Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 13. Curiga


__ADS_3

Pagi ini, aku sibuk memainkan ipadku dan membuka - buka materi kuliah sebelumnya. Tapi tiba - tiba aku kepikiran soal Adi, dan aku beralih mencari tau Adi lagi. Mencari namanya di Google, facebook, instagram, path, twitter. Segala sosial media aku cari karna aku sangat penasaran siapa pacarnya. 


"Serius amat Buu..." Sahut Mily.


"Ih gue lagi cari tai Adi nih. Ini orang beneran gak normal deh kayaknya Bu.." Jawabku yang masih sibuk melihat ipad. 


"Hati - hati Ri... Lo cari tau terus nanti naksir loh." Ledek Mily.


"Ya kali Mil. Gak mungkin lah gue suka sama dia." Jawabku sambil tersenyum sinis.


"Hmm iyaa deh...Yaudah ke kantin yuk..." Kata Mily sambil menarik tanganku.


"Iyaa..." Jawabku sambil mengikut Mily.


Saat di kantin pun aku masih sibuk membuka twitter dan facebook Adi.


"Udah lah Ri... Kalo lo kepoin terus, lama - lama lo penasaran malah jadi suka sama dia." Sahut Mily sambil makan gorengan.


"Ih apasih Mil, gak lah.. Gue tuh cuma penasaran aja, pacarnya dia siapa sih. Terus kalo emang bener dia gak suka cewek, yaa tanda - tandanya apa gitu loh." Jawabku masih terus saja melihat layar ipad.


"Lo udah pernah ngobrol langsung gak sih sama dia Ri?" Tanya Mily penasaran.


"Kalo ngobrol berdua belum Mil, cuma yaa di SMS aja. Terus kalo ketemu langsung berdua doang yaa gak, ada nyokap gue sama nyokap dia waktu itu."


"Coba deh lo ajak ngobrol dia. Kali aja dari situ lo tau dia sebenarnya normal atau gak. Daripada lo cari tau gini, menduga - duga sama curiga.. Mending lo cari tau dari orangnya langsung kan?"


"Duh.. Jujur males sih ngobrol sama dia. Karna dia tuh kayak sombong gitu Mil, terus yaa hmmm apa ya....Nanti gue jadi keliatan deketin dia gak sih? Nyokap gue nanti malah makin deket - deketin gue sama dia lagi. Males banget ih..."


"Hahahaha eh lu yaa Ri.. Males - males nanti jadi demen aja sama dia." Ledek Mily dengan serius.


"Ih amit - amit." Jawabku sambil menggeleng - gelengkan kepala.


Mily pun hanya menertawakanku saat aku memberikan ekspresi jijik. 


Tak lama, Fily, Sissy, Viana, Aira, Yanti, Sera, Tami dan Resty datang menyusul aku dan Mily ke kantin. 


"Ehhh.... Riri... Apa kabar si tetangga lo itu?" Sahut Yanti sambil meledek.


"Ihhh tanya aja sendiri." Jawabku kesal.


"Hahahaha kocak banget tetangga baru Riri. Masa yaaa hmmm gitu gayanya... Kayaknya sih bener kata Riri, gak suka sama perempuan." Kata Yanti.


"Jangan gitu.. Lo gak boleh ngejudge orang dulu kalo belum kenal orangnya langsung. Kan lo baru ketemu pertama kali, belum ngobrol." Sahut Fily.


"Ih tapi yaa Fil, gue sih agak curiga yaa... Dari gestur badannya sama cara ngomongnya tuh dia kayaknya belok deh." Sahut Sera dengan julid.


"Hahahaha ngakak banget lagi gue..... Seriussan?" Kata Tami sambil tertawa terbahak - bahak. 


"Yaa kalo bener dia belok sih gak mungkin yaa dia bisa suka sama Riri nanti..." Ledek Fily.


"Iiiih apaansih lo... Ya kali Fil dia suka sama gue. Walaupun dia normal juga yaaa belum tentu juga dia naksir sama gue." Jawabku geli.

__ADS_1


"Yeeee nanti suka aja lo sama dia. Gue ketawain Ri asli..." Sahut Mily sambil menepuk jidatku.


"Aduh... Ih rese lu Mil...." Jawabku.


"Gue jadi penasaran deh...." Kata Sissy serius.


"Penasaran sama Adi?" Tanya Fily.


"Iyaa... Masa sih bener dia belok... Masa sih dari gesturnya dia keliatan cowok yang gitu... Karna kan ada cowok - cowok yang lemah gemulai gitu gak semuanya belok gak sih Ri... Ada tau yang gayanya aja gitu tapi dia tuh normal." Sahut Sissy.


"Iyasih bener kata Sissy, siapa tau aja emang gayanya gitu. Lo coba deketin dia aja Ri..." Kata Aira sambil mengunyah gorengan.


"Eh tapi kalo beneran dia gak normal gimana?" Tanya Viana serius.


"Yaudah pasti dia gak bakal suka sama Riri.. Simple." Sahut Tami.


"Iyaa Ri, bener juga kata Sissy. Coba deketin aja dulu..." Sahut Resty meledek.


