Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Mengganti Gaya Rambut


__ADS_3

"Kak Jeffry, kami pesan coklat panas 2 ya kak" ucap Michele pada Jeffry yang merupakan mantan bos dari Risya. "Jadi Risya, apa yang terjadi padamu sampai berwajah seperti itu?" tanya Michele tanpa basa-basi.


Risya diam, namun kemudian membuka sedikit mukutnya, "Key marah padaku..." ucapnya lirih dengan wajah yang sangat muram, matanya bahkan sangat terlihat habis menangis.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Risya menceritakan seluruh kejadian yang ia alami, termasuk Okita yang mengalami Insomnia akut karenanya.


Michele memandang terkejut pada Risya. "Kamu tahu? Seumur hidupku tidak pernah sekalipun aku melihat dirimu semurung ini selain saat kamu menceritakan tentang Okita padaku, dan sekarang apa kamu benar-benar telah jatuh cinta pada Key?" tanya Michele menatap Risya dengan tatapan sedikit emosi, dia tidak pernah tahan melihat Risya semurung itu.


"Aku tidak tahu, karena saat akau bersamanya dan saat aku bersama Okita itu terasa berbeda. Ada kala di mana aku senang bersama Key, dan ada kalanya pula aku senang bersama Okita." tutur Risya menatap tanganya yang ia mainkan di atas meja cafe. "Tapi, sifat Key membuatku sadar, bahwa aku telah menyakiti hatinya. Kalau aku meninggalkan Okita deminya, apa Okita akan baik-baik saja dengan insomnia akutnya itu. Dia bisa saja menjadi sangat menderita akibat insomnia yang membuatnya selalu kelelahan" ucap Risya masih berfikir keras.


"Aku rasa, Key juga salah. Tidak sepantasnya dia juga ikut menekan dirimu yang juga sedang terpuruk ini." pendapat Michele sambil menyeruput coklat panas yang barusaja di antarkan pelayan.


"Aku bingung, aku harus bagaimana? Aku tidak bisa meninggalkan Okita dan di sisi lain aku tidak ingin mengecewakan dan membuat marah Key" ucap Risya mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya berulang kali.


"Aku rasa lebih baik kamu bersama Okita dulu, masalah Key aku dan Kevin akan membantumu sebisa mungkin" ucap Risya memberikan perhatian, Risya tersenyum tipis "terimakasih Michele" ucapnya.


"Risya, keperibadianmu telah banyak berubah rupanya" ucap Michele menatap Risya yang kala itu memakai baju pemberian Okita. itu baju T-shirt putih dengan rok berbahan jeans sepaha juga rompi seperut yang menghiasi tubuhnya.


"Ini baju dari Okita, bukan gayaku sebenarnya memakai ini. Tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin kan aku memakai baju dress bekas pertunangan Ayana saat itu?" ucap Risya yang tidak ingin dirinya di bilang feminim. "Hahaha, aku bercanda Risya!" ucap Michele dengan nada bercanda.


"Baiklah, sepertinya kemurunganmu juga sidah berkurang. Kalau begitu ayo temani aku belanja!"teriak Michele menarik lengan Risya. "Hei ini sudah hampir menjelang sore! yakin masih mau belanja?" tanya Risya yang sama sekali tidak mengerti dengan oemikiran temanya itu.

__ADS_1


"Tentu saja!" ucap Michele masih menarik lengan Risya dengan seenaknya.


MALL


Risya dan Michele kini berada di dalam mall, Michele sangat bersemangat dalam memilih baju, tapi tidak dengan Risya.


dia lalu melihat sebuah jam tangan yang menurutnya bagus untuk dirinya. jam tangan coklat itupun ia beli.


Namun pandanganya tak berhenti sampai di sana, kini dia melihat sebuah jam tangan laki-laki berwarna hitam, harganya memang cukup mahal namun itu sudah tidak mahal lagi di mata Risya. Entah kenapa hati Risya terdorong untuk membeli jam tangan itu. Dia pun membelinya dan segera menghampiri Michele yang masih berkutat dengan belanjaanya.


"Risyaa! aku tadi belihat baju yang cantik sekali, dan kamu tahu? itu sangat cocok untukmu!" ucap Michele dengan heboh. "Aku tidak tertarik membeli ba..-" ucap Risya yang terpotong akibat sebuah telapak tangany yang mengelus bagian luar dari pahanya, Risya sontak kaget dan menendang orang itu keras.


