
Aku tidak setiap hari berkomunikasi dengan Adi. Terkadang aku hanya setiap pagi sebelum dia berangkat kerja atau malam setelah dia pulang kerja. Adi bukan orang yang sering menghubungiku, bahkan untuk sekedar menanyakan aku sedang apa dan sudah makan atau belum. Tapi tunggu... Aku dan Adi belum ada status apapun yaa.. Kami hanya sekedar saling ngobrol jika aku ikut menumpang mobilnya.
"Gimana kuliahnya Ri?" Tanya Adi saat aku menumpang.
"Alhamdulillah baik Ka.. Mau ujian ini aku.." Jawabku.
"Berapa tahun lagi skripsinya Ri?"
"2 tahun lagi nih ka.. Doain yaa.."
"Semangat yaaa.. Udah masuk semster berapa berarti ini?"
"Udah mau masuk semester 5 aku Ka..."
"Gak berasa ya.."
"Hahahaha yang ngejalanin berasa sih Ka..."
"Iya juga sih ya.. Capek pasti yaa.. Belum nanti kalo mulai koas yaa Ri..."
"Nah itu dia Hahaha.. Belum mau ngebayangin sih aku Ka.. Jalanin yang sekarang dulu aja..."
"Iyasih udah jalanin aja.. Nanti juga gak berasa udah selesai aja.."
"Iyaa Ka...."
***
Terkadang, saat Adi ingin bercerita tapi kami jarang bertemu. Kami menyempatkan waktu untuk sekedar ngobrol di depan rumah, atau saat weekend. Dan aku selalu berharap saat weekend Adi tidak pergi atau pergi hanya sebentar agar bisa ngobrol sebentar denganku.
"Ri.. Ngobrolnya di rumah Eyang aja yuk.. Biar seneng si Eyang.." Bisik Adi saat aku berjalan ke arahnya.
Aku dan Adi pun masuk ke rumah Eyang Putri.
"Assalamualaikuuummm.." Teriak Adi layaknya seperti anak - anak.
"Walaikumsalam.." Jawab eyang pelan dari kamar.
Adi membuka pelan kamar Eyang.
"Sini masuk..." Ajak Eyang yang sedang tiduran.
Aku dan Adi pun masuk ke kamar eyang.
"Eyang sehat?" Tanya Adi salim tangan eyang.
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat... Gitu dong main rumah eyang.." Kata Eyang sembari senyum.
"Iyaa eyang... Ini Adi kan baru bisa main ke rumah eyang karena masuk tiap hari Eyang.. Namanya juga sibuk eyang.." Jawab Adi.
"Sok sibuk..." Ledekku.
"Iyalahh.." Jawab Adi gaya ngondek.
Eyang Putri hanya tertawa melihat aku dan Adi.
"Eyang udah makan belum?" Tanya Adi.
"Udah.. Adi udah makan?" Tanya Eyang.
"Udah kok Eyang.."
"Bikinin minum dong Adinya Ri..." Kata Eyang.
"Udah gak usah eyang... Udah kayak tamu aja..."
"Hahahha iya dong kan Adi tamu.."
"Ih eyang mah lebay nih.."
"Adi.. Pijitin eyang dong. Kan kata Mama Adi jago mijit ya?"
"Iyaa..." Jawab Eyang singkat.
Adi pun memijit kaki eyang dengan pelan dan Adi bersendawa berkali - kali.
"Ihh.. Ka Adi kenapa gak jadi tukang pijit aja sih?" Tanya ku meledek.
Ka Adi tertawa kecil, "Kasihan nanti tukang pijit lainnya tersaingi sama Ka Adi lagi."
"Hahahaha lagian bisa jago gitu mijitnya." Ledekku sembari tertawa.
Adi masih tetap fokus memijat Kaki eyang sampai eyang merasa kesakitan.
"Aw Adi.. sakit banget itu." Teriak Eyang Putri.
"Ini eyang asam uratnya tinggi nih kayaknya..." Kata Adi.
"Yaa iyalaah makannya kacang - kacang terus Ka..." Sahutku.
"Ri.. Siapin air putih hangat segelas." Kata Adi.
__ADS_1
"Oke.." Jawabku langsung berdiri dan keluar dari kamar eyang.
"Hangat yaa Ri... Jangan panas!!" Teriak Adi dari kamar eyang.
Aku pun segera menyiapkan air hangat di gelas untuk eyang di dapur. Setelah selesai aku langsung kembali ke kamar eyang lagi.
"Ini Ka.." Aku memberikan segelas air putih hangat.
Adi mengecek suhu di airnya apakah cukup hangat atau panas.
"Yaudah ini kan Adi udah pijitin Eyang. Ini eyang minum dan langsung habisin ya.." Kata Adi.
Eyang pun memposisikan duduk dan langsung meminum air.
"Gak di habisin kan? Ayo habisin eyang." Sahutku.
"Udah ah.." Jawab Eyang sembari menggeleng - gelengkan kepala.
"Eyang... jarang minum nih.." Kata Adi.
"Ayo habisin eyang.." Sahutku.
Akhirnya eyang menuruti dan mau menghabiskan air putih di dalam gelas.
"Eyang tuh diingetin Ri.." Bisik Adi kepadaku.
"Iyaa udah Ka... Susah eyang tuh." Jawabku berbisik.
"Eyang.. Adi ngobrol disini sama Riri yaa sebentar." Kata Adi.
"Iyaa boleh." Jawab Eyang tersenyum.
"Eyang kalo mau tidur, tidur aja ya..." Kata Adi.
"Gak, belum ngantuk." Jawab Eyang.
"Besok masuk jam berapa Ri?" Tanya Adi.
"Besok aku masuk pagi - pagi Ka..." Jawabku.
"Oh yaudah berarti gak bareng ya?"
"Gak.."
"Iya jadi Ka Adi tuh lagi pusing banget sama kerjaan." Adi berbicara dengan bisik - bisik agar eyang tidak terlalu mendengarkan pembicaraan kami.
__ADS_1
Hanya waktu kurang lebih 1 jam untuk ngobrol sebentar di kamar eyang, karena eyang juga mau istirahat dan besok aku harus berangkat pagi ke kampus.
Sesekali aku dan Adi pasti ngobrol seperti tadi di rumah eyang atau sekedar ngobrol di depan pagar rumahnya. Tapi tunggu dulu, ini bukan seperti pacar ya.. Kami hanya berteman. Atau mungkin tak tik Adi tarik ulur? Tapi aku masih ragu dengan kejantanan Adi saat itu. Jadi jika Adi menarik ulurku, aku juga harus menarik ulur dia.