
Aku sudah siap pagi ini untuk berangkat ke kampus dan Adi juga sudah siap untuk berangkat kerja.
"Ini kata Mama si Oma mau ke Jakarta besok." Kata Adi sembari sibuk membuka ponselnya.
"Oh iya? Sendirian?" Tanyaku.
"Iyaa sendirian. Nanti di bandara langsung jemput Oma... Walaupun udah tua banget tapi oma masih oke loh Ri.. Masih kuat."
"Usia oma berapa emang Ka?"
"Udah 90an tau Ri..." Jawab Adi sembari sibuk membereskan mobil.
"MasyaAllah.. Tapi udah ada sakit Ka?"
"Yaaa penyakit tua aja Ri..."
"Ratu masih ngeliat uyutnya yaa.."
"Iyaa... Masih cantik. Cuma yaa jalannya agak di tuntun ajaa..."
"Masih suka dandan gitu ka?"
"Bukan dandan sih, yaa masih rapih aja Ri... Nanti Ka Adi kenalin deh yaa sama Oma..."
"Oke.."
"Yuk berangkat.. Mama mana?"
"Mama di dalem Ka.. Lagi beberes."
"Udah pamit?"
"Udah dong.."
"Hati - hati yaa..." Tiba - tiba Mama keluar dari pintu rumah.
"Astaghfirullah. Kaget ih tante.." Jawab Adi sembari mengelus dada.
"Hahaha... Udah Riri masuk aja ke mobil, nanti mama yang tutup pagernya."
"Yaudah kita berangkat yaa Tante.. Assalamualaikumm..." Sahut Adi.
"Iyaaa Walaikumsalam." Jawab Mama.
Aku pn langsung masuk ke dalam mobil Adi dan mobil Adi melaju perlahan keluar dari garasi rumahku. Mama pun menutup pagar rumah.
Di perjalanan Adi di telepon Tante Ratna membicarakan besok menjemput Oma. Dan ternyata Adi yang disuruh jemput Oma ke Bandara.
"Besok Ka Adi izin setengah hari ini mah.." Kata Ka Adi setelah menerima telepon dari Tante Ratna.
"Emang pesawat Oma jam berapa Ka?"
"Pagi, jadi besok Ka Adi ke Bandara dulu jemput Oma. Terus anterin ke Rawamangun. Baru ke kantor."
"Iyaa mana Oma sendirian lagi yaa..."
"Gak kok, sama Om Ilyas. Soalnya kemarin Om Ilyas habis ada kerjaan disana, sekalian deh Oma ikut ke Jakarta pas Om balik."
"Oh Papanya si kembar ya Ka?"
"Iya... Besok Ka Adi gak bisa nganterin Riri ke kampus gapapa?"
"Gapapa kok Ka. Emang besok aku pagi - pagi ke kampusnya. Sebelum Ka Adi berangkat aku udah berangkat kali."
__ADS_1
"Oh besok kuliah pagi?"
"Iyaa Ka..."
"Ih kuliah pagi - pagi pasti masih ngantuk - ngantuk."
"Gak dong, kalo kuliah pagi - pagi masih fresh. Kalo udah siang tuh ngantuk aku, laper."
"Kalo Ka Adi lebih suka dulu masuk siang. Kalo pagi suka mager.. Hahahaha.."
Aku hanya tertawa kecil dan menggeleng - gelengkan kepala.
Tak terasa saat asik ngobrol, ternyata sudah sampai di kampus. Aku pun turun dan Adi langsung tancap gas.
***
Keesokan harinya aku berangkat lebih pagi diantar Bapak, kebetulan Bapak di rumah. Bapak sudah mulai menanyakanku dengan Adi.
"Si Adi kalo berangkat kerja siang ya?" Tanya Bapak sembari menyetir.
"Iyaa emang dia masuknya jam 10an Pak, makanya dia jalannya dari rumah jam 8."
"Ohh... Dimana emang?"
"Di daerah Sunter sih katanya, tapi sebentar lagi proyeknya yang di Sunter selesai."
"Terus habis ini pindah kemana lagi?"
"Belum tau sih dia, tapi dia gak mau keluar kota katanya. Mau di Jakarta aja."
"Oh..."
Bapakku adalah orang yang tidak terlalu pemilh untuk urusan pasangan anaknya, tapi beliau kritis jika ngobrol dengan seseorang yang dekat denganku.
