Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 66. Pertemuan Antar Orang Tua


__ADS_3

Setelah lamaran, saatnya Bapak dan Mama bertemu dengan Om Budi dan Tante Ratna. Yaa Bapak dan Mama yang menghampiri Om Budi dan Tante Ratna ke rumahnya tanpa ada Aku dan Adi. Aku juga bingung kenapa tanpa ada anak - anaknya ikut serta. 


"Ka.. Hari ini Mama sama Bapak ke Rawamangun yaa.." Chatku ke Adi. 


"Iyaa.. Tadi Mama bilang sama Ka Adi, Bapak sama Mama mau ke Rawamangun." Balas Adi cepat. 


"Aku mau nanya deh, kenapa yaa kok kita gak ikut yaa? Kan diskusi.." 


"Iyaa emang tata caranya gitu Ri, calon pengantin wanita dan pria gak boleh ikut campur. Jadi kedua orang tua aja yang repot ngurusin..." 


"Oh gitu yaa... Aku baru ngerti." 


"Iyaaa itu adat kita seperti itu sayang..." 


"Oke okee kalo gitu." 


"Semoga semuanya lancar yaa Ri.." 


"Amiiin... Amiin..." 

__ADS_1


***


Setelah pertemuan Mama dan Bapak dengan Om Budi dan Tante Ratna, mereka pun pulang. Sesampai di rumah wajah Mama dan Bapak tampak sumringah. 


"Gimana Ma?" Tanyaku sembari berbisik.


"Besok aja yaa ceritanya.. Mama capek banget." Jawab Mama sembari siap - siap bebersih.


Aku pun terdiam dan menghubungi Adi di chat. 


"Ka.. Mama sama Papa ada cerita sama Ka Adi gak?" 


"Besok deh aku tanya Mama, soalnya Mama juga aku tanya belum mau cerita..." 


"Yaudah besok Ka Adi juga mau nanya sama Mama..." 


"Okee..."


Keesokan harinya aku mulai bertanya dengan Mama, pagi - pagi sekali Bapak sudah berangkat untuk praktek. Jadi aku hanya bisa ngobrol berdua saja dengan Mama. 

__ADS_1


"Maa.. Gimana semalem?" Tanyaku dengan sangat penasaran. 


 "Yaa masih diskusi susunan acara aja Ri.." Jawab Mama lesu.


"Lah terus? Susunan acaranya gimana?"


"Mama bingung deh sama Bapakmu tuh, Bapak tuh bilang masih banyak keperluan untuk biaya kuliah kamu sama bangun rumah sebelah sama Andung dan Gaek. Terus mereka yaa gak masalah kan.. Tapip mereka juga gak bisa langsung kasih uang ke kita karena harus diskusi dulu sama keluarga. Jadi setelah pertemuan kemarin itu mereka harus diskusi lagi sama Om Ilyas dan keluarganya." Jawab Mama.


"Loh terus, kapan mau kasih uangnya?" Tanyaku.


"Jadi gini, bapak bilang kalo untuk acara ini mampunya dari kita 50% aja yaa mereka juga harus 50%. Jadi sama - sama... Tapi si Gaek bilang akan mereka diskusikan lagi sama keluarganya. Terus mereka cerita gimana tuh saat mau menikahkan Ka Ani dulu sama Bang Ozzy keluar banyak biaya dari pihak perempuan. Yaa bener sih kata Andung Ri.. Dimana - mana kita keluarga perempuan banyak keluar biaya. Kan acara banyak di tempat kita.." Jawab Mama lagi. 


"Yaa itu kan karena kita buat acara di rumah yaa Ma.. Tapi minimal gitu kan keluarga laki kasih uang saat lamaran.. Itu gak ada Ma?" Tanyaku pelan.


"Yaaa pasti kasih kok, kamu sabar dulu. Ini kan ada tata caranya di budaya mereka, jadi kita harus menghargai yaa Ri.. Bapak mu itu saklek. Mama takut nanti malah menyinggung perasaan mereka... Jadi Mama juga harus bantu bicara nanti kalau ketemu lagi. Mungkin baru minggu depan kita ketemu lagi sama Andung dan Gaek, karena katanya baru besok mereka ketemu sama Om Ilyas." Jawab Mama pelan.


"Semoga bisa segera dikasih uang yaa Ma.. Kalo gak kita gak bisa mulai ini..." Jawabku.


"Amiin.." 

__ADS_1


Jujur aku agak kesal mendengarnya karena untuk kasih uang saja sulit kah? Atau memang harus apa pun di diskusikan dengan keluarga terlebih dahulu baru bisa bertindak? Aku sebenarnya menikah dengan Adi atau dengan Omnya sih? Buat kesal saja. 


__ADS_2