Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Masih Hidup?!


__ADS_3

.


.


.


.


.


"*Risya?"ucap suara yang tidak jauh dari Risya. Risya menoleh, itu ternyata adalah Kevin yang sedang berada di wilayah luar Cafe, "ah kak kevin.."sapa Risya masih terdengar dingin, "apa yang kamu lakukan malam malam begini?"tanya kevin sambil menyeruput coffienya, "ohh aku habis selesai part time ini mau pulang"ucap Risya jujur


"bagaimana kalau ku antar?"tawar Kevin meletakan coffie nya, "apa itu merepotkan?"tanya Risya takut kalau hal itu merepotkan Kevin, "tidak sama sekali, ayo.."ucap Kevin tersenyum lalu menghampiri motornya


🍁🍁🍁🍁🍁*


Kevin dan Risya pun pergi, "ada apa denganmu, kamu terlihat begitu muram"tutur Kevin masih fokus pada jalanan. Risya tersadar tapi kemudian dia menunduk, "ketika seorang wanita harus kehilangan mahkota berharganya, hanya karena seseorang yang sama sekali tidak tahu caranya menghargai orang lain, bagaimana aku bisa senang?"ucap Risya pelan


mendengar itu Kevin sontak meminggirkan motornya dan segera berbalik menatap Risya, "mahkotamu? apa mungkin..."ucap Kevin ragu ragu, "seperti yang kamu pikirkan, aku benar benar sudah kehilangan kesucianku sebagai wanita"ucap Risya sedih, mendengar itu Kevin segera turun dari motornya dan menatap Risya yang masih menunduk, dengan lembut Kevin memeluk Risya seakan ingin menguatkan Risya


"apa Okita yang melakukanya?"tanya Kevin masih memeluk Risya, "apa itu penting? toh aku tidak akan meminta tanggung jawabnya, lagipula aku tidak akan hamil anaknya"ucap Risya jujur, Kevin melepaskan pelukanya lalu menatap Risya dalam, "kenapa begitu?"tanya Kevin bingung, "Okita meminumkan Obat pencegah kehamilan padaku"ucap Risya masih menunduk


"keterlaluan!"guamam Kevin yang masih di dengar oleh Risya, "sudahlah.. aku ingin pulang.."tutur Risya masih berwajah muram, "baiklah.. "ucap Kevin yang segera kembali menaiki motornya dan mengantar Risya pulang


"terimakasih kak Kevin.."ucap Risya membungkuk sedikit lalu segera menuju pintu depan rumahnya, "aku akan melindungimu dari Okita Risya..."batin Kevin kembali menjalankan motornya, kini Risya memasuki rumahnya dan mendapati keluarganya telah kembali, "eh kakak bodoh! eh..."ucap Sugi segera memasang wajah heran, "tumben sekali berwajah muram begitu?"tanya Sugi masih heran, ibu Risya yang ikut merasa heran pun menghampiri Risya

__ADS_1


"apa ada masalah?"tanya ibu Risya merasa ada sesuatu yang tidak beres dari anaknya, "tidak ada.. aku hanya lelah, aku tidak makan malam bu.. selamat malam"ucap Risya berjalan melewati ibu dan adiknya lalu pergi menaiki tangga, sesampainya di kamar milik Risya dia segera merebahkan dirinya di kasur, untungnya Risya telah mengganti sprainya kasurnya yang sebelumnya terdapat bercak darah, maka dari itu Ibu Risya tidak akan mengetahui kejadian malam itu


"hiks... sekarang aku harus apa.."gumam Risya menutup matanya dengan kedua punggung tanganya


Pagi Hari


"hei kakak bangun!!"ucap Sugi yang membuka kencang pintu kamar Risya, namun terkejutnya Sugi ketika melihat Risya telah siap berdiri di depan kasur Risya, tak menghiraukan Sugi, Risya segera keluar kamar dan menuruni tangga, menghampiri ibunya yang tengah memasakan bekal untuk Sugi, "pagi.."ucap Risya masih dengan nada muram, "pagi..."ucap Ibu Risya bingung, begitupun dengan Sugi yang merupakan orang paling bingung di antara dia dan ibunya


Risya duduk di meja makanya dengan malas, dia kini terlihat seperti mayat hidup di depan Ibu Risya dan Sugi, Ibu Risya duduk tepat di depan Risya setelah meletakan piring berisi masakan yang ia baru masak, Ibu Risya lalu menatap Risya dengan bingung dan khawatir, "bilang pada ibu.. ada apa denganmu?"ucap Ibu Risya lembut, dengankan Risya hanya mengaduk aduk makananya


