
"Ri.... Mama nanyain kamu nih..." Kata Adi saat aku menumpang lagi sampai depan dengannya.
"Nanyain apa Ka?" Tanyaku penasaran.
"Tau nih si Mama katanya nanya kamu besok libur gak?"
"Besok Sabtu ya?"
"Iya..."
"Hm aku masuk sih Ka kalo hari Sabtu."
"Yaudah Ka Adi jawab yaa.."
"Hmm..."
"Kayaknya Mama sama Papa mau ngajak Riri pergi deh.."
"Hah? Ngajak pergi kemana?"
"Gak tau deh.. Ka Adi kan kalau Sabtu juga masuk... Kalaupun pergi juga Ka Adi gak bisa ikut."
"Hahaha emang Ka Adi diajak juga?"
"Biasanya sih ikut. Mungkin ganti hari sih ini jadi Minggu.."
"Kalo hari Minggu mah aku libur Ka...."
"Yaa paling hari Minggu.."
"Kenapa aku diajak?"
"Gak tau si Mama...."
"Tapi aku kayaknya mau pergi sama Mama dan Bapak deh Ka..."
"Yaudah nanti Ka Adi bilang sama Mama kalo Riri gak bisa ya.."
"Iyaa aku gak janji.."
"Turunnya agak depan yaa biar gak ganggu jalan..."
"Iyaa Ka...Okee Makasih yaa Ka..."
"Iyaa sama - sama Ri... Hati - hati di jalan yaa..."
"Iyaa Daah Ka..." Aku turun dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya, lalu melambaikan tangan.
Adi pun melambaikan tangan juga.
Aku dan Adi sudah tidak canggung lagi. Bahkan kami sering mengobrol saat di perjalanan. Aku jadi semakin sering menumpang dengan Adi sampai depan jalan raya kalimalang, bahkan Adi yang sering menanyakan duluan akan ikut bareng dia atau tidak.
***
"Ri... Besok kita belanja yaa... Kita harus udah mulai jualan nih." Kata Fily saat aku sedang duduk terdiam.
"Laah, gue kan humas Fil. Si Aira tuh, kan dia anak buah lo jadi dana usaha." Jawabku.
"Astaga... Iyaa.. Ngapain gue ngomong sama lo ya Hahaha..." Jawab Fily sambil tertawa.
"Fokus makanya Fil.. Jangan ngurusin cowok mulu.." Ledek Mily.
__ADS_1
"Berisik lu.." Jawab Fily.
"Yaudah besok gue temenin deh.." Jawabku.
"Eh.. Itu masalahnya.. Gue besok udah ada urusan lain untuk beli yang lain.. Nah ini gue minta Aira. Tapi gue baru inget dia masa sendirian.."
"Gue temenin juga deh.." Sahut Sera.
"Lo kan publikasi dan dokumen Ser.." Jawab Fily.
"Gapapa, kan ini acara kita semua. Kita bantuin.." Jawab Sera.
"Kira - kira besok kita balik jam berapa ya?" Tanyaku.
"Besok kita balik jam 3 kayaknya deh.." Jawab Fily.
"Kita belanja dimana?" Tanya Sera.
"Ada tempat belanja yang murah, belanjanya di deket rumah Viana." Kata Fily.
"Yaudah besok gue, Sera sama Aira jalan bertig aja paling Fil." Jawabku.
Keesokan harinya, Aku, Sera dan Aira pun pergi belanja setelah kuliah selesai. Tapi paginya aku bilang dengan Adi jika aku akan pulang agak malam. Mungkin saat pulang, aku bisa janjian di jalan raya kalimalang untuk pulang bersama.
"Asli sih ini kita pulang malem banget coy.. Ini udah jam 9." Jawabku mulai gelisah.
" Tenang aja Ri... Kan kita bertiga..." Jawab Sera.
Pikiranku mulai gelisah dan Adi mulai menghubungiku. Tiba - tiba ponselku berdering.
"Eh gue angkat telepon dulu ya.." Jawabku sambil berbisik.
"Oke Ri.." Jawab Aira dan Sera.
"Iyaa Walaikumsalam Ri.. Dimana?" Tanya Adi.
"Ini lagi nunggu mobil online Ka..." Jawabku.
"Dimana sekarang posisinya?"
"Hmm ini di pondok indah Ka..."
"Yaudah, Ka Adi nanti jalan dari kantor jam 10an yaa Ri.. Riri kabarin Ka Adi kalo udah mau sampai."
"Iyaa Ka... Siap."
"Yaudah.. Assalamualaikum Ri..."
"Walaikumsalam Ka..." Aku menutup telepon dari Adi.
"Nanti ini dari kostan gue kalian naik apa?" Tanya Aira.
"Gue sama Sera naik angkot aja kok Ra.." Jawabku.
