
Setelah kejadian Ratu memanggilku dengan sebutan Aunty, aku dan Adi jadi semakin dekat. Bahkan kami hampir setiap hari berkomunikasi. Walaupun pembahasannya hanya aku akan menebeng dia sampai depan jalan raya. Tapi suatu ketika, di saat hari libur Adi mengirimkan pesan kepadaku seperti layaknya orang ingin pendekatan.
"Riri lagi dimana?"
"Lagi di rumah Ka.. Kenapa?" Balasku cepat.
"Gapapa... Gak pergi kemana - mana Ri?"
"Gak Ka... Hari ini aku di rumah aja.. Kakak sendiri? Biasanya kan tiap weekend pergi.."
"Iyaa nanti sore sih Ka Adi mau keluar..."
"Oh gitu.... Ini ngomong - ngomong kita sebelahan loh rumahnya... Pake segala chatan hahahaha..."
"Hahaha ya gapapa biar beda Ri.."
"Hahaha Kaa ada - ada aja... Yaudah aku mau siap - siap olahraga dulu yaa Ka.."
"Mau olahraga kemana?"
"Di depan rumah aja kok Ka, udah gak boleh nih naik sepeda semenjak jatuh."
"Yaampun jatuh dimana? Kok bisa?"
"Iyaa hahaha kesandung sama batu Ka, jadi aku jatuh deh."
"Hati - hati aunty Riri...."
"Hehehe iyaa uncle..."
"Tapi gapapa kan?"
"Yaa waktu itu sempet di urut sih sama tukang urut langganan, diingetin udah gak boleh sepedaan lagi. Yaudah makanya aku sekarang yaa olahraganya lari aja di depan halaman Ka...."
"Yaudah kan yang penting gerak Ri.."
"Iyaa Ka... Yaudah aku olahraga dulu yaa Ka.."
"Okee.. Ka Adi masih mau males - malessan dulu deh mumpung hari libur nih."
"Hahaha oke deh Ka... Selamat bermalas - malassan.."
Kami pun semakin intens berkomunikasi, Adi mulai memberikan perhatian. Tapi aku menganggap dia masih teman dan tetanggaku.
__ADS_1
***
"Ri.. Ini ada makanan dari Mama... Mama masakkin ini.. Katanya Riri suka.." Adi datang ke rumahku dan membawakan makanan ikan asam pedas.
"Terima kasih yaa Ka.." Jawabku dengan senyuman.
"Tante sama Om di rumah?" Tanya Adi sembari melihat kanan dan kiri.
"Ada kok, Mama lagi di kamar. Bapak lagi ke belakang sebentar lagi belanja sayur sama beli makanan ayam."
"Oh.. kirain pada pergi. Sepi banget soalnya..."
"Gak kok Ka... Makasih yaa Ka ini masakannya...."
"Iyaa sama - sama... Yaudah Ka Adi pulang dulu yaa Ri..."
"Okee Ka..."
Adi ataupun Tante Ratna jadi sering memberikan makanan ke rumah. Eyang Putri pun juga jadi sering memberikan makanan ke rumah Adi.
***
"Ri... Bulan depan sepupu Ka Adi nikah. Nanti dateng yaa ke nikahannya... Deket kok."
"Okee Ka..... Mudah - mudahan aku bisa dateng yaa.. Soalnya itu aku pas lagia ada acara kampus Ka..."
"Yaah please... di sempetin yaa Ri.. Soalnya keluarga Ka Adi semua pada dateng yang di Jakarta..."
"Iyaa Ka... Aku usahain yaa..."
Wajah Adi tampak kecewa saat aku tidak janji akan datang atau tidak. Aku tidak paham maksud dia ingin mengenalkanku dengan keluarganya, karena status kami bukan siapa - siapa. Hanya tetangga, karena Adi juga tidak pernah mengungkapkan perasaan apapun kepadaku.
"Alhamdulillah akhirnya dateng juga.." Sambut Adi saat aku dan sekeluargaku datang.
Kebetulan aku datang bersama Mama, Bapak, Eyang Putri, Bude Tari, Pakde Roki dan Ka Amel. Wina tidak bisa ikut karena ada urusan dengan teman kampusnya.
"Habis ini Ka Adi ganti baju lagi nih. Duh udah kayak artis deh Ka Adi nih ganti baju sampai 3 kali..." Jawabnya sembari menunjukkan bajunya.
"Banyak banget Ka 3 kali?"
"Iyaa kan Akad, terus kan Ka Adi payungin penganti habis ini, terus baru ganti baju lagi deh."
"Yaampun rempong yaa hahaaha.."
__ADS_1
"Iyaa nih... itu udah pada ngbrol aja yaa Mama, Papa, Om, Tante, Eyang sama Bude Pakde..."
"Hahaha iya Ka.." Jawabku kaku.
"Nanti jangan buru - buru pulang yaa Ri.. Ka Adi mau kenalin ke om tante sama sepupu Ka Adi."
Aku hanya mengangguk seakan menuruti perintahnya.
Setelah Adi selesai mengiringi pengantin, dia mengganti bajunya lalu menghampiriku.
"Yuk Ri... Udah makan belum?"
"Udah kok Ka..."
"Yaudah yuk, Ka Adi mau kenalin Riri ke om tante Ka Adi disana."
Aku pun mengikuti langkahnya dand ia mengenalkan ke beberapa keluarga besarnya yang ada di Jakarta. Saat aku dan Adi sedang berkeliling, Ka Ani dan Bang Ozzy datang menghmapiriku sembari menggendong Ratu.
"Aunty Riri..." Teriak Ratu dengan riang.
"Hello Princess... Wowww you look so pretty...." Sahutku dengan nada gembira.
"Thankyou Aunty Riri..." Jawab Ratu sembari mengibaskan rambutnya.
"Udah pada makan Ri?" Tanya Ka Ani.
"Udah kok Ka, ini kayaknya sebentar lagi kita mau pulang." Jawabku dengan pelan.
"Acaranya belum selesai loh Ri..." Kata Ka Ani.
"Iyaa tapi Bapak mau praktek Ka, jadi kita gak sampai selesai..."
"Oh gituu..." Jawab Ka Ani.
"Ri.. Kayaknya itu Eyang manggil deh.." Kata Adi.
"Oh udah mau pulang kayaknya.... Yaudah Ka.. Bang.. Aku duluan yaa... Byee Ratu..." Jawabku sembari pamit.
"Eh iyaa hati - hati Ri... Makasih yaa udah dateng... Si Mama sama Papa juga disana yaa nemenin eyang, tante, om sama bude, pakde." Kata Ka Ani.
"Iyaa Ka... Yaudah Ka... Daahh.." AKu pun pergi melambaikan tangan ke mereka.
Aku pun pamit dan segera pergi ke depan parkiran, Adi menemaniku sampai depan.
__ADS_1
Selain komunikasi intens, Adi juga sudah mulai mengenalkan aku ke beberapa keluarganya entah untuk apa. Aku masih terus bertanya - tanya kenapa dia semakin hari mengenalkanku kepada keluarganya.