Cinta Beda Umur

Cinta Beda Umur
Kencan Pertama


__ADS_3

.


.


.


.


.


"ohh Jef! aku membawanya, namanya Risya Maeda! dia yang akan melamar bekerja di tempatmu, "woohh cantik ya"ucap Jeffry mendekat ke arah Risya, wanita itu yang tadinya melihat ke arah Ryuki berpindah pandang ke arah Risya, kini dia sangat terkejut ketika melihat Risya, Risya yang melihat keterkejutan dari wanita itu menjadi heran


"apa yang salah denganku?"batin Risya bingung


🍁🍁🍁🍁🍁


"ada apa ya tante?"tanya Risya sopan, "ah tidak ada, hanya saja anda ternyata cukup cantik.."tutur wanita itu tersenyum lagi, "ohh saya ada urusan dengan atasan saja. sampai jumpa lagi..."ucap wanita itu segera beranjak pergi. setelah tepat berada di luar cafe wanita itu menelpone seseorang "pak!! saya sudah menemukanya.."ucap wanita dengan wajah misterius, "benarkah!!,segera datang ke kantor saya!"ucap seseorang di seberang sana, kembali pada Risya yang sekarang tengah di ajari cara membuat coffie, minuman lainya, dan segala kue kue manis


"wah kamu hebat juga, bisa belajar dengan begitu cepat, kalau begitu, kamu mulai besok sudah boleh bekerja, sebelum itu ambilah baju seragamu yang sudah saya pesankan di toko baju Sweety waith di jalan anggrek berseberangan dengan rumah sakit Jerff's Hospital"ucap Jeffry menjelaskan, "baiklah..terimakasih banyak bos"ucap Risya mulai mengganti kata panggilnya


"tidak perlu memanggilku sepertu itu. panggil saja aku kak Jeffry. lagipula kamu teman dekatnya Michele kan"ucap Jeffry tersenyum nakal, "baiklah kak Jeffry, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu"ucap Risya segera menuju ke arah Michele dan Ryuki yang duduk sambil meminum coklat mereka, mereka bermaksud menunggui Risya hingga selesai, "ah Risya? apa sudah selesai?"tanya Michele menyeruput coklat es miliknya

__ADS_1


"ya.."ucap Risya singkat, "duduklah dulu, pesan apa yang kamu suka, aku yang akan teraktir"ucap Ryuki sopan dan tulus, Risya duduk, Michele memanggil pelayan dan memesankan coklat panas, itu memang minuman yang sering di pesan Risya saat Michele dan Risya pergi ke cafe, minuman datang


Risya pun menyeruput minuman itu, "ohh kakak, menurutmu apakah Risya cantik?"tanya Michele tiba tiba. pertanyaan itu hampir membuat Risya menyemburkan kembali coklat yang baru ia minum, Ryuki pun tersedak ketika meminum minumanya, "ada apa dengan kalian? apa yang salah dengan pertanyaanku?"tanya Michele bingung, "tidak ada yang salah..em ya..Risya cantik kok"ucap Ryuki menatap ke arah lain, dia malu


"hehehehe... Risya bagaimana pendapatmu?"tanya Michele juga, "lumayan" ucap Risya singkat, dia juga memandang ke arah lain, "begini.. kakak, Risya aku ingin menjodohkan kalian"ucap Michele tersenyum licik, "apa?"kejut mereka berdua, "Michele, cinta itu tidak bisa muncul melalui perjodohan ataupun paksaan.."ucap Ryuki memberi pengertian, "Michele, apa maksudmu!"ucap Risya tidak senang, "apa kalian tidak menyukai satu sama lain?"tanya Michele berwajah sedih


Ryuki menghela nafas berat, "aku tidak mau mengikuti perjodohanmu, tapi kalau kamu ingin kami berkencan untuk coba coba, baiklah, aku menuruti kemauanmu"ucap Ryuki tidak tega melihat adiknya sedih, dia begitu menyayangi Michele, "baiklah..sebagai tanda terimakasih"ucap Risya setuju, "baiklah, setidaknya kalian mencoba, Malam ini di restoran Quen's Red Rose!!"ucap Michele segera gembira


tindakan Michele membuat keduanya menghela nafas berat, "baiklah, mohon bantuanya Risya!"ucap Ryuki mengulurkan tanganya, "yaa kak Ryuki"ucap Risya menyambut uluran tangan itu dan saling menjabat


malam hari


(di lestoran Quen's Red Rose)


Ryuki pun kini memakai stelan jas hitam, memang memalukan, mereka terlihat seperti pasangan yang mau menghadiri pesta, Ryuki sudah lebih dulu menduduki meja yang mereka pesan, Ryuki juga sengaja mengosongkan tempat itu sehingga tidak ada pembeli yang ada di dalam sana


di dalam sana terlihat indah dengan dekorasi lampu lampu kecil yang menghiasi seluruh sisi ruangan, tak lupa di tengah ruangan telah di sediakan meja dengan dekorasi bernuansa romantis dengn lilin di tengah tengah, di lantai juga telah berserakan kelopak bunga dengan indahnya, sungguh ruangan yang penuh nuansa romantis


