Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 32. Fandi MenghubungiKu


__ADS_3

Hubunganku dan Adi sudah semakin dekat, tapi aku belum tau akan kemana hubungan ini. Apakah hanya berteman atau akan berlanjut berpacaran. Bahkan rasa - rasanya aku tidak mau berharap untuk hubunganku dan Adi, mungkin saja Adi hanya menganggapku adik. Apalagi sudah beberapa hari ini aku dan Adi tidak berkomunikasi, karena kesibukan masing - masing. Tapi... Tiba - tiba Fandi datang lagi, berawal dari menanyakan kabar melalui via chat. 


"Ri.. Apa kabar?" 


Awalnya aku tidak tau ini siapa, setelah aku lihat profilnya aku baru sadar kalau itu Fandi.


"Alhamdulillah kabar gue baik. Fandi?" 


"Iya Ri..." Balas Fandi singkat.


Aku berusaha merespon baik dengannya walaupun kami sudah mantan. 


"Ada apa Fan?" 


"Lagi dimana Ri?" 


"Lagi di kampus laah Fan.. Kenapa?"


"Sampai jam berapa Ri?" 


"Sore sih biasanya. Kenapa sih?"


"Yaah, masih ada mata kuliah ini?"


"Iyaa..."


"Gue mau ngajak ketemu. Lagi di kampus lo nih."


"Hah? Maksudnya? Kan kampus lo juga Fan."


"Gue udah pindah Ri."


"Oh baru tau gue hahaha..."


"Iyaa gue mau ngajak ketemu lo di kantin." 


"Mau ngapain Fan?"


"Yaa ngobrol - ngobrol aja Ri... Kan udah lama gak ketemu."


"Hahahaa tumben banget lo.. Setelah sekian lama, tiba - tiba ngajak ketemu gue mau ngobrol... Padahal kan dulu kita putusnya ribut yaa Fan..."


"Hahaha ya gapapa, kan udah lama gak ngbrol. Yaampun masih inget aja lo Ri."


"Ya gitu deh." 


"Yaudah lo balik jam berapa?"


"Gue sore banget Fan."


"Yah.. Yaudah deh, kalo besok?"


"Besok gue mungkin bisa." 


"Kalo mungkin belum tentu bisa dong Ri?"


"Yaa gak tau gue Fan, tergantung jadwal kuliah. Infonya nanti malem biasanya...."


"Gue mau kesana kalo lo bener - bener fix bisa nih. Nanti udah jauh - jauh kesana malah lonya gak bisa lagi."


"Yaa ngapain coba harus ada gue? Hahahaha.. Kan lo bisa ketemu sama temen - temen lo Fan."

__ADS_1


"Yaa sekalian aja gitu Ri...."


"Yaudah nanti malem gue kabarin deh, besok gue bisa atau gaknya yaa Fan."


"Iyaa kabarin gue ya Ri..."


"Oke."


Sebenarnya aku agak malas untuk bertemu dengan Fandi lagi, apalagi saat aku putus dengannya kemarin kurang menyenangkan. Walaupun akhirnya aku sudah saling memaafkan satu sama lain, tapi aku sudah tau bagaimana watak Fandi.


***


Keesokan harinya aku memang tidak bisa bertemu dengan Fandi karena memang kliah yang full. Akhirnya Fandi tidak jadi ke kampusku, tapi akhirnya aku bertemu dengan Fandi 3 hari kemudian di kantin kampus. 


"Hai Ri.. Apa kabar?" Tanya Fandi datang menghampiriku dan memberikan senyum malu.


"Yaa Alhamdulillah baik. Duduk Fa, jangan berdiri." Jawabku santai.


"Ciee... Fandi..." Ledek salah satu temannya dari arah belakangku. 


Aku menoleh, "Siapa Fan?" Lalu aku langsung bertanya dengan Fandi.


"Temen gue... Biasa..Suka iseng Ri..." Jawab Fandi agak gagap.


"Dihh.. Kenapa Lo? Kok salting gitu Fan?" Tanyaku tertawa kecil.


"Hahaha masa sih? Yaa gimana yaa udah lama gak ketemu sama lo sih. Lo makin cantik Ri." 


