
Hari ini aku sudah mengatur waktu untuk bertemu sahabat - sahabatku sejak SMA. Kami mulai dekat sejak hubunganku dan Yori kandas, Mytha adalah salah satu temanku di SMA halim. Sedangkan Pran adalah sahabatku dari SMA negeri. Aku akan menceritakan tentang mereka di novel ini. Awal mula aku dekat dengan Mytha, saat SMA kami sempat sekelas di kelas IPA. Karna tempat duduk kami dekat akhirnya kami sering mengobrol dan saling curhat. Lama - lama kami saling nyaman satu sama lain untuk sebagai sahabat, Mytha juga tau cerita percintaanku yang menyakitkan dulu dengan Yori bahkan Mytha sempat membenci Yori dan Lani karna sikap mereka yang seperti itu dan menyakitiku dengan tega hanya karna perasaan mereka. Dan kebetulan juga Mytha satu ekskul drumband denganku, jadi semakin dekat. Setelah aku pindah sekolah, aku bertemu dengan Pran. Dia dulu kelas IPS tapi kami sering bertemu di angkot, dia sering melihatku dan meledekku. Aku pun bingung kenapa dia sering meledekku, bahkan teman - teman dekatku di sekolah negeri sempat mengira aku dan Pran akan saling jatuh cinta karna kami semakin dekat sejak kejadian saling meledek. Dia selalu meledekku soang dan aku meledek dia dengan bebek. Sampai akhirnya aku nyaman berteman dengan dia dan curhat dengan Mytha soal Pran, dan ternyata Pran dan Mytha satu sekolah saat di SMP dulu. Akhirnya kami bertiga pun bertemu saat buka puasa tahun 2011. Setelah pertemuan kita bertiga itu, kami pun jadi sering ketemu dan curhat.
Kali ini kita bertemu di salah satu Mall di dekat rumah kami, untungnya rumah kami jaraknya dekat tidak terlalu jauh. Kami saat itu makan sushi.
"Eh... Kan lo Soang ya..." Kata Pran.
"Iyaa terus lo Bebek....Nah berarti si Mytha Ayam. Hahaha pas tuh unggas semua." Sahutku sambil tertawa lepas.
"Emang yang paling bener cuma Mytha yaa Ayam. Gue Soang, yang katanya Pran kerjaan gue tukang nyosor. Sembarangan banget emang lo yaa.."
"Lah emang bener kan lo suka nyosor?" Tanya Pran sambil meledek.
"Eh daripada lo suka geal geol kayak Bebek.. Rese lu ya.. Hahaha." Sahutku sambil tertawa.
"Ih kalian mah berantem terus, pusing ah. Udah kan kita kesini ketemu mau dengerin curhatnya Riri nih. Kenapa ada apa sih sebenarnya?" Sahut Mytha.
Kalau kita sudah kumpul bertiga lebih banyak haha hihi daripada ngobrol seriusnya, ngobrol serius hanya untuk saling curhat pasangan satu sama lain.
"Iyaa gue mau curhat ih, sebel banget deh nih gara - gara Bebek rese.."
"Gue lagi kan emang Soang nih." Ledek Pran.
__ADS_1
"Udah ih bercanda mulu nih Pran." Sahut Mytha sambil mencubit Pran.
"Gini, ada tetangga baru di sebelah rumah gue. Sepasang suami istri sama satu anaknya, nama anaknya Adi. Dia punya kakak namanya Ani, tapi gak tinggal bareng mereka. Kakaknya udah berkeluarga tinggal di daerah Rawamangun. Nah kan kalian pada tau yaa gue baru banget putus sama si Dhito. Gue lagi sebel banget sama cowok - cowok gitu yaa... Gue kayak capek aja sama cowok sekarang, rasanya udah deh capek pacaran sama yang normal, mending gue pacaran sama penyuka sesama jenis deh. Hhhhhaaahhh..." Jelasku sambil menghela nafas.
"Eh jangan ngomong gitu Soang, sembarangan banget ngomong lo. Kalo lo dapet beneran yang kayak gitu gimana?" Sahut Pran.
"Iyaa Ri, kamu tuh gak boleh sembarangan doanya. Doa tuh yang baik - baik aja Ri..." Sahut Mytha.
"Iyaa sih tapi jujur capek banget rasanya ini..." Jawabku dengan lesu.
"Terus lo belum lanjutin ini tetangga lo Soang... Apa hubungannya nih sama perasaan lo yang capek sama lakii.." Sahut Pran kesal.
"Hah? Nyokap lo naksir sama Adi? Astaghfirullah... Kasian Bapak lo dong Soang."
"Ihhh apasihh Bebek bercanda muluuu... Pengen gue pukulll ah.. Hahaha.." Jawabku bercanda.
"Eh seriuss ah..." Sahut Mytha kesal.
"Hahaha yaudah yaudah gini... Jadi nyokap lo suka sama si Adi ini buat kenalin ke lo gitu ya?" Jawab Pran mulai serius.
"Iyaaa... Kayaknya nyokap gue mau jodoh - jodohin gue sama Adi. Padahal gue tuh gak sreg sama si Adi ini dan gue liat yaa kayaknya dia gak suka sama cewek."
__ADS_1
"Hah? Maksudnya? Dia penyuka sesama jenis?" Tanya Mytha terkejut.
"Tunggu - tunggu deh, darimana lo tau dia itu penyuka sesama jenis?" Tanya Pran.
"Dari gesturnya, yaa dari gerak - gerik dia laah... Ya kan temen - temen gue banyak cowok yaa.... Jadi tau lah gayanya laki - laki normal sama gak." Jawabku sambil bersandar di kursi.
"Duh, doa lo sih ini fix." Jawab Pran yakin.
"Ih, jangan gitu kek. Gue jujur yaa gak ada feel ke dia cuma gue penasaran sama kehidupan yang gitu." Jawabku.
"Mending jangan terlalu jauh deh yaang... Udah sebagai tetangga aja. Kalo kamu curiga dia itu penyuka sesama jenis udah deh stop."
"Tapi gimana yaa.. Eyang Putri dan Mama kayaknya suka sama dia. Gue mau yakinin mereka kalo dia itu beda bingung juga."
"Susah sih Soang kalo lo mau jelasin ke orang tua lo dan eyang lo. Ini lo belum deket kan sama dia?" Kata Pran.
"Belum, gue baru cerita ini sama kalian. Waktu itu ketemu pertama kali sama dia... Nyokapnya dia juga kayak mau ngedeketin gue sama anaknya itu. Jadi gue kayak dilema.."
"Duh, bingung juga lagi gue hahaha... Saran gue yaa mending jangan terlalu dalam. Gue mau liat fotonya dong." Sahut Pran.
Lalu aku menunjukkan fotonya kepada Pran dan Mytha. Pran pun tersenyum dan dia kembalikan semua ke aku. Aku yang membuat keputusan akan lebih mengenal dia atau tidak.
__ADS_1