Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 46. Kebersamaan


__ADS_3

Setelah sampai di Mall Adi pun memarkirkan mobil di dekat mobil Ka Ani. Lalu kami semua turun dari mobil.


"Eyang capek gak?" Tanya Adi.


"Gak.. Paling pinggangku aja sakit kalo jauh jalannya.." Jawab Eyang sembari memegang pinggang. 


"Nanti di dalam Mall ada kursi roda, eyang duduk disitu aja yaa.. Biar nanti gak capek.." Kata Adi.


"Duh ngapain pakai kursi roda segala? Udah kayak orang lumpuh aja Di... Aku kan masih sehat.." Jawab eyang.


"Loh itu buat lansia - lansia yang gak kuat jalan lama eyang, ini Mallnya gede loh. Nanti eyang capek. Udah nurut aja deh sama Adi." Jawab Adi lembut.


Aku merasa Adi sangat perhatian dengan eyang, dia sepertinya sangat sayang dengan eyang. 


"Ini Adi udah sewain buat eyang yaa..." Adi membawa kursi roda di lobby. 


"Terima kasih yaa Ka..." Jawabku. 


"Iyaa sama - sama.. Ini Mama sama Papa yang suruh soalnya. Kasihan eyang takut capek." Jawab Adi.


Eyang pun duduk di kursi roda dengan hati - hati.


"Nah kan gini enak eyang.. Jadi eyang gak capek." Sahut Bapak.


Eyang hanya tertawa malu. 


"Udah sini aku aja yang dorong.." Sahut Pakde Dimas. 


"Kita refreshing yaa eyang..." Timpal Tante Ratna yang tiba - tiba datang menghampiri eyang. 


"Terima kasih yaa Buu saya udah di sewain ini..." Jawab Eyang sembari tersenyum.


"Ini anak - anak yang suruh kok Bu. Mereka gak mau lihat eyang capek. Soalnya Oma waktu kesini juga di sewain ini Eyang.." Jawab Tante Ratna. 


"Oh gitu.. Iyaa deh enak tinggal duduk." Jawab eyang.


"Aunty Riri... Sini..." Ratu tiba - tiba menarik tanganku. 


"Kenapa Princess?" Tanyaku. 


"Ra.. Jangan lari - lari.." Teriak Ka Ani yang selalu khawatir kalau anaknya jatuh jika lari - lari. 

__ADS_1


Kami pun berjalan - jalan di Mall walaupun sekedar melihat - lihat. Dan melihat kelucuan Ratu yang sedang aktif, dia ingin main kesana dan kesini. Yang pasti aku repot mengejarnya begitupun dengan Adi yang ikut sigap menjaga Ratu. 


"Ratuu.. Please deh.." Kata Adi sembari terengah - engah. 


Bapak dan Om Budi asik bercengkrama, begitupun dengan Mama dan Tante Ratna. Aku seperti melihat ada lampu hijau dari kedua keluarga. Aku merasa hubunganku dan Adi sepertinya akan terus berlanjut karena melihat kedekatan kedua orangtua ku dan dia. 


"Sayang.. Capek ah. Udah jangan di kejar terus itu si Ratu." Bisik Adi.


"Uncle!!!" Teriak Ratu sembari berlari lagi. 


"Dii tolonglah itu ponakan lo lari - lari." Sahut Ka Ani.


"Ya Allah Ka.. Gue udah capek gini yaa.. Kalo asma gue kambuh gimana?" Jawab Adi kesal.


"Udah aku aja yang kejar.." Jawabku. 


Ratu terus berlari tidak mau berhenti.


"Ratu, sini Aunty kasih tau.." Aku pun behasil membuat Ratu tidak berlari lagi.


"Kenapa Aunty Riri?" 


"Sini.. Kita liat - liat mainan aja. Tapi kita harus gandengan tangan yaa.. Jangan lari - lari..Oke?" 


"Ih sama si Riri dia mau nurut loh." Sahut Ka Ani dari belakang.


"Wah dia mah emang udah akrab banget sama Riri Ka..." Sahut Adi. 


"Cocoklah kalian..." Jawab Ka Ani dengan senyum senang.


"Amiiinnn..." Jawabku dan Adi serempak.


Saat kami sedang asik jalan - jalan, tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu pukul 4 sore. Kami semua pun mencari mushola untuk Sholat Ashar. Setelah itu kami bersiap - siap untuk pulang ke rumah. 


"Udah ah, eyang berdiri yaa.. Kan udah mau pulang." Jawab eyang.


"Loh kan kita masih mau keliling eyang.." Ledek Adi. 


"Ah Adi nih iseng aja deh..." Jawab Eyang.


"Yaudah Ri sini naik." Suruh Adi.

__ADS_1


"Lah kok Aku?" Tanyaku. 


"Aku aja Uncle!!!" Sahut Ratu. 


Ratu pun langsung duduk di kursi roda dan dia menarik tanganku agar aku juga ikut duduk. Adi pun mendorong dengan kencang dan dilihat banyak orang yang ada di Mall. Begitu malunya aku saat itu, tapi sangat menyenangkan karena semua terhibur dengan sikap kami yang menggila.


"Kaaa... Udahhhh... Hahahah..." Teriakku sembari tertawa.


Ratu hanya terus tertawa saat duduk di pangkuanku.


"Capek ah..." Jawab Adi yang tiba - tiba memberhentikan kursi rodanya secara brutal.


Semua orang tertawa melihatku dan Adi bersikap konyol seperti itu. Mama, Bapak, Om Budi, Tante Ratna, Eyang Putri, Pakde Dimas, Ka Ani dan Bang Ozzy tertawa lepas saat itu.


"Kaaa YaAllah malu tauuu, kalo ada temenku gimana coba kayak tadi?" Jawabku terengah - engah. 


"Loh kok Riri yang ngos - ngossan? Kan Ka Adi yang lari - lari?" Tanya Adi heran.


"Yaiyaa aku teriak - teriak jugaa.. Gimana gak ngos - ngossan??" Jawabku yang masih terengah - engah.


Adi hanya tertawa kecil, aku dan Ratu pun segera berdiri dari kursi roda.


"Mama...!!!" Ratu pun berlari ke Ka Ani. 


"Uncle iseng ya Ra?" Tanya Ka Ani sembari terkekeh. 


"I'm Happy.." Jawab Ratu tersenyum.


Adi pun mengembalikan kursi roda penyewaan dan kami berjalan menuju parkiran mobil. Tentunya aku ikut bersama Mama, Bapak, Eyang Putri dan Pakde Dimas. Adi pun yang menyetirnya juga sampai rumah. 


"Terima kasih yaa Bu untuk hari ini.." Kata Mama.


"Iya sama - sama Mbak Lila..." Jawab Tante Ratna tersenyum.


"Ani.. Terima kasih yaa udah ajak eyang jalan - jalan.." Sahut Eyang ke Ka Ani.


"Sama - sama Eyang... Seru kan rame - rame gini eyang?" Kata Ka Ani. 


"Iyaa.." Jawab eyang sumringah.


"Yaudah Ani langsung yaa Ma.. Pa... Om.. Tante.. Eyang.. Pakde... Ri.. Ani pulang yaa.. Besok kan masuk lagi pagi." Kata Ka Ani pamit. 

__ADS_1


"Iyaa hati - hati.." Jawab kami semua serempak. 


Hari itu benar - benar menyenangkan untukku, aku merasakan kebersamaan diantara keluargaku dan keluarga Adi. Dan aku berharap semoga akan terus seperti ini sampai nanti.


__ADS_2