
Selama seminggu lebih aku memikirkan materi apa yang akan aku bahas di skripsiku. Aku sudah mencari beberaoa refrensi tentang bedah orthopedi dan beberapa kasus terbanyak. Setelah aku dapat beberapa refrensi aku janjian dengan Zira untuk membuat pertemuan dengan dokter pembimbing.
"Zira, kita mau kapan nih ketemu sama dokternya?" Aku mengirimkan chat line.
"Kalo besok mau gak Ri?" Balas Zira beberapa menit kemudian.
"Boleh... balik dari kampus yaaa..." Balasku.
"Oke. See you Ri."
Aku sudah menyiapkan mental dan ilmu sebelum aku bertemu dengan dokter pembimbingku. Sebelum bertemu aku sudah siap dengan catatanku dan beberapa judul yang akan aku diskusikan dengan beliau.
Keesokan harinya aku sudah siap untuk berkenalan sekaligus memberikan judul dan materi yang akan di bahas dari skripsiku nanti. Begitupun dengan Zira, dia juga sudah mempersiapkan judul dan materi untuk skripsinya.
"Ri.. Nanti beliau praktek dimana?" Tanya Zira saat di kelas.
"Kayaknya di gading deh Zir.." Jawabku sembari melihat jadwal praktek dokter pembimbing di ponsel.
"Berarti nanti balik dari kampus kita ke gading ya?"
"Iyaaa Zir.."
"Oke deh.. Kabarin ya.."
"Okee.."
Setelah selesai jam kuliah aku dan Zira langsung mencari taksi online. Lalu aku dan Zira pun berangkat ke gading. Setelah sampai, aku dan Zira pun di persilahkan masuk ke ruangan prakteknya karena beliau sudah selesai praktek hari itu.
"Permisi Dokter.." aku dan Zira pun menyapa.
"Yaa silahkan masuk.." Sahut Dokternya.
Aku dan ZIra pun duduk dan memperkenalkan diri.
"Okee kita cepet aja ya.. Udah siapin judul?" Tanya dokternya.
__ADS_1
"Kami sudah siapkan 3 judul tentang bedah orthopedi Dok." Jawabku.
"Kalian tertarik Bedah Orthopedi?" Tanya Dokternya.
Aku dan Zira pun saling pandang.
"Saya mau kalian itu mengerjakan skripsi itu karena kalian enjoy yaaa.. Saya memang spesialis orthopedi, tapi saya kan gak mungkin kasih kuliah kalian lagi setiap pertemuan. Saya hanya mau kita diskusi ajaa kalian sudah mengerjakn skripsi sampai mana dan mana yang sulit. Lalu saya gak mau yaa penelitian - penelitian gitu, kalian bikin aja pembahasan kasus yang mau kalian bikin dari definisi sampai prognosisnya. Lalu kalian simpulkan apa yang harus kalian lakukan sebagai dokter umum." Jawab Dokternya menjelaskan.
"Baik dokter.." Jawabku dan Zira serempak.
"Kalau kalian sendiri mau bahas kasus apa?"
"Hmm kalau saya sebenarnya tertarik membahas Asma Bronkhial dokter." Jawabku.
"Kalau saya tentang kanker serviks dok..." Jawab Zira.
"Yaudah kalian kerjakan tentang kasus itu, nah nanti cari judulnya. Lalu kalian kasih ke saya, kita diskusi mau ambil judul yang mana. Baru kita mulai ke pendahuluan. Sekarang kan semua sudah mudah ya.. Kalian bisa cari di artikel gak hanya di buku. Udah mudahlah sekarang ada internet tuh... Jadi saya gak mau mempersulit kalian lah."
"Baik dokter..." Aku dan Zira mengangguk.
"Yaudah Ri. Nanti lo kabarin gue yaa udah kerjain sampai mana. Biar kita nanti kalo ke dokternya barengan." Jawab ZIra.
"Iyaa Zir.. Lo juga kabarin gue.." Jawabku tersenyum.