Risya memasuki ruangan dan menemukan Ryuki tengah duduk memandang ke arahnya, Ryuki mendekat ke arah Risya dan segera menggandeng tangan Risya, Michele yang sedari tadi mengintip segera bersorak gembira,"mereka sangat serasi!!"ucap Michele gembira, Ryuki menggeser kursi untuk Risya, Risya duduk berhadapan dengan Ryuki


"kamu ternyata cukup tampan"ucap Risya sedikit mencairkan suasana yang canggung itu, "kamu juga terlihat...sangat cantik"ucap Ryuki malu, Risya tersenyum tipis, pelayan datang ke arah Ryuki dan segera menyerahkan 2 buku menu ke Risya juga Ryuki

__ADS_1


"terimakasih"ucap Ryuki melihat lihat menu, "saya pesan steak no 3 dan minumanya, jus jeruk"ucap Ryuki tersenyum, "oh Risya mau pesan apa?"tanya Ryuki lagi. "samakan saja"ucap Risya sopan, "baik nona, tuan.."ucap pelayan itu kemudian pergi ke dapur, "jadi Risya.. apa kamu punya orang yang kamu suka?"ucap Ryuki bertanya terlebih dahulu, dia tidak akan mau mencoba dekat dengan Risya jika Risya menyukai orang lain, apalagi setelah mendengar gumaman Risya yang menggumamkan nama Okita di waktu Risya mabuk kemarin malam


Risya menunduk, "tidak.."ucap Risya berbohong, entah kenapa di saat dia sudah mau menerima Okita di hidupnya, pasti akan selalu ada halangan, itu membuat Risya berpikir bahwa dirinya dan Okita tidak di takdirkan untuk bersama, "benarkah?"ucap Ryuki berusaha melihat Risya dari rautnya, "ya.."ucap Risya sedikit tersenyum


"baiklah.."ucap Ryuki menerima, "kalau kamu?"tanya Risya yang tidak yakin bahwa Ryuki tidak memiliki pacar, "ohh..aku.. aku tidak tertarik untuk berpacaran sebenarnya,.. tapi setelah ku lihat lihat, kamu cukup menarik, apa kamu mau mencobanya denganku?"tanya Ryuki dengan sopan, "sebaiknya kita bicarakan itu nanti, akan lebih baik jika kita berusaha dekat satu sama lain terlebih dahulu"ucap Risya yang tidak ingin buru buru memutuskan


"baiklah.. aku bisa menunggu"ucap Ryuki tersenyum, Ryuki merasa canggung dengan posisi berhadapan seperti itu, dia menarik kursinya dan meletakanya tepat di aamping Risya, "boleh aku minta nomermu?"tanya Ryuki sopan, "boleh"ucap Risya segera menyodorkan hp nya, Ryuki pun segera memasukan nomer Risya di hpnya, "bagus"ucap Ryuki senang


Ryuki dan Risya banyak sekali mengobrol, terkadang Risya sedikit tertawa oleh bualan yang di buat Ryuki, itu membuat Michele senang, tapi tidak dengan sosok yang berada di luar kaca yang membatasi antara luar cafe dengan area dalam cafe, sosok itu terus melihat ke arah dua pasangan yang tengah berbincang bincang di dalam cafe


sosok laki laki itu memakai jaket berwarna hitam tanpa kancing dengan tudung yang menutupi bagian kepala dan surainya, ia juga memakai celana jeans hitam dengan sepatu putih, kedua tanganya ia letakan di kantong celananya, itu karena hawa yang dingin membuat tanganya kedinginan, itu sebabnya ia memasukan tanganya ke kantong celana jeansnya


melihat Risya tertawa sosok itu mendecih lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu


Makan malam berakhir~


"bagaimana kalau kita kencan lagi Minggu ini?"tanya Ryuki sopan. "tentu selama aku tidak ada kesibukan nantinya"ucap Risya juga ikut sopan, "terimakasih telah mengantarku pulang, sampai jumpa lagi kak"ucap Risya yang lalu berbalik menuju pintu depan rumahnya, "kelihatanya aku sudah mulai menyukai gadis ini.."batin Ryuki yang kemudian masuk ke dalam mobilnya


**TBC


SAMPAI SEGINI DUDLU YA

__ADS_1


SEPERTI BIASA KALAU MAU LIKE, RATE, VOTE, AND COMENT NYA KU BALAS, LIKE, RATE, VOTE AND COMENT DULU CERITAKU


TERIMAKASIH**..


__ADS_2