Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Yuki Seikama?


__ADS_3

....


.


.


.


Kekalahan itu bukan berarti harus berhenti berjuang


Kadang kala seseorang harus berjuang lebih besar lagi untuk


Mencapai kemenangan


.


.


.


.


.


Hujan


Hari itu di kala suasana mencapai pagi dengan hujan deras menghujani area jalanan yang sepi juga genangan genangan air di beberapa area seorang gadis berlari menggendong seorang gadis lainya yang sudah tak sadarkan diri, menerobos hujan dengan begitu beraninya ia terus berlari, hingga sampai di sebuah rumah sakit bernama 'Hanji's hospital'


"tolong tangani dia dokter!" ucap Risya panik sampai sampai tak menyadari beberapa pasang mata menatapnya mesum di karenakan bajunya yang basah akibat menerobos hujan deras, "baik nona.."ucap sang dokter


Risya tidak langsung ke dalam, ia lebih memilih untuk menelpone temanya Michele agar ia tak khawatir, setelah mengabari Michele, Risya beranjak memasuki rumah sakit namun ia terhenti ketika benyadari ada yang menepuk  lenganya, Risya menoleh dan mendapati seorang gadis manis dengan rambut biru tua berpakaian modis sedang menatapnya, "maaf kak, sebaiknya anda mengeringkan  diri anda dulu" ucap gadis yang terlihat lebih muda dari Risya itu sembari memberikan jaket hitam manis miliknya


"terima kasih" ucap Risya mengambil jaket itu, Risya dan gadis itu lalu menduduki sala satu kursi di dalam area rumah sakit itu, "minum ini.."ucap gadis berambut biru tua itu sembari menyodorkan botol berisi minuman hangat, "terima kasih.."ucap Risya mengambil botol lalu meminumnya


"siapa namamu?"tanya Risya merasa gadis di sampinya ini adalah anak baik baik, "Yuki Seikama..kakak sendiri?"jawab yuki tersenyum manis, bahkan senyumanya itu bisa membuat jantung beberapa laki²berdebar debar, untungnya Risya perempuan😊, "namaku Risya Maeda" jawab Risya datar, dia memang jarang tersenyum


"oh ya ngomong ngomong, yang kau gendong tadi itu siapa?" tanya Yuki santai, "ohhh itu temanku, dia jatuh dan terkena benturan batu di pantai" ucap Risya berbohong, ya kali dia jujur😐, "pantas saja kau terlihat buru buru, sampai sampai berani menerobos hujan" ucap Yuki mengerti, tak lama setelah mereka mengobrol suara seorang suster menyadarkan mereka dari obrolanya

__ADS_1


"maaf nona..,adakah di antara kalian yang merupakan anggota keluarga pasien di dalam?"tanya suster itu sopan, "saya temanya"ucap Risya bangkit dari duduknya, "nona di mohon menuju meja administrasi untuk mengurus kepenginapan pasien" ucap suster itu lagi sopan, Risya pun beranjak pergi setelah mengembalikan jaket yang di pakainya ke Yuki


Yuki tersenyum lalu juga beranjak pergi ke luar rumah sakit,"ahh apa aku pergi mengunjungi Okita saja ya.." gumam Yuki berjalan menuju parkiran dengan payungnya


Apartemen Okita


Okita hanya terdiam memandangi langit langit kamarnya, sebenarnya ia seharusnya berada di penginapan bersama siswa siswa di kelasnya, tapi ia lebih memilih kembali ke apartemen nya sendiri


"gadis itu menarik.."gumamnya memikirkan sesosok gadis yang beberapa saat lalu berada di dekatnya, "wah aku lupa menanyakan namanya" gumam Okita lagi sembari  menepuk jidatnya meruntuki kecerobohanya.


......


......


Hari semakin cerah, guyuran hujan berhenti dan di gantikan oleh langit cerah, beberapa area tersisa genangan air bekas hujan yang baru saja terjadi, Risya tertidur pulas dengan posisi duduk di sebuah sofa di dalam Ruang VIP rumah sakit, tepatnya ruangan yang di diami Ayana


Ayana mulai mendapatkan kesadaranya, ia menoleh ketika menyadari ada orang lain di dalam ruangan itu,"Ri..sya"ucapnya pelan, kemudian ia mengerang ketika merasakan sakit yang sangat terasa di bagian kepalanya "Arggghh"erangnya sembari memegang kepalanya yang berdenyut hebat


Risya yang mendengar erangan itu pun terbangun dan langsung menghampiri Ayana "Ayana!?"teriak Risya panik melihat Ayana kesakitan, tak menunggu lama lagi Risya pergi meninggalkan Ayana dan memanggil dokter untuk mengurusnya


Selang beberapa waktu penanganan Ayana selesai, Ayana kembali pulih namun tubuhnya masih lemah, "Ayana..apa masih sakit?"tanya Risya khawatir, walau Risya orangnya dingin dan sering kali terlihat tidak peduli, Risya tetam peduli dengan temanya, dia tidak akan pernah membiarkan temanya tersakiti


Selang beberapa detik menduduki sofa, handpone Risya berdering menampilkan nomor penelpone yang tidak di ketahui siapa pemiliknya, 'nomer siapa ini?'batin Risya bingung, karena seingatnya ia tidak pernah memberikan nomor telpone nya ke siapapun selain orang tuanya, Michele, dan adiknya


Tanpa berlama lama Risya mengangkat telpone


"Hallo, dengan siapa?"ucap Risya formal


"dari mendengar suaraku, seharusnya kamu tahu siapa aku" ucap seseorang di seberang sana


'suara laki laki...apa jangan jangan..'batin Risya menduga duga


"Okita?"ucap Risya menjawab penelpone


"pintar!"ucap Okita lagi


"apa maumu?"

__ADS_1


"aku hanya ingin menelpone asistenku, apa itu salah?"


"sangat!!"tegas Risya


"wah wah seharusnya kau tidak ku lepaskan kemarin malam ya"jwb Okita menyeringai


"baiklahh baiklah, aku sibuk! Jadi jangan telpone aku dulu tuan!"


"hemm, sibuk berkencan?"


"bukan urusanmu!"


"tentu saja itu urusanku, kau asistenku!!"


Tanpa ba bi bu be bo Risya langsung mengakhiri pembicaraan bodoh itu dan langsung menon aktifkan handpone nya,'sial!! Darimana dia tahu nomor telpone ku!'batin Risya merasa frustasi


Di tempat lain


Pesisir pantai di dekat bebatuan, duduk seorang laki laki dengan santainya menatap laut, "berani sekali dia mematikan telpone ku!"gumam laki laki itu kesal


Tidak lama kemudian ia menyeringai terpikirkan ide cemerlang yang melintas di kepalanya, "tunggu saja hukuman dariku...Risya!!."ucap laki laki itu mempertahankan seringaianya kemudian berjalan meninggalkan area pantai


Udah  segini dulu ya😊💕


Jangan lupa, abis baca


TINGGALKAN JEJAK!!


jangan biarkan author sedih kekurangan pembaca gini dongk😟


Nah kan bacodnya author berkurang🙄


Ya udahlah


See you next capter


💙💙💙

__ADS_1


Tunggu capter selanjutnya ya!


__ADS_2