Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 65. Lamaran


__ADS_3

Bulan 9 pun masuk, Tanggal 1 adalah hari ulang tahun Adi. Di hari ulang tahunku yang kemarin di tahun 2018, Adi hanya memberikan kue saja tanpa adanya hadiah dan surprise. Dia bahkan mulai tidak seperti tahun - tahun biasanya. Jadi tidak ada yang spesial. Dan kali ini adalah hari lahirnya. 


"Selamat ulang tahun yaa sayang..." Ucapku saat tengah malam via chat.


"Terima kasih yaaa my future wife..." Balas Adi dengan cepat.


"Amiiiinn.." 


"Deg - deggan nih besok.." Kata Adi.


Ya, kami lamaran di tanggal 2 September besok. Kami tidak mau terlalu jauh dari acara pernikahan kami, karna kami punya plan acara di bulan November akhir.


"Bismillah yaa Ka.. Semoga acara kita besok lancar." 


"Amiin amiin ya Rabbal Alamiin..." 


"Aku kasih kadonya gak seberapa yaa Ka.." 


"Gapapa sayang... Gak harus dikasih kado juga gapapa..." 


"Aku udah siapin kado kok buat Ka Adi.. Nanti pagi yaa aku kasih. Kalo besok kan udah acara.."


"Okee sayang..." 

__ADS_1


***


Hari lamaran pun tiba. Aku sudah siap di dandani pagi - pagi setelah Sholat Subuh. Dengan baju berwarna biru lengan panjang dan longdress. Di balut selendang di kepala, dandananku tidak seperti lamaran orang Jawa. Di hari lamaran ku dan Adi ini tidak bertukar cincin melainkan bertukar barang. Aku memberikan Blangkon Jawa, sedangkan Adi memberikan Songket Minang. 


"Ri.. Gue terharu masa.." Sahut Wina memandangku sembari berkaca - kaca.


Aku tersenyum.


"Akhirnya lo di lamar juga sama si Adi." Kata Wina.


"Alhamdulillah yaa.." Jawabku sembari menahan tangis. 


Entah aku harus menangis bahagia atau sedih, yang pasti hari itu aku lebih banyak bahagia karena melihat kedua orang tuaku, kedua orang tua Adi dan semua keluarga juga bahagia hari itu. Banyak canda dan tawa. Semoga ini awal dari kebaikan dan semoga akan di permudah semuanya sampai hari H. 


Adi mengangguk sembari tersenyum bahagia. 


"Jadi Riri Saputri menerima lamaran Adi Wiranda?" Tanya pembawa acara.


"Insya Allah dengan izin Allah SWT, saya menerima lamaran Adi..." Jawabku sembari mengangguk dan bergetar. 


"Alhamdulillah, untuk kedua orang tua calon mempelai dipersilahkan untuk menukar tanda. Dari pihak Adi memberikan tanda ke pihak Riri lalu dari pihak Riri berikan tanda ke pihak Adi..." Sahut Pembawa Acara.


Bapak dan Mama pun memberikan tanda Blangkon Jawa ke Om Budi dan Tante Ratna, lalu Om Budi dan Tante Ratna memberikan Songket Minang kepada Mama dan Bapak. 

__ADS_1


"Alhamdulillah... Yaa di foto dulu silahkan....Yuk mari kita berdoa untuk kelancaran hari pernikahan Adi dan Riri.. Amin aamiin YaRabbal Alamiiiinnnn....Setelah ini acara telah selesai dan semua bisa makan lalu antara keluarga bisa saling kenal satu sama lain..." Tutup Pembawa Acara. 


Kami semua pun berdoa termasuk aku dan Adi. Selesai berdoa, aku dan Adi foto - foto di luar untuk mengabadikan acara lamaran kami hari itu. Betapa bahagianya aku dan Adi hari itu. Aku merasa akan siap menjadi istri untuk Adi setelah ini, aku siap membuat Adi menjadi lebih baik, aku siap terus belajar menjadi lebih baik.  


Setelah acara lamaran selesai, semua keluarga Adi pamit pulang dan berterima kasih atas suguhan yang sudah keluargaku hidangkan. 


"Nanti chat aku yaa Ka gimana rasa makanannya.." Bisikku. 


Adi hanya mengacungkan jempol. 


Lalu beberapa keluargaku juga pamit pulang dan beberapa juga ada yang masih stay di rumah untuk membantuku, Mama dan Bapak membereskan rumah. 


"Ri.. Emang kayak gitu yaa tata caranya?" Tanya Bapak sembari duduk santai setelah lelah acara.


"Tata cara apa Pak?" Tanyaku heran.


"Ya iya.. Gak ada tukeran cincin. Terus ini keluarga Adi gak ada kasih uang sepeser pun loh..." Kata Bapak lagi dengan rawut wajah kecewa. 


"Mungkin setelah Bapak sama Mama ketemu langsung berempat aja sama Gaek dan Andung Pak.." Aku agak membela keluarga Adi saat itu. 


"Iyaa mungkin gitu Pak, kita kan gak tau mereka adatnya gimana. Ya gak mungkinlah mereka gak kasih uang sama sekali.. Apalagi Adi S2, terus yang aku tau dulu Pak Budi itu pejabat loh..." Sahut Mama. 


"Iya kali yaa nanti setelah kita pertemuan antar orang tua saja.." Kata Bapak sembari mengangguk. 

__ADS_1


Aku pun tersenyum setelah Bapak dan Mama mengerti. Semoga saja setelah ini keluarga Adi langsung memberikan uang untuk kelancaran acara pernikahan kami. 


__ADS_2