Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 56. Menjadi Kubu


__ADS_3

Beberapa hari setelah Aku bertanya sifat masing - masing dari sahabat - sahabatku kepada Adi. Aku jadi terus memperhatikan mereka dan selalu aku pikirkan, sampai akhirnya itu benar terjadi. Aku sudah mulai merasa kami membuat kubu satu sama lain. Aku bingung harus ke kubu yang mana, sedangkan Sissy selalu mendominasi aku harus memilih tetap bersamanya. Sera, Tami, Viana dan Resty setuju dengan Sissy karena menurut Sissy, Fily terlalu sibuk dengan cowoknya dan selalu mengeluarkan kata - kata kasar yang terkadang membuat kita sakit hati. Tapi aku merasa Fily baik, dia hanya sedang bucin dengan pacarnya dan yah walaupun tutur bicaranya kasar tapi itu tidak dari hati. 


"Gue udah males main sama Fily. Udah gak sejalan.." Kata Sissy dengan emosi.


"Bagi dong..." Sahut Tami.


Kita sedang berkumpul di mobil Sissy saat itu dan sedang menunggu kuliah siang.


"Ih makan terus nih Tami.." Sahut Sissy yang masih emosi.


"Ihh kan gue laper Sis." Jawab Tami dengan manja. 


"Sama gue juga laper, tapi ini lebih penting daripada makan." Jawab Sissy.


"Hahahahaha... Apasih Sis..." Sahut Viana sembari tertawa keras.


"Ih kok ketawa sih lo?? Serius gue nih.." Jawab SIssy.


"Yaudah, sekarang kita yaa masing - masing aja dulu Sis. Mungkin emang kita butuh waktu buat gak sama - sama." Sahutku.


"Yaa sama si Fily. Kalo kita tetep ke Mily yaa gak bisa, karena dia kakaknya Fily." Jawab Sissy.


"Yaudah gini aja, kita yaa ber6 aja. Kan kalo Fily sama Mily gak mungkin lah mereka saudaraan. Si Aira sama Yanti juga mereka sepupuan. Jadi gak mungkinlah yaa bisa mengerti kalo kita tuh udah gak bisa nerima Yanti." Jawab Viana. 

__ADS_1


"Ini kok kita jadi drama ya?" Sahut Tami sembari mengunyah.


"Yaa yang buat kan si Fily Tam.." Jawab Sissy.


"Kenapa yaa dia jadi bucin banget kayak gitu sama si Adam? Adam tuh gak cakep yaa.. Kerempeng kayak gitu, terus yaa gayanya brandal kayak gitu." Sahut Tami.


"Yaa tipenya dia yang kayak gitu kali Tam..." Jawabku.


"Eh eh itu mereka lewat..." Bisik Sissy. 


"KIta ngumpet deh mendingan di dalem mobil." Sahut Sera.


"Eh ya kali ngumpet terus mobil lo nyala? Yaa disamperin laah sama Mily." Jawabku.


"Wahh Resty dari tadi diem tiba - tiba bersuara dia. Yaudah deh kita jalan aja muter - muter kampus. Nanti kita parkir agak jauh dari mobil mereka." Jawab Sissy yang langsung menjalankan mobilnya tanpa peduli Fily, Mily dan Aira melihat ke arah kita atau tidak. 


***


Berhari - hari kita saling menghindar dan membuat kubu. Sampai akhirnya Mily, Fly dan Aira sadar bahwa kami menjauh dari mereka. Sampai akhirnya kami buat kelompok sendiri hanya ber6. Kemana pun ber6, bahkan sampai semua orang tau kalau kita sedang tidak baik - baik saja. Satu persatu keluar dari grup percakapan FAMTOM. Aku bingung saat itu harus mengikuti siapa dan kemana. Bahkan hatiku ragu harus bertahan dengan SIssy, Sera, Viana, Tami dan Resty. Di sisi lain perasaanku bahagia saat sedang bersama mereka, tapi di sisi lain aku sedih karena tidak bisa lagi ngobrol dengan Mily, Fily dan Aira. Walaupun terkadang aku kesal dengan sikap Fily dan AIra yang suka menyuruh dan Fily suka kasar kata - katanya yang aku tak biasa mendengarnya. 


"Ri.. Lo kenapa diem aja sih?" Tanya Wina saat aku sedang duduk di halaman rumah eyang.


"Gue lagi pusing banget Win. Temen - temen gue pada ribut." Jawabku menunduk.

__ADS_1


"Kenapa temen - temen lo?" Tanya Wina sembari memainkan ponsel.


"Yaa ada salah satu sifat yang bikin kontra lah. Jadi gitu Win... Drama. Jadi gue bingung harus ikut yang mana..." 


"Duh kalo udah temenan cewek semua tuh gitu Ri. Gue sama temen - temen gue juga gitu Ri.. Tapi yaa nanti juga balik lagi sih. Udah gak usah di pikirin." 


Aku terdiam memikirkan kata - kata Wina. Aku masih berat karena sudah beberapa minggu hubungan ini semakin menjauh. Bahkan sepertinya Sissy, Viana, Sera, Resty dan Tami sudah tidak mau lagi dekat dengan Fily, Mily dan Aira. Apa kita tidak bisa bersatu lagi? Apa ini semua karena aku menyampaikan kata - kata Adi saat itu ke mereka semua bagaimana sifat mereka semua masing - masing? Aku rindu sahabat - sahabatku...


***


Waktu pun berlalu, aku sudah menyelesaikan skripsiku dan sidang hari ini. Sidangku hari ini di penuhi dengan debaran jantung. Selama berbulan - bulan aku di kacaukan dengan dosen pembimbing yang beberapa lama cuti dan hanya beberapa kali pertemuan dengan beliau. Bahkan ternyata teman satu pembimbing skripsiku sedang hamil ternyata. 


"Selamat yaaa Ri.. Satu tahap selesai untuk mencapai Sarjana Kedokteran..." Sahut Viana.


"Terima kasih yaa..." Jawabku tesenyum bahagia.


"Ciee hari ini Tami sama Riri selesai skripsi..." Sahut Sera.


"Terima kasih yaa guys untuk bunganya.." Jawabku dan Tami bersama.


Hari itu kami sangat bahagia karena bisa selesai skripsi bersama - sama. Tapi aku tidak bisa merayakan selesainya skripsi kumpul dengan semua sahabatku. Hanya ber6, kurang 4 orang.


Selesai sidang skripsi masih ada ujian lagi, ada beberapa nilaiku yang belum lulus. Aku pun mengejar dan menyelesaikannya dengan jatuh bangun. Sampai akhirnya aku belum bisa ujian sedangkan semua sahabat - sahabatku sudah masuk menjadi dokter muda. Aku pun sedih sekali karena harus tidak bersama dengan mereka, sampai akhirnya aku menyerah... Ya, aku menyerah untuk terus bersama mereka tapi tidak pernah lengkap. Aku memutuskan untuk sendiri tanpa FAMTOM. Karena menurutku begitu rumit jika bertahan hanya dengan sebagian sahabatku tanpa bersama seutuhnya bersepuluh. Maaf aku harus benar - benar lepas dari kalian semua... Semoga suatu saat aku akan bersama - sama lagi dengan mereka. Karena dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat sayang dengan mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2