Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 39. Selalu Menemani


__ADS_3

Sudah seminggu Oma di Jakarta, Oma sudah banyak ngobrol dengaku maupun dengan Eyang Putri, Mama dan Bapak. Yang ku dengar dari Adi, Oma akan tinggal sebulan di Jakarta. Setelah itu, Tante Ratna menemani Oma pulang ke Padang. 


"Ri..." Panggil Adi saat aku sedang duduk di depan rumah.


"Kenapa Ka?" Aku langsung menghampirinya. 


"Si Oma kan penyakitnya cuma pikun yaa.. Tapi ini sama Riri inget loh." Bisik Adi. 


"Masa sih?" Tanyaku.


"Iya... Tadi pagi kan Ka Adi lagi sarapan sama Mama Papa, terus Oma nanyain Riri."


"Nanya gimana Ka?"


"Nanya si Riri kemana? Yaa Ka Adi bilang Riri lagi di rumahnya Oma... Gitu." 


"MasyaAllah... Mungkin karena aku sering di rumah Ka Adi dari kemarin. Jadi Oma hafal sama aku Ka..." 


"Iya kali yaa.. Oh iya.. Hari minggu besok temenin Ka Adi yuk ketemu temen Ka Adi."


"Minggu? Jam berapa?"


"Yaa habis Dzuhur paling, Riri gak kemana - mana kan?" 


"Oke... Gak kok, paginya aku ngerjain tugas dulu yaaa Ka.." 


"Yaudah.. Kerjain dulu. Soalnya kita mau nonton, takutnya pulang malem."


"Iyaa makanya.. Pasti pulang malem kalo sama Ka Adi." Ledekku.


"Yaa gimana yaa saya kan anak malam.."


"Ih dasar..." Jawabku sembari mencubit perutnya.


"Ihhh jangan di cubit dong. Kan udah sixpack nih perut Ka Adi..."


"Iyaa deh yang rajin ngegym jadi kekar.."


"Oh iyaa dong..." 


"Yaudah Ka Adi berangkat dulu yaa.." 


"Iyaa sayang.. Hati - hati yaa.. Hari ini setengah hari kan?" 


"Iyaa.. Tapi Ka Adi mau ketemu temen dulu." 


"Nongkrong terus emang yaa.."


"Gak kok sebentar, habis itu kan Ka Adi ngegym."


"Yaudah okee..."


"Daahh.. Assalamualaikum.."


Adi pun berangkat dan aku langsung masuk ke dalam rumah. 


***


"Aku pergi dulu yaa Maa.. Pak.." Aku izin langsung ke Mama dan Bapak sembari merapihkan baju. 


"Kamu udah sholat kan?" Tanya Bapak.


"Udah Pak.." Jawabku singkat. 


"Yaudah hati - hati yaa.." Sahut Mama. 

__ADS_1


"Iyaa Ma..." 


Adi sudah siap di depan dengan mobil menyala. Aku pun segera keluar dan menghampirinya. 


"Om.. Tante... Pergi dulu yaa..." Pamit Adi ke Mama dan Bapak. 


"Eyang gak di pamitin?" Sahut Eyang Putri dari jendela kamar.


"Eyaaanggg... Pergi dulu yaaa.. Assalamualaikum.." Jawab Adi sembari melambaikan tangan.


"Dahh.. Walauikumsalam." Jawab Eyang Putri sembari tersenyum.


Aku lihat juga ada Om Budi dan Tante Ratna di depan rumah.


"Om.. Tante... Pergi dulu yaa.." Sapaku.


"Iyaaa hati - hati yaaa.." Jawab Tante Ratna dan Om Budi.


"Iyaa.." Jawabku dan Adi serempak.


Aku dan Adi pun berangkat.


"Yaampun seru banget yaaa itu mereka semua kayak liat anaknya pergi berdua tuh seneng banget gitu..." Kata Adi menggebu - gebu.


"Hahaha iyaa ya... Ini pertama kalinya loh aku punya pacar sebelahan rumahnya Ka..." 


"Iya ya..." Jawab Adi singkat.


"Tadi kakak udah makan?"


"Udah kok... Tadi Ka Adi makan dulu. Biar diluar gak jajan, Riri udah makan kan?" 


"Udah juga kok.. Banyak malahan. Supaya gak laper lagi nanti.."