"Dih... Apasih Fan.. Eh gue mau pesen makan dulu deh ya... Lo udah makan?" 


"Gue udah makan kok sama temen - temen gue tadi disana Ri... Yaudah. Gue tunggu disini"


Setelah aku memesan makanan, aku kembali ke Fandi dan duduk di hadapannya. 


"Udah Ri?" Tanya Fandi saat aku duduk.


"Udah." Jawabku singkat.


"Hmmm.. Kalo gue deketin lo lagi gak ada yang marah kan Ri?" Tanya Fandi langsung to the point. 


"Hah? Lo mau deketin gue lagi ini Fan?" Tanyaku kaget.


Fandi hanya tersenyum malu.


"Fan.. Gue udah deket sama orang." Jawabku seperti langsung menolak. 


"Oh lo udah deket yaa sama cowok?" 


"Iya Fan.." 


"Siapa?"


"Yaampun... Masa gue harus kasih tau siapa orangnya sih?" 


"Yaa gapapa kan gue pengen tau aja..."


"Yaa adalah tetangga gue Fan.." 


"Hah? Tetangga? Lo deket sama tetangga lo?"


"Iyaa gue lagi deket sama tetangga gue Fan. Dia tetangga baru gue.." 

__ADS_1


"Hmmm tapi masih baru deket kan?"


"Yaa tapi gue kalo udah deket yaa satu aja Fan, gak bisa lebih."


"Anak mana dia?" 


"Udah kerja Fan."


"Ohhh... Dimana?"


"Di daerah Sunter. Emang lo gak ada yang lagi deket?"


"Hmm kemarin ada sih, cuma gak jadian. Dianya malah pacaran sama yang lain Ri."


"Yaampun. Yaudah, coba aja deket lagi sama yang lain. Lagian kan kita udah mantan Fan. Masih banyak loh yang lebih cantik dari gue disana..." 


"Lo juga cantik lah Ri..." 


"Kan modus lagi deh Lo.." 


"Hahaha gak kok gak..." Jawab Fandi terkekeh.


"Eh gue gak bisa lama - lama yaa Fan, mau pergi sama temen - temen gue soalnya." 


"Lo udah gak deket sama Christine?" 


"Gak sih, semenjak udah gak sama lo dan dia juga udah gak sama si Sandy yaa udah masing - masing aja.. Dia kan beda temenannya sama gue Fan. Geng dia lebih hits, gue mah mainnya kaki lima hahaha..." 


"Oh lebih high class ya dia?" 


"Yaa emang sebenarnya dulu gak deket sih, cuma deket kalo lagi sama lo dan Sandy aja. Eh lo kenapa pindah deh?"


"Oh gitu... Gak betah gue. Apalagi si Sandy juga udah keluar kan dia masuk pilot sekarang, terus Bang Roy juga udah mau lulus kemarin kan udah sibuk. Gak ada temen deket lagi gue Ri."


"Gara - gara itu lo pindah?"


"Yaa karena capek juga sih disini. Senioritasnya itu loh gue gak kuat..."


"Yaampun... Fakultas Teknik sekeras itu ya Fan?"


"Ya gitu deh Ri.."


"Pindah ke swasta juga lo?"


"Yaiyaa mana bisa ke negeri Ri... Tapi lebih enak di kampus baru gue sih Ri."


"Yaa Alhamdulillah sih kalo lo betah di kampus baru lo."


"Iyaa.."


"Yaudah ya Fan.. Gue duluan."


"Iyaa hati - hati Ri.. Nanti gue boleh kan chat lo tapi kalo mau curhat?"


"Boleh. Chat aja Fan." 


"Okee.. Mau gue anterin gak kesana?"


"Gak usah. Udah yaa dahh.."


Aku pun pergi meninggalkan Fandi yang masih duduk di kantin. Untungnya Fandi tidak marah saat aku langsung menolak pendekatan lagi dengannya. Walaupun sebenarnya statusku dan Adi belum jelas sedang pendekatan atau sudah berpacaran, setidaknya aku menghargai perasaan ini. 

__ADS_1


__ADS_2