
Hari ini memang spesial untukku. Aku hanya ingin sedikit cerita di ulang tahunku yang ke-20 ini. Tahun 2014, bukan Adi yang memberikan kejutan untukku tapi Dhito. Setelah sekian lama aku dan Dhito Putus, tiba - tiba dia menghubungiku lagi untuk menanyakan kabarku. Dia menghubungiku tepat seminggu sebelum aku ulang tahun.
"Ri.. Apa kabar?" Tanya Dhito di chat.
"Yaa Dhit.. Alhamdulillah baik. Kenapa Dhit?" Balasku dengan cepat.
"Gapapa.. Udah lama aja kita gak komunikasi yaaa... Mau nanya kabar aja."
"Ohhh hehehe.. Lo sendiri apa kabarnya Dhit?"
"Alhamdulilah gue juga baik kok Ri... Ri.. Gue boleh minta foto lo gak?"
"Buat apa Dhit?"
"Ada deh.."
"Ih mau ngapain lo? Nanti lo ngefans sama gue loh."
"Hahahaah ih geer. Udah kasih aja foto lo yang jelas yaa..."
"Gak mau ah."
"Ih gitu deh.'
"Yaa lo gak kasih tau alasannya buat apaan.. Gak mau ah gue kasih."
"Yaudah yaudah... Gue mau kasih lo sesuatu Ri. Tapi gue minta foto lo dulu yaa.."
"Hahaha buat apaansih Dhit? Kasih apaan nih?"
"Udah kek jangan nanya lagi, nanti gak surprise lagi."
"Oh lo mau kasih gue surprise?"
"Iyaaa.. Gue mau kasih lo suprise. Lo mau gak? Hahaha ada lagi mau di kaish surprise bilang - bilang."
"Lo lagian mau kasih surprise yang minta foto gue segala ke orangnya langsung."
"Yaudah kasih aja udah foto lo buruan."
"Ih maksa yaa.."
"Iyaa maksa. Cepet."
"Yaudah sabar gue cari dulu fotonyaa."
"Yaudah buruan yaa... Biar cepet."
Lalu aku mengirimkan beberapa foto yang jelas supaya Dhito bisa memilih.
"Makasih yaa Ri."
"Iyaa sama - sama.. Awas lo yaa macem - macem Dhit."
"Gak Ri... Gue gak jahat Ri. Kan lo udah kenal sama gue."
"Iyaaa gue percaya sama lo."
"Okeee.. Lo lagi apa Ri?"
"Lagi istirahat Dhit. Lo gak kerja hari ini?"
"Hari ini pulang sore Ri? Kerja kok, ini gue juga lagi istirahat."
"Iyaa hari ini gue balik sore Dhit. Oh kirain... Lo udah mulai kuliah Dhit?"
"InsyaAllah tahun ini gue masuk kuliah Ri... Gue ambil yang murah aja Ri."
"Alhamdulillah. Ambil jurusan apa Dhit? Terus kerjaan lo gimana?"
"Ambil ekonomi aja Ri, yang murah dan gak terlalu berat. Yaa gue ambil kelas sore atau malam paling."
"Emang ada yaa yang S1 kelas sore atau malam?"
"Ada kok disini bisa minta."
"Dimana emang kampusnya?"
"Deket rumah kok Ri. Jadi pas pulang gak terlalu jauh."
"Mudah - mudahan lancar semuanya yaa Dhit, sekolah sama kerjaan lo."
"Amiiiinnn... Makasih yaa Ri."
"Iyaa sama - sama Dhit. Gue mau kuliah dulu yaa.. Dokternya udah dateng."
"Iyaa oke Ri... Semangat yaa.."
"Okee makasih Dhit."
***
Seminggu berlalu, kembali lagi. Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-20. Eyang Putri biasanya membuat nasi kuning untuk syukuran ulang tahunku.
"Selamat ulang tahun cucuku sayang...." Ucapan eyang putri yang datang ke rumah membawakan nasi kuning untukku.
"Terima kasih eyang." Jawabku dengan berseri - seri.
"Ini eyang buatin nasi kuning, di bawa ke kampus yaa buat temen - temen kamu juga."
