Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Bersama Key


__ADS_3

.


.


.


.


.


"sayang.. apa ada yang mengganggumu?" tanya Key merasa ada yang salah, "bisakah kita pindah Restoran?, aku tidak suka makanan di sini" bisik Risya sedikit mencondongkan tubuhnya, sebenarnya itu hanya menjadi alasan agar ia bisa lepas dari tatapan menuntut Okita, "baiklah..."ucap Key dengan senyum hangat, mereka berdua pun pergi keluar Restoran, untungnya mereka berdua belum memesan apapun.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁*


Risya kini tengah duduk diam di sebuah restoran yang tentunya juga di temani oleh Key. "apa Okita akan berbuat macam macam lagi padaku.. "batin Risya berpikir keras, mengingat semasa ia berkencan dengan Ryuki Risya bahkan mendapat hukuman yang sangat berat bagi Risya, Risya harus kehilangan keperawananya hanya karena berkencan.


"Sayang.. kenapa tidak di makan?"tanya Key melihat piring Risya yang bahkan di sentuh pun tidak oleh Risya, "apakah makananya tidak enak?" tanya Key hati hati lagi "ah tidak, sepertinya aku hanya tidak enak badan" ucap Risya tersenyum kecil. mendengar penuturan Risya membuat Key mengubah raut wajahnya, dia lalu menyentuhkan telapak tanganya pada dahi Risya


"badanmu sangat dingin sayang.. apa karena udara malam?" ucap Key masih menyentuhkan telapak tanganya pada dahi Risya. Risya segera menarik tangan Rey menjauh dari dahi Risya "aku baik baik saja, ayo makan" ucap Risya tersenyum kecil.


Risya lalu memakan makan malamnya dan memutuskan untuk melupakan Okita sejenak, sesampainya di apartemen, Risya dan Key segera menuju kamarnya masing masing. "Okita dan Yuki akan menikah, setelah itu barulah aku bisa lepas dari genggamanya" ucap Risya pelan sambil merebahkan dirinya di kasur king size miliknya

__ADS_1


"kalau aku lari dari Okita, lalu bagaimana dengan kontraknya, aku sudah memandatangani itu" batin Risya frustasi. sebuah suara ketulan mengejutkan Risya "to tok tok~ sayang.. apa kamu sudah tidur?" tanya Key dari balik pintu kamar Risya, Risya bangkit dan segera membukakan pintu kamarnya "ada apa key?" tanya pada Key


"tidak, aku hanya ingin bersamamu.." ucap Key tersenyum manis "heh begitu, masuklah" ucap Risya mempersilahkan. "Risya.. aku ingin bicara tentang pertunangan kita.."ucap Key setelah Risya ikut duduk di sampingnya atau lebih tepatnya di sisi kasur Risya.


"pertunangan kah.. kamu mau kapan di laksanakanya?" tanya Risya lembut "apa kita adakan di tokyo saja, dan biar keluarga kita yang datang ke sini" ucap Key menyarankan. "bisa saja.. jadi kamu maunya kapa?" tanya Risya menatap Key yang terlihat malu malu. "bagaimana kalau minggu depan?" tanya Key menyarankan "apa tidak terlalu cepat key?" tanya Risya sedikit tidak enak, baginya pertunangan pun harus di persiapkan dengan matang.


"aku tidak bisa berlama lama di tokyo sayang, hanya sampai bulan depan.." ucap Key memberi pengertian, "baiklah.. lagipula itu hanya pertunangan, aku setuju" ucap Risya tersenyum tipis, "bagus kalau begitu masalah persiapanya serahkan padaku" ucap Key tersenyum manis


"ah key aku lupa, besok malam aku ada undangan ke acara pertunangan temanku, ku harap kamu bisa ikut bersamaku" ucap Risya menyentuh tangan Key "tentu saja!!" ucap Key antusias. "baguslah kalau begitu, ini sudah malam ayo tidur.." ucap Risya merebahkan dirinya di kasur, namun ajakan dari Risya itu membuat Key mengeluarkan rona hebat "Risya mengajaku tidur bersama?! tidak ini pasti salah paham!" batin Key menutupi rona merahnya


melihat itu Risya menyeringai, "Key.. ayo tidur!!" ucap Risya menepuk nepuk kasur yang tepat di sebelahnya "tunggu!! kamu mengajaku tidur bersama.. apa tidak.."ucap Key ragu. "kalau hanya tidur bersama dan tidak melakukan apa apa sih itu tidak masalah, ayo" ucap Risya tersenyum. "b baiklah" ucap Key masih malu malu.


