
Tahun pertama aku merayakan ulang tahun Adi, Ulang tahun kali ini aku membelikan sebuah kue tart yang berukuran medium. Dan kebetulan saat itu Adi belum berangkat ke kantor dan Ratu menginap di rumahnya. Jadi Ratu senang saat unclenya diberikan kejutan ulang tahun. Sehari sebelum ulang tahunnya aku sudah sibuk mencari kue enak dan murah. Karena saat itu budgetku tidak terlalu banyak untuk Adi, jadi aku membelinya semampuku saja.
"Kamu kasih kado gak nak?" Tanya Mama.
"Gak Ma... Kasih kue aja.. Tapi kalo Mama mau kasih kado ya boleh." Jawabku.
"Sekalian aja cari kado buat Adi.. Eyang mau beliin." Sahut Eyang Putri.
"Eyang mau beliin apa?" Tanyaku.
"Eyang mau beliin kemeja dia buat kerja. Kasihan eyang sering liat dia pake baju kerjanya itu itu aja.." Sahut Eyang.
"Hahaha dia tuh bukan bajunya itu itu aja eyang, males aja cari - cari ke dalam - dalam lemari. Padahal mah banyak itu kemeja kerjanya.." Jawabku semabri terkekeh.
"Masa sih? Udah ah kasihan. Beliin aja kemeja buat dia kerja, 2 lah. Dari Mama sama Eyang." Jawab Eyang.
"Yaudah yaudah..." Jawabku.
"Kamu yang pilihin yaa.. Kan Mama sama eyang gak tau selera dia dan ukurannya." Jawab Mama.
"Iyaa aku tau kok. Nanti aku pilihin." Jawabku tersenyum.
Aku, Eyang dan Mama pun mencari kado untuk Adi terlebih dahulu di toko baju.
"Aku pilihin dulu yaa... Mama sama Eyang duduk aja." Jawabku.
"Eyang aja yang duduk, Mama bantuin cariin." Jawab Mama.
"Yaudah kalo gitu." Jawabku singkat dan segera mencari baju untuk Adi.
"Kamu mau cari yang lengan panjang atau lengan pendek Ri?" Tanya Mama sembari melihat - lihat baju yang di gantung.
"Kalo buat kerja mending yang panjang aja deh Ma.. Kan dia di proyek, panas biasanya. Jadi daripada pake manset lagi kan mending beliin yang panjang sekalian." Jawabku sembari mencari baju yang pas untuk Adi.
"Yaudah deh yang ngerti kamu, Mama ikut aja." Jawab Mama.
Aku pun sudah mendapatkan beberapa rekomendasi baju yang cocok dan dirasa Adi akan suka dengan bajunya. Sudah ada 6 baju yang aku bawa untuk Mama dan Eyang lihat dan pilih.
"Ini aku pilihin 6 baju, Mama sama eyang pilih yaa mana yang bagus." Jawabku menghampiri Mama dan eyang yang sedang duduk menunggu di depan kasir.
Mama dan eyang pun melihat - lihat dan memilih baju yang cocok untuk Adi.
"Ini bagus kayaknya deh RI.." Kata Mama.
__ADS_1
"Aku ikut ajalah, gak ngerti." Sahut Eyang.
"Yang ini? Sama yang mana Ma?" Tanyaku.
"Hmm ini deh kayaknya.." Jawab Mama memilih salah satu lagi bajunya.
"Yaudah ini yaa berarti?" Tanyaku untuk meyakinkan lagi.
"Iyaa deh ini aja.." Kata Mama.
"Yaudah yuk bayar, biar cepet pulang. Capek aku.." Sahut Eyang.
"Yaudah.." Jawabku sembari merapihkan baju - baju yang tidak terpilih.
Setelah membayar, kami pun pulang dan siap di bungkus kado untuk Adi besok.
