
.
.
.
.
..Bintang..
Kuharap kamu mendengar permintaanku kali ini
Aku hanya ingin bersamanya
Walau itu hanya sedetik
(@Mitsuki776)
.
.
.
.
"lalu kenapa kamu mengaku dia pacarmu? Bukankah itu akan menyulitkan kakakmu untuk mencari jodoh, bisa bisa karena kamu kakakmu jadi tidak bisa menikah, "tidak masalah, itu malah bagus, dengan begitu aku bisa menjodohkanya denganmu-ups"ucap Michele segera menutup mulutnya, "apa maksudmu Michele?!"kesal Risya mendengar penuturan Michele yang bisa di bilang seenaknya, "ah tidak tidak, aku hanya bercandaa"ucap Michele kini terlihat sedang menyembunyikan sesuatu
"apa itu benar?"tanya Risya menyipitkan matanya dan menatap Michele, "ah itu kau dan Okita bagaimana?"ucap Michele kini mengalihkan pembicaraan
๐๐๐
"Okita? Kenapa kamu bertanya padaku! Aku tidak peduli denganya"ucap Risya kini berjalan lebih cepat untuk menuju kelasnya, Michele yang menyadari bahwa suatu hal telah terjadi pada sahabatnya itu langsung berlari untuk menyamai langkahnya dengan Risya, "apa Okita melakukan sesuatu?"tanya Michele serius
__ADS_1
"tidak"ucap Risya singkat dan dengan nada dingin, "sepertinya kamu terlihat sangat kesal Risya.."ucap Michele terus menatap wajah Risya yang datar itu dari samping, "aku baik baik saja"ucap Risya tegas, Michele yang merasa Sahabatnya itu tidak ingin di ganggu lagi hanya bisa dia mengikuti langkah Risya
Sesampai di kelas Risya duduk di kursinya di ikuti Michele yang duduk di depan meja Risya dan duduk menghadap Risya, "hei Risya.., nanti malam kita ke bar yuk, dari dulu kamu kalau di ajak tidak pernah mau ikut" keluh Michele mengerutkan bibirnya, "aku tidak suka keramaian, lagipula setiap kamu ke bar kan selalu bersama anak anak dari Kagura Senju" ucap Risya menatap datar Michele
"ayolahh, kumohon sekali ini saja ya!!"ucap Michele menempelkan kedua telapak tanganya dan mengarahkanya di depan wajahnya (pose memohon), Risya yang melihat itu hanya bisa menghela nafas berat, "baiklah, hanya kali ini.."ucap Risya datar, "wahh makasihh banyakk!! Akhirnya kamu mau datang!"senang Michele dengan raut terlihat sangat gembira
"memangnya apa bedanya kalau aku ada atau tidak ada di acaramu itu?"tanya Risya heran menatap Michele, "tentu saja berbeda!! Bagiku kamu itu sangat penting!!"ucap Michele serius, "terserah"ucap Risya kini buang muka, Michele hanya senyum senyum sendiri karena sebenarnya nanti malam dia akan menyiapkan rencana muslihatnya
"oh ya Risya, apa kamu mau menjenguk Ayana sore ini?" tanya Michele menopang dagunya dengan tanganya, "hn boleh"ucap Risya datar, "bagus! Kalau begitu nanti kita berangkat bareng.."senang Michele cengar cengir, "hn"ucap Risya kini mulai membaca buku pelajaranya, dia memang suka membaca buku sebelum pelajaran di mulai (thor:"anak rajin..ck ck ck"/P:"eh thor lama lu gak nongol kemana aja?"/thor:"kenapa nanyain?, KANGEN YA??"/P:"GR ****, tau gitu gak gua tanyain tadi"/Thor:"Canda skuy, thor banyak yang di kerjain akhir akhir ini, jadi maaf ya.."/P:"alasan!!")
