Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 53. Saling Kenal


__ADS_3

"Ri, besok buka puasa sama om Ilyas sama istrinya yaa... Sama si kembar juga sih." Ajak Adi saat dia bersiap - siap mau ke kantor. 


"Oh gitu? Besok mau ada acara lagi sepupu aku mau kenalin calonnya." Jawabku pelan. 


"Yahh... Ka Adi udah terlanjur bilang loh kalo Riri ikut sama Om dan Tante.." Jawab Adi memaksa. 


"Hmm nanti aku bilang yaa sama Bapak dan Mama. Soalnya kan aku cucu dari anak pertama yaa.. Jadi harus hadir biasanya." 


"Nanti Ka Adi deh yang izin sama Mama dan Bapak. Gimana?" 


"Hmm gimana ya.. Yaudah nanti aku ngomong dulu tapi, baru Ka Adi izin."


"Yaudah kalo gitu. Ka Adi berangkat kerja dulu yaaa.. Assalamualaikum." 


"Okee.. Walaikumsalam. Hati - hati yaa..."


Adi pun melambaikan tangannya dan berlalu meninggalkanku dengan mobil barunya. Yaa Adi baru saja membeli mobil baru beberapa hari yang lalu, karena mobil yang sebelumnya sudah beberapa kali keluar masuk bengkel. 


Aku pun masuk ke dalam rumah dan mencari Mama.


"Maa...." Panggilku.


"Apa??" Tanya Mama dari kamar mandi. 


"Oh Mama lagi di kamar mandi.." 


"Kenapa sih?" Tanya Mama langsung keluar dari kamar mandi.


"Mama habis ngapain sih?"


"Habis Buang Air Kecil. Ada apa?"


"Ma.. Besok Aku harus ikut gak ke rumah eyang ibu?" Tanyaku. 


"Yaaa gak tau tuh Bapak, kan sekalian kita buka puasa juga Nak di rumah eyang. Kenapa emangnya?"


"Jadi tadi si Adi bilang mau ngajak Aku buka puasa sama Om Ilyas M.. Yang anaknya kembar itu." 


"Oh yang di depok ya?" 


"Iyaa.."


"Terus buka puasa dimana?" 


"Gak tau deh.. Paling di alam sutera lagi Ma.." Jawabku sembari mencari handuk. 


"Yah kamu bilang lah sama Bapak. Nanti mama salah lagi kalo Mama yang bilang." 


"Iyaa nanti aku bilang sama Bapak, si Adi juga mau izin langsung kok nanti." 


"Oh yaa lebih bagus dia minta izin langsung sama Mama dan Bapak Ri."


"Iyaa makanya.."


"Yaudah nanti bilang lah sama Bapak Nak."


"Iyaa Ma.. Aku mau mandi dulu deh yaa.."


"Iyaa.." 


***


Keesokan harinya, pagi - pagi jam 9 Adi sudah mampir masuk ke rumahku untuk meminta izin buka puasa bersama hari ini dengan keluarganya. 


"Assalamualaikum.." Sapa Adi dari depan pintu ruang tamu.


"Walaikumsalam.." Jawabku, Mama dan Bapak dari dalam rumah. 

__ADS_1


"Masuk Di.." Sahut Mama.


Adi pun masuk dan salim dengan Mama dan Bapak. 


"Kenapa Di?" Tanya Bapak. 


"Duduk dulu.." Kata Mama. 


"Iyaa.. Jadi gini Om Tante, Sore ini Adi mau ngajak Riri buka puasa bersama dengan keluarga Adi. Mama, Papa, Ka Ani sekeluarga dan Om Ilyas sekeluarga. Jadi Adi minta izin sama Om dan Tante." 


"Hari ini ya?" Tanya Bapak.


"Iyaa Om..." Jawab Adi singkat.


"Sebenarnya hari ini juga ada acara penting di rumah Eyangnya Riri. Ibu saya... Sepupunya mau kenalin calonnya, mau ada rencana nikah juga tahun depan." Jawab Bapak pelan.


"Emang mendadak ya Di?" Tanya Mama. 


"Hmm iyaa baru dikasih tau kemarin hari Jum'at sama Om kalo mau ngajak Adi sekeluarga buka puasa bersama dan Adi mau Ajak Riri sekalian aku kenalin ke Om." Jelas Adi. 


"Yaudah lah Pak, kalo sama keluarga Adi kan jarang. Ini sama keluarga Bapak kan nanti bisa pas lamaran datengnya." Sahut Mama. 


"Soalnya Om Ilyas ini sibuk banget Om, makanya ini mumpung bisa yaa Alhamdulillah." Jawab Adi seperti berharap.


Bapak masih terdiam seperti berfikir. 


"Udah Riri ikut sama Adi aja Pak, kan yang penting Bapak sama Aku ke rumah eyang. Riri kan cuma sepupu." Bisik Mama ke Bapak. 


Bapak pun mengangguk berat saat Mama menyetujui aku pergi dengan Adi. 


"Jam berapa berangkatnya?" Tanya Bapak.


"Habis Dzuhur kita berangkatnya Om, karena kan perjalanan kesana jauh. Kita buka puasa di alam sutera Om. Takutnya kalo berangkat habis Ashar macet..." Jawab Adi. 


"Gak bisa yaa kalo ikut ke rumah eyang dulu sama Adi?" Tanya Bapak tersenyum.


Bapak terkekeh, "Hehehe iya iya deh.. Yaudah hati - hati yaa... Salam buat Om Ilyas." Jawab Bapak.


"Iyaa Om nanti di salamin..." Jawab Adi. 


"Yaudah aku siap - siap dulu yaa Ka..." Sahutku.


"Iyaaa Ka Adi juga mau siap - siap..." Jawab Adi. 


