
Waktu sudah berlalu, kali ini sudah masuk tahun 2017. Aku masih belum diberikan kesempatan untuk ujian dan menjadi dokter muda. Ya, aku sudah selesai dengan teman - temanku, sudah berakhir. Walaupun setelah aku pamit dengan mereka semua, Tami terkadang menghubungiku dan menanyakanku kenapa aku pergi dari mereka semua. Yang pasti aku tetap tidak akan membenci mereka, aku tetap mendoakan mereka. Karena kami masih tetap sesekali berpapasan saat di kampus. Tapi aku tetap tidak bisa menyapa mereka, karena mereka sepertinya jadi membenciku karena aku pergi dari mereka.
"Salah gak sih aku lepas dari mereka Ka?" Tanyaku saat aku menemani Adi pergi keluar di hari minggu.
"Yaa kalo Riri mau sendiri dulu gapapa, biar Riri juga bisa fokus kan belajarnya..." Jawab Adi bijak.
"Iyaa tapi aku kangen sama mereka semua.."
"Yaudah di doain aja semoga semuanya pada baik - baik."
"Amiin yaa Ka..."
"Yaudah jangan terlalu di pikirin yaa Ri. Nanti sedih terus loh."
"Sebenarnya sih iya aku sedih.. Kangen tapi kesel juga."
"Sama si Mily juga udah gak komunikasi sama sekali?"
"Gak Ka.. Padahal yaa waktu Ka Adi sakit tuh yang masuk rumah sakit, mereka kayak dukung aku banget karena disitu aku sedih dan nangis ceritain Ka Adi sakit gak berdaya. Mereka selalu dukung aku di saat aku lagi sedih maupun lagi terpuruk. Aku sedih aja kenapa jadi gini.."
"Yaa ada masanya Ri dalam pertemanan pasti akan ada perpisahannya. Roda itu kan berputar, sama kan kayak bumi juga berputar. Semua akan berputar kehidupan kita ini, mungkin aja sekarang kalian masing - masing. Tapi gak tau nanti 5 tahun ke depan kalian deket lagi. Atau yaahh udah sama - sama dewasa lah, jadi apa - apa gak usah di bikin drama."
"Mungkin kita lagi sama - sama berproses menjadi dewasa kali yaa.. Berproses untuk persahabatan yang lebih sehat.. Aku juga harus introspeksi kali yaa.." Jawabku sembari menghela nafas.
"Iyapp betul... Semangatt!!!"
Aku tersenyum dan memandang Adi lalu menciumnya.
__ADS_1
"Yaudah yuk turun, nanti kalo bosen bisa jalan - jalan yaa Ri. Riri kabar - kabarin aja nanti."
Aku hanya mengangguk dan menurut.
Entah mengapa rasanya aku selalu menuruti kata - kata Adi, atau seperti terpesona dengannya karena dia sangat pengertian denganku. Walaupun aku sedang ada masalah dengan sahabat - sahabatku, dia tetap saja membelaku dan mendukungku.
***
Keesokan harinya aku berusaha lagi ke kampus untuk mengurus kuliahku agar aku bisa cepat ujian dan menjadi dokter muda. Aku berpapasan dengan Sissy dan Viana, aku menunduk dan tak mau melihat mereka. Mereka sedang sibuk kesana kemari dan memakai jas putih yang disebut snelli. Aku tau Sissy menatapku dan Viana berusaha ingin melihatku tetapi mereka diam tidak menyapaku karena aku berusaha memalingkan wajah.
"Ka... Aku udah pusing nih nilaiku gak berubah, padahal udah ngulang." Sahut salah satu juniorku yang sedang berusaha memperbaiki nilai.
Aku berhenti melamun, " Oh iya... Gue juga udah pusing, kenapa nilai kita gak berubah yaa? Gue udah belajar, sampe gak tidur semaleman. Ini nilai sebelumnya yang di keluarin atau gimana ya? Perasaan gue bisa ngerjain deh."
"Yaa makanya Ka... Sebel." Gerutu juniorku.
***
"Aku sedih nih sekarang Ka.." Jawabku saat aku duduk berdua dengan Adi ngobrol di depan rumah Adi.
"Kenapa?" Tanya Adi lembut.
"Kangen Mily, Fily, Aira, Yanti, Sissy, Viana, Sera, Resty, Tami...Kangen banget sama mereka.." Jawabku sedih.
"Yaudah chat dong mereka.."
"Gak mungkinlah."
__ADS_1
"Kenapa gak mungkin?"
"Sebenarnya aku tuh lagi butuh banget mereka sekarang ini. Tapi udah pada sibuk masing - masing. Beberapa udah koass.. Beberapa sama kayak aku lagi berjuang supaya cepet jadi koass."
"Sabar yaa... Riri harus kuat buat hadepin ini."
"Maaf yaa ka.. Aku jadinya banyak ceritanya sama Ka Adi soal kuliah. Karena kan aku lagi gak sama mereka... Jadi aku cerita ke Ka Adi. Kalo cerita sama Myha sama Pran yaa gak banyak.."
"Iyaa gapapa, kalo mai cerita yaa cerita aja Ri. Kan Riri pacar Ka Adi, jadi cerita aja.."
"Terima kasih yaa Ka.." Jawabku sembari tersenyum.
"Iyaa sama - sama..."
"Oh iyaa Ka Adi mau aku bikinin sandwich gak? Aku jago loh bikin sandwich."
"Serius? Mau dong. Ka Adi kan lagi hidup sehat."
"Besok aku bawain bekal itu mau?"
"Mauu.. Tapi jangan pake beef ya.. Pake tuna..Terus rotinya diganti gandum."
"Okee siap bos, telurnya aku rebus kok. Pakenya telur ayam kampung.."
"Ih mantep.. Jangan terlalu pedas yaa...."
"Okee..."
__ADS_1
Sejenak Adi selalu bisa mencairkan suasana saat aku sedang sedih memikirkan sahabat - sahabarku.