"inilah yang aku tidak sukai dari Risya.. dia sering menggodaku!" batin Key merebahkan dirinya di samping Risya dengan pembatas berupa guling. "selamat malam key" ucap Risya menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut "ya selamat malam sayang" ucap Key membalikan tubuhnya menghadap Risya dan menyingkirkan pembatas di antara mereka.


Pagi Hari


"enghh.. eh di mana Key?!!" tanya Risya yang meraba raba samping tempat tidurnya. merasa bahwa Key tidak ada Risya segera keluar dari kamarnya "key?" panggil Risya begitu menuju ke ruang tamu


Risya terkejut ketika melihat Key yang sudah siap dengan setelan bajunya "sayang.. sudah bagun ya" ucap Key tersenyum. "eh Key kamu bangun pagi sekali!" ucap Risya duduk do samping Key dan sedikit merapikan Rambutnya yang kala itu masih dengan gaya ala bangun tidur.


melihat Risya merapikan rambutnya membuat Key gemas, ia mengulurkan tanganya dan lalu menfacak ngacak pucuk surai Risya "hei Key!! apa yang kamu lakukan!!" marah Risya mengentikan tangan Key "kamu membuatku gemas Risya" tutur Key dengan senyum nakalnya.

__ADS_1


mendengar itu Risya mencubit perut Key dan lalu lari ke kamar tidurnya "ehh dia lari" ucap Key tersenyum melihat tingkah laku Risya, "dia jarang bersikap seperti itu, andai dia seperti itu terus pasti akan jadi sangat manis" batin Key memikirkan Risya yang akan setiap hari bertingkah laku seperti itu setelah menikah denganya.


Risya kini mandi dan lalu bersiap siap untuk ke kantor polisi, hari ini dia kembali mendapat tugas penyelidikan perampokan rumah bersama dengan anggota Blue Wings. "Risya mau ke mana?" tanya Key heran ketika melihat Risya telah siap dengan pakaian lengkap dengan jaket putih hitam miliknya. "aku mau ke kantor polisi, kami kembali mendapat tugas di daerah jalan Byuga" ucap Risya sembari membenarkan tataan rambutnya


dia harus terlihat seperti orang biasa demi bisa mengelabui orang yang ingin di tangkap, "baiklah.. ku antar ya" ucap Key yang kini bangkit dari duduknya, "Key, lagipula bagaimana kamu mengantarku? aku juga pakai taksi online kok" ucap Risya sedikit tertawa. "eh aku punya motor, tadi pagi ku suruh orang-orang penjual motor untuk mengantarkan motor baruku, ku antar ya?"ucap Key tersenyum


"Ceo bisa apa saja!" tutur Risya sedikit tertawa, "hehh kamu lupa, aku juga punya cabang di Tokyo ini, dan itu sebentar lagi akan di jadikan perusahaan utama" ucap Key tersenyum. Risya dan Key pun pergi ke kantor polisi dengan menggunakan Motor.


"Jadi... apa kamu jadi menemaniku malam ini ke pesta pertunangan temanku?" tanya Risya di kala memeluk tubuh Key, mereka berdua masih dalam keadaan berekndara. "ya tentu saja, oh nanti kalau kamu sudah selesai tugas, segera telpone aku, aku akan menjemputmu" ucap Key menyentuh tangan Risya yang melingkar di perutnya "baiklah" ucap Risya tersenyum tipis


**TBC


MAAF YA KEMARIN GAK SEMPAT UPDATE KARENA TIBA TIBA SAJA THOR KHABISAN PAKET DI MALAM HARI, DAN SIALNYA ITU SUDAH TERLALU MALAM UNTUK TOKO PAKET BUKA..


SORRY😩😣


TERUS DUKUNG NOVEL INI


DAN NANTI MUNGKIN AKAN ADA


CREZY UPπŸ˜†

__ADS_1


SAMPAI JUMPA**


__ADS_2