
Aku mulai pusing dengan materi kasus - kasus yang aku pelajari, dari mulai tentang penyakitnya, penyebab penyakitnya, proses penyakitnya, pengobatan dan edukasinya dan bagaimana nantinya sembuh atau tidak. Dahiku mulai mengerut dan kepalaku mulai pusing.
"Guys.. Gue sama Mily balik duluan yaa.. Mau nganterin nyokap gue soalnya..." Shut Fily saat aku sedang sibuk mmbaca ulang materi kuliah.
"Okee..." Jawab Aku dan Sera.
FIly dan Mily pun pulang duluan, aku masih tetap duduk di kelas.
"Ri.. Lo mau balik jam berapa?" Tanya Sera.
"Sekarang deh. Udah pada balik juga kan.. Si Sissy sama Viana pergi sama temen - temen basketnya. Si Resty sama Tami udah balik duluan, Mily sama Fily juga. Si Aira pergi sama pacarnya si Leo. Paling si Yanti ikut Aira sama Leo."
"Iyaa tinggal kita nih.." Jawab Sera sedih.
"Guys....." Sahut Yanti.
Aku dan Sera pun menoleh ke arah Yanti.
"Pergi kek gitu kemana.. Gue sendirian nih." Kata Yanti sambil menempeli ku.
"Ih gak ah... Mending lo pada ke rumah gue aja deh." Jawabku sambil membereskan isi tas.
"Ide bagus. Yaudah yuk main ke rumah Riri aja.." Kata Sera langsung menarik tanganku.
Akhirnya Aku, Sera dan Yanti pun memutuskan untuk ke rumahku. Yanti tidak mau ikut dengan Aira dan Leo karna mereka mau pergi berdua saja. Aku, Sera dan Yanti menaikki angkutan umum.
"Lo udah kayak anak ilang deh Ti." Ledekku ke Yanti.
"Hahahaha iya nih gara - gara Aira pacaran sama Leo, gue jadi luntang - lantung gak jelas." Jawab Yanti sambil terkekeh.
"Ri, di rumah rambutan lo udah panen belum?" Tanya Sera.
"Masih kok, nanti ambilin aja." Jawabku.
"Yeaaaay asik.." Jawab Sera senang.
"Oh iyaa Riri di rumah ada pohon rambutan yaa...."
Tak lama aku, Sera dan Yanti pun sampai di depan jalan raya kalimalang. Kita turun lalu menaiki ojek untuk sampai ke rumah. Karna kebetulan di rumah sedang tidak ada orang, Mama masih pergi keluar dengan Bapak. Pakde Dimas juga sedan pergi.
"Nyokap sama Bokap lo kemana Ri?" Tanya Sera saat sampai di rumah.
"Lagi pergi Ser, nanti malem paling balik. Masuk yuk.."
Sera dan Yanti pun ikut masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"Beli makanan kek gitu Ri.. Lo ada motor kan?" Sahut Yanti mulai merengek lapar.
__ADS_1
"Emang yaa si Yanti maunya makan aja... Mau beli apa? Di depan ada martabak sih... Lo mau?" Kata ku lalu mengambil kunci motor.
"Boleh deh... Gue gak bisa kalo gak ngemil." Jawab Yanti.
"Yaudah ayo.. Lo mau sendirian di rumah Riri? Kita jajan ke depan." Kata Sera.
"Hahaha iya yaa.. Naik motor bertiga? Udah kayak cabe - cabean kita...." Jawab Yanti sambil tertawa lepas.
"Yaudah mau gimana lagi Ti.. Gapapa lah.." Jawabku sambil tertawa kecil.
Aku, Sera dan Yanti pun mengendarai motor dan mencari makanan untuk kita makan bersama di rumahku. Dan banyak yang kita beli dari cemilan sampai minuman. Sesampai di rumah kami asik menonton TV dan ngemil makanan yang sudah kami beli.
"Lo kelaperan banget ya Ti makan martabak sampe kayak gitu?" Tanyaku sambil meledek.
"Iyaa si Yanti nih kecil - kecil makannya banyak yaa.. Gak ngaruh tuh behel kayaknya buat dia. Makannya tetep aja banyak.." Sahut Sera sambil menggelengkan kepalanya.