Kembali kepada Risya
Bel istirahat berbunyi, Risya segera membereskan buku bukunya lalu beranjak pergi, seperti biasa Michele langsung menggandeng dan menarik tangan Risya ke kantin, itu memang sudah kebiasaan dari dulu, namun ketika Risya dan Michele keluar pintu kelas, mereka segera di kejutkan oleh sosok laki laki bersurai coklat dengan mata kuning gold yang menawan, dia adalah Kevin
"Risya!"cegat Kevin segera memegang tangan Risya untuk menghentikan perjalanan mereka yang berniat untuk pergi ke kantin, Michele yang merasa pergerakan Risya terhenti segera menoleh ke belakang, "ada apa kak? Apa kamu ada urusan dengan temanku, maaf kami lapar dan kami ingin pergi ke kantin!!"ucap Michele dingin, Michele memang paling tidak suka ketika ada seseorang yang menghalanginya untuk mengisi perutnya ketika ia sedang lapar
"apa aku boleh makan bersama kalian?"ucap Kevin sopan, dia juga sebenarnya membawa dua teman dekatnya untuk menemaninya, "baiklah..tentu boleh!"ucap Michele segera tersenyum lalu menarik tangan Risya agar segera pergi menuju kantin, Kevin dan teman temanya pun ikut mengikuti Michele dan Risya
Risya yang merasa dirinya juga di tatap banyak orang hanya diam dengan raut wajah datar, "di sana ada meja kosong!"ucap sala satu teman Kevin yang mempunyai surai pirang dengan mata biru, namanya adalah Kurosaki Minho, "kau benar Saki, ayo kita kesana sebelum tempat itu di tempati orang lain"ucap teman Kevin yang satunya lagi, kali ini dia memiliki surai biru gelap dengan mata Onyx yang tajam, dia juga memakai kacamata, namanya adalah Kaminawa Taki
Mereka semua pun menduduki tempat yang tadi di tunjukan Saki, "kalian mau makan apa? Biar aku dan ketua Kevin yang pesan!"ucap Saki antusias, "ya, kali ini biar aku yang teraktir kalian semua"ucap Kevin tersenyum manis, "kalau begitu aku mau hamburger dengan kue dorayaki, kalau Risya dia tentu saja Ramen, aku mau minum teh macha, kau Risya?"ucap Michele seakan dia tidak merasa dirinya tidak merepotkan, "es jeruk"ucap Risya datar, "aku Roti isi daging dengan kopi susu hangat"ucap Taki santai "baiklah tunggu di sini"ucap Kevin lalu pergi bersama Saki
"eh Risya, bagaimana kabar perguruan Whusu mu itu?"tanya Michele tak ingin ada keheningan di meja yang ia tempati sekarang, "biasa saja"ucap Risya datar, Taki hanya memandangi kedua makhluk di depanya, "ekhem"dehem Taki mencairkan suasana, "hei Risya apa aku boleh tanya?"ucap Taki menatap serius Risya
"ya?"ucap Risya singkat, Taki tak langsung menjawab, dia memberikan waktu selang sekitar 5 detik lalu bertanya"apa kamu pacarnya Ketos Kevin?"tanya Taki yang berhasil membuat Michele terkejut setengah mati, "A APA!!! KAMU PACARAN DENGAN KAK KEVIN?? SEJAK KAPAN?! BUKANKAH RISYA ITU JOMBLO SEUMUR HIDUP!!!"kejut Michele dengan suara agak lantang sehingga kini banyak orang orang di dalam kantin menatap kelompok Michele, termasuk Kevin dam Saki sendiri
Kevin yang mendengar itu hanya bisa tersipu malu, Risya bingung, lalu dia kembali dengan wajah datarnya "aku tidak punya pacar.."ucap Risya menatap Taki datar, "begitu ya, kukira kamu pacarnya, soalnya dia terlihat sangat perhatian padamu, bahkan sampai rela mendatangi kelasmu"ucap Taki membenarkan kacamatanya yang sedikit melorot
"astagaaa kamu membuatku jantungan, ku kira kamu benar benar punya pacar.."ucap Michele, dia terlihat sangat lega, "kenapa kamu terlihat seperti sangat tidak senang mendengar Risya punya pacar?"tanya Taki kini menatap Michele curiga, "apakah kamu penyuka sesama jenis?"ucap Taki lagi yang langsung mendapat bogem mentah dari Michele
"ya tidaklah!!! Aku sudah punya calon untuk Risya, dia tidak boleh jadian dengan siapapun kecuali seseorang yang aku pilih!"ucap Michele kesal, mendengar itu Risya segera mengerutkan keningnya, "apa maksudmu?"ucap Risya bingung, Michele yang menyadari dirinya telah berbuat sesalahan segera melakukan pose memohon kembali, "maaf maaf, tadi,,maksudku cuman bercanda, hahaha maaf maaf!!"ucap Michele gelagapan