"Ih aneh - aneh aja lo pada yaa.. Masa iya gue deketin cowok.. Gak ah. Udah gitu cowoknya gak jelas lagi suka perempuan atau gak. Ogah banget.." Jawabku geli.


Kami semua pun tertawa terbahak - bahak karna serunya pembicaraan kali ini. Yaa biasalah kalau namanya bersahabat isinya perempuan semua, pasti mulutnya gosip sama julid. Ledek - ledekkan aja terus.


***


Hari ini aku pulang habis maghrib karna habis ngobrol dulu kumpul di dalam mobil Mily dan Fily. Setelah sampai rumah ternyata aku bertemu dengan Om Budi dan Tante Ratna. Mereka baru saja mau mengantarkan pulang cucu kesayangannya yaitu Ratu ke rumahnya di daerah Rawamangun.


"Riri baru pulang?" Tanya Tante Ratna penuh dengan basa - basi.


Mataku ternyata tertuju pada mobil Adi yang sudah terparkir di dalam rumah. Dalam hatiku, tumben banget ini orang udah di rumah. Biasanya dia seperti Cinderella yang setiap hari bisa pulang jam 12 malam teng.


"Haloo Ratu.. Mau pulang ya?" Sapaku dari luar jendela mobil Om Budi.


"Hai Ka.. Yaaa.. Byee.." Jawabnya sambil tersnyum.


"Bye..." 


"Yaudah tante sama om mau anter Ratu dulu yaa Ri." Kata Tante Ratna yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Iyaa hati - hati tante.. om..." 


"Assalamualaikum..." Tante Ratna sambil melambaikan tangannya.


"Walaikumsalam.." Jawabku yang juga melambaikan tangan.


Aku pun segera masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum." Salamku saat membuka pintu,


"Walaikumsalam. Alhamdulillah anak mama udah pulang... Udah makan belum?" Jawab Mama yang sudah berdiri di depan pintu sejak tadi.


"Belum maa.....Mama dari tadi disini?" Tanyaku heran.

__ADS_1


"Iyaa.. Ngintip kamu tadi dari dalem. Kirain kamu tadi ngobrol sama Adi di depan. Makanya mama ngintip. Yaudah sana makan di rumah eyang, eyang udah masakkin kamu sop katanya. Mama gak masak hari ini ya.."


"Iyaa aku mandi dulu deh.. Yaampun kepo amat ibu - ibu nih... Tadi Om Budi sama Tante Ratna mau anterin Ratu pulang." 


"Iyaa tadi mama liat. Yaudah sana mandi." 


Aku pun segera mandi dan mengganti baju. Setelah itu aku bergegas ke rumah eyang untuk makan malam.


"Assalamualaikum eyang.." 


"Walaikumsalam cucu ku sayang... Sini sini makan.." Sambut eyang putri sambil menciumi pipiku.


"Ihh eyang mah aku di cium terus. Aku kan udah gede..." Jawabku kesal.


"Galak amat sih.." Jawab eyang putri sambil mencubit pipiku. 


"Eyang masak sop ayam?" Tanyaku sambil membuka tudung saji di meja makan.


"Ada sambel terasi, ada ikan lele, ada kwetiaw siram. Tadi kwetiawnya eyang beli di depan. Kamu sekalian kasih ke Adi yaa... Mumpung masih anget nih." 


"Hah? Kasih Adi? Duh eyang aja deh, males banget aku kasih ke dia."


"Jangan gitu dong sayang.. tolong ya..." Kata eyang putri seperti memohon.


Aku pun akhirnya membawakan kwetiaw siram ke rumah Adi. Aku membuka pagar rumahnya yang tidak di kunci, hanya di slot bawanya saja.


"Assalamualaikum..." Aku mengetuk pintu dengan pelan.


"Yaa Walaikumsalam." Jawab suara orang dari dalam rumahnya.


Lalu Adi pun membuka pintu rumahnya.


"Ini ada kewtiaw siram dari eyang...." Jawabku sambil memberikan mangkuk berisi kwetiaw siram dari eyang putri.


"Ohhh iyaa terima kasih yaaaa." Jawabnya sambil tersenyum.


"Yaudah kali gitu permisi." Aku langsung saja pergi dan menutup pagar rumahnya.


"Udah gak usah di tutup, nanti saya aja yang tutup." Jawabnya dengan suara lembut.


"Oh iya Ka.." Jawabku yang langsung pergi masuk ke rumah eyang lagi untuk makan. 


Saat aku masuk rumah eyang, ternyata Mama sudah di dalam rumah eyang dan mengintipku dari dalam.


"Hayo ngapain??" Tanyaku.


"Ngobrol apa aja Ri? Kok sebentar banget?" Tanya Mama penasaran.


"Ya gak ngobrol apa - apa Ma. Cuma kasih kwetiaw itu aja terus yaudah. Si mama nih ada - ada aja." Jawabku sembari mengambil lauk di piring.


"Hahahaha yaudah makan yang banyak yaa nak..." Sahut eyang putri sambil mengelus rambutku.

__ADS_1


"Iyaa terima kasih yaa eyang...."


__ADS_2