Cinta Berbeda

Cinta Berbeda
Bab 25. Uncle dan Aunty?


__ADS_3

Aku masih terdiam saat tau Dhito memberikan kejutan di hari ulang tahunku. Bahkan kami sempat berbincang - bincang sampai larut malam. Aku, Mama, Dhito, Mytha dan Rika. Tatapan Dhito masih sama saat kami dulu berpacaran. Dia masih menatapku dengan lembut. 


"Jadi ini temen - temennya Riri dimana ya?" Tanya Mama saat kami sedang duduk di ruang tamu.


"Nah jadi ini kan Mytha Ma, si Dhito ini sahabatnya Mytha dan Dhito ini juga seniornya Wina di SMAnya dulu. Kalo Rika ini, dia tuh junior aku di SD dulu. Aku baru ketemu sama dia ini sekarang." Jelasku.


"Oh dunia sempit yaa... Kalo Mytha sih Mama kenal. Ini Dhito sama Rika yang baru liat.. Yaudah kalo gitu silahkan di minum yaa.. Tante masuk kamar dulu mau istirahat." Jawab Mama lalu pergi ke kamar.


Mama memang belum tau Dhito itu yang mana dan siapa, karena sampai akhirnya aku putus dengan dia pun Mama tidak tau. 


"Terima kasih yaa guys surprisenya.." Jawabku tersenyum.


"Sama - sama Ri...." Jawab Dhito, Mytha dan Rika serempak.


"Sebenarnya mah ini ide Dhito Ri.." Sahut Rika.


"Iyaa kita mah tim hore aja Ri..." Lanjut Mytha. 


"Hahaha masa sih?" Jawabku sambil tertawa.


"Iyaa ini dia pulang kerja langsung grasak grusuk telponin kita Ri.. Bikin kesel deh.." Kata Rika dengan menggebu - gebu.


"Yaa kan takut kemaleman, gak enak juga kan kalo kemaleman lo udah tidur Ri.." Jawab Dhito tersipu malu.


"Ini kuenya gede banget loh, gue potong yaa bagi - bagi ke kalian." Jawabku sembari menyiapkan pisau kue.


"Eh gak usah Ri, itu buat lo aja... Ini udah malem juga.." Jawab Dhito.


"Ih buat syarat aja deh gue potong di makan kalian. Mau yaa..." 


Akhirnya mereka pun mau saat aku memotong kuenya dan membagi - bagi dari mulai Mytha, Rika dan Dhito.


"Si Dhito yang ngasih kue, dia yang terakhir di kasih yaa... Hahahaha kasihan deh lo.." Ledek Rika.


Dhito tertunduk malu dan Mytha hanya tersenyum kecil.


"Hahaha yaudah gapapa sama aja kok. Kan gue kasih yang cewek - cewek dulu. Baru lo Dhit." 


"Iyaaa gapapa kok Ri... Ini kado buat lo.." Tiba - tiba Dhito memberikan sebuah bingkisan untukku.


"Yaampun masih ada kadonya juga?" Jawabku terkejut.


"Iyaaa kan dia nih ide semuanyaa Ri... Kita cuma tim hore..." Sahut Mytha.


"Makasih banyak yaa Dhit." Jawabku tersenyum.


"Iyaa Ri sama - sama.... Hmm kayaknya kita pamit dehh.. Gak enak udah malem." Jawab Dhito.


"Iyaa Ri, nyokap udah tidur yaa?" Tanya Mytha.


"Coba gue liat ke kamar dulu yaa.." Aku pun berdiri dan segera mengintip kamar Mama.


Dhito, Mytha dan Rika bersiap - siap untuk pulang.


"Udah tidur nyokap gue. Kecapean kayaknya.." Jawabku.


"Oh yaudah Ri, salamin aja nanti sama Mama kamu yaa.." Jawab Mytha.


"Hati - hati yaa kalian." Jawabku.


"Iyaa.... Assalamualaikum Ri..."


"Walaikumsalam."


Saat aku menemani mereka sampai depan pagar, mobil Adi datang dan mereka berpapasan. 


"Ka..." Aku memanggilnya saat dia keluar dari mobil.


"Kok Riri belum tidur?" Tanya Adi dengan nada pelan.


"Sebentar yaa..." Aku pun berlari masuk dan mengmbil sebagian potongan kue dari Dhito.


Adi masih menungguku di depan pagar rumahnya.


"Ini Ka..." Aku memberikan sepotong kue besar untuknya.


"Ini kue apa Ri? Siapa yang ulang tahun?" Tanya Adi dengan heran.


"Aku Ka..." Jawabku tersenyum.


"Loh Riri hari ini ulang tahun? Happy Birthday yaaa....." Jawab Adi tersenyum.


"Makasih Ka.." Jawabku sembari mengacungkan jempol.


"Yang ke berapa Ri?" Tanya Adi.


"Yang ke-20 Ka.." 


"Udah masuk kepala dua yaa.. Harus makin dewasa." 


"Amiiinn... Yaudah Ka.. Aku masuk dulu yaa.. Udah malem."