***
Keesokan paginya aku sudah siap sejak Subuh, saat tengah malam aku sengaja tidak mengucapkan ulang tahun terlebih dahulu kepada Adi. Pagi - pagi sekali aku sudah mandi dan siap untuk memberikan surprise untuk Adi, hari ini Adi masuk siang. Sedangkan aku masuk pagi, jadi sebelum memberikan surprise aku sudah berdandan cantik dan rapih untuk ke kampus.
"Ri.. Si Adi masih tidur deh kayaknya..." Kata Mama.
"Masa jam segini masih tidur dia? Gak lah... Udah kita datengin aja.. Paling dia masih di kamar. Tapi jangan berisik." Jawabku yang sedang menyiapkan kue.
"Assalamualaikum Tante.." Sapaku saat masuk ke dalam rumah sedikit berbisik.
"Walaikumsalam..." Jawab Tante Ratna dengan pelan.
Aku pun masuk pelan - pelan di sambut Ratu yang semalam menginap di rumah Adi karena Mama dan Papanya sedang dinas keluar kota.
"Di.. Kamu gak siap - siap?" Teriak Tante Ratna mengetuk pintu kamar dengan keras.
"Iyaa Ma.." Jawab Adi dari dalam kamar.
"Ayo keluar udah siang... Ini di cariin sama Ratu." Teriak Tante Ratna lagi.
"Uncle!!" Ratu pun ikut berteriak.
Aku bersiap di depan kamarnya dan membawa kue ulang tahun dengan lilin yang menyala. Lalu Adi pun membuka pintu kamar, kami semua pun bernyanyi selamat ulang tahun.
"Happy Birthday To You... Happy Birthday To You... Happy Birthday.. Happy Birthday...Happy Birthday o You!!!" Kami semua bernyanyi dengan serempak.
Adi terkejut dengan wajah tersenyum, "Terima Kasih yaa.." Lalu Adi mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
"Tiup dulu lilinya dong..." Jawabku.
Adi pun meniup lilinnya.
"Yeaayy.. Udah make a wish tadi?" Tanyaku.
"Udah..." Jawab Adi lembut.
"Potong dong kuenya.." Sahut Om Budi.
Adi pun memotong kuenya dengan hati - hati.
"First cake.." Kata Adi yang langsung memberikan kue pertamanya ke Tante Ratna.
"Me uncle!!" Teriak Ratu.
"Eh Gaek dulu dong..." Jawab Adi.
"Yaudah kasih aja ke Dia dulu Ka..." Sahutku.
Adi pun memberikan kuenya ke Ratu, lalu ke Om Budi dan terakhir Aku. Mama dan Eyang ikut duduk di dalam ruang tamu. Lalu Adi juga memberikan kue ke Mama dan Eyang. Setelah itu Adi memberikan ke Bapak.
"Kirain lupa ulang tahun Ka Adi." Ledek Adi dengan sedikit berbisik.
"Inget dong.. Aku pura - pura lupa aja." Jawabku meledek.
"Terima kasih yaa Sayang.." Adi pun tersenyum.
"Iyaa sama - sama... Yaudah aku berangkat yaa..." Jawabku.
"Masuk ya?"
"Iya dong. Makanya ini aku udah siap - siap sebelum kasih surprise Ka Adi. Supaya selesai kasih surprise langsung berangkat. Oh iya itu kado dari Eyang sama Mama jangan lupa di buka dan di coba ya.. Semoga cocok."
"Ihh apasih kadonya? Penasaran deh.."
"Nanti buka ajaa.. Udah aku berangkat dulu yaa sama Bapak."
"Yaudah hati - hati yaa.." Jawab Adi.
"Iyaa.. Aku gak kasih kado yaa tahun ini. Kue aja... Gapapa kan?"
"Gapapa sayang... Doa juga kado kok."
__ADS_1
Walaupun sederhana saat memberikan kejutan, tapi rasanya sudah bahagia sekali. Aku senang Adi adalah orang yang sangat menerimaku apa adanya. Aku berharap di umurnya yang sudah 29 tahun dia akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan dia mau berubah menjadi laki - laki normal.