Aku pun segera bersiap - siap. Adi juga langsung pulang dan bersiap - siap. 


"Nanti kabarin Bapak yaa.." Sahut Bapak saat aku keluar dari kamar. 


"Iyaa Pak.." Jawabku mengangguk cepat. 


Lalu aku langsung bersiap dan keluar pamit ke Mama dan Bapak untuk berangkat. 


"Assalamualaikum Ma, Pak.." Pamitku sembari mencium tangan Mama dan Bapak. 


"Walaikumsalam..." Jawab Mama dan Bapak. 


Adi masuk ke dalam pagar untuk menjemputku, begitupun Mama dan Papanya.


"Om, pinjem dulu Ririnya yaa..." Kata Adi tersenyum.


Pakaian Adi begitu rapih dan harum badan Adi sangat khas, kuat dengan parfum refilnya. Dengan rambut klimis yang sudah dia pakaikan gel rambut dan tidak lupa kacamata baru yang dia pakai sunggu mempesona sehingga membuatku terdiam saat melihatnya siang itu. 


"Hahaha Adi ini udah kayak apaan aja mau di pinjem.." Sahut Mama tertawa.


"Dok.. Ajak Riri dulu pergi yaa.." Sahut Om Budi.


Bapak tersenyum dan melambaikan tangannya. 

__ADS_1


"Assalamualaikum..." Pamit Tante Ratna ke Mama dan Bapak.


"Walaikumsalam..." Jawab Mama dan Bapak sembari melambaikan tangan.


Tak lupa juga Eyang Putri keluar dari rumah duduk di teras rumah juga tersenyum melihat aku akan pergi bersama keluarga Adi. 


"Hati - hati yaa.." Sahut Eyang Putri sembari melambaikan tangan.


"Daaah Eyang..." Sapa Adi sembari melambaikan tangan dengan wajah gembira. 


Eyang Putri pun tertawa melihat tingkah Adi yang seperti anak kecil. 


Lalu kami pun berangkat. Di dalam mobil aku duduk di kursi depan sedangkan Mama dan Papanya Adi duduk di kursi belakang. Selama di perjalanan mereka sibuk membicarakan Ratu yang sudah mulai besar dan akan masuk sekolah dasar. Bahkan aku agak kaku karena beberapa kali mereka menanyakan kuliahku. Tapi untungnya aku bisa menjawabnya dengan baik dan benar. Dan tak lama kami pun sampai di tempat makan dan kami tiba pukul 3 sore. 


"Si Ani belum sampai dia?" Tanya Tante Ratna ke Adi. 


"Masih di jalan... Biasa ribet sama Ratu. Jadi lama..." Jawab Adi sembari melihat ponsel.


"Udah dimana emangnya Ka?" Tanyaku sembari berbisik.  


"Katanya sih masih di tol." Jawab Adi pelan.


"Yaudah deket sebentar lagi.." Jawabku sembari mengelus punggung Adi.


"Mau nunggu Kakak dulu Ma?" Tanya Adi. 


"Iyalah tunggu Ani dulu lah..." Sahut. Om Budi. 


Setelah 20 menit kami menunggu, Ka Ani pun datang. Aku pun salim menyapa Ka Ani dan Bang Ozzy. 


"Om Ilyas sekeluarga masih di jalan katanya Ma..." Kata Ka Ani ke Tante Ratna. 


"Yaudah jalan - jalan aja dulu ke Mall depan sana sambil nunggu Om Ilyas." Sahut Adi. 


Kami pun sembari menunggu Om Ilyas sekeluarga berjalan - jalan dulu di mall sampai Om Ilyas datang. Dan Om Ilyas datang jam 5 sore, kami pun langsung menuju tempat makan untuk bersiap - siap buka puasa. Tempat makan sudah di booking dengan Ka Ani sebelumnya. 


"Ma.. Pa.. Si Om udah di depan." Sahut Ka Ani. 


Suasana menjadi tegang saat Om Ilyas dan keluarganya datang. Aku tidak paham sebenarnya tapi aku pun jadi ikut tegang karena Aku akan di kenalkan dengan Omnya Adi, Adik dari tante Ratna. 


"Nanti Riri duduk diantara Ka Adi sama Mama ya..." Bisik Adi. 


Aku mengangguk dan diam.


"Macet banget di depan.." Sahut Om Ilyas saat masuk ke ruang resto dan bertemu dengan Om Budi dan Tante Ratna.


"Iyaa udah jam segini pasti macet..." Jawab Om Budi. 


"Om.." Kata Adi sembari salim ke Om Ilyas. 


"Eh iya Di..." Jawab Om Ilyas tersenyum.


"Om.. Ini Riri..." Kata Adi sembari mengenalkanku ke Om Ilyas.


Aku pun salim dan tersenyum sembari memperkenalkan diri, "Riri Om.." 


"Oh iya iya.." Jawab Om Ilyas tersenyum dan langsung duduk. 


"Ini istrinya Om Ilyas... Tante Rania..." Bisik Adi.


Aku pun salim dengan Tante Rania, "Riri Tante..." Jawabku sembari salim lagi.


"Oh hai... Iyaa Riri...." Jawab Tante Rania sembari tersenyum ramah.


Menurutku Istrinya lebih ramah dibandingkan dengan Om Ilyas, aku merasa Om Ilyas sedikit acuh denganku karena dia seoerti tersenyum palsu saat berkenalan denganku. 


Yaa sore itu aku saling kenal dengan keluarga Om Ilyas, kenapa Adi sangat memaksa aku untuk bertemu dengan beliau? Karena Adi sudah menjelaskan bahwa Om Ilyas berperan penting jika dia menikah nanti, jadi dia mau Aku di kenalkan secara intens dengan Om Ilyas dan keluarganya. 

__ADS_1


__ADS_2