"Alhamdulillah... Terima kasih eyang..." Sahut Mama keluar dari pintu rumah.
"Banyak banget ini eyang..." Jawabku sembari membuka tempat makan.
"Ehh... Temen - temenmu kan banyak Ri.." Sahut Mama.
"Iya sih.. Ini nanti paling makan bareng - bareng di kampus." Jawabku sembari menutup lagi tempat makan dari eyang.
"Yaudah, aku berangkat yaa..." Jawabku sembari salim eyang dan mama.
"Gak sama Adi?" Tanya Eyang Putri.
__ADS_1
"Gak yang.. Aku berangkat pagi. Jadi berangkat sama Bapak."
"Si Adi ngucapin ulang tahun gak sama kamu?" Tanya Eyang Putri.
"Gak lah. Dia gak tau ulang tahunku eyang..."
"Ini eyang belum sempet kasih nasi kuningnya tadi sama Mamanya. Pagi - pagi udah berangkat. Eyang kasih Adi aja kali ya.."
"Yaudah kasih aja Eyang..."
"Kamu aja yang kasih."
"Aku udah telat."
"Yaudah nanti sore kamu kasih ke Mamanya yaa kalo kamu udah pulang."
"Gak bau emang nasi kuningnya sampe malem?"
"Gak lah. Kan di masukin ke rice cooker."
"Ri..." Dari depan pagar Bapak sudah memanggilku.
"Iyaa Pak... Assalamualaikum Ma... Eyang..." Aku menjawab dan pamit dengan Mama dan Eyang.
"Walaikumsalam. Hati - hati yaa Ri.." Jawab Mama dan Eyang Putri serempak.
Aku pun berlalu pergi meninggalkan Mama dan Eyang Putri.
"Kamu telat gak nih?" Tanya Bapak saat aku masuk ke dalam mobil.
"Gak Pak. InsyaAllah."
Bapak pun segera tancap gas agar aku tidak terlambat sampai kampus.
***
"Hai guys." Sahutku kepada sahabat - sahabatku di kelas.
"Hai Ri.." Yang menjawab hanya Mily.
Aku pun diam dan duduk bersiap untuk memulai perkuliahan. Dan setelah perkuliahan selesai, aku memberikan nasi kuning dari eyang putri.
"Guys, tadi gue di bawain nasi kuning. Ini di buatin buat makan rame - rame." Kata ku sembari membuka tempat makan.
"Ada acara apaan Ri?" Tanya Fily.
Entah mereka semua pura - pura tidak tau atau memang benar lupa kalau hari ini ulang tahunku. Tapi yang pasti aku menganggap mereka bercanda.
"Yaa buat syukuran aja." Jawabku santai.
"Syukuran apaan?" Tanya Sera.
"Syukuran Alhamdulillahhhh..." Jawabku sambil menghela nafas.
"Dih gak jelas lo." Sahut Sissy.
"Udah ah ini makan aja, ayo bareng - bareng." Jawabku sembari menyodorkan nasi kuningnya ke mereka.
"Eh makan lah, kasihan eyang udah buatin nih buat kita." Sahut Mily dengan nada tinggi.
"Mau ngapain?" Tanya Aira.
"Ini kan eyang udah buatin nasi kuning untuk kita. Gue kangen sama eyang tauu.." Jawab Sera.
"Yaa main laah boleh kok. Sekalian syukuran..." Jawabku.
"Syukuran apaan sih Ri? Lo mau niah sama Adi?" Tanya Mily seperti meledek.
"Dih apasih Mil..." Jawabku sembari melotot.
Mily hanya tertawa terbahak - bahak.
Setelah kegiatan kampus selesai, kita semua pun main ke rumahku kecuali Resty. Dia selalu absen jika ikut pergi ataupun main ke rumah salah satu dari kami.
"Assalamualaikum Eyaaanggg.." Sapa Mily saat turun dari mobil.
"Walaikumsalam Mily... Aduh cantiknyaa..."Sahut Eyang Putri.
"Ahhh masaaa sih eyang? Eyang juga cantik. Eyang apa kabar?" Tanya Mily sembari merangkul dan menggenggam tangan eyang.