Setelah aku sampai di kampus, aku langsung mengabari Adi dan menanyakan apakah dia sudah berangkat atau belum.
"Kayaknya sih siang jam 2an udah pulang yaa ka. Atau sore jam 4.. Belum tau sih. Kenapa emangnya?" Balasku cepat.
"Ini si Mama nanya Ka Adi, kalo Riri nemenin main si Ratu nanti bisa gak yaa.. Soalnya Kan ada Oma di rumah. Paling nanti kalo Ratu udah pulang, Mama baru bisa tenang. Nanti paling Papa aja yang nganterin Ratu pulang"
"Oh gitu.. Gak tu ini aku pulang jam berapa Ka.. Mudah - mudahan aja siany aa..."
"Amiiin yaa.. Sekalian kenalan sama Oma."
"Iyaa sayang.."
"Yaudah, Ka Adi jemput Oma dulu yaa.. Semangat kuliahnya hari ini sayang.."
"Okee hati - hati yaa sayang... Okee siap."
***
Ternyata aku selesai kuliah sampai jam 3 sore, aku pun langsung izin dengan teman - temanku untuk pulang duluan.
"Mau kemana sih Ri? Cepet - cepet banget?" Tanya Fily.
"Ada urusan guys.. Gue duluan yaaa daahhh....." Aku pun langsung berlari dan mencari angkuan umum.
Sesampainya di rumah, sudah ada Ratu yang bermain di depan dengan mbaknya.
"Aunty Riri!!! Teriak Ratu dari kejauhan.
"Haii Princess!!" Sambutku.
__ADS_1
"Sebentar yaa Aunty mandi dulu, nanti baru kita main."
"Okee... Fast okey.."
"Okeee.." Aku pun segera masuk ke rumah lalu mandi dan mengganti baju.
"Ri.. Tadi kamu di cariin sama Tante Ratna.." Kata Mama saat aku sedang menyisir rambut.
"Iyaaa.. Mama udah ketemu sama Oma?" Tanyaku.
"Udah, yaampun cantik banget. Badannya mungil kayak keluarga bapak nak." Jawab Mama terkesima.
"Oh iya Ma?"
"Iyaa.. Udah 90 tahun masa masih cantik,bersih kulitnya. Terus masih kuat jalan..."
"Kata Adi sih udah 90 lebih Ma..."
"Iyaaa... Udah bonus banget umurnya."
"Iya.. Yaudah aku keluar dulu yaa Ma, gak enak tadi kan di cari sama Tante Ratna."
"Iyaa Mama juga mau ke rumah eyang.."
"Ih mau ngegosip pasti ya?"
"Enak aja kamu."
"Hahahaha... Yaudah ah."
Aku pun segera keluar dan langsung mampir ke rumah Adi.
"Assalamualaikum..." Salamku masuk ke dalam rumah Adi.
"Walaikumsalam..." Jawab Tante Ratna yang sedang duduk dengan Oma.
Aku tesenyum.
"Masuk Ri.." Kata Tante Ratna.
Aku pun masuk dan salim dengan Oma dan Tante Ratna.
"Ini Mamanya Tante..." Kata Tante Ratna mengenalkan.
"Riri Oma..." Kata ku mengenalkan diri.
"Oh iyaa.." Jawab Oma lembut.
"Ini anaknya Pak dokter disebelah rumah Oma, Riri juga calon dokter." Sahut Tante Ratna.
"Amiinnn..." Jawabku tersenyum.
"Oh iya? Cantik yaa..." Jawab Oma tersenyum.
"Terima kasih oma..." Aku masih memegang tangan kecilnya.
"Aunty Riri...." Ratu tiba - tiba keluar dari kamar dan memanggilku.
"Udah main sama Aunty Riri.." Sahut Om Budi yang juga keluar dari kamar.
"Come on Aunty..." Ajak Ratu.
"Oma, Aku temenin Ratu main dulu yaa..." Jawabku dengan nada pelan.
__ADS_1
"Iyaa..." Jawab Oma lembut.
Oma Adi sangat lembut dan cantik, walaupun usianya sudah tua tapi dia masih bersih dan terurus. Aku senang bisa di kenalkan dengan Oma dan perlahan aku masuk ke dalam keluarga Adi.