
Setelah memberikan kejutan ulang tahun untuk Adi, hari - hariku kembali seperti biasa. Hari ini aku masuk karena harus mengikuti ujian ulang untuk nilai yang belum lulus.
"Hari ini si Adi ulang tahun Ri?" Tanya Mily.
"Iyaa Mil. Tadi pagi gue kasih dia surprise dulu baru berangkat." Jawabku.
"Terus lo kasih kado apa?"
"Gak kasih kado, ngasih kue aja Mil. Mama sama eyang yang kasih kado Mil."
"Terus gak ada diner?"
"Hahaha kita mah gak ada romantis kayak gitu Mil." Jawabku sembari tertawa terbahak - bahak.
"Terus hubungan lo gimana sama dia Ri? Udah serius?"
"Si Adi sih kayaknya udah serius sama Aku Mil. Tapi kayak susah di tebak sama sikapnya. Dari kemarin sih kita kumpul jalan - jalan ke Mall bareng sama Mama, Bapak, Papa dan Mamanya juga. Sama eyang dan Pakdeku. Terus Kakaknya juga ikut sekeluarga."
"Bagus dong.. Berarti udah mulai serius dia sama Lo Ri."
"Iyaa amiin yaa Mil. Sebenarnya sih dari sebelum komitmen ini si Adi udah mulai kenal - kenalin aku ke keluarga besarnya ya... Tapi akunya aja yang masih ragu sama sikapnya dan keabnormalannya."
"Hahahahahaahaha abnormal gimana?" Tanya Mily sembari tertawa keras.
"Yaa gitu.. Gue masih cari tau dia sih Mil."
"Terus apa yang lo dapet?"
"Yaa gue yakin banget dia gak suka sama perempuan. Tapi kenapa dia mau serius sama gue? Itu pertanyaan gue, makanya terkadang gue ragu buat bertahan sama dia Mil."
"Yaa kalo lo udah sayang lo perjuang Ri. Gue juga pernah kok sayang sama orang yang kayak Adi gitu, yaaa walaupun akhirnya harus pisah. Emang bukan jodohnya." Jawab Mily Bijak.
__ADS_1
"Iya juga sih... Makanya gue udah tulus sama dia sebenarnya Mil. Cuma apa dia juga tulus sama gue? Itu yang selalu jadi pertanyaan gue."
"Yaa lo bisa lihat dari sikapnya Ri. Gimana sikap dia sama lo? Kayak beneran pacar gak?"
"Masalahnya gue sama dia sama - sama cuek orangnya."
"Lah gimana deh kalo dua - duanya cuek? Gak ada yang perhatian sama sekali?"
"Hahaha gue juga bingung Mil... Tapi kita malah gak pernah berantem."
"Serius?"
"Iya Mil.. Gue sama dia tuh gak pernah berantem sama sekali. Debat yaa debat diskusi aja.. yang sampai berantem tuh gak pernah."
"Masa lo sama Adi gak pernah adu mulut gitu?"
"Gak Mil. Serius.."
"Gak. Gue mau dia sendiri yang ngomong sih Mil. Umur dia kan jauh yaa diatas gue, gue yakin kalo dia udah bener - bener serius sama gue... Dia akan jujur semuanya sama gue Mil."
"Lo yakin?"
"InsyaAllah gue yakin Mil."
"Gue sih gak yakin Ri.."
"Ih jangan gitu doong..."
"Yaah gimana ya.. Yaa gitulah hahahahaha..." Jawab Mily sembari tertawa meledek.
Aku masih terus memikirkan kata - kata Mily yang tidak yakin bahwa Adi akan segera jujur siapa dirinya sebenarnya. Walaupun aku tau dan aku tidak mau langsung bertanya dengannya perihal itu.
__ADS_1
***
"Ri.. Baju dari Mama sama Eyang Alhamdulillah pas di badan Ka Adi." Adi mengirimkan chat line untukku.
"Alhamdulillah kalo gitu yaa Ka... Itu di pake buat kerja. Mama sama eyang tuh kasihan sama Kakak bajunya itu - itu aja yang di pake kalo kerja."
"Hahaha sebenarnya banyak, tapi males cari - cari di dalem - dalem lemari."
"Iyaa aku udah bilang gitu sih sama Mama dan Eyang. Tapi mereka tetep mau kasih kado itu. Tapi suka gak sama warnanya?"
"Suka kok... Bagus. Ka Adi cocok."
"Alhamdulilah. Itu aku yang pilihin, karena kan mereka gak tau selera Ka Adi. Jadi yaaa mau gak mau aku yang pilihin bajunya."
"Emang yaa terbaik, Riri tau selera Ka Adi sekarang."
"Hahaha cieelah. Pada kasih surprise gak di kantor?"
"Iya nih tadi pada kasih surprise, sahabat - sahabat Ka Adi juga pada mau ngajak ketemuan nanti balik kerja."
"Seneng dong?"
"Iya dong.."
"Balik malem dong?"
"Kayaknya sih bakal balik malem."
"Yaudah nanti pulannya hati - hati ya.."
"Iyaa sayang.."
__ADS_1
Bukan berarti aku selalu senang dan tenang berkomunikasi dengan Adi, aku selalu berfikir terus jika dia tidak di rumah apa yang sedang dia lakukan dengan laki - laki lain? Apakah aku kuat jika tau dia sedang melakukan hal yang tidak baik dengan laki - laki lain? Lalu apakah dia sebenarnya sayang denganku? Atau hanya mengikuti kemauan Mama dan Papanya saja untuk mendekatiku? Aku selalu punya banyak pertanyaan di kepalaku, itu yang membuat aku selalu ingin mencari tau terus tentang Adi.