"Serius? Udah malem banget gini loh..." Kata Aira sedikit khawatir.
"Tenang aja, gue sama Riri udah biasa kok naik angkot malem - malem." Jawab Sera.
"Tadi siapa Ri? Nyokap?" Tanya Sera.
"Siapa?" Tanyaku balik.
__ADS_1
"Tadi yang telepon Lo." Kata Sera.
"Ohhh Si Adi." Jawabku santai.
"Hah? Siapa siapa?" Sambar Aira.
"Ihh kaget gue Ra..." Jawabku sambil mengelus dada.
"Lo sekarang jadinya deket sama si Adi?" Tanya Sera dengan senyuman meledek.
"Bukan deket, emang udah beberapa hari ini gue tuh nebeng dia sampai jalan raya... Terus ini karena pulangnya malam banget, gue emang udah kasih tau dia mau ikut dari jalan raya kalimalang. Kalo gue telepon nyokap, kasihan malem - malem naik motor jemput gue. Bokap gue gak pulang soalnya hari ini." Jawabku dengan penjelasan agar mereka tidak terus bertanya tentang kedekatanku dengan Adi.
"Ohh hmm berawal dari nebeng nanti jadi saling suka lagi.." Ledek Sera.
"Hahahahaha ciee...." Aira tertawa dengan lepas.
"Ihhh kalian nih... Ledek gue terus. Lagian kan gue udah cerita dia tuh kayaknya gak doyan cewek." Jawabku.
"Ih gak boleh suudzon dulu Ri... Siapa tau dugaan aja kalo dia belok. Siapa tau dia normal.." Jawab Sera.
"Hmmmm gak tau ah.."
Tak lama saat kami sedang asyik mengobrol, kami pun sampai di kostan Aira.
"Gue sama Sera langsung yaa Ra.." Jawabku.
"Iyaa hati - hati yaa kalian. Udah ini belanjaan aman kok di kostan gue. Besok gue bawa ke kampus paling minta si Fily sama Mily jemput gue dulu di kostan." Kata Aira sembari merapihkan dus - dus belanjaan.
"Okee.. Kita pamit yaa..." Jawab Sera.
"Daah... Hati - hati yaaa kalian...."
Aku dan Sera bergegas mencari angkutan umum karna waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Di perjalanan tadi agak macet, jadi kami sampainya agak lama dan Adi sudah menghubungiku sejak tadi bahwa dia sudah perjalanan pulang.
Setelah Sera turun, aku sendirian di dalam angkot. Tak lama Adi mengirimkan pesan untukku.
"Ri.. Dimana? Ka Adi udah mau sampai nih. Kita janjian di depan minimarket yang di pinggir itu yaa.."
Tapi saat aku mau membalas pesannya, ponselku tiba - tiba mati karena sudah habis lowbatt. Aku pun mulai gelisah karena di dalam angkot itu aku sendirian dan ponselku mati, rasanya aku ingin segera turun dari angkot. Untungnya supir angkotnya agak ngebut membawanya. Sampai akhirnya sampai di tujuan, aku turun dans egea berlari mencari mobil Adi. Aku harap dia tidak meninggalkanku karena saat tadia ku tidak sempat membalas pesannya.
Saat aku mencari - cari, ternyata aku melihat mobilnya menyala parkir di depan minimarket yang tadi dia bilang.
Aku mengetuk pintu kaca mobilnya. Adi pun menoleh ke arahku dan membuka kunci pintu.
"Kemana aja sihh??" Tanya Adi dengan raut wajah khawatir.
"Udah nunggu lama ya Ka?" Tanyaku dengan nafas tersenggal - senggal.
"Udah ada 20 menit, Ka Adi hampir aja pulang dulu. Sampai telepon Mama tadi nanya Riri udah pulang atau belum." Nada Adi lembut sekali.
"Iyaa Hp Aku mati Ka... Makanya aku gak bisa bales chat Kakak." Jawabku dengan pelan.
"Pantesan, Ka Adi teleponin Riri gak nyambung terus. Udah malem banget soalnya ini kan... Tadi dari kostan temen Riri naik apa?"
"Hmm naik angkot.."
"Yaampu, untung kamu masih di kasih selamat sama Allah. Lain kali jangan naik angkot ah kalo pulang malam lagi Ri.. Naik taksi atau mobil online aja yah..."
"Mahal kaa... Kalo naik angkot kan murah hehehe.."
"Hadeh, yaudah kita pulang yaa. Udah malem banget lagi ini.."
__ADS_1
Mobil pun berjalan dengan cepat, karena waktu sudah menunjukkan waktu tengah malam. Mama pasti sudahs angat khawatir karena ponselku mati.
Dari situ aku mulai aneh dengan sikap Adi yang khawatir sekali saat aku sulit di hubungi. Kami sering bertemu membuat kami jadi bisa mengenal satu sama lain.