
Hari - hari ku setelah hubunganku jelas dengan Adi, aku menjadi lebih ceria di awal. Dan aku bisa memamerkan dia di sosial mediaku agar orang tau bahwa aku sudah punya pacar baru. Ya.. Walaupun statusku dan Adi hanya kata - kata jalanin ajah tapi kami punya tujuan yang serius. Apalagi Adi sudah mulai memperkenalkanku dengan beberapa saudaranya.
"Ri.. Kayaknya beberapa hari ini lo lagi happy ya?" Tanya Tami penasaran.
"Hahaha masa sih?" Tanyaku sembari tertawa.
"Ih lo gak mau cerita nih sama gue?" Tanya Tami lagi.
"Nanti gue cerita sama semuanya yaa... Jadi gak satu - satu ceritanya."
"Ih.. cerita sama gue dulu dong Ri..."
"Ih gitu kan curang kalo gue udah cerita sama lo duluan Tamii.."
"Ah Riri mah gitu.." Jawab Tami cemberut.
"Eh Ri... tm.. Makan yuk.." Ajak Sera.
"Gue belum laper. Nanti aja deh.." Jawab Tami ketus.
"Dih.. Kenapa lo?" Tanya Sera.
"Gapapa." Jawab Tami singkat.
"Ituu dia bete sama gue gara - gara gue gak cerita dulu ke dia kalo gue lagi happy. Gue tuh mau langsung cerita sama kalian semua gitu gak satu - satu." Sahutku.
"Ih gak gitu Ri. Tau ah." Jawab Tami kesal.
"Ihh ngambek.." Ledek Sera.
"Udah yuk sekalian gue mau cerita nih, ke kantin kita yuk. Makan dulu.." Jawabku.
"Hmmm.." Jawab Tami masih dengan wajah kesal.
"Ih gak boleh bete bete dong Tami cantik.." Jawabku sembari memeluknya.
"Senyum dong..." Sahut Sera.
Tami pun tersenyum manja.
"Hahaha ih kayak kucing lo.." Ledekku.
"Ihhh.." Tami langsung malu.
Aku, Sera dan Tami pun ke kantin dan disana sudah ada Mily, Fily, Resty, Yanti, Aira, Sissy dan Viana.
"Kalian pada lama banget sih?" Tanya Mily dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Maaf ih.. Tadi biasa ada iklan.." Jawab Sera.
"Yaudah makan sini duduk. Pesen dulu deh.." Jawab Mily.
"Gue mau mie instan deh..." Sahut Sera.
"Ih mau juga, gue mau double." Sahutku.
"Mau.." Sahut Tami.
Aku, Tami dan Sera pun memesan mie instan goreng dan seperti biasa aku membeli es susu putih. Saat sudah selesai memesan makanan aku kembali duduk dan memulai bercerita dengan sahabat - sahabatku.
"Gue mau ngomong sama kalian..." Tiba - tiba semua hening sat aku bicara.
"Apaan?" Tanya Mily.
"Jadi.. Gue sama Adi udah ada kejelasan." Jawabku pelan.
"Hah? Gimana? Lo udah pacaran sama Adi?" Tanya Mily dengan nada tinggi.
"Hmm jalanin aja sih, tapi tujuannya jelas. Serius.." Jawabku pelan.
"Hah? Serius lo Ri?" Tanya Sissy.
Aku hanya mengangguk.
"Wah tahun depan nikah nih kayaknya.." Sahut Sissy.
"Hahaha aamiin aja gue mah.." Jawabku sembaru tersenyum.
"Tapi kalo lo jalanin aja kayak gitu statusnya apaan ya?" Tanya Aira.
"Yaa sebenarnya pacaran aja sih, tapi gak tembak - tembak gitu." Jawabku.
"Gak ada anniv dong Ri?" Tanya Sissy.
"Gak ada... Hahaha..." Aku sembari tertawa lepas.
"Lo yakin Ri sama Adi?" Tanya Mily.
"Hmm InysaAllah yaa Mil.. Yaa gue sama dia sekarang ngerasa cocok aja sama dia. Apalagi dia udah dewasa kan yaa pemikirannya.." Jawabku.
"Hmm oke..." Jawab Mily tersenyum kecil.
"Yaudah kapan - kapan kenalin dong sama kita nanti!" Sahut Sissy.
"Iyaaa kenalinnn...." Sahut Mily.
__ADS_1
"Iyaa nanti gue kenalin pasti sama kalian."
"Ciee Riri udah ada status baru sama Adi..." Ledek Viana.
Kami semua tertawa setelah itu, walaupun aku merasa tidak semuanya setuju dengan hubunganku dan Adi. Tapi aku bersyukur mereka tetap support hubunganku dengan Adi.
***
"Ri.. Udah tidur belum?" Tanya Adi melalui chat line.
"Belum Ka... kenapa?" Balasku cepat.
"Ini Ka Adi masih di jalan pulang, hari ini Ka Adi parkir di rumah Riri ya..."
"Loh kenapa?"
"Iyaa soalnya besok kan Ka Adi berangkat siang, kasihan Papa nanti pindahin mobil Ka Adi pagi - pagi. Ka Adi udang ngantuk kalo pindahin mobil dulu.."
"Oh gitu yaudah parkir aja Ka... Bapak juga gak pulang kok."
"Yaudah tunggu yaa sayang, jangan tidur dulu."
"Iyaa sayang.."
Yaa... Kita mulai berkomunikasi dengan panggilan sayang.
Setelah 45 menit, Adi datang. Aku sudah membuka pagar rumah sepenuhnya, dan dia langsung masuk ke garasi.
"Ka Adi ngantuk banget nih Ri. Makanya dari tadi Ka Adi chat line Riri terus.. Gapapa kan?" Tanya Adi yang keluar dari mobil.
"Iyaa gapapa kok, kasihan. Capek ya?" Tanyaku sembari mengelus punggungnya.
"Iyaa hari ini lagi banyak banget kerjaan.." Jawab Adi lembut.
"Yaudah ini langsung mandi terus istirahat yaa.."
"Iyaa.. Besok bareng gak?"
"Iyaa kok besok aku ikut Ka Adi."
"Yaudah, besok jam 8 yaa berangkatnya. Besok gak ke rawamangun soalnya..."
"Iyaa sayang.. Yaudah sana.."
"Dahh..."
"Daahh..."
__ADS_1
Adi pun masuk ke dalam rumah dan menutup pagarnya. Rasanya aneh saat punya pacar yang rumahnya di sebelah. Aku merasa seperti mimpi, dulu saat awal kenal dengan Adi bahkan aku tidak terbayang sama sekali akan menjadi pacarnya.