Risya tidak ingin memperpanjang obrolan yang menurutnya obrolan bodoh itu, ia hanya berkata "ya sudah" dengan datar, Michele segera bernafas lega, tak lama kemudian datang kevin dan Saki yang membawa nampan berisi pesanan Michele dan Risya, lalu mereka juga kembali dan mengambil pesanan Taki dan diri mereka sendiri
__ADS_1
Sangat terlihat pipi Kevin yang masih terlihat sedikit rona merah padam, hal itu membuat Michele mengerti perasaan Kevin, dia segera menganggap Kevin sebagai ancaman bagi rencananya, mereka semua pun makan dengan tenang hingga bel istirahat selesai
Pulang sekolah Michele di jemput oleh sebuah mobil berwarna silver, Michele segera mengajak Risya masuk karena memang mereka berniat untuk ke rumah sakit mengunjungi Ayana, Mereka segera sampai di rumah sakit bernama Hanji's Hospital yang memang adalah rumah sakit besar dengan cabang di mana mana
Ketika mereka sampai, Michele dan Risya segera keluar dari mobil, Michele menyuruh supir pribadinya untuk memarkirkan mobilnya di parkiran, Michele dan Risya pun segera memasuki Rumah sakit, namun sebelum sampai di rumah sakit Risya melihat seorang laki laki bersurai putih yang sedang bergandengan tangan sengan seorang gadis bersurai biru tua yang terlihat sangat gembira, laki laki itu sangat Familiar bagi Risya
Merasa di perhatikan, laki laki itu menoleh ke arah Risya, tatapanya begitu dingin menatap Risya, Risya terkejut ketika menyadari orang yang ia perhatikan itu adalah Okita yang sedang berjalan bergandengan tangan bersama seorang gadis manis, Okita segera mengalihkan pandanganya dari Risya, dia kini memegang kedua bahu gadis bersurai biru tua itu, Risya tidak dapat melihat dengan jelas wajah Gadis itu karena posisinya sekarang di belakangi oleh gadis dengan surai biru tua itu
Okita mendekatkan wajahnya ke wajah gadis bersurai biru tua itu, lalu mencium bibir gadis itu lembut, melihat itu Risya merasa jijik, dia segera mengusap kasar bibirnya ketika mengingat Okita pernah mencium dirinya, Risya dapat melihat Okita yang sedang mencium seorang gadis itu menatap ke arahnya, terlihat dari matanya bahwa Okita kini sedang menyeringai dalam ciumanya
Risya segera buang muka agar pemandangan menjijikan itu tak lagi di lihatnya, ia segera beranjak mempercepat langkahnya mencapai rumah sakit di ikuti Michele yang kini merasa bingung dengan perubahan emosi Risya, dia kemudian memandang arah pandangan Risya tadi, dan di lihatnya pemandangan yang sama dengan yang di lihat oeh Risya tadi
"kenapa dia bersikap seperti itu ketika melihat Okita berciuman dengan seorang gadis, ini aneh"gumam Michele memandangi punggung Risya yang semakin menjauh darinya, kemudian ia juga beranjak pergi menyusul kepergian Risya
Ruang Inap Ayana~
"bagaimana?,apa masih sakit Ayana?"tanya Michele memegangi plester yang ada di wajah Ayana, "tidak..besok aku sudah boleh pulang ketua, kamu tenang saja"ucap Ayana tersenyum tulus, "baguslah."ucap Michele juga ikut tersenyum, sementara itu Risya hanya duduk di sofa di dalam kamar Ayana sambil memikirkan apa yang ia lihat beberapa menit lalu
"kenapa aku memikirkan laki laki ******** seperti dirinya!!, aku sudah mulai gila!!"batin Risya frustasi, "kenapa sih dia harus muncul dalam hidupku!! Aku membencinya!! Sangat membencinya!!"batin Risya kini sangat marah
"kenapa aku bisa semarah ini melihat dia berciuman dengan gadis itu?, apa yang salah denganku?!!, apa..aku jatuh cinta padanya?"batin Risya kini menampilkan Raut wajah kecewa, hal itu segera di sadari oleh Michele dan Ayana
"apa aku benar benar mencintainya?"
Tbc
Sampai di sini dulu kawan๐
Thor bakal usahain buat update
Semoga aja bisa ya
See you the next chapter...
__ADS_1