Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 23. Ulang Tahun Ratu Ke-3


__ADS_3

Hari ini awal Juni, bulan kelahiranku. Aku sudah tidak sabar ingin segera ulang tahun. Tapi ternyata Ratu, ponakan Adi juga lahir di bulan yang sama dengannya. 


"Ri, kemarin eyang ngobrol sama Bu Ratna. Katanya si Ratu besok ulang tahun." Kata Eyang Putri saat aku sedang tidur - tiduran santai di kamar eyang.


"Oh ya Yang?" Tanyaku singkat.


"Iyaa.. Kamu gak di kasih tau sama Adi?" Tanya Eyang Putri.


"Gak.. Yaa mau ngapain juga Adi ngasih tau aku Yang.. Hahahaha..." Jawabku sambil tertawa.


"Yaa kan kamu deket sama Adi."


"Gak kok Yang. Adi gak ada cerita apa - apa sama Aku dan aku juga jarang komunikasi sama Adi. Yaa ketemu aja ngobrolnya.."


"Kirain... Kamu tuh kalo berdua aja di dalam mobil ngobrol apa aja sih Ri?" Tanya Eyang Putri penasaran.


"Yaa ngobrol apa aja Yang.. banyak..." Jawabku singkat.


"Apa dong cerita sama Eyang.." 


"Ih Eyang kepo deh hahahaha.."


"Ayo dong...." Eyang mencolek - colek diriku. 


"Ih eyang nih genit hahahaha.." Aku terus tertawa dengan sikap Eyang Putri yang senang sekali sepertinya jika aku dekat dengan Adi. 


Aku merasa Eyang Putri dan Mamaku memang sepertinya ingin aku akrab dengan Adi dan bisa lebih dari teman. Tapi aku masih ragu karena aku masih terus mencari tau dia, apakah dia penyuka sesama jenis atau tidak. Karena aku membaca gerak geriknya sehari - hari. 


***


"Assalamualaikum..." Salam Tante Ratna di depan pintu rumahku.


"Walaikumsalam.. Yaa kenapa Tante?" Tanyaku saat baru pulang kuliah.


"Riri sendirian di rumah?" Tanya Tante Ratna.


"Iyaa Tante, Mama lagi ke rumah nasabah. Bapak hari ini gak pulang.." Jawabku sembari tersenyum.


"Oh gitu.. Ini Tante bawain kue ulang tahun Ratu." Kata Tante Ratna sembari memberikan kue cokelat.


"Oh iyaa... Terima kasih tante. Si Ratu ulang tahun?"


"Iya Ri... Pesta kecil - kecilan aja.. Masih kecil juga dia, jadi belum terlalu ngerti."


"Oh yang ke berapa Tante?"


"Ratu umur 3 tahun Ri..." 


"Oh iyaa yaa.. Terima kasih yaa tante..."


"Iyaa sama - sama... Ngasihnya dikit yaaa Ri... Kuenya juga kecil."


"Gapapa tante.. Terima kasih banyak ini kuenya..." 


"Yaudah, Tante permisi yaa Ri.. Kalo takut sendirian di rumah. Main aja ke rumah tante Ri.."


"Gak kok tante, sebentar lagi Mama juga pulang ini."


"Yaudah kalo gitu. Pulang yaa Ri..."


"Iyaa Tante.."


Tante Ratna pun pergi kelua pagar rumah, setelah aku menerima kue dari Tante Ratna. Aku pun menghubungi Adi.

__ADS_1


"Ka... Ratu ulang tahun ya?" Tanyaku.


"Iyaa... Kemarin Ri.. Si Mama yaa ngasih kue ke rumah?" 


"Iyaa nih Ka.. Tadi barusan kasih kue ulang tahunnya Ratu." 


"Iyaa.. Kemarin dia nanyain Riri. Ka Adi bilang kalo Ka Riri lagi pergi."


"Hahaha bohong yaa.. Padahal aku kan lagi di rumah." 


"Yaa tapi kan kemarin juga pas weekdays Ri. Terus Ka Adi emang sengaja izin sama bos buat pulang cepet, soalnya ini anak kalo di rayainnya lewat tanggal gak mau. Ribet." 


"Iyasih... Hahahaha namanya juga anak - anak Ka..."


"Emaanggg... Tapi Ka Adi belum beliin kado nih. Hari minggu besok mau gak temenin Ka Adi nyari kado buat dia? Dia udah nagih terus soalnya kemarin.. Ka Adi belum sempet beliin dia kado sih."


"Oh gitu. Ya boleh Ka.."


"Okee.."


***


Hari Minggu pun tiba, aku harus menepati janjiku untuk menemani Adi membelikan kado untuk Ratu. Tentu saja aku juga sudah membelikan kado untuknya. Karena setelah hari ulang tahunnya kemarin Aku tidak sempat bertemu dengan Ratu sama sekali, jadi aku baru bisa memberikan kadonya di weekend. 


"Kita mau beli kado dimana Ka?" Tanyaku saat mobil sudah melaju keluar dari gang rumah kami.


"Ke Gading aja kali yaa... Biar deket nanti ke rumah dia." Jawab Adi sembari sibuk menggunakan ponselnya. 


"Emang Ratu hari ini gak pergi kemana - mana Ka?" 


"Paling sore juga udah pulang dia." 


"Dia ke Mall mana sih biasanya Ka?"


"Hahaha ya mungkin disana banyak mainan jadi dia seneng."


