Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 6. Pertama Kali Bertemu Adi


__ADS_3

Pagi yang cerah untuk aku bersepeda, olahraga kesukaanku adalah bersepeda. Apalagi sudah seminggu full lelahnya belajar. 


"Maa.. Aku sepedahan dulu yaa... Assalamualaikum..." Sahutku dari halaman rumah.


"Walaikumsalam....Iya hati - hati.. Jangan jauh - jauh sepedahannya.." Teriak Mama dari dalam rumah.


Aku pun langsung meluncur dari dalam rumah keluar pagar dan aku tidak sengaja melihat kearah Adi. Dia seperti terkejut melihat tingkahku saat aku mengendarai sepeda, dia menatapku dengan bingung. Tapi aku tidak peduli bagaimana dia akan memandangku nanti, karna aku tidak tertarik untuk kenal apalagi dekat dengannya.


Aku pun berkeliling komplek saja karna maam sudah mengingatkanku untuk tidak terlalu jauh bersepedahannya. Setelah 1 jam berkeliling komplek, aku kembali pulang dan aku bertemu dengan Tante Ratna dan eyang sedang mengobrol di depan pagar rumah eyang.


"Riri.. Habis olahraga ya?" Tanya Tante Riri seperti terkesan basa - basi.


"Iya tante.." Jawabku sambil tersenyum.


"Itu anak emang senengnya sepedahan Bu.." Sahut Eyang Putri.


"Bagus yaa badannya Riri, kayak kakaknya Adi si Ani badannya juga kecil kurus kayak Riri.." Kata Tante Ratna sambil melihat kearahku.


"Saya masuk dulu yaa Tante... Eyang..." Aku langsung saja masuk ke dalam rumah karna tidak mau terlalu lama - lama berbasa - basi dengan Tante Ratna.


"Sepedahannya kemana aja Ri?" Tanya Mama yang tiba - tiba keluar dari rumah.


"Ohhh keliling - keliling komplek aja Ma, gak mau jauh - jauh." Jawabku sambil duduk bersandar dan merenggangkan kaki.


"Itu di depan ada Eyang sama Bu Ratna ya?" Bisik Mama.


"Iya.. Kenapa Ma?" Jawabku sambil mengelap keringat yang terus bercucuran.


"Tadi katanya mau minta tanah, disini kan banyak tanah subur. Tapi katanya nunggu si Adi pulang dulu.." 

__ADS_1


"Adi? Emang kemana dia? Tadi pagi aku berangkat sepedahan dia ada kok Ma.." 


"Katanya lagi isi angin mobil Mamanya..."


"Ohhh.. Yaudah aku mau mandi dulu deh.." 


"Eh tunggu dulu, tuh si Adi udah dateng."


"Ya terus kenapa Ma?"


"Tunggu dulu dong Riri, dengerin Mama." 


Aku punya firasat, pasti mama mau mempertemukanku dengan si Adi. 


"Buu.. Jadi minta tanahnya?" Tanya Mama yang berjalan ke depan pagar rumah.


"Ehh iyaa Mba Lila.... Jadi... Jadii... Ini si Adi baru pulang." Jawab Tante Ratna sambil datang menghampiri Adi. 


"Oh iyaa tante..." Jawab Adi sambil tersenyum palsu. 


Jelas, aku lihat sekali dia itu sombong. Bahkan menyapa Mama saja tidak, eyang juga tidak dia sapa. Kaku sekali. 


"Mba Lila, saya minta tanahnya yaa...." Kata Tante Ratna, lalu masuk ke dalam halaman rumahku dengan Adi. 


"Silahkan Ibu ambil aja, banyak kok tanahnya.." Kata Mama sambil tersenyum.


Adi yang membawa ember dan sekop untuk mengambil sebagian tanah subur di rumahku.


"Riri suka tanaman?" Tanya Tante Ratna.

__ADS_1


"Gak Tante, Riri lebih cocok pegang hewan... Hehehe.." Jawabku sambil terkekeh dan tertawa paksa.


"Anak ini gak kayak Bapaknya Bu, kalo Bapaknya tuh dingin banget kalo udah nanem pasti tumbuh subur semua tanamannya." Kata Mama.


"Oh kalo Pak Dokter seneng yaa sama tanaman.. Pantes rumahnya asri ini banyak tanamannya.." Jawab Tante Ratna sambil melihat sekitar halaman rumah.


"Ma.. Ini segini cukup gak?" Tanya Adi.


"Sudah Di cukup, jangan ambil banyak - banyak tanahnya. Nanti habis, di omelin sama Pak Dokter kita.." Jawab Tante Ratna seperti melucu tapi tidak berhasil yaa.


"Hahaha Ibu nih bisa aja, gaklah banyak kok ini tanahnya..." Sahut Mama sambil tertawa.


Adi seperti melirikku saat dia mengangkat ember yang penuh dengan tanah. 


"Riri umur berapa?" Tanya Tante Ratna sambil berjalan ke depan pagar rumahku.


"Oh.. hmmm saya umur 19 tahun tante.." Jawabku seadanya.


"Ohh baru masuk kuliah berarti ya?" Tanya Tante Ratna lagi.


"Iyaa tahun lalu saya baru masuk kuliah tante.. Ini sekarang udah semester 2 mau semester 3..." Jawabku sambil tersenyum. 


Aku tidak tau persis, tapi aku merasa Tante Ratna seperti terus - terussan melirik kearah Adi dan seperti memberikan kode untuk ikut basa - basi mengajak ngobrol ku.


"Yaudah.. Ini makasih yaa tanahnya.." Kata Tante Ratna.


"Iyaa Bu sama - sama..." Jawab Mama sambil tersenyum.


Aku pun izin masuk ke rumah untuk mandi, "Permisi tante saya duluan ya mau masuk ke rumah.." Lalu aku langsung pergi menghindar untuk berbincang - bincang lebih lama lagi dengan mereka.

__ADS_1


"Oh iyaa..." Jawab Tante Ratna yang masih terus saja memandangku.


Adi pun sepertinya juga tidak mau berlama - lama mengobrol dengan Mama, Ibunya dan aku. Yaa sama aku juga... Dasar laki - laki aneh, dari tampilannya saja bukan seperti lelaki pada umumnya. Kesan pertamaku saat melihat dia secara lansung pertama kali memang iya, persis seperti yang di foto facebooknya. Tapi aku jadi penasaran, apakah benar dia tidak suka perempuan?


__ADS_2