Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 63. Adi Pindah Rumah


__ADS_3

Sebelum acara perkenalan antara keluarga inti Adi dan keluarga inti ku. Adi pindah rumah, dia tidak lagi mengontrak di sebelah rumahku. Adi, Om Budi dan Tante Ratna pindah ke jalan lain dan masih satu komplek denganku. Selama 3 hari kami mengangkut - angkut barang semua untuk pindah ke rumah kontrakan Adi yang baru. 


"Sedih deh jadi gak bisa sering ngobrol.." Jawabku saat Adi sedang duduk rebahan di lantai karena lelah seharian mengangkut barang. 


"Ih kan jalan kaki kesini juga deket... Kayak jauh banget aja rumah saya.." Ledek Adi. 


"Nanti kalo kangen gimana?" Tanyaku manja. 


"Ih lebay deh... Kan sebentar lagi kita nikah. Gak usah deh tuh kangen - kangenan. Setiap hari ketemuuu.." 


"Amiiiiinnn.." Jawabku.


"Amiiinnn amiiin yaRabbal alamiiin.." Jawab Adi sembari mengusapkan kedua tangan ke wajahnya. 


"Kamar Ka Adi lebih kecul kayaknya yaa daripada kamar di sebelah rumahku?" Tanyaku sembari melihat kamar Adi. 


"Iya sih.. Tapi gapapalah.." Jawab Adi santai.


"Ri.. Minum dulu.." Sahut Tante Ratna dari dapur. 


"Tuh di panggil Mama.. Sana.." Sahut Adi. 


"Iyaa tante..." Jawabku sembari menghampiri ke dapur. 


"Riri minum dulu...." Kata Tante Ratna sembari memberikan gelas berisi air mineral. 


"Terima kasih tante.." Jawabku sembari tersenyum.


"Capek ya Ri? Nanti istirahat aja di kamar Adi, ACnya nyala kok." Kata Tante Ratna dengan wajah penuh harapan. 


"Iyaa Tante.." Jawabku setelah meneguk air yang diberikan Tante Ratna.


"Ma. Ini si Kakak mau kesini." Sahut Adi menghampiri ke dapur. 


"Oh iyaa tadi Ani telpon Mama.. Papa dimana?" Kata Tante Ratna sembari melihat ke depan.


"Ada diluar itu lagi nyusun tanaman." Jawab Adi. 


Aku duduk sembari melihat ponsel.


"Nah tuh Kakak dateng.." Kata Adi sembari melihat ke arah jendela.


Tante Ratna pun bergegas langsung keluar rumah menyambut Putri pertamanya itu. 

__ADS_1


"Pasti si Ratu seneng nih ada Aunty Riri.." Kata Adi tersenyum. 


Aku pun ikut teresenyum dan ikut keluar menyambut kedatangan Ka Ani, Bang Ozzy dan Ratu. 


"Assalamualaikum.." Salam Ka Ani. 


"Walaikumsalam.." Jawabku, Adi, Tante Ratna dan Om Budi serempak. 


"Uncle!!!" Teriak Ratu. 


"Hey lazy girl..." Ledek Adi.


"Ihh nooooo.." Jawab Ratu tertawa. 


"Assalamualaikum.." Sapa Bang Ozzy yang baru turun mobil.


"Walaikumsalam..." Jawab kami semua serempak. 


"Aunty Riri.. Ayo main.." Sahut Ratu.


"Duuh baru dateng udah ngajak main deh pasti.." Ledek Adi. 


"Okee..." Jawabku dengan senang. 


Aku hanya mengangguk.


Setelah semua masuk ke dalam rumah, kami semua duduk - duduk dan bercengkrama. Makan bersama di meja makan sembari menonton TV. Aku merasa sudah seperti punya keluarga baru. Keluarga Adi sangat hangat menerima kehadiranku saat itu. Ka Ani yang terlihat galak dan jutek saja bisa sangat berbeda saat bicara denganku. Om Budi yang sangat keras dan otoriter pun bisa lembut bicara denganku. Tante Ratna terkenal killer menjadi dosen di tempat ia mengajar di Padang pun bisa sangat memanjakanku dan senang diajak bicara. Aku berharap ini memang ketulusan hati mereka denganku bukan di buat - buat. 