"Kan ada Mall lainnya kayak pondok indah tuh gak terlalu rame."


"Yahhh namanya juga anak - anak Ka.."


"Lagain dia juga masih kecil Ri."


"Yaa beda kali yaa dia maunya kesitu Ka.."


Adi hanya menaikkan kedua bahunya sekali dengan wajah yang datar.


Setelah sampai Mall, aku dan Adi mulai berkeliling mencari kado untuk Ratu. Sampai akhirnya kita dapat kado yang pas untuk Riri, Adi langsung mengajakku ke tempat gymnya. 


"Ri.. Kita ke rumah Ratu habis maghrib aja yaa.. Temenin Ka Adi ngegym dulu mau? Cuma dua jam kok." Kata Adi sembari melihat jam di tangannya.


"Oh? Ka Adi ngegym ya?" Tanyaku penasaran karena agak terkejut tau dia ngegym.


"Iyaa.. Gapapa kan ya?"


"Hmm oke. Aku jalan - jalan aja yaa. Nanti kalo Ka Adi udah selesai kabarin aku."


"Yaudah jalan - jalan aja sana. Nanti kalo Ka Adi udah seelsai, Ka Adi chat yaa Ri."


"Okee.. Daah Ka.." 


Sembari menunggu Ad ngegym, aku pun jalan - jalan sendiri melihat dari toko ke toko lalu jajan minum dan cemilan. Setelah bosan aku duduk sendiri menunggu sampai Adi mengabariku.


"Ri.. Ka Adi 5 menit lagi selesai ganti baju yaa.." Adi mengirimkan chat kepadaku.

__ADS_1


Aku pun langsung bergegas ke depan tempat gym Adi dan menjawab chatnya, "Okee Ka.. Aku kesana." 


Setelah sampai di depan gym, Adi keluar membawa tas gymnya. 


"Yuk Ri.. Pas kan jam segini kita balik."


"Ratu udah pulang?"


"Udah... Ka Adi udah telepon Ka Ani tadi."


"Okee deh."


Aku udah Adi pun segera ke rawamangun, rumah kakanya Adi. Setelah sampai sana, Ratu sangat senang menyambut Adi dan Aku. 


"Uncleeee.." Teriak Ratu yang keluar dari dalam rumah.


"Hello Princess.... Woww.. You look so Beautiful." Sahut Adi sembari memeluk Ratu. 


"Thankyou Uncle..." Jawabnya tersenyum centil.


"Hai Princess.. Look at this.." Sahutku sembari menunjukkan kado untuknya.


"What is this??" Tanya Ratu dengan riang.


"Si Adi sama Riri?" Tanya Ka Ani dari dalam rumah.


"Masuk Di.. Masuk Ri..." Sahut Bang Ozzy.


Aku dan Adi pun masuk ke dalam rumahnya yang sangat jorok. Aku akan menceritakan secara detail bagaimana keadaan rumah Ka Ani dan Bang Ozzy. Saat aku masuk ke dalam rumah, di depan aku sudah melihat beberapa tumpuk mainan Ratu yang sudah di beli Ka Ani. Lalu aku juga melihat tembok - tembok yang kotor, bekas coretan Ratu. Bahkan saat aku menginjak lantai rumahnya sangat lengket seperti tidak pernah di bersihkan. Dan saat aku melihat kamar tidur sangat menumpuk barang dan tidak tertata rapih, begitupun kamar mandinya sangat licin seperti banyak lumut di lantainya. Aku sangat terperangah saat sudah berkeliling rumahnya yang tidak terlalu besar hanya sepetak dan lagi tidak bersih.


"Ri.." Panggil Adi.


Aku pun menoleh ke arahnya dan memecah lamunanku, "Ya Ka?"


"Kok ngelamun?" Tanya Adi bingung.


"Oh hahaaha gak.. Eh si Ratu mana? Kadonya dia bawa ke kamar?"


"Itu dia masuk kamar." Jawab Adi.


"Hahaha.... Hey Princess...." Aku tertawa dan memanggilnya dari depan kamarnya.


"Ratu.. Itu di panggil sama Ka Riri. Keluar dong nak, masa kadonya di bawa ke dalem. Bilang apa hayo?" Sahut Ka Ani.


"Ratu.. Keluar dulu. Ada tamu kok." Teriak Bang Ozzy.


Ratu pun keluar dari kamar dengan menggerutu.


"Thankyou...." Jawabnya lalu masuk lagi ke kamarnya. 


"Yaudah deh Ka.. Kita pulang aja kita. Ratu udah capek kali tadi habis jalan - jalan ke Mall." Sahut Adi lalu berdiri dari tempat duduk.


"Ih kok cepet banget sih." Kata Ka Ani.


"Kita keluar dari jam 10 tadi Ka.. Capek ah. Besok kan hari Senin." Jawab Adi. 


"Yaudah deh.. Raaa... Ini Uncle sama Ka Riri mau pulang." Teriak Ka Ani dari depan kamarnya.


"Oke." Jawab Ratu dari dalam kamar.


"Yaudah Ka.. Bang...Kita pamit yaa.. Assalamualaikum.." Aku pun pamit lalu keluar dari pintu rumahnya. 


"Iyaa hati - hati yaa kalian. Makasih yaa Rii kadonya.. Walaikumsalam.." Jawab Ka Ani dan Bang Ozzy serempak.

__ADS_1


Aku dan Adi pun pulang. 


__ADS_2