi ke sini besok, saya harap kalian bisa datang di acara resepsi pernikahan kami" ucap Okita tersenyum.


Okita dan Risya pun memasuki pesawat pribadi.


......Di dalam pesawat


Okita terus melirik Risya yang diam memandang ke arah jendela. Entah apa yang menarik di awan-awan itu sehingga dirinya terus menatap ke arah sana tanpa menoleh.


"Kamu marah padaku?" tanya Okita menatap Risya yang masih tidak mengalihkan pandanganya ke luar jendela. Risya tidak menjawab, membuat Okita kesal dan mengukung Risya di bawahnya dengan cepat.


"Aku bertanya padamu!" ucap Okita dengan nada kesal. "Tidak, aku tidak marah padamu... Tapi Okita, bisakah kita tidak berhubungan badan dulu untuk saat ini?" tanya Risya yang sudah mengetahui apa jawaban dari Okita.

__ADS_1


"Tidak!" tolak Okita segera. Risya mengalihkan pandanganya ke samping. "Okita, mungkin saja sekarang kamu berada dalam bahaya. Aku tahu Key, dia tidak akan main-main pada ucapanya, di tambah lagi dia adalah lulusan terbaik dari universitas kuliah kami... Aku berpikir kala-" ucap Risya segera di hentikan oleh jari telunjuk Okita yang menyuruhnya untuk diam.


"Antara aku dan dia... apa dia bisa di bandingkan denganku yang dengan mudahnya melangkahi kelas dan lulus lebuh awal karena kemampuanku ini? Dan ku harap padamu Risya, jangan pernah lagi kamu memilirkan Key ataupun laki-laki lainya selain aku" ucap Okita tiba-tiba melembutkan nada bicaranya.


Bahkan Risya nampak heran dengan perubahan nada bicara Okita itu. "Melangkahi kelas?" tanya Risya dengan terkejut. "Ya, aku sudah dari 6 tahun yang lalu lulus kuliah. Dengan melangkahi beberapa kelas dan beginilah" ucap Okita menjelaskan.


Dia melepaskan kukunganya dari Risya dan membenarkan posisi duduk mereka. "Kamu menghawatirkanku, itu sudah cukup membuatku senang. Tapi kamu tidak perlu khawatir, meskipun Key suatu hari melampauiku, aku berjanji akan tetap melindungimu" ucap Okita menangkup kepala Risya dengan kedua tanganya dan mendaratkan sebuah ciuman pada dahi Risya.


Risya tersenyum tipis. 'Kurasa Okita tidak sejahat yang aku kira. Dia memiliki sisi lembut yang misterius seperti ini benar-benar hal yang baik bagiku' batin Risya menatap wajah Okita yang tampak lebih berwarna.


"Okita, ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Risya tiba-tiba serius. "Mengenai ayahmu... apa dia setuju dengan pernikahan kita? bukankah dia yang memaksamu untuk menikah dengan Yuki?" tanya Risya yang juga mengubah raut wajah Okita segera.


"Tentu saja tidak... tapi dengan kekuasaan yang telah aku miliki, aku sudah tidak takut lagi menghadapi ayahku beserta perusahaan besarnya itu. Kamu tenang saja, tidak akan ada yang berani menyakitimu" ucap Okita menenangkan.


"Aku tak perlu perlindunganmu! aku seorang polisi dan aku bisa menjaga diriku sendiri!" ucap Risya agak tidak suka dengan ucapan Okita saat ini. Okita terkekeh, "Denganku saja kamu kalah telak" ucap Okita yang membuat Risya seakan di tusuk oleh sebuah jarum yang tajam.


"Kepintaranmu masih jauh di bawahku, ketenaranmu juga.. dan satu lagi, kekuasaanmu juga jauh di bawahku.. jadi apa salahnya aku melindungimu?" ucap Okita yang membuat Risya kini merasa di tusuk oleh ratusan jarum yang menggambarkan kelemahanya.


"K Kamu!"


"Berengsek! dasar sialan! Iblis mesum! arghh!" teriak Risya kesal dengan seluruh hujatan menghina dari mulut Okita. Okita tertawa melihat tingkah Risya kali itu.


**TBC


SAMPAI SINI DULU YA


KALAU ADA YANG MERASA KURANG PUAS BISA LANGSUNG KASIH SARAN DI KOLOM KOMENTAR....


KALI AJA IDEยฒ GILA KALIAN AKAN AKU MASUKAN MENJADI BAGIAN KECIL DARI CERITAKU INI NANTINYA..


SEE YOU๐Ÿ˜Š**

__ADS_1


__ADS_2