Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 14. Menumpang


__ADS_3

Pagi ini aku sudah sibuk menggendong tasku lalu aku menghabiskan segelas susu hangat yang sudah di buatkan Mama. Kali ini aku tidak membawa bekal karna Mama tidak masak, eyang putri pun juga tidak masak. 


"Maaa... Aku udah telat ini loh." Aku masih sibuk merapihkan isi tas. 


"Yah Mama gak bisa anterin kamu ini. Mama kan ke arah Bekasi Nak..." Jawab Mama.


"Yaaahh gimana doong..." Aku mulai panik dan gelisah dan terus melihat jam tangan.


"Eh itu Tante Ratna sama Om Budi kan mau berangkat ke rawamangun, kamu nebeng aja sama mereka sampe depan." Mama memberikan ide yang seakan - akan sengaja supaya aku bisa ikut mereka. 


"Lah, kalo aku di turunin sampe depan ngapain aku nebeng mereka. Kan mama juga lewat situ ih."


"Ih kamu nih, sebentar Mama ke depan dulu." 


Mama pun langsung ke depan dan memanggil Tante Ratna. 


"Bu.. Riri boleh nebeng gak yaa sampai depan jalan raya kalimalang? Ini saya gak bisa anterin karna masih agak siang dan ke arah Bekasi. Gak ke arah kampus dia keluarnya..." Jelas Mama.


Aku menguping dari dekat pagar. 


"Oh boleh boleh, sebentar yaa... Suami saya masih sarapan." Jawab Tante Ratna dengan ramah. 


"Oh iyaa, ini si Riri agak buru - buru soalnya Bu.." Jawab Mama lagi.


Mama lalu memanggilku dengan keras, "Riii... Katanya kamu udah telat. Ayooo.." Lalu Mama menghampiriku dan menarik tanganku.


"Ri.. Tunggu sebentar yaa Om masih siap - siap dulu. Riri kuliah jam berapa?" Tanya Tante Ratna. 


"Hmmmm jam 9 sih Tante, cu...ma harus udah di kampus jam setengah 9." Jawabku agak sedikit terbata - bata.


Lalu tiba - tiba Adi keluar dari dalam rumah dengan tergesa - gesa dan dia sudah sangat rapih untuk berangkat kerja, lalu dia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil sembari memanasi mobil. 


"Ri.. Om sama Tante ternyata mau ke arah pondok gede, jadi Riri bareng Adi ya..." 

__ADS_1


Aku terdiam dan jantung rasanya mau copot.


"Hayoloh..." Ledek Mama.


"Kenapa? Adi anaknya baik kokk.. Dia gak banyak ngomong juga..." Kata Tante Ratna seperti mempromosikan anaknya sendiri.


"Hehehe iyaa tante..." Jawabku hanya terkekeh kecil.


"Yuk Ri..." Ajak Adi dan dia memanggil namaku.


"I iya Ka..." Aku menjawab terbata - bata dan bingung. "Ma, berangkat yaa..." Sembari salim tangan Mama.


"Iyaa hati - hati yaaaa Nakkk.." Jawab Mama sambil tersenyum licik karna sepertinya senang anaknya akan mengobrol dengan Adi. 


"Tante.. Berangkat yaa.." Aku juga salim dengan Tante Ratna. 


"Iyaa Ri..." Jawab Tante Ratna tersenyum sumringah. 


"Om... Berangkat ya.." Aku juga menghampiri Om Budi dan salim dengannya.


Adi pun mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi rumahnya. Lalu aku masuk ke dalam mobil Honda Jazznya dan duduk dengan hati - hati. 


Dari luar Om Budi, Tante Ratna dan Mama melambaikan tangan dengan wajah bahagia. Aku merasa ini perjodohan dari orang tua ya? Kenapa sepertinya mereka sekongkol supaya aku bisa ikut nebeng Adi sampai depan? 


Di dalam mobil dudukku sangat tidak nyaman karna aku terlalu pinggir dan hanya menoleh kearah kaca jendela sebelah kiri, tanpa mau menoleh ke arah kanan. 


"Riri masuk jam berapa?" Tiba - tiba saja Adi mengajak bicara.


Aku pun menoleh kearahnya, "Oh ya Ka? Hmmm Jam 9 Ka.." Jawabku agak terbata - bata. 


"Ini telat gak baru berangkat jam segini?" Dia sembari menoleh kearahku dan melihat jam di tangannya. 


Aku ingat sekali, wangi parfumnya waktu itu. Kuat tapi soft, walaupun aku tidak tau merk parfumnya apa yang jelas ini bukan parfum cowok - cowok kebanyakan. 

__ADS_1


"Hmmm mudah - mudahan sih gak ya Ka... Kalaupun telat yaa paling telat 5 menit sih ini." Jawabku sambil tersenyum kecil.


"Mudah - mudahan yaa... Oh iyaa Riri di kedokteran ya?"


"Iya Ka..." 


Aku menggerutu dalam hati, berharap segera sampai. Karna aku merasa dia banyak bicara. Padahal Tante Ratna bilang dia diam tidak banyak bicara. Huh tidak sesuai kenyataan.


"Ohhh terus kan Kamu di sekolah yang agamanya minoritas ya.. Itu gimana Ri?"


"Yaa gak gimana - gimana sih Ka, kita saling menghargai satu sama lain kok. Kampusnya juga kan umum Ka... Jadi namanya aja itu, isinya kita Bhineka Tunggal Ika kok Ka.."


"Oh gitu yaa.. Alhamdulillah yaa saling menghargai jadinya masing - masing agama.."


"Hehehe iya Ka..." 


Dia terus saja mengoceh dan aku merasa perjalanan ini sangat lama. Aku sudah ingin turun dari mobilnya. 


"Ini Riri udah semester berapa?"


"Aku udah mau semester akhir Ka..."


"Oh gitu ya.. Semangat yaa..."


"Iyaa terima kasih yaa Ka... Oh iyaa aku turun di depan situ aja Ka..."


Akhirnya yang di nanti - nanti, aku turun dari mobilnya.


"Oh iya oke... "


"Terima kasih yaa Ka..." Aku pun membuka pintu mobilnya dan segera turun.


"Hati - hati yaa Ri..." Dia pun melambaikan tangan.

__ADS_1


"Iyaa hati - hati juga Ka..." Aku menjawab dengan senyuman saja tanpa melambaikan tangan dan segera menutup pintu mobilnya. 


Mobilnya pun melaju pergi meninggalkanku. Aku pun segera menaikki angkutan umum sembari melihat jam di tanganku berharap tidak terlambat masuk kelas. 


__ADS_2