"Iya... Besok bareng gak?"


"Gak Ka.. Besok aku pagi.." 

__ADS_1


"Yaudah okee deh.." 


"Dah Ka..." Aku pun pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan Adi. 


Aku memberikan kue ulang tahun dari mantanku untuk orang yang sedang dekat denganku. Benar - benar membuat geleng - geleng kepala jika diingat. 


Tiba - tiba ponselku berdering tanda chat masuk.


"Ri.. Gimana surprise dari Dhito?" 


Ternyata Wina yang mengirimkan chat. 


"Jadi lo ngeboongin gue yaa? Lo bilang lo yang mau dateng yaa Win." Balasku cepat.


"Yaampun gak bohong gue Ri.... Tadinya emang gue mau ikut. Soalnya dia tuh gak berani kasih surprise lo sendirian. Akhirnya dia ngajak si Mytha sama temennya satu lagi. Tadinya dia tuh mau jemput gue, tapi gue gak boleh sama bokap nyokap. Karena udah malem Ri.." 


"Ohhh gitu, si Dhito tadi gak cerita gitu sih."


"Yaaa belum sempet cerita kali, dia tuh deg - deggan mau kasih surprise ke lo Ri... Dan dia tuh sebenarnya tadi mau nembak lo lagi di depan nyokap lo. Tapi dia gak ada nyali, malu."


"Hah? Ya kalii Win. Hati gue udah tertutup buat dia..." 


"Serius gak ada lagi kesempatan buat dia Ri?"


"Gak ada Win, kasihan kalo gue kasih dia kesempatan lagi tapi ujung - ujungnya setengah hati lagi? Mau ngapain coba...."


"Iya juga sih, kaishan senior gue.."


"Lebih kasihan kalo gue masih kasih harapan Win, gue udah gak sering kontak dia kok Win."


"Yaudahlah, gakbisa di paksa juga yaa.. Mudah - mudahan si DHito ngerti yaa Ri..."


"Harus ngerti lah Win. Lagian udah mantan ini, mending jujur - jujuran aja deh daripada tersiksa."


"Iyaa sih.. Terus lo kayaknya mulai deket sama tetangga ya?" 


"Lo tau dari mana?"


"Eyang.."


"Yaampun.... Cepat sekali beritanya yaa..."


"Yaa tau kan keluarga kita gitu Ri.."


"Gue masih deke kok Win, yaa layaknya bertetangga aja."


"Hmmmm yahhh... Sekalian pedekate yaa Ri.."


"hahaha dih apesih lu.. Udah ah gue tidur duluan yaa.. Ngantuk. Besok gue masuk pagi soalnya.."


Aku pun segera menutup telponnya dan segera tidur.  


***


"Ri.. gimana rambut lo semalem bisa di bersihin?" Tanya Fily sembari memegang rambutku.


"Masih bau kopi Fil, gue diomelin nyokap karena habisin shampoo. Parah banget.." Jawabku menunduk.


"Hahahahaha emang enak lo...." Ledek Mily.


"Tapi gapapa.. Makasih yaaa guys." Jawabku tesenyum. 


"Iyaa sama - sama Ri..." Jawab Fily tersenyum.


Saat aku sedang asyik ngobrol dengan FAMTOM, ponselku berdering kencang.


"Ri... Gimana kadonya suka gak?" Dhito mengirimkan chat untukku.


"Makasih yaa Dhit... Suka kok. Jadi ini alasan lo minta foto gue ya?" 


"Hahaha iya Ri.. Bagus gak?"


"Ini yang bikin siapa? Lo? Bajunya gue suka kok. Makasih ya.."


"Bukan Ri... Gue ke jasa bikin gambar ini. Alhamdulillah kalo suka, muat kan tapi? Gue nanya Mytha ukuran baju lo tapi dia gak tau, si Wina akhirnya yang gue tanya."


"Ohhh kirain lo yang buat hahaha.... Pantes, yaa kalo lo nanya Wina yaa dia tau lah ukuran baju gue, pas kok buat gue Dhit. Sekali lagi terima kasih yaa.." 


"Iyaa Ri sama - samaa... Lo lagi ngapain ini?" 


"Lagi ngobrol aja sama temen - temen gue Dhit. Lagi nunggu dosennya dateng..."


"Oh gitu. Udah sarapan?" 


"Udah kok."


"Yaudah kalo gitu."


"Eh udah ada ini dokternya, gue kuliah dulu yaa Dhit."


"Iyaa Ri.."


Aku sengaja menghindari percakapan panjang dengan Dhito karena tidak mau memberikan harapan lebih untuknya. Cukup hubunganku dan dia di tahun lalu. 


"Ri... Si Adi kasih lo ucapan gak kemarin?" Tanya Mily tiba - tiba saat aku selesai membalas pesan Dhito.

__ADS_1


"Ohh dia kasih sih selamat pas gue kasih kue ulang tahun gue ke dia." Jawabku santai.


"Lo kasih kue lo ke dia? Yang dari kita?" Tanya Mily lagi.