Selepas Adzan Maghrib Mama dan Bapak pulang.
"Assalamualaikum..." Salam Mama saat masuk ke dalam rumah.
"Walaikumsalam.." Jawabku, Sera dan Yanti serentak.
"Ohh ada Sera sama Yanti toh.... Yaampun tante gak ada makanan sama masakan apa - apa ini..." Jawab Mama.
"Gapapa kok tante, tadi kita udah jajan ke depan. Kita beliin juga buat om sama tante ini martabak telur." Sahut Sera.
"Assalamualaikum...." Salam Bapak yang baru masuk karna baru selesai memarikiran mobil.
"Walaikumsalam..." Jawab Aku, Mama, Sera dan Yanti serentak.
"Ada temen - temennya Riri toh.." Jawab Bapak sambil tersenyum.
"Iyaa om.." Sahut Sera dan Yanti sembari salim dengan Bapak.
"Silahkan silahkan.. Om mau mandi dulu bersih - bersih yaa..." Kata Bapak lalu pergi masuk ke kamar mandi.
"Tante juga yaa ke kamar dulu..." Kata Mama.
"Iyaa tante..." Jawab kami serempak.
"Loh??? Lo ngapain manggil nyokap lo tante juga?" Tanya Sera kaget
"Hahahaha..." Aku hanya tertawa geli.
"Bercanda aja emang ini orang.." Sahut Yanti.
Kami pun asik menonton TV dan asik ngemil lagi sampai malam. Saat jam menunjukkan pukul 11 malam Yanti dan Sera pun izin pamit.
__ADS_1
"Udah malem banget loh... Kalian naik apa jam segini?" Tanyaku.
"Gampang, gue bisa naik ojek kok Ri...." Kata Sera.
"Gue jugaaa... Tenang aja Ri.." Jawab Yanti.
"Eh gak gak... Dianterin tante sama om aja yaa.. Anak perempuan pulang jam segini sendirian bahaya." Sahut Mama saat kelar dari kamar.
"Ih tante gak usah repot - repot.." Kata Sera.
"Gak.. Om sama Tante anterin. Sera rumahnya di duren sawit kan? Si Yanti kostannyadi belakang kampus kan?" Kata Mama yang sembari siap - siap.
"Iyaa tante.." Jawab Sera dan Yanti serempak.
Akhirnya Sera dan Yanti pun nurut karna Mama dan Bapak merasa seperti orang tua mereka juga jika anak gadisnya pulang malam sendirian pasti khawatir. Saat Bapak mengeluarkan mobil, ternyata Adi baru sampai dari pulang kerja. Yanti pun heboh dan berbisik kepadaku.
"Ri... Itu ya??" Tanya Yanti dengan nada yang pelan.
"Apaan?" Tanyaku berbisik.
Yanti pun segera membuka kaca mobil dan menyapanya.
"Mari Mas..." Sapa Yanti sambil tersenyum.
Adi pun menjawab dengan pelan.
"Iyaa.. Mari..." Jawabnya dengan singkat sembari mengunci pagar rumahnya.
"Ih suaranya lembut banget kayak cewek.." Sahut Sera sambil berbisik kepadaku.
"Ssstt eh kedengeran nanti sama dia..." Jawabku sambil menutup mulut Sera.
"Misi yaa Di..." Sahut Mama.
"Oh iya tante.." Jawabnya sambil tersenyum.
"Baru pulang tuh dia jam segini?" Tanya Bapak saat mama masuk mobil.
"Iyaa Pak, emang biasanya pulang jam segini kan dia." Jawab Mama.
Setelah itu kami pun jalan, pertama Bapak mengantarkan Yanti terlebih dahulu baru mengantarkan Sera pulang. Selama di perjalanan Yanti tertawa kecil mengingat suara Adi tadi.
"Oh itu yaaa Ri orangnya.. Suaranya kok gitu yaa hahaha..." Ledek Yanti sambil berbisik dan terkekeh.
"Kaget sih gue liat orangnya langsung dan denger suaranya Ri..." Sahut Sera sambil berbisik.
"Udah ah gak usah di bahas. Males banget bahas dia.." Jawabku kesal.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan mereka terus saja meledek dan menertawakan Adi.