Kebetulan Zira sudah menikah, dia baru menikah setahun yang lalu. Suaminya seorang TNI AD, dia adalah teman satu angkatanku yang sudah menikah dan dia yang pertama dari semuanya. Tapi dia sangat tangguh karena jauh dari suami saat kuliah. Mungkin aku tidak akan bisa seperti Zira, harus fokus dengan kuliahnya saat dia sudah menjadi istri orang dan tidak tinggal bersama suami karena suaminya harus tugas di daerah. Dia kuat.. Aku salut sekali.
***
Saat bertemu Adi aku langsung menceritakan bagaimana dokter pembimbingku, Adi pun selalu mendengarkannya dengan seksama saat aku bercerita.
"Baik sih Ka.. Cuma yaaa ngomongnya agak nyelekit. Temenku aja kemarin sampe nangis gara - gara omongan dia." Jawabku.
"Kok nangis? Terus dokternya gimana pas temen Riri nangis?" Tanya Adi penasaran.
"Jadi tuh si Dokter kaget kalo temenku udah nikah ka, yaah dia bilang laah jadi dokter tuh susah. Terus ini dia udah nikah lagi, apa yakin bakal selesai gitu kalo dia belum jadi dokter aja udah nikah. Mungkin beda kalo udah jadi dokter muda yaaa itu udah setengah dokter. Nah temenku tuh langsung netesin air mata, tapi dia bilang gak nangis pas dokternya nanya kenapa dia nangis. Dia jawabnya alergi sama AC karena wajahnya langsung kena AC gitu, jadi matanya berair. Padahal sebenarnya dia bilang sama aku setelah keluar dari ruangan praktek dokter kalo dia tuh tadi sebenarnya nangis. Alasan aja kalo alergi AC karena kata - katanya beliau gitu yang bikin dia sensitif."
__ADS_1
"Eh kenapa gitu dia? Yaampun. Tapi saklek juga yaa dokternya sampe ngomong gitu sama temen Riri."
"Yaa makanyaa.. Kasihan juga temenku Ka.."
"Tapi yaa biasanya perempuan tuh lagi sensitif gitu biasanya ada 2 penyebabnya.."
"Apa tuh ka?"
"Kalo gak lain datang bulan atau hamil."
"Eh.. Bisa jadi sih Ka.. Aku kemarin sih gak nanya yaa sama Dia Ka.."
"Yaa mungkin aja kaan antara dua itu makanya dia sensitif banget Ri."
"Iyaa sih Ka... Hmm.."
"Yaudah, terus skripsinya udah mulai di kerjain belum?"
"Lagi nyari - nyari refrensi Ka... Belum mulai sih. Ini juga kan lagi fokus mau ujian juga. Jadi belum fokus ke skripsi minggu ini."
"Tapi harus seimbang loh antara skripsi dan tugas - tugas semester akhir."
"Iyaa nih Ka... Emang beda yaa kedokteran tuh. Masih semester gini udah disuruh kerjain skripsi. Jadi kan bercabang.."
"Yaudah gapapa, Riri fokus pokoknya yaa.. Untuk weekend Ka Adi gak akan sering ajak Riri jalan. Ka Adi juga kalo gak penting - penting banget gak keluar sih weekend. Paling kalo Mama sama Papa ngajak ajaa baru Ka Adi jalan."
"Iya Ka.. Terima kasih yaa Ka Adi selalu dukung aku. Doain aku yaa Ka supaya cepet selesai nih."
"Iyaa sama - sama.. Kalo ada yang bingung - bingung boleh tanya Ka Adi loh tentang penyusunan skripsi. Atau kalo mau ngerjain di rumah juga boleh nanti Ka Adi temenin kalo Ka Adi libur yaa.."
"Okee sayang.. Makasih yaa." Jawabku sembari mencium pipinya.
"Sama - sama sayang.." Adi membalas dengan senyuman.
Adi selalu support kegiatanku yang positif dan juga pendidikanku. Dia selalu menjadi kakak untukku saat aku butuh, tapi dia juga bisa menjadi seorang adik yang manja jika dia sedang kekanak - kanakkan. Aku sayang Adi saat itu...
__ADS_1