"Gak kok, yang dari kalian mah gue simpen. Buat gue sendiri sama nyokap bokap gue."


"Lah ada yang ngasih lo kue juga?"


"Iyaa Mil, si Dhito semalem kasih gue surprise."


"Hah?" Gila lo ya? Kue dari mantan lo dikasih ke Adi? Hahahaha ngakak sih gue..." Jawab Mily dengan nada tinggi. 


"Berisik lu ih... Yaudah lah.. Lagian banyak kuenya.. Mkanaya gue bagi - bagi." 


"Tapi gak dari mantan juga Ri lo kasih ke Adi. Kenapa gak lo kasih kue dari kita aja?"


"Yaudahlahhh. Sayang kalo kue dari kalian gue suka. Kalo kue dari Dhito gue gak terlalu suka.."


"Hahahaha ih kocak banget lu Ri...." Mily masih saja tertawa terbahak - bahak.


"Eh diem kek, udah ada dokternya itu." Sahut Fily.


Kami pun fokus untuk kuliah.


Setelah selesai kuliah aku pun segera pulang karena sudah sangat sore. Sesampai di rumah Mama sudah menyiapkan makanan dan ternyata Bapak pulang membawakan aku cokelat dan pizza. Bapak selalu berbeda romantisnya jika aku atau mama yang ulang tahun, bukan dengan kata - kata gombal tapi lebih membelikan makanan yang aku dan mama suka. 


"Mudah - mudahan Riri sehat selalu, lancar kuliahnya yaa..." Kata Bapak sembari memelukku.


Tanpa sadar aku menahan air mata. Mataku berbinar - binar, tapi aku tidak mau menangis di depan Mama dan Bapak. Walaupun rasanya aku sangat terharu ingin sekali menangis keras tapi aku harus menahannya dan menggantinya dengan senyuman. 


"Amiiiinnn... Sehat juga ya Pak..."


"Asik.. Makan pizza nih ye.." Ledek Mama.


"Asik dong.. Jarang - jarang kan kita makan pizza Ma..." Jawabku sembari mengambil potongan pizza. 


***


Weekend pun tiba, hari ini aku tidak pergi kemana - mana karena banyak tugas dan juga Bapak praktek tidak pulang sampai besok. 


"Ri.. Eyang masak semur ayam tuh.." Kata Mama saat aku sedang sibuk mengerjakan tugas. 


"Iyaa nanti Ma.. Masih fokus ngerjain tugas ini." 


"Udah siang loh Ri, makan dulu." 


"Iyaa sebentar lagi Ma.."


"Mama ambilin yaa.." Kata Mama yang langsung menyiapkan tempat untuk mengambil semur ayam di rumah eyang.


"Hmm yaudah boleh Ma..." Jawabku manja.


Mama pun mengambilkan lauk ke rumah eyang agar aku mau makan. Sampai sore aku baru selesai mengerajakan tugas dan aku baru sempat makan.


Tak lama aku mendengar suara anak kecil dari luar berteriak - teriak, aku pun keluar dan ternyata Ratu memanggilku dari luar dengan sebutan Aunty??


"Aunty Ririii..." Teriak Ratu di depan pintu. 


"Yaa??" Aku menjawabnya dan keluar dari rumah.


"Aunty Riri, main yuk..." Ajak Ratu yang di temani baby sitternya. 


Aku terkejut saat dia memanggilku bukan Ka lagi tapi Aunty. 


"Princess lagi main ke rumah uncle?" Tanyaku dengan senyuman.


"Iyaa.. Come on Aunty Riri..." Ajak Ratu sembari menarik tanganku. 


Aku pun segera mengikuti langkahnya saat dia menarik tanganku dengan tangan mungilnya. 


"Yaampun... Kok Aunty Riri di tarik - tarik gitu sih tangannya?" Tanya Adi yang duduk di dalam ruang tamu rumahnya. 


"Ratu mau main sama Aunty Riri.." Jawabnya. 


"Loh, kita kan mau pulang..." Sahut Ka Ani.


"Ih Mama nih, masa mau pulang. Main dulu sebentar... I wanna play game with aunty Riri.." Jawab Ratu dengan nada tinggi.


"Hmm hey.. Kan Ratu besok sekolah.." Jawab Ka Ani.


Ratu pun diam dan menunjukkan wajah kesal saat Mamanya mengajak pulang.


"Besok kalo Ratu kesini kita main yaa..." Jawabku sembari mengelus kepalanya.


"Hey Princess, listen youre Mom ok.. Back go home, now.. Ok..." Sahut Adi.


Akhirnya Ratu pun menurutinya dan mau pulang.


"Say Bye Aunty Riri..." Kata Adi saat Ratu masuk ke mobilnya.


"Bye Aunty Riri..." Jawab Ratu sembari melambaikan tangan.


"Byee Princess... See you.." Aku pun melambaikan tangan.


Aku bingung kali ini saat Adi menyebutku Auntu dan Ratu juga memanggilku dengan sebutan Aunty. Apa mungkin Adi mulai memberikan kode untukku?

__ADS_1


__ADS_2