"Alhamdulillah sehat. Mily?"
"Wahh eyang liat sendiri dong badan aku sekarang semakin subur... Tandanya sangat sehat nih eyang.. Hahahahha..." Jawab Mily sembari tertawa lepas.
"Masuk yuk masuk guys." Ajakku ke semua teman - temanku.
"Ri.. di deket rumah lo ada warung gak?" Tanya Fily.
"Ada kok, di depan jalan aja dikit Ada mini market juga." Jawabku sembari menunjuk ke arah jalan.
"Oke.. Yuk Vii.. Siii.. Temenin gue.." Ajak Fily.
"Gue juga mau ikut dong..." Sahut Aira.
"Yaudah jangan semuanya..." Jawab Fily.
"Gak kok, gue, Tami, Yanti sama Mily disini Fil." Jawab Sera.
"Yaudah.. Bentar yaa..." Kata Fily lalu pergi dengan Air, Sissy dan Viana.
Aku pun menyiapkan minuman dan cemilan untuk mereka di dapur.
"Ri... siap - siapin semuanya yaa... Itu tadi mama beliin gorengan buat mereka." Sahut Mama yang membantuku menyiapkan suguhan.
"Masuk yuk semua... Ini tante bikinin sirup jeruk." Sahut Mama dari pintu rumah.
"Iyaa tante.. Ini lagi asik ngambilin rambutan. Masih ada yang merah - merah nih soalnya tante.." Sahut Sera.
"Yaampun.. Yaudah ini yaa minuman sama cemilannya.." Kata Mama lalu meletakkan di meja tamu.
Tak lama Fily, Aira, Sissy dan Viana datang dengan canda tawa.
__ADS_1
"Kalian habis beli apa sih?" Tanyaku penasaran.
"Cemilan.. Nih." Kata Fily yang langsung mengeluarkan isi makanan di plastik.
"Yaampun... Banyak banget." Sahut Yanti dengan mata berbinar - binar.
"Ri... Boleh minta tolong gak?" Tanya Mily yang memanggilku di bawah pohon rambutan.
"Kenapa Mil?" Tanyaku menghampiri.
"Ini tolongin gue pegangin rambutannya."
Aku pun sigap membantu Mily dengan fokus. Kurang lebih selama 30 menit asik memetik rambutan dari pohon, aku dan Mily pun masuk ke dalam rumahku.
"Yeayyyyy...." sahut Sissy menyambutku dan Mily.
"Emang lo anak - anak gak tau diri yaa.. Giliran gue udah ambilin banyak, lo pada enak tinggal makan!" Sahut Mily dengan nada tinggi.
"Ihh Mami maaf..." Jawab Sissy dengan muka polos.
"Hahahahaha bocah. Yaudah makan lah makan.... Gue ambilin buat makan rame - rame kok."
"Enakkkkk..." Sahut Yanti.
"Manis banget asli." Sahut Viana.
"Emang manis haahhaha.. Gue udah sampe bosen makan rambutan di rumah. Cuma banyak semutnya..." Jawabku sembari tertawa.
"Maaf yaa tante gak ada makanan berat, cuma ada gorengan. Padahal Riri lagi ulang tahun..." Sahut Mama yang tiba - tiba menghampiri ku dan teman - temanku di ruang tamu.
"Gapapa tante...." Sahut semuanya serentak.
"Makasih yaa udah dateng ke rumah...." Sahutku.
"Dih... Kita kan mau ketemu eyang..." Jawab Mily.
"Iyaa deh iyaa.." Jawabku sembari mengangguk.
Setelah 2 jam kami bercengkrma dan saling tertawa, mereka pun izin pulang denganku.
"Ri... Udah sore. Kita balik ya..." Sahut Fily.
"Okee.. Makasih yaa udahmain ke rumah gue.." Jawabku dengan senyuman.
Walaupun mereka tidak memberikan suprise untukku, tapi aku tau mereka hanya berpura - pura lupa sehingga mereka main ke rumahku.
"Happy Birthday Riri..." Sera berteriak dari belakangku.