"tidak ada apa apa bu..."ucap Risya pelan, "kalau tidak ada apa apa, alalu ada apa denganmu? kenapa berwajah muram begitu??!"ucap Ibu Risya khawatir, Risya tidak langsung menjawab, "hanya masalah kecil di sekolah, ibu tidak perlu khawatir, aku cukup kuat untuk mengatasinya.."ucap Risya memakan makananya, Ibu Risya diam, dia tahu Risya masih tidak ingin menceritakanya, ibu Risya tidak akan memaksa Risya untuk menceritakanya segera


Sekolah SMA


"aku membencimu Okita... sangat membencimu!! kamu telah merebut semuanya dariku!! aku benar benar membencimu"batin Risya berwajah benci, di saat dia masih ada di jam pelajaran seorang guru memanggil Risya, Risya sebenarnya bingung mengapa ia di panggil, tapi kebingungan itu segera di tepis oleh keberadaan ibu dan adiknya yang berada di luar kelas Risya


"ada apa ini ibu?"ucap Risya lembut, "Risya.. ibu ingin jujur padamu, sebenarnya..."ucap Ibu Risya pelan, mendengar penuturan dari ibunya Risya dan keluarganya segera pergi ke sebuah cabang perusahaan terbesar di negara, Risya langsung masuk ke dalam dan membuka kasar pintu ruang Ceo


"brakk~"bunyi pintu di buka


"R Risya?"ucap seorang laki laki yang terlihat sudah berumur 40han kurang, dia menatap Risya terkejut, tidak sebenarnya dia telah menduga ini akan terjadi, laki laki itu memiliki surai yang warnanya sama dengan milik Sugi, tak lupa mata hitam yang memang sangat menyerupai mata Risya


Risya menunduk geram lalu menuju meja ceo itu dan mencondongkan wajahnya ke arah laki laki bermata hitam itu, "apa maksudnya ini!!.... ayah?"ucap Risya geram, laki laki yang di sebut ayah oleh Risya ini hanya mebunduk "maafkan ayah.. setelah kecelakaan 12 tahun yang lalu ayah kehilangan ingatan, ayah di temukan oleh sebuah keluarga yang dermawan mau merawat ayah hingga sembuh"ucap Ayah Risya mulai menjelaskan


"tapi tak di sangka... setahun yang lalu mereka meninggal dunia, dan ayah pun di angkat sebagai pewaris kekayaan mereka... ayah berusaha untuk bisa mengingat kembali masa lalu ayah, tapi.. yang ayah ingat hanya wajah ibumu saja... sudah kama ayah menyelidiki hal hal tentang kalian.. dan saat ini.. akhirnya ayah menemukan kembali ingatan ayah yang hilang.."ucap ayah Risya menjelaskan, mendengar itu kegeraman Risya sedikit berkurang

__ADS_1


"maaf.. sebelumnya ayah tidak berani bertemu kalian lebih awal, ayah takut itu akan mengganggu kalian.. maka dari itu ayah memutuskan untuk mengingat dulu masalalu ayah dan kalian"ucap Ayah Risya pelan, Risya menunduk, "apa kamu benar benar kehilangan ingatanmu...ayah?"ucap Risya lagi memastikan, ayah Risya hanya mengangguk


Sugi yang mendengar itu benar benar tidak percaya, ayah yang selama ini tidak pernah ia lihat dalam kehidupanya, sekarang muncul di depanya rasanya seperti mimpi bagi Sugi, ayah Risya yang melihat Sugi ingin menangis segera menghampirinya, "apa dia anaku?"ucap ayah Risya pada ibu Risya, ibu Risya hanya mengangguk mendengar pertanyaan ayah Risya


ayah Risya sedikit berlutut untuk bisa melihat wajah Sugi, "maafkan Ayah.. ayah tidak bisa menemanimu selama ini.."ucap Ayah Risya mengelus lembut pucuk kepala Sugi, mendapat perlakuan lembut dari Ayahnya, Sugi segera memeluk ayahnya erat sambil menangis, "ayah!!!"ucap Sugi dalam tangisnya, melihat itu Risya hanya tersenyum kecil lalu ikut ikutan menangis


"sekarang keluargaku telah lengkap, seharusnya aku bahagia bukan?"batin Risya mengusap air matanya, "aku akan melupakan Okita.."batinya lagi sambil berjalan ke arah ayahnya


**TBC


TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANYA


SAMPAI JUMPA CHAPTER SELANJUTNYA


JANGAN LUPA


LIKE


RATE


VOTE


AND COMENT


SAMPAU JUMPA**....

__ADS_1


__ADS_2