"Risya! apa apa?" teriak Michele terkejut. Risya segera memeluk tubuhnya sendiri dan memundurkan langkah dari pria yang berani menyentuhnya. "Pria mesum!" ucap Risya kesal. Pria itu terlihat telah berumur 30 tahun an.


Dia terkekeh mendapat tendangan dari Risya, namun itu tidak cukup kuat untuk merobohkan tubuhnya yang sebenarnya lebih besar dari Risya. "Tidak seharusnya aku memakai pakaian begini.." batin Risya menatap rok miliknya yang hanya sebatas paha. "Sudah jangan pedulikan dia, sekarang temani aku membeli baju!" ucap Risya menarik tangan Michele ke arah baju dengan celana jeans.


"Aku tidak pernah mengira pria itu berani juga di depan umum, aku ingin sekali memukulinya" ucap Michele yang kakinya sudah sangat gatal ingin menendang. "Aku juga begitu. Tapi, kamu lihat sendiri kan, aku merasa tidak nyaman jika bertarung dalam keadaan seoerti tadi, pergerakanku jadi terbatas" ucap Risya menghela nafas kasar.


"Oh, Risya! bagaimana kalau kita ke salon?" ajak Michele lagi dengan wajah riang, "Michele..." ucap Risya yang sudah lelah, hampir mengahbiskan waktu 3 jam untuknya dan Michele membeli baju, dan sekarang ke salon?


"Ayolah Risya! sekali ini saja ya.. ganti gaya rambutmu" ucap Michele yang langsung menarik tangan Risya kembali. "Aku hanya bisa pasrah, tapi kalau di pikir-pikir dengan adanya kegiatan ini aku jadi melupakan sejenak masalahku, ya sudahlah ..." ucap Risya tersenyum tipis.


Salon

__ADS_1


"Risya?" sapa seseorang dari dalam salon. dia adalah Yuki. "Yuki?" ucap Michele terkejut, "Ohh, ini salonku, karena kalian datang untuk merawat rambut kalian ..., dengan senang hati aku akan memberikan bonus lebih" ucap Yuki tersenyum gembira. "Waahhh terimakasih ya Yuki!" ucap Michele girang.


Sedangkan Risya hanya menurut, selain merawat rabutnya, Michele juga memesankan agar gaya rambut Risya diganti. Risya hanya diam, dia tidak terlalu peduli dengan perawatan rambutnya. Yang pasti dia akan memakai Shampo saat mandi.


Beberapa Waktu Kemudian


"Woahhh kak Risya kamu cantik sekali!" girang Yuki menatap Risya tanpa berkedip.


Sekarang Risya memiliki surai panjang bergelombang, Michele juga mengganti warna surai Risya menjadi coklat. 'Sangat Cantik' itulah deskrepsi penampilan Risya sekarang.


Namun, wajah dinginya masih tetap Sama. Itulah Risya, yang dulu merupakan gadis tercuek di sekolahnya. "Benar-benar cantik!" ucap Michele terkejut. "Kalau begitu, mari ke bar bersama!" ucap Michele lagi dengan gembira.


Risya terkejut, "Hei, sudah cukup! kita sudah hampir seharian berjalan-jalam, apa kamu tidak lelah?" tanya Risya heran. "Tidak, kalau urusan bersenang-senang, Michele tidak akan pernah merasa puas!" ucap Michele masih dengan nada gembira. "Astaga anak ini-_-" batin Risya tidak percaya.


"Kalau ke bar, aku juga ikut ya!" ucap Yuki menggandeng lengan Risya, "apa benar mereka sudah dewasa? rasanya masih mirip anak-anak" batin Risya menatap kedepan, kink lenganya benar benar di peluk oleh dua orang, dia berada di tengah tengahnya.


"Ayo ke bar!" teriak Michele terdengan oleh satu ruangan. "Memalukan!" gumam Risya menutup wajahnya sebelah, "benar-benar memalukan" gumamnya lagi.


**SAMPAI SINI DULU YA


MAAF SEBESAR BESARNYA JIKA ADA KESALAHAN, CERITA MEMBOSANKAN ATAU TERLALU LEBAY MOHON MAAF.


SAYA BARU BELAJAR...

__ADS_1


DAN SAHA PERLU MENINGKATKAN PERFORMA LAGI..


MOHON MAAF SEBESAR BESARNYA๐Ÿ™**


__ADS_2