Aku menoleh dan terkejut saat melihat Sera sudah memegang kue ulang tahun dengan lilin menyala. Lalu mereka semua pun bernyanyi lagu happy birthday untukku secara bersama - sama. Aku sangat terkejut saat mereka semua memberikan surprise untukku. Lalu aku meniup lilinnya dan tiba - tiba, "Prakkkk."
"Yaampuuuunnnn..." Aku berteriak dengan keras.
Fily melemparkan telur di atas kepalaku, tidak hanya 1 telur bahkan 3 telur. Lalu Sissy dan Viana menuangkan bubuk koi di kepalaku dan juga tepung terigu. Begitu penuhnya kepalaku dan terlalu lengket di rambut.
"Asli sih kaliaann.. gue gak bisa buka mata ini.." Aku masih berteriak.
Aku pun berlari mengejar teman - temanku agar kena bau amis di badanku.
"Jangaan Ri.. Kita kan masih pulang dulu naik mobil." Teriak Mily sembari berlari.
"Jangan kejar gue yaa Rii.. Gue bawa kue lo nih." Sahut Sera.
"Jangan gue jangan gue.." Teriak Yanti saat aku berlari ke arahnya.
"Udah yaa guys... Makasih loh surprisenya ini." Jawabku sembari menahan bau amis teur.
"Udah yuk kita pulang..." Sahut Fily.
Mama dan eyang putri hanya tertawa saat melihatku seperti itu.
"Eh bersihin gue dulu yaa baru kalian boleh pulang.." Sahutku.
"Iya iyaa kita siram lo dulu nih biar gak amis." Sahut Aira.
Akhirnya mereka pun membantu membersihkan badanku sampai benar - benar hilang bekas telur, bubuk kopi dan tepung.
"Udah sekarang lo masuk ke dalem mandi. Itu bau amisnya harus 3 kali mandi tau Ri.." Kata Fily.
"Iyaa kita pulang ya Ri.. Besok kan kita masih masuk pagi." Sahut Aira.
"Makasih loh yaa gue masih lepek dan bau amis gini kalian pulang hahahahaha..." Jawabku sembari tertawa.
"Yaiyalahh.. Kuenya buat Riri udah di simpen kulkas ya...." Sahut Tami.
"Terima kasih yaa guys... Love you all..." Jawabku sambil tersenyum.
Mereka semua pun izin pamit lalu aku bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan diri sampai bersih. Aku mandi selama 1 jam lebih agar bau amis, kopi dan tepung yang lengket hilang dan bersih dari tubuhku. Setelah selesai mandi, ponselku berdering dengan keras.
"Halo.." Jawabku di telpon.
"Halo Assalamualaikum Ri... Lo dimana?" Ternyata Wina yang menghubungi ku.
"Walaikumsalam... Gue di rumah kok Win. Kenapa?" Jawabku sembari mengeringkan rambut dengan handuk.
"Oke oke..." Jawab Wina singkat.
"Lah apasih Win.. Lo mau ke rumah?"
"Iyaa gue mau ke rumah lo Ri.."
"Udah jam segini lo baru mau ke rumah gue?" Tanyaku sembari melihat jam di dinding.
"Iyaa yaudah yaa.. Assalamualaikum."
"Dih gak jelas emang lo.... Yaudah Walaikumsalam." Aku pun menutup teleponnya.
Tidak biasanya Wina menelponku hanya untuk memberitahuku bahwa dia akan ke rumah. Tiba - tiba Mama memanggilku dari luar saat aku sedang mengeringkan rambut.
"Riii... Ada temen kamu nih..." Teriak Mama dari luar.
Aku pun segera keluar dari kamar dan meliat siapa yang ada di luar. Aku sangat terkejut saat melihat siapa yang datang. Ada Dhito, Mytha dan salah satu teman mereka bernama Rika yang menemani Dhito dan Mytha untuk memberikan surprise untukku.
__ADS_1
"Happy Birthday Riii..." Sambut Mytha, Dhito dan Rika.
Dhito memberikan surprise yang tak terduga untukku, bahkan dia memberikan kue dan kado. Aku sangat tidak menyangka dia masih mau memberikan surprise di saat hubungan kita sudah lama kandas.