
Setiap sore jika aku pulang cepat, aku pasti bertemu Ratu di rumah. AKhir - akhir ini Ratu sering main ke rumah Adi karena dia yang minta agar bisa bermain denganku.
"Aunty Riri.... Kita nonton little pony yuk.." Ajak Ratu.
"Apa tuh little pony Ra?" Tanyaku penasaran.
Dia langsung menunjukkannya lalu dia berteriak senang.
"Hmmm Okay..." Jawabku tersenyum.
"Raaa... Kasihan Aunty Rara sampai Maghrib gini belum pulang." Tiba - tiba Tante Ratna membuka ointu kamar.
"Ihhh Andung nih... Ratu lagi main sama Aunty Riri.." Sahut Ratu menggerutu.
Andung artinya nenek dalam bahasa minang.
"Besok lagi mainnya sama Aunty Riri yaa.." Tante Ratna merayu.
Ratu menggeleng - gelengkan kepala dan menggenggam tanganku erat.
Tante Ratna pun terdiam dan menutup kembali pintu kamar.
"Princess... Aunty pulang dulu yaaa mau Sholat Maghrib boleh?" Tanyaku pelan.
"Tapi nanti Aunty Riri kesini lagi kan?" Tanya Ratu dengan wajah polosnya.
"Iyaa nanti sebelum Ratu pulang, Aunty Riri kesini lagi..." Jawabku lembut.
"Oke..." Jawab Ratu sembari memainkan ponsel Om Budi.
Aku pun keluar dari pintu kamar dan pamit dengan Om Budi dan Tante Ratna yang sedang asik nonton TV.
"Permisi Om, Tante... Riri pamit pulang dulu yaa.. Mau sholat Maghrib."
"Sholat disini aja Ri..." Sahut Tante Ratna.
"Di rumah aja Tante, soalnya mau sekalian makan sebentar sama Mama disuruh pulang juga..." Jawabku dengan sopan.
__ADS_1
"Oh yaudah.. Ini sebentar lagi kita juga anterin Ratu ke Rawamangun." Jawab Om Budi.
"Oh hahaa iya Om...." Jawabku terkekeh kaku.
"Yaudah makasih yaa Ri..." Sahut Tante Ratna.
"Iyaa sama - sama Tante... Assalamualaikum.." Aku pamit dan pulang.
Aku pun pulang ke rumah untuk Sholat Maghrib, mandi lalu makan. Setelah itu aku mendengar suara mobil dari luar. Aku pun segera keluar dan menghampiri suara mobil itu.
"Bye Princess... See you..." Sapa ku saat Ratu sudah duduk manis di dalam mobil.
"Byee Aunty Riri!!!" Sahutnya dengan nada yang riang.
"Tante sama Om anter Ratu dulu yaaa..." Kata Tante Ratna sembari mengunci pagar.
"Iya Tante... Hati - hati yaa..." Jawabku lalu tersenyum.
Mereka pun melaju pergi dengan mobil kijang keluaran lama.
Keesokan harinya Ratu ke rumah Adi lagi karena dia yang mau, dia menjadi ketagihan main ke rumah Adi terus. Dan aku pasti langsung cepat pulang dari kampus karena ingin juga bermain dengan Ratu.
"Aunty Riri!!! Main yuuukkk...." Ajak Ratu dari depan.
Tapi terkadang anak tetanggaku lainnya juga main dengan Ratu.
"Haiii Princess... " Sahutku keluar dari rumah.
"Come on Aunty Riri...." Ajak Ratu menarik tanganku.
"Okee.." Aku pun mengikuti langkah kecilnya.
Ratu mengajakku ke depan hanya sekedar duduk, dan aku merasa seperti guru TK untuknya.
"Ini Ratu bikin untuk Aunty Riri..." Ratu memberikan sepiring kecil mainan berisi makanan mainan kepadaku karena dia sedang memain masak - masakkan.
Ratu adalah anak yang cukup sulit dekat dengan orang baru, aku memang suka dengan anak - anak. Jadi aku bisa menilai beberapa anak kecil jika setelah mengenalnya. Bahkan Ratu tidak dekat dengan banyak orang dan anak yang sulit akrab dengan orang lain. Tapi denganku dia bisa cocok dan dekat denganku. Bahkan mama pun bingung kenapa Ratu bisa dekat denganku, karena Ratu terlihat jutek dengan banyak orang dan tidak ramah. Tapi jika denganku dia bisa menjadi anak yang periang.
__ADS_1
"Aunty Riri, temenin Ratu di kamar ya..." Ajak Ratu saat dia sudah bosan main di luar.
"Ratu mau main ke kamar aja?" Tanyaku pelan.
"Iyaaa.... Come on...." Ratu menarik tanganku.
Aku segera mengikuti langkahnya yang kecil dan licnah.
"Ratu... Jangan lari - lari nak..." Sahut Tante Ratna.
Aku hanya tersenyum dan menggenggam tangan Ratu dengan erat agar dia tidak terjatuh karena berlari.
"Ayo Aunty Riri, come here..." Ratu langsung mengatur posisi duduk di atas karpet.
Aku pun duduk dan mengikuti gerakan dia menyanyi senang dan sesekali menepuk tangan saat dia memperagakan tarian balerina.
"Woww so cute... Again... again..." Sahutku sembari menepuk tangan.
"Thank you.." Jawab Ratu sembari tersenyum genit.
"Ratu..." Panggil Tante Ratna dari luar kamar.
"Yaa Andung?" Jawab Ratu sopan.
"Ratu mau susu nak?" Tanya Tante Ratna.
"Iyaaa Andung..." Jawabnya dengan riang.
"Yaudah sebentar yaa Andung bikinin dulu susunya yaa nak.. Ratu pinter yaa gak boleh nakal sama Aunty Riri." Jawab Tante Ratna.
"Hmmm iyaa Andung... Udah andung sana.." Ratu mendorong banda tante Ratna agar cepat keluar dari kamar.
"Hey Ratu, No.... Gak boleh kayak gitu yaa sama Andung." Sahutku dengan nada yang pelan.
"Ihhh ck..." Ratu hanya menggerutu dan menggaruk kepalanya.
Untuk seusia Ratu mungkin kurang sopan dengan neneknya sendiri ya... Aku pun kurang setuju dengan sikapnya barusan, sampai akhirnya aku harus menegurnya supaya dia tidak begitu terus dengan orang yang lebih tua.
__ADS_1