***


Setelah selesai makan bersama, Adi menyuruhku untuk pulang dan bersiap - siap karena dia minta aku menemaninya ngegym. 


"Aku pamit pulang dulu yaa Om, Tante, Ka, Bang.." Kata ku.


"Mau kemana sih emangnya Ri?" Tanya Ka Ani.


Adi menatap tajam Ka Ani, lalu berbisik ke Ka Ani. Ka Ani pun tertawa.


Yaa... Adi merahasiakan bahwa dia ngegym dari Mama dan Papanya. Karena pernah suatu ketika saat Adi ketauan ngegym Tante Ratna marah besar. Jadi Adi memang tidak bilang bahwa dia masih ngegym sampai saat ini. 


"Uncle sama Aunty mau kemana?" Tanya Ratu penasaran. 


"Aunty Riri sama Uncle Adi mau pergi dulu yaa Ra..." Sahut Ka Ani. 

__ADS_1


"Jangan.. Aunty Riri main aja sama Ratu. Uncle pergi sendiri aja.." Jawab Ratu sembari menarik tanganku. 


Aku pun tertawa geli melihat tingkah Ratu.


"Ehhh Ratu... Gak boleh gitu. Kasihan tuh Uncle nanti sedih kalo gak di temenin sama Aunty Riri." Jawab Ka Ani. 


"Aunty Riri sayang Ratu kan?" Tanya Ratu dengan wajah polosnya. 


"Iya sayang, Aunty sayaaaang banget sama Ratu..." Jawabku sembari memeluk Ratu dan tersenyum.


"Yaudah Aunty Riri sama Ratu aja.." Jawan Ratu merajuk. 


"Princesss.. Please... Uncle harus pergi sama Aunty Riri..." Jawab Adi memohon. 


"Noooo!!!" Jawab Ratu langsung memelukku dan mendorong badan Adi. 


"Raa.. Nanti Ratu kan bisa main sama Gaek..." Sahut Om Budi.


"Mau sama Aunty Riri....!!" Teriak Ratu yang sudah siap mau menangis. 


"Nanti pulang dari pegi kita main lagi yaa.. Aunty cuma pergi sebentar kok sama Uncle.." Jawabku dengan lembut. 


Ratu tetap menggeleng - gelengkan kepalanya. 


"Eh Ratu kan ada tugas yaa besok? Mama belum beliin nih.. Sekalian aja yaa itu Aunty Riri sama Uncle Adi mau pergi sebentar sekalian beli alat buat tugas Ratu besok.." Sahut Ka Ani.


"Tapi janji cuma sebentar yaa.." Kata Ratu.


"Iyaaa..." Jawabku, Adi dan Ka Ani dengan serempak. 


Bang Ozzy hanya tertawa melihat tingkah anaknya yang semakin hari semakin manja denganku. Ratu terkenal sulit dengan orang lain. Bahkan di keluargaku saja Ratu hanya bisa dekat denganku, tidak dengan almarhum eyang ataupun mama dan bapak. 


Akhirnya setelah bisa merayu Ratu yang kurang lebih 20 menit lamanya, aku pun langsung bergegas pulang dan mengganti baju santai saja. Kaos dan celana legging, dengan membawa tas selempang berukuran sedang untuk membawa ponsel, dompet dan parfum. Setelah aku siap, aku pamit dengan Mama. Karena kebetulan bapak sedang tidak ada di rumah. Adi datang menjemputku ke rumah. 


"Maa.. Aku pergi dulu yaa sama Adi.." Pamitku sembari salim tangan Mama. 


"Iyaa hati - hati ya... Kamu gak capek nak?" Kata Mama.


"Gak kok... Assalamualaikum." 


"Walaikumsalam.. Salam buat Adi yaa.. Mama mau mandi." 


"Okee.." 

__ADS_1


Aku pun pergi jalan dengan Adi, di perjalanan Adi membahas plan kita akan punya konsep seperti apa di pernikahan dan rencana akan menikah di gedung mana. Aku sangat excited membahasnya. Aku berharap kami akan menjadi pasangan yang saling menerima segala kekurangan dan melengkapi dari kelebihan kami masing - masing. 


__ADS_2