
Hari ini adalah hari sepsialku, pagi - pagi Mama dan Bapak sudah stay di depan pintu kamar dan mengucapkan ulang tahun.
"Selamat ulang tahun anak Mama... Semoga panjang umur, sehat selalu, cepet selesai jadi dokter. Semoga berkah di usia yang ke-21 tahun ini.." Kata Mama dengan tersenyum.
"Amiiinn. Terima kasih Mama..." Jawabku tersenyum.
"Selamat ulang tahun...Sehat selalu, pinte kuliahnya.." Sahut Bapak dengan memelukku.
Aku pun menahan air mata, aku tidak bisa jika sudah Bapak yang mengucapkan ulang tahun. Hatiku cepat tersentuh saat mendengarnya. Kami bukan keluarga yang romantis selalu mengucapkan dengan kue dan lilin. Tapi kami memang hanya mnegucapkan dan doa.
"Kamu masuk hari ini?" Tanya Mama.
"Masuk laah Maa... Masa mentang - mentang ulang tahun aku libut gitu?"
"Kirain libur.." Jawab Mama terkekeh.
"Yaudah sana siap - siap. Bapak tunggu.." Jawab Bapak.
"Iya Pak.."
Pagi itu memang aku tidak berangka bersama Adi karena Adi berangkat lebih siang.
Setelah selesai mandi dan bersiap - siap, Aku langsung berangkat dengan Bapak. Seperti biasa, Eyang pasti membuatkan nasi kuning untuk ulang tahunku.
"Selamat ulang tahun cucu kesayangan eyang.." Sambut eyang putri saat aku mau izn pamit berangkat.
"Terima kasih eyang.." Jawabku sembari terseyum sumringah.
"Eyang lagi buatin nasi kuning yaa.. Nanti di bagi - bagiiin sama tetangga." Jawab eyang.
"Oke terima kasih eyang.. Aku berangkst yaa.. Assalamualaikum..." Aku pun pamit ke eyang.
Sesampai di kampus, ternyata di kelas belum ada siapapun yang datang. Tak lama Tami datang lalu Resty.
"Tumben Ri dateng pagi.." Sahut Resty yang baru datang dan duduk di sebelahku.
__ADS_1
"Iyaa nih kebetulan tadi berangkat sama Bapak. Jadi berangkatnya lebih pagi Res.."
"Iyaa biasanya kan lo gak sepagi ini datengnya.. Ada apa nih?" Tanya Tami.
"Yaa gak ada apa - apa Tam. Emang kebetulan aja... Kenapa deh pada bingung gue dateng pagi...." Jawabku menggerutu.
"Yaa gapapa Ri tumben aja.." Ledek Resty.
"Ih biasanya gue tuh dateng pagi juga yaa.. Setelah Resty, Tami sama Viana. Ini aja kebetulan gue dateng duluan, bahkan biasanya sama Sera. Ini si Sera tumben belum dateng." Jawabku sedikit mengomel.
"Si Sera kan titip absen untuk kuliah pagi ini Ri, makanya liat grup dong.." Ledek Tami.
"Oh iyaya? Gue belum buka grup hehe..." Jawabku terkekeh.
"Makanya buka grup dong..." Ledek Tami.
"Tau nih Riri.." Timpal Resty.
"Ih kalian kenapa sih?? Kan aku gak tauuu woo... Sera kenapa emangnya gak masuk pagi ini?"
"Gak tau.. Katanya mau ada urusan. Kepo amat sih lo Ri.." Ledek Tami lagi.
"Gak tau Riri..." Jawab Tami.
Tak lama Viana datang dan di susul Yanti, Aira dan Sissy. Ternyata Fily dan Mily juga tidak datang kuliah pagi itu, mereka pun juga titip absen karena masih di jalan. Setelah jam kuliah pertama berakhir, tak lama Fily, Mily dan Sera datang bersamaan.
"Aman kan tadi?" Tanya Fily.
"Aman kok..." Jawabku dan Resty bersamaan.
"Oke deh.." Jawab Fily singkat.
Setelah selesai kuliah semua seperti biasa saja, aku sedikit sedih karena mereka sepertinya lupa dengan hari ulang tahunku. Bahkan sikap mereka seperti hari - hari biasa saja. Tapi ada yang aneh saat itu, karena setelah kuliah semua selesai Resty dan Tami tidak langsung pulang. Padahal biasanya mereka pasti selalu izin pulang lebih dulu.
"Yuk ke mobil gue dulu..." Ajak Mily.
__ADS_1
Kami semua pun ke mobil Mily dan Fily. Kecuali Sera, Viana, Sissy dan Fily, mereka pergi sebentar ke kantin karena ada yang mau di beli katanya. Aku pun menunggu di dalam mobil bersama Mily, Resty, Tami, Aira dan Yanti. Tak lama Tami tiba - tiba mengajakku ke kantin.
"Ri.. Temenin gue ke kantin yuk."
"Mau ngapain?" Tanya Mily.
"Mau beli minum Ka Mily. Kakak mau?" Tanya Tami.
"Mau deh, gue titip es teh yaa..." Jawab Mily.
"Yang lain?" Tanya Tami.
Semua menggeleng - gelengkan kepala. Aku pun menemani Tami ke kantin dan membeli minum, setelah selesai aku dan Tami kembali ke parkiran. Ternyata sampai di parkiran semua sudah siap memberikan kejutan untukku dengan membawa kue dengan tulisan Happy Birthday Riri. Aku sangat terharu sampai aku terdiam dan menahan nangis, karena aku pikir mereka semua lupa hari ulang tahunku.
"Happy Birthday yaaa Rii..." Teriak mereka semua.
"Terimakasih semuaa.. Kaget banget. Gue kira kalian lupa sama ulang tahun gue.." Jawabku sembari menyeka air mata.
"Ihh Riri nangis.." Peluk Fily.
"Jangan sedih Riri. Kan hari ulang tahun, masa sedih.." Sahut Sera.
"Tiup dulu lilinnya dong.." Sahut Mily.
Aku pun meniup lilinnya dan semua bersorak.
"Yeeeeayy!! Udah make a wish belum tadi?" Tanya Aira.
"Udah kokk.. Gue terharu banget ini lengkap semua, tumben makanya Resty sama Tami gak langsung pulang... Makasih yaa sekali lagi.." Jawabku tersenyum.
"Ciee seneng kan kita lengkap?" Tanya Mily.
"Iyaaa..." Jawabku tersenyum.
"Yaudah potong kuenyaa.. laper nih.." Sahut Sissy.
__ADS_1
"Hahaha oke oke..."
Hari yang sangat mebahagiakan saat hari spesial di berikan kejutan oleh sahabat - sahabatku. Setelah kami haha hihi, kami semua pun pulang. Sesampai di rumah, Tante Ratna memberikan kue ulang tahun rasa lemon untukku. Rasanya aku seperti calon mantu yang sangat di sayang oleh calon mertua ku. Jangan tanya Adi memberikan ucapan atau tidak yaa.. Dia adalah orang pertama yang mengucapkan ulang tahun untukku, tepat pada pukul 00.00 WIB Adi memberikan ucapan dan doa yang sangat menyentuh hati. Karena dia mendokan agar hubunganku dan dia langgeng sampai ke jenjang yang lebih serius. Ah rasanya bahagia sekali hari ulang tahunku yang ke-21 saat itu.