"Iya Ka..." 


Adi, orang yang sangat perhitungan. Sudah beberapa kali jalan dengannya, aku tidak pernah diajak makan diluar. Pasti makan dulu sebelum pergi. Jadi aku hanya menemani dia saja tanpa di belikan makanan. Tapi aku mengeluarkan uangku sendiri jika aku ingin jajan. 


"Ri.... Nanti Ka Adi kenalin sama temen - temen Ka Adi yaa..." 


"Iyaa.." 


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, kami sampai di tempat tujuan kami. Disitu ada 2 orang teman Adi, laki - laki dan perempuan. 


"Kenalin, ini temen Ka Adi di sekolah dulu." Adi memperkenalkan ke kedua temannya.


"Rendy..." 


"Riri.."


"Karin.."


"Riri.."


"Oh ini yang namanya Riri..." Kata Ka Karin.


Aku hanya tersenyum. 


"Jadi Riri tinggal sebelahan sama Adi?" Tanya Ka Rendy. 


"Iyaa Ka.. Hehehe.." Jawabku sembari tertawa kecil.


"Kok mau sih sama Adi?" Ledek Ka Rendy.


"Kayaknya aku di pelet deh Ka.." Jawabku meledek.

__ADS_1


"Enak aja.. Hahahaha.." Sahut Adi. 


"Yaudah yuk.. Kita beli tiket dulu." Ajak Ka Karin. 


Aku, Adi, Ka Rendy dan Ka Karin pun masuk ke dalam bioskop dan membeli tiket. 


"Duh.. Kayaknya bakalan sedih ini filmnya deh." Kata Adi.


"Hmmm... Jangan nangis ya.."


"Gak kok, aku kan tegar. Tapi nanti kayaknya bakal nangis juga deh.."


"Uuu sayang.. Nanti peluk aku aja kalo sedih yaa.."


"Iyaa.. Oh iya ada 20 ribu gak? Tambahin buat beli tiket Ri."


"Hmm ada kok, sebentar yaa. Nih."


"Makasih yaa sayang." 


"Iya sama - sama.." 


Setelah selesai membeli tiket, kami pun langsung masuk ke dalam bioskop. Karena filmya langsung mulai setelah 30 menit kita membeli tiket. Sepanjang pemutaran film, Adi berusaha duduk dekat denganku. Bahkan saat ada adegan sedih dia menangis dan aku juga, aku terus menggenggam tangannya. 


***


"Duh, tuhkan filmnya sedih." Kata Adi dengan nada pelan.


"Yaa namanya film tentang keluarga ya sedih." Sahut Ka Rendy. 


"Aku udah gak bisa nahan nangis pas di ending." Kata Ka Karin.


"Udah deh habis nangis - nangis gini menguras energi. Makan yuk.. Di depan ada resto. Kita makan aja." Kata Ka Rendy.


"Iya laper." Sahut Ka Karin.


"Yaudah yuk.." Ajak Adi. 


Akhirnya kami semua makan di resto cepat saji, setelah selesai makan Adi mengantarkan Ka Rendy dan Ka Karin satu persatu ke kostan masing - masing. Lalu kita pulang.


"Makasih yaa udah nemenin Ka Adi tadi.." Kata Adi saat perjalanan pulang.


"Iyaa sama - sama.. Kan sekalian kenalan sama temen - temen Ka Adi."


"Iyaa nanti kita jalan - jalan lagi ya sama Ka Rendy dan Ka Karin. Mereka kayaknya bakalan kerja di Jakarta deh."


"Oh iya? Ini mereka di Jakarta sampai kapan?"


"Yaa sebulan ini mereka stay di Jakarta Ri."


"Oh gitu.. Oke okee.."


"Hari ini gak sempet ngegym deh. Udah kemaleman soalnya kalo ngegym."


"Iyaalaah, kan besok bisa pas pulang kerja."


"Iya nih, kalo tiap weekend mau kan temenin Ka Adi ngegym?"


"InsyaAllah kalo aku lagi gak pergi sama Mama dan Bapak ya Ka.."


"Ya iya Ka Adi kalo gak pergi juga sama Mama Papa."


"Oke oke..."


Semenjak kami tau perasaan satu sama lain, setiap weekend Adi selalu mengajakku pergi berdua ataupun bersama keluarganya. 

__ADS_1


__ADS_2